Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 80


__ADS_3

Di kediaman Lynda House.


Topan sedang duduk di halaman rumahnya dengan memandang jalanan yang tak ramai kendaraan namun sangat Ramai dengan orang orang yang berlalu lalang.


Topan meminum teh hijau yang di buatkan oleh Bi Iyem walau pun rasanya sangat berbeda dengan yang di buat Nita tapi Topan tetap meminumnya.


Di gendongan Topan ada Rayhan yang sedang tertidur, Topan sengaja tak masuk kerja karena akan mengasuh anaknya sebentar walau pun nantinya dia akan pergi lagi untuk mencari keberadaan Nita.


Topan bukan lelaki perokok jadi dia mengganti posisi rokok dengan cemilan seperti kue kering atau kue basah.


Topan berniat untuk menidurkan Rayhan di kamarnya sedangkan Asih sedang istirahat di kamar pembantu karena sudah dua hari ini Asih tak pulang dan menginap di kediaman Lynda untuk menjaga Rayhan.


Topan menidurkan Rayhan dengan sangat hati hati karena takut buah hatinya itu terbangun lagi karena guncangan keras.


"Mah aku akan mencari lagi Nita" sahut Topan sambil mengambil kunci mobilnya yang berada di atas nakas.


Sedih? Hanya itu yang di rasakan Topan sekarang, dia sangat ingin mengeluh dan putus asa tetapi dia tak mau kalau keluarganya merasakan kesedihan Topan yang sangat mendalam itu.


"Kau istirahat saja Topan, biar polisi yang mencari Nita" ucap Lynda.


"Tidak mah jika aku hanya diam saja Nita tak akan ketemu" ucap Topan.


"Baiklah ajak pamanmu juga dia sangat kesepian saat jauh dari Sarah" ucap Lynda.


"Baiklah" ucap Topan sambil mengetuk pintu kamar Rama yang selalu terkunci.


"Paman ayo cari Nita dan Sarah lagi" teriak Topan karena tak mendapat jawaban dari Rama yang masih berada di dalam kamar.


Dengan bergegas Rama membuka pintunya, dia sangat ingin segera menemukan Sarah istrinya yang sudah dua hari ini menghilang karena di culik.


"Ayo aku ambil jaket dulu" ucap Rama sumbringah.


Topan menunggu Rama di dalam mobilnya sekalian Topan mengeluarkan mobilnya yang dia masukan ke dalam garasi rumahnya.


"Harus kemana aku mencarimu Nita" gumam Topan.


Rama langsung masuk kedalam mobil dan memakai sabuk pengamannya, tak menunggu lama Topan langsung melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Lynda.


Topan sangat berharap kalau pencarian hari ini dia bisa menemukan Nita dengan keadaan selamat dan sehat.


"Kemana kita Topan" tanya Rama bingung.


Topan berpikir sejenak dia pun merasa bingung akan kemana dia sekarang antara ke rumah Anjasmara atau ke kosan itu lagi.


"Bagaimana kalau kita coba ke rumah Anjasmara" sahut Rama yang menyadari kalau Topan merasa bingung.

__ADS_1


"Baiklah paman kita akan coba ke rumah Anjasmara lagi" ucap Topan.


Topan melajukan mobilnya ke jalan menuju rumah Anjasmara yang cukup jauh dari kediaman Topan, kira kira hampir 2 jam perjalanan untuk sampai ke rumah Anjasmara.


2 jam berikutnya.


Topan memarkirkan mobilnya cukup jauh dari rumah Anjasmara karena takut jika ada yang merasa curiga dengan kehadiran Topan dan Rama.


Topan dan Rama hanya menunggu di mobil saja, mata mereka tertuju pada gerbang Anjasmara yang di buka oleh anak buahnya.


Tak lama setelah itu mobil Anjasmara keluar dari garasi rumahnya, Topan berniat untuk mengikutinya karena mobilnya cukup asing bagi Anjasmara jadi Anjasmara tak akan merasa curiga.


"Tutup wajah paman takutnya ada yang melihat" ucap Topan sambil melajukan mobilnya pelan supaya tak terlalu dekat dengan mobil Anjasmara.


Topan sangat hapal jalanan ini, dia mengingat ngingat sesuatu tentang jalan ini.


"Hah ini kan jalan ke rumah kosan itu" ucap Topan kaget, kenapa Anjasmara bisa datang kesana.


Pikiran Topan membenarkan kalau memang Anjasmaralah dalang di balik penculikan istrinya itu.


