
Topan duduk di kursi kerja di kamarnya sudah hampir Seminggu dia mencari keberadaan Nita namun tetap saja tak menemukannya.
Nita seperti ditelan bumi, bahkan Topan sudah mencari sampai ke rumah mertuanya, bukan Nita yang dia dapati malah pertanyaan pertanyaan yang di lontarkan keluarga Nita.
Topan duduk termenung, bahkan sudah seminggu ini dia tak makan dengan benar, tak tidur dengan nyenyak.
"Kamu dimana Nit" gumamnya.
Topan meraih ponselnya mencari nomor Rio.
[Bagaimana sudah ada kabar] pesan Topan yang di kirimkan pada Rio.
Tak ada balasan dari Rio.
"Topan apa ada kabar dari Nita" tanya mamahnya yang berdiri di ambang pintu.
"Belum" jawab Topan datar, mukanya sedikit pucat karena terus saja menangisi Nita.
Mamah Lynda berjalan mendekati putranya,
"Makanlah sudah hampir seminggu kamu hanya minum saja" ucap mamah Lynda.
Topan menarik napas panjang.
"Nanti saja mah, aku tak berselera untuk makan bahkan aku tak tau Nita sudah makan atau belum, aku juga tidak tau Nita tidur dimana dan sedang apa dia sekarang" ucap Topan lemah.
"Sudahlah Topan ini semua juga salah kamu, karena kamukan Nita pergi dari rumah" timpal mamah Lynda menjawab pertanyaan anaknya.
"Sudah mah aku tak mau berdebat lagi" ucap Topan.
Mamah Lynda keluar kamar dengan rasa marah, karena ulah putranya sendiri menantu dan cucunya pergi dari rumah.
***
"Maaf bu hari ini saya pulang lebih cepat ya saya kurang enak badan" ucap Nita pada seseorang ibu pemilik warung makan yang sudah menerima Nita bekerja dengan keadaan Nita yang tengah hamil besar.
"Iya Nit pulang saja kasihan kamu sudah mau lahiran tapi masih harus kerja" sahut si ibu Warung.
"Iya bu terpaksa mau ngumpulin uang buat lahiran dede bayi" ucap Nita sambil tersenyum.
Ibu Warung yang bernama asri itu membungkuskan nasi dengan lauk telur rebus dan lalapan untuk di bawa pulang oleh Nita.
"Ini Nit buat kamu, makannya biar dede bayinya sehat" ucapnya sambil menyodorkan keresek hitam pada Nita.
"Alhamdulilah bu terima kasih" ucap Nita senang karena dia tak perlu memikirkan mau makan apa, begitulah Nita kadang dia suka tiba tiba mungkin karena ada bayi di perutnya jadi dia merasa cepat lapar.
Nita berjalan pulang ke penginapan ibu Iin yang sudah menampungnya selama seminggu ini.
"Udah pulang nduk" tanya ibu iin yang melihat Nita sedang berjalan pulang.
"Iya bu hari ini saya kurang enak badan jadi ijin pulang cepat pada bu Asri" jawab Nita.
Bu Iin menggeleng gelengkan kepalanya, dia mendekati Nita yang sudah duduk di kursi kayu di dekat kamarnya.
__ADS_1
"Seharusnya kamu jangan kecapean nduk kamukan sedang hamil takut terjadi sesuatu pada bayi kamu" ucap Ibu Iin menasehati Nita.
"Iya bu maunya juga begitu, tapi bagaimana lagi bu saya sedang butuh uang buat lahiran belum juga buat beli makan saya sehari hari bu" keluh Nita.
Sebenarnya Nita sangat ingin isrirahat karena kandungannya dia sering merasa lelah dan bahkan kakinya pun bengkak dan terasa sakit saat Nita berjalan jauh, tapi mau bagaimana lagi dia terpaksa bekerja mencari uang untuk kebutuhannya dan kebutuhan bayinya nanti.
"apa kamu sudah makan nduk" tanya bu Iin membuyarkan lamunan Nita.
"Sudah bu tadi di kasih sama bu Asri" jawab Nita.
"Saya permisi bu mau mandi dan istirahat badan saya rasanya lemas sekali" ucap Nita merasa kalau badannya sedang tak baik baik saja.
