Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 156


__ADS_3

The weding.


Pagi hari Puput sudah di dandani dengan sangat cantik bahkan Puput sudah duduk di pelaminan sendirian, menunggu Arka yang hari akan menjadi suami kontraknya.


Puput terlihat sangat tegang dan gugup bahkan sejak tadi pun Puput tak bisa konsentrasi matanya hanya menatap pada jalanan yang masih kosong hanya ada beberapa tetangga yang lalu lalang di sana.


Ibu Rubiah naik ke atas pelaminan karena tau putrinya itu sangat tegang sekarang.


"Put kau sangat cantik sekarang, sayang bapakmu tak bisa menyaksikan kamu menikah" ucap Ibu Rubiah.


"Sudah bu, bapak sudah tenang di alam sana jadi ibu jangan ingat ingat lagi bapak ya" ucap Puput.


"Yaudah kamu tunggu di sini ya Ibu mau lihat kakak kamu dulu, tenang saja ada Rayhan dan Zia yang akan nemenin kamu di sini" ucap Ibu Rubiah.


Ibu Rubiah turun dari pelaminan dan masuk ke dalam rumah karena akan mengecek Nita apa dia sudah siap atau belum karena yang ibu tau resepsinya sebentar lagi mungkin keluarga Arka akan cepat sampai.


Sedangkan Arka yang sekarang masih berada di rumahnya dia tengah sibuk mencari cari dasinya yang entah dia simpan dimana sampai sampai semua pembantu juga ikut mencarinya.


"Sudah ketemu" tanya Luna pada Galih anak buah Arka yang ikut adil mencari dasi untuk Arka.


"Belum Nyonya tapi saya yakin kalau dasi itu ada di sekitar sini karena kemarin aku juga lihat" ucap Galih.


"Yasudah Arka kalau gak ketemu pake saja dasi yang lain kamu kan punya banyak dasi" ucap Leo papahnya Arka yang sudah di buat pusing hanya karena masalah dasi.


"Tapi pah dasi itu sudah aku pesankan dan sama dengan baju ini" ucap Arka.


"Lalu kalau tak ada bagaimana, apa kamu tak akan jadi menikah hanya karena dasi saja kita sudah terlambat Arka" ucap Leo.


"Yaudah aku pake dasi yang ini saja" ucap Arka mengambil dasinya yang mengantung di dinding berwarna hitam polos.


Karena sejak kecil Arka tak bisa memakai Dasi panjang dia terpaksa meminta tolong mamahnya karena setiap hari pun Arka pasti di bantu oleh mamahnya memakai dasi.


"Nanti kalau udah punya Puput jangan nyuruh mamah lagi ya" ucap Leo meledek anaknya itu.


"Papah ayolah aku kan gak bisa pasang dasi" ucap Arka.


"Belajar" ucap Leo.


"Aku sibuk tak sempat belajar memakai dasi" ucap Arka.


Di dalam mobil Arka tak merasa apa apa dia hanya merasa tenang saja karena menikah baginya hanyalah hal biasa apa lagi sekarang mereka menikah hanya kontrak saja.


Namun itu tak berlaku saat Arka sudah turun dari mobil dan sampai di rumah mempelai wanita, rasanya jantung Arka dua kali berdetak lebih kencang apa lagi saat melihat Puput dengan gaun pengantinnya.


"Ya ampun tenang Arka, hanya begini saja kenapa kamu gugup sih" batin Arka.


Arka dan Puput duduk di meja dan kursi yang sudah di sediakan, Arka merapalkan ijab kabulnya dengan sangat lancar walau pun rasa grogi dan tegang sangat terasa sekarang.


"Sahhh" ucap semua orang serempak mengamini ijab kamu yang baru saja Arka ucapkan.


Sejak tadi tak ada percakapan antara Arka dan Puput mereka hanya duduk berdua di pelaminan dan hanya menatap pada para tamu undangan yang datang kesana.


