
"Siapa mereka" geram Topan pada Rama sambil menunjuk kedua lelaki yang sedang mengejar Nita dan Sarah.
"Apa mereka anak buah Ayahnya Sarah" sahut Rama sedikit ragu karena tak melihat wajah keduanya.
"Memang benar paman kalau Sarah itu pembawa sial" ucap Topan yang terlanjur marah karena Nita di culik akibat Ayahnya Sarah.
"Jangan ucapkan itu lagi Topan, aku tak akan segan jika harus melawanmu" sahut Rama yang tak terima kalau Sarah di sebut pembawa sial.
"Aku tak takut paman, memang benarkan kalau ini salah Sarah" ucap Topan.
"Diam atau aku akan melaporkanmu ke penjara atas kasus pencemaran nama baik" ucap Rama marah.
"Silahkan paman, aku gak peduli! Aku akan mencari Nitaku sampai ketemu" ucap Topan sambil melangkah pergi meninggalkan Rama dan pelayan itu.
Topan berjalan keluar dan masuk kedalam mobilnya, Topan mencoba menghubungi Nita lagi siapa tau Nita menjawabnya.
Panggilannya tersambung cuman Nita tak menjawabnya, Topan tak merasa putus asa dia mencoba lagi dan lagi hingga sampai panggilan ke 16 ada jawaban dari Nita.
["Hallo sayang kamu dimana"] tanya Topan sumbringah karena ponsel Nita bisa di hubungi juga.
["Istrimu sedang ada bersamaku, jika kau ingin bertemu dengannya silahkan bawa uang 1m untuk menebusnya"] ucap seorang lelaki di sebrang sana.
Topan terkejut dan sangat sangat marah saat mendengar ucapan dari lelaki yang menculik Nita.
["Dimana istriku penjahat ulung, apa kau tak tau kalau istriku tak bersalah"] ucap Topan dengan nada membentak.
["Terserah kau saja tuan, anggap saja aku meminjam istrimu setelah urusanku selesai maka aku akan bebaskan istrimu"] ucap lelaki itu.
["Dasar bedebah aku akan mel.."]
Tuuutt tutttt tuttt
Panggilan di putus sepihak orang itu memutuskan sambungan telponnya dan itu membuat Topan sangat marah dan kesal pada lelaki itu.
"Awas saja kau, aku tak akan memaafkanmu baji*an" gerutu Topan.
Sedangkan Rama sedang duduk di pinggir jalan dekat rumah sakit untuk menunggu taksi online yang sudah di pesannya lewat aplikasi.
Rama begitu bingung, mau kemana dia mencari Sarah sedangkan Rama sudah tak punya kendaraan sendiri, Rama kemana mana pasti harus memesan taksi online.
"Kamu dimana Sarah, aku harap mereka tak menyakitimu" gumam Rama.
Taksi online yang di pesan Rama pun sampai disana, Rama langsung naik tetapi dia tak tau harus kemana dia mencari Sarah sedangkan ponsel Sarah tak dapat di hubungi.
Drttt Drtttt
Ponsel Rama berbunyi saat Rama melihatnya ternyata Topanlah yang sedang mencoba menghubunginya.
["Ada apa Topan"] tanya Rama yang malas berdebat dengan Topan apa lagi di situasi seperti ini.
__ADS_1
["Paman apa paman tau dimana rumah Ayahnya Sarah, kita akan kesana sekarang untuk mencari Nita"] ucap Topan.
["Kamu dimana sekarang"] tanya Rama.
["Masih di rumah sakit tadi"] jawab Topan.
["Baiklah paman kesana sekarang"] ucap Rama sambil memutuskan sambungan telponnya.
Rama meminta pada supir taksi untuk putar balik ke rumah sakit tadi.
Setelah mobil berhenti di parkiran rumah sakit.
Rama turun dan mencari mobil Topan yang sedang terparkir disana.
Rama mengetuk pintu mobil Topan saat sudah menemukan mobil Topan.
Topan keluar dari mobil.
"Paman barusan aku mencoba menelpon Nita terus di jawab sama mereka, mereka meminta 1m untuk jaminan" jelas Topan.
"Apa? Apa mereka sudah gila?" gerutu Rama.
