
Topan datang dan..
Bughhh
Topan membogem pipi Arka yang sedang memandang Nita yang sedang menangis sesegukan.
"Siapa kamu? Kenapa ada disini? Kamu apakan istriku? Hah? " cecar Topan sambil mearik kerah baju Arka.
"Mas lepaskan dia" ucap Nita sambil menarik tangan Topan supaya melepaskan tangannya dari kerah Arka.
"Siapa dia Nita beraninya dia kesini dan membuatmu menangis" ucap Topan sambil menarik narik kerah Arka.
"Topan" teriak Lynda dari luar.
Topan pun terpaksa melepaskan tangannya karena mendengar mamahnya memanggil namanya, Topan menatap Arka dengan tatapan malas.
"Ada apa ini" tanya Lynda yang masuk rumah dan di ikuti oleh Rama dan Sarah yang berjalan di belakangnya.
"Mas Topan salah paham mah, dia Arka pacarnya Puput tapi Topan malah menonjoknya" jelas Nita sambil menatap Topan kesal.
"Apa? Pacar Puput? Lalu kenapa kau menangis di hadapannya" ucap Topan kesal dan malu karena sudah membogem Arka.
"Iya mas, lihat Puput pingsan dan dia yang membawanya kesini" ucap Nita.
Lynda hanya menggelengkan kepalanya dia tak habis fikir karena putranya itu sangat gegabah dalam mengambil keputusan.
"Lain kali tanya dulu Pan jangan langsung membogem" ucap Rama sambil duduk di sofa.
"Iya, Maaf " ucap Topan malas pada Arka.
Arka hanya menganggukan kepalanya.
"Puput kenapa Nit" tanya Lynda yang langsung mendekati Puput yang masih terbaring dan mengecek detak jantungnya.
"Gak tau mah, dia yang bawa Puput kesini" ucap Nita sambil menatap Arka.
"Saya Arka tante, temannya Puput" ucap Arka memperkenalkan dirinya.
"Bukan kau pelakunya Arka" tanya Topan dengan tatapan menyelidik.
Arka menggelengkan kepalanya membuang jauh jauh pikiran Topan yang mengarah ke hal hal yang tidak tidak.
"Tidak kak saya hanya teman Puput saja" ucap Arka.
"Baiklah mbak aku akan membawa Sarah ke kamar untuk istirahat" ucap Rama sambil menggandeng Sarah untuk beristirahat di kamar.
"Tante maaf aku harus istirahat" ucap Sarah.
"Iya sayang istirahatlah kau harus banyak istirahat, ingat jangan banyak pikiran" ucap Lynda.
Sarah hanya mengangguk.
-
Satu jam berlalu.
__ADS_1
Puput belum sadar juga, Nita semakin cemas dan akan mencoba menghubungi Dokter Windy Dokter pribadinya.
"Tunggu dulu kak jangan hubungi Dokter" ucap Arka saat sadar kalau Nita mengambil ponselnya untuk menghubungi Dokter.
Topan dan Lynda menatap tajam kearah Arka yang sudah berani melarang Nita,
Arka hanya menelan salivanya kasar dia sangat takut pada tatapan keluarga Puput ini.
"Jujur saja Arka kalau kamukan yang udah buat Puput pingsan begini" ucap Topan.
Nita mengernyitkan dahinya tak paham pada ucapan Topan barusan.
Arka menjadi salah tingkah karena ucapan Topan barusan, hal itulah yang Arka takutkan sejak tadi.
"Bukan om" ucap Arka gugup.
"Om? Kau sebut aku om?" ucap Topan geram sambil mengepalkan tangannya.
"Ampun om maksudnya kakak" ucap Arka menjelaskan dengan gugup.
"Uhukk uhukk" Puput sadar dan batuk, semua orang langsung menatap kearah Puput yang masih berbaring.
"Put kamu sudah bangun" ucap Nita yang langsung mendekat kearah Puput.
Namun Puput tak menggubrianya dia malah langsung mendekat kearah Arka yang sedang duduk di sofa sebrangnya.
Puput langsung duduk di hadapan Arka sedangkan kepalanya menunduk menyentuh kaki Arka, Arka semakin merasa takut dan gugup pada keluarga itu, apa lagi di tambah perlakuan Puput sekarang.
"Maafkan aku Arka, aku bodoh" ucap Puput sambil menangis.
Arka semakin merasa takut, apa lagi tatapan Topan sepertinya akan segera menerkamnya.
"Jika kamu mau aku bisa minta maaf pada kak Nita dan melupakan kebencianku padanya, tapi aku mohon kamu jangan jauhi aku Arka hikss hikss" ucap Puput sambil menangis.
