
Dikediaman Lynda House.
Nita sudah bersiap untuk memandikan Rayhan yang sedang anteng bermain dengan Bi Iyem.
"Mandi Yu, airnya udah siap" sahut Nita dari kamar mandi.
"Keluarlah Non biar bibi yang mandiin Den Rayhan Non Nita istirahat saja" ucap Bi Iyem khawatir dengan kondisi Nita yang sedang berbadan dua itu.
"Tidak bi biar aku bantu" kekeh Nita.
Mamah Lynda datang kekamar mandi karena sudah menjadi kebiasaan kalau Rayhan mandi Nita selalu menunggu di dalam kamar mandi.
"Keluarlah Nita biar mamah yang membantu Bi Iyem, mamah khawatir jika kamu terjatuh karena lantai licin" ucap mamah Lynda.
Nita langsung patuh pada mertuanya itu walau pun dalam hatinya Nita sangat ingin memandikan putranya itu,
Karena semenjak dia hamil lagi mamah Lynda tak mengijinkan Nita melakukan itu.
Nita keluar dari kamar mandi dan duduk di Sofa menyiapkan baju ganti untuk Rayhan,
Sedangkan mamah Lynda dan Bi Iyem sedang memandikan Rayhan dengan hati hati.
Nita melihat ponselnya yang nyala karena ada pesan masuk,
"Puput" gumam Nita.
["Kak hari ini aku masuk ke kampus, pulang nanti bolehkan aku mampir ke rumah kaka"] pesan Puput.
Nita langsung mengetik membalas pesan dari Puput adiknya itu.
["Iya dek, main kesini kakak ada dirumah kok"] balas Nita.
"Huh gak kerasa Puput kecilku sekarang sudah besar dan mungkin dia akan Nikah sebentar lagi" gumam Nita sambil tersenyum membayangkan Puput saat masih kecil.
*****
Setelah menunggu lama akhirnya Sarah bangun juga dari pingsannya.
"Tuan Nona Sarah sudah sadar apa mau melihat sekarang" ucap Dokter pada Rama dan Anjasmara yang masih berada di rumah sakit menunggu Sarah.
Rama langsung masuk kedalam tanpa memperdulikan Anjasmara sebagai Ayahnya Sarah.
"Sayang kamu sudah sadar" ucap Rama saat melihat Sarah.
__ADS_1
"Mas apa Pernikahan Rafli berhasil" tanya Sarah dengan suara khas orang lemah.
"Mas gak tau sayang, tadi mas sempat lihat keluarga dia pulang" jawab Rama.
"Sudahlah jangan perdulikan Mereka Sarah karena mereka kamu jadi seperti ini" ucap Rama ketus.
"Tidak mas mereka harus menikah" keukeh Sarah.
"Ck dasar keras kepala" gerutu Rama.
Anjasmara masuk setelah berbincang bincang dengan Dokter tadi,
"Sarah sudah sadar Sayang" ucap Anjasmara.
"Seperti apa yang anda lihat Tuan" jawab Rama ketus.
"Diamlah kau" gerutu Anjasmara.
Sarah duduk di atas ranjang tempatnya dirawat, Rama membantu Sarah duduk karena Sarah terlihat kesusahan untuk duduk.
"Ayah mau minta penjelasmu Sarah" sahut Anjasmara.
"Penjelasan apa lagi Ayah" tanya Sarah.
"Ck, Ayah kenapa Ayah masih tak mengerti juga kalau aku gak cinta sama Rafli dan Meyra itu pacar Rafli Yah" jawab Sarah.
"Lantas siapa lelaki ini Sarah" tanya Anjasmara lagi.
"Dia Rama suami aku Yah" jawab Sarah.
Sleb..
Jantung Anjasmara seakan sesak nafas, Sarah putrinya harus menikah dengan pria dewasa seperti Rama.
"Apa" ucap Anjasmara kaget.
Rama tersenyum tipis melihat reaksi Anjasmara yang kaget karena ucapan Sarah yang menjelaskan siapa Rama sebenarnya.
"Apa Ayah tak salah dengar Sarah, kau menikah dengan lelaki tak sopan seperti dia" timpal Anjasmara.
"Memangnya kenapa Yah, hanya mas Ramalah yang mengerti keadaanku tak seperti Ayah yang hanya mementingkan kerjaan da wanita bayaran Ayah" gertak Sarah.
"Beraninya kau Sarah" gumam Anjasmara.
__ADS_1
"Baiklah pergi saja kau dengan lelaki itu aku tak perduli lagi dengan mu" ucap Anjasmara marah pada keputusan Putrinya itu.
Anjasmara langsung pergi dari ruangan Sarah, meninggalkan Sarah dan Rama berduaan.
"Masih ada yang sakit" tanya Rama membuka percakapan.
"Tidak mas aku sudah baikkan" jawab Sarah.
"Tentang Ayahmu apa kau mau menemuinya lagi nanti" tanya Rama merasa kasihan dengan perlakuan Ayahnya.
"Jangan Mas biarkan Ayah sendiri dulu biarkan dia menyadari kesalahannya" jawab Sarah.
-
Akhirnya Setelah Sarah sadar Sarah bisa langsung pulang karena lukanya tak begitu parah,
Di kediaman Rama House.
"Mau makan dulu Sarah" tanya Rama.
"Tidak mas aku tak selera untuk makan, aku ingin tidur saja mas" sahut Sarah.
Hati Sarah mulai luluh pada Rama, mungkin saja Sarah sudah jatuh cinta pada Rama. karena terlalu banyak bersama maka akan menguatkan ikatan yang ada, pikir Sarah.
"Tidurlah mas, temani aku disini" sahut Sarah mencoba menggoda Rama.
"Tidak Sarah kau sedang sakit aku tak mau nanti aku akan menyakitimu" sahut Rama mengambil bantal dan selimut untuknya tidur di Sofa.
"Mas temani aku" sahut Sarah lagi.
"Tidak Sayang kamu masih sakit" jawab Rama keukeh sambil berbaring di Sofa kamar itu.
bersambung...
***akhirnya sudah masuk ke part 50.
mohon maaf kemarin Author gak Up ya..
karena ada masalah saat login.
tapi mulai sekarang akan up lagi seperti biasa ya..
jangan lupa like comen dan votenya ya pantengin terus biar Authornya makin semangat nulis.
__ADS_1
salam manis Author***