Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 148


__ADS_3

Seluruh keluarga Nita akan pulang ke rumah Kediaman Lynda karena jenazah sang Ayah sudah di urus oleh pihak rumah sakit, dan keluarga hanya akan melihat saat besok di pemakaman.


Nita yang masih berduka hanya bisa menyesali karena tak bisa bertemu dengan bapaknya karena Zia yang sekarang masih sakit, sedangkan Lynda dia tak bisa datang karena harus menjaga Rayhan Dan Zia di rumah.


Ibu dan Puput pun masih merasa terpukul apa lagi sekarang keadaan Puput sangat kacau karena terus saja menangisi kepergian Bapaknya.


Sesampainya di kediaman Lynda, Nita langsung membawa ibunya ke dalam kamar tamu supaya ibunya itu bisa istirahat apa lagi seharian ibu berjaga di rumah sakit.


Sedangkan Puput sekarang sedang di antar oleh Arka ke dalam kamarnya, walau pun merasa canggung tetapi Arka berusaha sebaik mungkin menjaga Puput agar tak berlarut larut dalam kesedihan.


"Tidurlah, aku akan menunggumu di ruangan tamu" ucap Arka membaringkan Puput di ranjang, dengan cepat Arka menyelimuti tubuh Puput dengan selimut yang ada di sana.


Saat Arka hendak pergi dari sana tangan Puput memegang tangan Arka menghentikan langkah kaki Arka.


"Ada apa" tanya Arka.


"Bisa kah temani aku di sini, sebentar saja" pinta Puput.


Mau tak mau Arka menyetujui permintaan Puput.


"Tapi kamu harus tidur" ucap Arka dan di balas anggukan kepala oleh Puput.


Tak lama setelah itu dengkuran halus mulai terdengar dari Puput menandakan kalau Puput sudah tidur karena tak mau berlama lama dekat Puput, Arka pun langsung keluar dari kamar itu dan di sofa sana sudah ada Topan dan Lynda yang sedang duduk.


"Bagaimana apa Puput sudah tidur" tanya Topan saat melihat Arka keluar dari kamar Puput.


"Sudah kak" jawab Arka dan langsung ikut gabung di sana.


"Oh ya pan, apa administrasi bapaknya Nita sudah kamu bayar" tanya Lynda.


"Aku gak bayar mah karena saat aku tanya katanya sudah ada yang bayar" jawab Topan.


"Hah siapa? Harusnya kamu yang bayar pan, itu kan tanggung jawab kamu" ucap Lynda.

__ADS_1


"Ya mah tadi juga Topan akan bayar tapi sudah ada yang bayar"


"Kira kira siapa yang bayar ya" tanya Lynda.


Topan menggelengkan kepalanya.


"Aku gak tau tapi kalau nanti ada yang ngaku Topan akan ganti uangnya".


" ya harus" ucap Lynda.


Arka tersenyum senang karena ternyata Puput mau membantu biaya bapaknya walau pun dengan meminjam uang tapi dia tak bilang pada keluarganya.


"Ini yang aku inginkan dari dulu Put kau bisa bertanggung jawab dan bersikap dewasa" batin Arka.


**


Pagi harinya Arka menginap disana Arka tidur di sofa rumah itu karena tak ada lagi kamar yang kosong di sana bahkan Topan sampai berkali kali meminta maaf pada Arka karena membiarkan Arka tidur di sofa.


Bahkan Topan pun tau kalau Arka sekarang adalah seorang Ceo di perusahaan yang sekarang sedang berkembang pesat dan Puput bekerja di sana sebagai asistennya.


Nita yang sudah bangun hendak ke dapur untuk memasak walau pun dalam keadaan berduka tapi memasak harus Nita lakukan karena jika Nita tak masak maka tak akan ada makanan di rumah apa lagi Rayhan dan Zia harus tepat waktu jika makan karena mereka sedang butuh banyak asupan makanan.


Langkah kaki Nita terhenti saat melihat seorang laki laki yang tidur di sofa, Nita mencoba mendekati laki laki itu siapa tau saja maling yang masuk kedalam rumah itu.


Tapi dengan jelas Nita melihat kalau laki laki itu adalah Arka yang tak lain adalah laki laki yang membuat Puput dulu sakit hati tapi ada untungnya juga saat itu karena Puput mau berobat dan sekarang sudah sembuh total.


"Aku tak sangka dia mau tidur di sofa hanya karena ingin menjaga Puput, ya alloh semoga saja Arka menjadi jodoh pas untuk Puput" batin Nita.


Lynda melihat jam yang ada di dalam kamarnya ternyata sudah menunjukan pukul lima pagi dia bangun dan langsung menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim.


Setelah selesai Lynda keluar dari kamarnya dan menuju dapur karena sekarang dia harus masak karena mau bagaimana pun juga di rumah itu ada besannya jadi Lynda harus menyiapkan makanan untuk ibunya Nita apa lagi dia baru saja berduka.


"Nita kau di sini" tanya Lynda kaget saat melihat Nita sudah ada di dapur.

__ADS_1


"Ya mah aku sedang masak".


" kenapa gak bangunin mamah biar mamah bantu kamu".


"Aku gak mau membangunkan mamah, jadi aku sendiri saja di sini".


"Ya, mamah bantu ya biar cepat" ucap Lynda sambil memotong sayuran untuk di buat sup.


"Oh ya mah, apa Arka semalaman tidur di sofa" tanya Nita.


"Heeh tadinya mamah juga tak enak membiarkan dia tidur di sofa tapi dia maksa dan katanya takut Puput kebangun malam dan nangis jadi dia tidur di sini" ucap Lynda.


"Oh kenapa ya dia sangat perhatian pada Puput apa lagi yang Nita tau Puput sudah lama tak bertemu dengan Arka" ucap Nita.


Lynda memicingkan matanya karena tak paham pada ucapan Nita.


"Bukannya Puput kerja bersama Arka" ucap Lynda.


"Apa? Mamah tau dari mana" tanya Nita.


"Ya yang mamah dengar semalam Topan dan Arka bicara kalau Arka itu sekarang seorang Ceo di perusahaan yang sekarang sedang berkembang pesat dan Puput itu asisten pribadinya Arka di perusahaan itu" jelas Lynda.


"Apa Nita gak tau mah, mungkin Nita baru tau sekarang, pantas saja Arka bisa ada di sini ternyata Mereka bekerja bersama" ucap Nita.


"Ya begitulah kira kira" ucap Lynda.


"Oh ya Nit apa kalian akan ke pemakaman sekarang" tanya Lynda.


"Rencananya begitu mah, tapi Nita tak tega kalau harus meninggalkan Zia padahal demam Zia belum turun juga".


" kalau kamu mau pergi, pergi saja Nita biar Zia mamah yang jaga".


"Benar mah apa tak akan merepotkan" tanya Nita.

__ADS_1


"Ya engga lah Nita Zia itu kan cucu mamah juga masa ngerepotin" ucap Lynda.


__ADS_2