"Sudahku duga paman ternyata benar Anjasmara penculik itu" ucap Topan kesal sambil memukul stirnya.


"Kau percayakan kalau Anjasmara itu sangat kejam" ucap Rama mendengus kesal.


"Dasar otak udang, anak sendiri pun mau dia bunuh apa lagi orang lain" ucap Topan sambil melajukan mobilnya.


"Tidak paman aku takut jika lapor polisi mereka akan menyakiti Nita dan Sarah" jawab Topan.


"Lalu" ucap Rama.


"Kita akan hadapi mereka dengan tangan kita sendiri Paman" ucap Topan.


"Baiklah".


-


Mobil Anjasmara berhenti tepat di depan rumah kosan yang di dalamnya ada Sarah yang sedang di sekap oleh anak buah Anjasmara.


Anjasmara tak henti hentinya tersenyum dia sangat merindukan Sarah putri semata wayangnya.


Air mata Anjasmara menetes dia merasa bodoh karena akan membunuh putri kandungnya sendiri, padahal Anjasmara sangat sayang pada Sarah.


Hanya saja Anjasmara tersulut emosi karena Rama yang sudah lancang menikahi putrinya tanpa seijinnya.


Anjasmara turun dari mobilnya dengan di dampingi oleh Hilman sang anak buahnya, Anjasmara berjalan mendekat kearah pintu rumah kosan itu.

__ADS_1


Jika di lihat dari kejauhan rumah itu seperti rumah tak berpenghuni dan cukup angker tetapi karena yang tinggalnya anak buah Anjasmara setan pun akan takut dengan mereka.


Di sisi lain.


Topan menghentikan mobilnya cukup jauh dari mobil Anjasmara, tetapi Topan masih bisa melihat Anjasmara dari kejauhan.


Topan merasa ingin sekali menjebloskan Anjasmara ke penjara tetapi Topan sadar kalau dia tak punya cukup bukti untuk memasukannya ke penjara.


"Awas saja kau, jika sampai Nitaku kenapa napa maka tak akan aku biarkan kau hidup dengan tenang" gerutu Topan di dalam mobilnya.


Setelah di rasa aman Topan dan Rama memutuskan untuk turun, tetapi demi keamanan Rama harus memakai jaket dan masker untuk menutupi penyamarannya.


Sedangkan di dalam kosan itu, Sarah terkejut karena melihat sosok Ayahnya yang sudah merawatnya dari kecil.


Sarah sangat merindukan Pelukan hangat dari Anjasmara, pasalnya saat Sarah sudah menginjak remaja dia sudah jarang di perhatikan oleh Ayahnya itu.


"Ayah" gumam Sarah matanya berembun menahan air matanya yang akan keluar.


Dengan bergegas Anjasmara berjalan kearah Sarah dan membawa Sarah kedalam pelukannya, awalnya Sarah merasa nyaman pada pelukan yang di berikan oleh Ayahnya itu.


Namun dengan cepat pikiran Sarah langsung kalut, dia mengingat kembali perlakuan Anjasmara yang akan membunuhnya waktu itu.


Sarah mendorong tubuh Anjasmara sampai Anjasmara terhuyung ke belakang, Sarah merasa jijik menatap wajah sang Ayah yang akan melakukan hal tak senonoh padanya waktu itu.


"Jangan mendekat Baj*ngan kau pembunuh kau pembunuh anak buah mas Rama, kau gila" ucap Sarah sambil memegang kepalanya yang sangat sakit.


Nita memegang tubuh Sarah yang seperti akan jatuh kelantai.


"Istighfar Sarah, kau harus kuat" ucap Nita pada Sarah yang sudah mulai merasa tak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.


"Sarah ini Ayah" ucap Anjasmara menenangkan Putinya.


Namun Sarah seperti orang frustasi dia mengacak acak rambutnya padahal kepalanya sangat sakit hingga membuat Sarah meracau tak jelas.


"Auuhh Sakit... Pergi kau.... Kau Jahat... Dsar Gila... " teriak Sarah tak jelas.


Entah kenapa Sarah tak bisa mengontrol badannya sendiri, apa Sarah mengalami gangguan mental saat mendengar dan melihat Anjasmara?


Apakah kecelakaan itu membuat Sarah mengalami trauma?.


Apa Sarah hanya merasa demikian hanya saat bersama dengan Anjasmara?


bersambung...


***jangan lupa like comen dan votenya ya...

__ADS_1


salam manis Author***


__ADS_2