Nita yang mendengar hal itu langsung terkejut, terlintas di benak Nita kalau Puput akan cepat sembuh jika terus bersama dengan Arka, dan Arka adalah Dokter alami untuk kesembuhan Puput.
"Bangunlah Put, aku sudah memaafkanmu" ucap Arka.
Puput bangun dan duduk di samping Arka, perasaan Arka semakin tak karuan apa lagi dari tadi Topan menatapnya dengan tatapan nyalang.
"Baiklah kau sudah sadar aku akan pulang, saya permisi Kak" ucap Arka pada Puput sambil berpamitan pulang pada Nita dan Topan.
"Tunggu!" ucap Nita pada Arka yang akan bangkit dari duduknya, pikiran Arka semakin kacau dia tak mau kalau pihak Puput menyalahkannya.
"Bi Iyem tolong bawa Puput ke kamarnya biarkan dia istirahat" ucap Nita pada Bi Iyem.
Bi Iyem membawa Puput ke kamarnya dan Puput pun tak menolak karena masih ada Arka disana, Puput seperti orang tenang jika berada bersama dengan Arka namun saat jauh penyakit Puput selalu datang lagi.
Arka menelan Salivanya, dia benar benar takut kali ini, karena bagi Arka baru kali ini dia merasa gelisah dan takut seperti ini, Arka menundukan kepalanya karena takut kena marah.
Namun Arka malah terkejut dengan sikap Nita yang memohon padanya, bahkan Nita menangkupkan kedua tanganya di depan Arka.
"Kak jangan begitu kau membuatku tersinggung" ucap Arka tak enak hati.
"Arka tolong sembuhkan Puput dari penyakitnya" ucap Nita memohon sangat pada Arka.
__ADS_1
"Tapi kak saya gak bisa, saya gak tau caranya" ucap Arka.
"Kau dengar yang tadi Puput ucapkan, dia mau memaafkanku asal kamu tak marah padanya" ucap Nita.
"Iya kak, tapi bagaimana aku..." ucap Arka terpotong karena melihat Topan mengepalkan tangannya dan memperlihatkannya pada Arka.
Arka menelan salivanya.
"Baik kak saya akan bantu, tetapi bisakah saya pulang dari sini" ucap Arka maksa.
"Baiklah terima kasih Arka" ucap Nita.
"Iya sama sama kak".
Arka pulang dengan mengendarai mobilnya, dia merasa lega karena bisa keluar dari rumah Topan, karena tatapan Topan yang tajam bisa membuat nyali Arka menciut.
***
Anjasmara semakin tak tenang pasalnya dia sangat ingin meminta maaf pada Sarah dan membawanya kembali ke rumahnya untuk mengurusnya.
Anjasmara mundar mandi di kamarnya, dia kepikiran tentang Lynda,
Apa Anjasmara suka pada Lynda?.
" wanita itu bisa membuat aku gila" gerutu Anjasmara.
"Kau jatuh cinta tuan" sahut Hilman dari ambang pintu.
"Tidak, aku tak suka padanya" ucap Anjasmara sambil tersenyum tipis.
"Tak perlu bohong tuan" ucap Hilman kekeuh.
"Pergilah tinggalkan aku sendiri, kau hanya membuat aku pusing saja" ucap anjasmara.
Hilman langsung pergi dari hadapan Anjasmara, dia tersenyum karena melihat sang majikan yang sedang labil kedua.
"Udah tua juga masih jatuh cinta, dasar puber" gumam Hilman sambil tersenyum.
-
Sore harinya Anjasmara memutuskan untuk kembali ke rumah Lynda dan mencoba menemui Sarah yang sudah jelas ada disana bersama suaminya.
Anjasmara mencoba mengendarai mobilnya sendiri karena dia tak mau kalau harus memakai jasa Hilman yang sangat menyebalkan itu.
"Aku akan pergi tanpa mengajak si menyebalkan itu, huhh aku benci dia" gumam Anjasmara.
Saat Anjasmara akan masuk kedalam mobilnya, dia tak sengaja bertemu dengan Hilman yang sudah duduk di halaman rumahnya.
"Mau kemana tuan" tanya Hilman sambil tersenyum melihat kelakuan Anjasmara.
"Diam kau aku mau pergi, kau diam saja disini jaga rumahku" ucap Anjasmara.
Hilman hanya tersenyum tipis melihat hal itu, dia baru melihat kalau majikannya jatuh cinta pada ibundanya Topan.
bersambung...
__ADS_1
***jangan lupa like comen dan votenya ya...
salam manis Author***..