"Tetapi mereka juga bilang kalau urusan mereka sudah selesai mereka akan membebaskan Nita dan Sarah" ucap Topan.
"Apa kau tau suaranya" tanya Rama.
Rama dan Topan terlihat cemas karena hal ini, mereka tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Nita dan Sarah padahal mereka berdua sedang mengandung.
"Baiklah kita akan coba ke rumah Anjasmara" ucap Rama pada Topan.
"Baiklah ayo naik mobil" ucap Topan bergegas naik mobil.
***
Gilang masih saja merasa kecewa, dia masih murung karena mikirkan Nita yang sengaja menyusulnya ke kota hanya untuk mencarinya, namun mereka bertemu setelah Nita sudah menikah dan punya anak.
"Sudahlah Gil, jangan di pikirkan lagi yang sudah terjadi biarkan terjadi" ucap Tomi yang merasa simpati pada temannya itu.
"Tapi gue gak bisa Tom" ucap Gilang.
"Terus lu mau gimana hah, lu mau bebaskan mereka dan membiarkan Anjasmara hidup dengan tenang" sahut Tomi.
"Tapi gue gak bisa menyakiti Nita Tom" ucap Gilang.
"Jika kau tak mau Nita terluka maka kau lindungi dia, gue mohon Gil teruskan rencana ini lu lihatkan berapa banyak keluarga yang kehilangan uang dan keluarganya hanya karena perbuatan Anjasmara" ucap Tomi meyakinkan.
"Baiklah aku akan coba, aku juga ingin Anjasmara memberikan uangnya untuk mengganti rugi pada keluarga korban" ucap Gilang.
"Yaudah ayo, jangan sedih begitu" ledek Tomi.
__ADS_1
"Dasar kampret" gerutu Gilang.
Mereka berdua berjalan ke gudang tempat mereka mengurung Sarah dan Nita.
Saat mereka membuka pintu gudang mereka melihat Nita dan Sarah sedang duduk tanpa tali pengikat pada tangannya.
"Apa kau sudah makan" tanya Gilang saat melihat piring mereka kosong.
"Sudah" serempak.
"Baiklah aku gak akan menyakiti kalian, aku hanya ingin meminta keadilan pada Anjasmara lewat kalian" ucap Tomi menjelaskan rencananya.
"Kenapa gak kau minta saja sendiri bang*t kenapa harus melibatkan kami" ucap Sarah marah.
"Kami sudah mencobanya, tapi Ayahmu yang sombong itu tak mendengarnya" ucap Gilang sambil mengepalkan tangannya marah jika mengingat perlakuan Anjasmara padanya tempo lalu.
"Terserah kalian saja, tetapi jika terjadi apa apa pada kami, kalianlah yang harus tanggung jawab" ucap Nita kesal.
Gilang tak bisa berbuat apa apa lagi, dia sangat tak ingin melibatkan Nita dalam hal ini tapi mau bagaimana lagi kalau saja dia melepas Nita tentu saja Nita akan panggil keluarganya untuk membebaskan Sarah.
Gilang duduk di samping Nita, Gilang memegang tangan Nita namun dengan cepat Nita menepisnya.
"Maafkan aku, aku janji tak akan menyakitimu" ucap Gilang bersungguh sungguh.
"Diamlah omonganmu hanya angin lewat Gilang" ucap Nita ketus.
"Aku akan sebisa mungkin menjagamu dan bayimu itu, walau pun aku tak bisa memilikimu tapi aku akan berusaha menjagamu" ucap Gilang sedih.
"Buktikan saja Gilang" ucap Nita lagi Ketus.
Gilang berdiri dan pergi dari tempat itu, dia ingin mencari makanan untuk Nita yang sedang mengandung itu.
Walau pun dahulu mereka tak pernah memiliki ikatan tapi Gilang menganggap mereka pacaran dan Nita pun sangat respek dengan Gilang jadi mereka seolah pacaran namun belum pernah mengatakan perasaan.
Gilang mengendarai motornya untuk mencari cemilan untuk Nita dan Sarah.
Gilang masuk ke mini market dan mencari makan ringan.
bersambung...
jangan lupa like comen dan votenya ya....
***jangan lupa mampir ke karya Author yang kedua ya...
di jamin bakalan baper kalo baca..
salam manis Author***...
__ADS_1