Nita, Topan dan kedua anaknya naik ke atas pelaminan karena akan melakukan sesi foto keluarga tak lupa juga Ibu Rubiah dan mamah Lynda juga ikut naik.


Mereka berfoto bersama sama, sungguh suatu keluarga yang sangat indah.


Namun senyum di wajah Puput memudar saat datangnya Roy mantan kekasihnya dulu.

__ADS_1


Terlihat bahwa Roy hendak berjalan ke atas pelaminan, seingat Puput dia tidak pernah mengundang Roy ke acar itu bahkan Roy pun tak akan tau rumah kakaknya Puput.


"Happy Weding" ucap Roy menyodorkan tangannya pada Puput dan dengan cepat Puput membalas tangan Roy.


"Terima kasih" ucap Puput.


"Aku tak sangka masih ada yang mau denganmu, maaf ya tuan Arka kau dapat bekasku" ucap Roy pada Arka yang membuat Puput marah.


"Kalau anda bicara hal itu lagi silahkan pergi dari sini anda tau kan jalan keluarnya" ucap Puput.


"Wait, tenang aku hanya ingin melihat mantanku menikah apa itu salah" ucap Roy merasa tak bersalah.


Saat Puput ingin bicara dengan Roy, tangan Arka memegang tangan Puput mengkode kalau Puput tak boleh melakukannya.


Dengan cepat Arka mendekat ke arah Roy.


"Kau masa lalunya kan tapi aku masa depannya, kalau kau keberatan karena mantanmu menikah kenapa kau tak cari lagi pacar bukannya kau meninggalkan Puput karena Puput tak punya apa apa" ucap Arka.


"Ck dasar kau" ucap Roy kesal.


"Silahkan pergi karena tamu kamu masih sangat banyak" ucap Arka.


Roy pergi dari sana karena merasa kesal, apa lagi Arka seolah mengusirnya untuk pergi dan sangat terpaksa Roy pergi dari sana padahal banyak sekali hal yang ingin Roy sampaikan.


"Maafkan dia karena...." ucap Puput terpotong karena Arka menatapnya dengan tatapan tajam.


Puput pun menundukan kepalanya sedangkan Arka masih dingin dan cuek pada Puput, kini giliran Salwa datang kesana dan naik ke pelaminan dengan wajah yang marah dan kesal Salwa mendekat ke arah Puput dan Arka.


"Kamu ingat ya hanya satu tahun setelah itu berikan Arka padaku" ucap Salwa pada Puput.


"Tenang bahkan ini masih hari pernikahan, satu tahun masih lama" ucap Puput.


"Oh kau curang Arka, kita kan pacaran tapi kenapa kau lebih milih dia apa yang aku tak punya sampai kau lebih milih dia Arka" ucap Salwa semakin tersulut emosi.


"Aku ingatkan lagi ya, aku tak pernah pacaran denganmu dan itu hanya karena kau maksa dan mengada ngada saja" batah Arka.


"Kau tega Arka setelah apa yang kita lakukan dulu kau pura pura lupa" ucap Salwa sambil menangis.


"Oh ayolah kita tak punya hubungan Salwa, aku bahagia dengan Puput" ucap Arka lagi.


Salwa pergi dari sana sambil menangis dan banyak sekali tamu yang melihat Salwa turun dari pelaminan dalam keadaan menangis.


Karena penasaran Nita naik ke atas pelaminan dan hendak menanyakan kenapa Salwa menangis.


"Put apa itu temanmu, kenapa menangis" tanya Nita.


"Katanya dia dapat telpon kalau mamahnya ke rumah sakit" ucap Arka yang tak mau Nita salah paham.


"Oh kasihan dia" ucap Nita.


"Ya begitulah" ucap Arka.


"Kenapa berbohong" tanya Puput pada Arka sambil berbisik karena Nita sedang turun takutnya Nita mendengar.


Arka tak menjawab dia hanya menatap Puput dengan tatapan marah dan baru kali ini Puput tau kalau marahnya Arka itu lama dan tak banyak bicara padanya.


"Aku harus apa kau diam terus Arka" tanya Puput tapi tetap saja Arka tak menggubrisnya.

__ADS_1


Acara sudah akan selesai semua teman teman dan karyawan Arka di kantor termasuk Wini pun berpamitan pulang karena sudah akan magrib juga.


"Sakinah mawadah warahmah ya Put, tuan Arka" ucap Wini.


"Makasih loh sudah datang" ucap Puput.


-


Malam harinya Arka menginap di rumah Lynda karena tak mungkin malam ini Arka pulang apa lagi malam ini adalah malam pertamanya setelah lama Arka nantikan malam ini.


Di dalam kamar Puput yang sudah di hias dengan bunga mawar yang bertebaran di ranjang dan lantai, Arka duduk di ranjang dengan memakai baju tidurnya karena tadi saat Arka ke rumah Lynda dia meminta Galih menyiapkan baju salinnya.


Puput keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah, Arka hanya menatapnya sekilas lalu dia berbaring di ranjang sebelah kanan, tak ada pembicaraan di antara keduanya apa lagi Arka sejak tadi mendiamkan Puput.


Puput mencoba mendekati Arka dan akan meminta maaf karena sudah membicarakan pernikahan kontrak mereka pada Salwa, dan ini jelas memang kesalahan Puput.


"Arka" ucap Puput duduk di ranjang sebelah Arka.


Tak ada jawaban dari Arka, tak nyerah begitu saja Puput memegang tangan Arka.


Tapi dengan kasar Arka menepisnya.


"Arka maaf" ucap Puput.


"Tidurlah besok kita akan pergi" ucap Arka ketus dan dingin.


"Pergi kemana" tanya Puput tapi tak dapat jawaban dari Arka.


Karena merasa kesal Puput pun tidur di sebelah Arka, malam ini mereka tak melakukan apa apa hanya tidur saja karena Arka masih marah pada Puput.


Sedangkan di kamar atas Nita dan Topan belum tidur karena Nita sedang menidurkan anak anak jadi Topan memilih menunggu Nita selesai menidurkan Rayhan dan Zia.


Apa lagi ada hal penting yang akan Topan bicarakan pada Nita.


Setelah lama menunggu akhirnya anak anak tidur dan Nita kembali ke ranjang,


"Belum tidur mas sudah malam, besok kan kita akan beres beres rumah" ucap Nita.


"Duduk dulu Nit, aku mau bicara sesuatu" ucap topan.


"Bicara apa mas" tanya Nita.


"Rencananya aku akan memindahkan kepemilikan perusahaan Wijaya Group atas nama Rayhan bagaimana" tanya Topan.


"Tapi mas apa ini tak terlalu cepat bahkan Rayhan masih sangat kecil" ucap Nita.


"Nit mas merasa kalau rencana ini akan baik kedepannya, biarkan perusahaan itu menjadi nama Rayhan bahkan perusahaan itu sangat besar dan sekarang sedang berkembang pesat" ucap Topan.


"Lalu siapa yang akan mengelolanya mas" tanya Nita.


"Anak buahku Nit, tapi tetap dalam pengawasan aku dan saat Rayhan sudah besar nanti perusahaan itu akan menjadi miliknya bagaimana" tanya Topan.


"Ide bagus mas, tapi apa tak apa apa kalau kau memberikan perusahaan besar pada Rayhan sedangkan kau hanya mengurus perusahaan cabangnya" tanya Nita.


"Aku malah senang Nita karena bisa memberikan perusahaan itu pada Rayhan cepat cepat" ucap Topan.


"Baiklah mas kau urus saja" ucap Nita.

__ADS_1


"Ya, aku tak sabar menunggu mereka dewasa Nit".


" mas kau ini mereka masih kecil bahkan masa masa ini yang akan kita rindukan nanti" ucap Nita.


__ADS_2