"Iya nduk istirahatlah badanmu butuh tidur".
Nita mandi dan beristirahat, namun baginya susah sekali untuk tidur malam hari jadi siang hari dia harus menyempatkan tidur walau cuman satu jam.
Nita berbaring di kasur tipis, matanya tertuju pada atap atap yang menghitam karena sering bocor.
" apa aku bisa membesarkan anak ini sendirian, sedangkan pekerjaanku pun cuman tukang cuci piring di warung bu Asri, jika nanti mas Topan mencari anak ini bagaimana? " batin Nita bertanya tanya.
Tanpa terasa Nita tertidur cukup pulas.
Begitulah ibu hamil terkadang tak bisa tidur malam apalagi sudah memasuki trimester akhir.
***
Topan melajukan mobil dengan sedikit lambat dia melihat ke kiri ke kanan jalanan hanya untuk mencari istrinya.
Topan berhenti di tepi jalan niatnya akan turun dan menanyakan kepada pedagang pinggir jalan siapa tau mereka mengetahui keberadaan Nita.
"Tidak pak" jawab ibu itu.
"Oh terima kasih bu" ucap Topan.
Topan berjalan lagi ke arah mobilnya, Topan sudah benar benar putus asa karena tak pernah menemukan lagi Nita.
Topan memandangi foto Nita yang dia jadikan wallpaper di layar ponselnya.
"Kamu kemana Nit aku rindu" Topan membatin.
Topan masuk lagi ke mobilnya dia melajukan mobilnya menuju sebuah restoran, untuk saat ini dia merasa sangat lapar karena sudah hampir seminggu tak makan dengan benar dan hanya minum air putih saja.
Topan mampir ke restoran, dia duduk di meja dan memesan makanan berkuah untuk mengisi perutnya.
Mata Topan tertuju pada sosok wanita yang pernah mengisi harinya di masa lalu.
"Sarah" gumam Topan.
Topan melihat Sarah yang sedang duduk dengan seorang lelaki.
Topan berjalan ke arah meja Sarah.
"Selamat siang" sapa Topan dengan senyuman ramah.
__ADS_1
Sarah kaget melihat keberadaan Topan di hadapannya.
"Kamu, mau apa kamu kesini mas" protes Sarah tak suka melihat Topan.
"Oh jadi kamu disini sedang asik asikan pacaran, sedangkan Nita pergi dari rumah dan aku tak tau kemana dia" ucap Topan kecut pada dua sejoli itu.
Lelaki yang bersama Sarah hanya tersenyum tak mengerti tentang obrolan keduanya.
"Apa salah aku jika Nita pergi dari rumah" tanya Sarah.
"Iya salah kamu Sarah kamu yang sudah menjebak aku di dalam mobil bersamamu dan Nita menyaksikan semuanya" jawab Topan dengan wajah yang tak bersahabat.
"Oh jadi kamu menyalahkan aku mas? Seharusnya kamu ingat kalau kamu dan Nita itu cuman istri kontrak dan kamu hanya menginginkan anaknya Nita mas bukan orangnya" bantah Sarah.
Topan bertepuk tangan..
"Kamu tau kalau aku dan Nita cuman nikah kontrak tapi kamu gak tau hatiku sudah sepenuhnya milik Nita, walau pun Nita cuman istri kontrak tapi dia tak pernah pergi karena mementingkan kepribadiannya" ucap Topan menyentil hati Sarah.
Sarah hanya terdiam mendengar Topan.
"Ingat Sarah kamu yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada Nita" sahut Topan tersenyum tipis.
"Kamu harus ingat mas bukan aku yang jahat tapi Nita yang jahat yang sudah merebutmu dariku" ucap Sarah membela diri.
Topan tersenyum mendengar perkataan Sarah.
"apa Nita merebutku dari mu, hahaha seharusnya kamu sadar Sarah kamu yang pergi meninggalkanku lalu Nita datang dan mengobati lukaku" ucap Topan sambil tertawa.
Sarah membuang muka.
"Baik mas kalau kamu masih menyalahkanku, aku pastikan kamu tak akan menemukan Nita, dan jika aku tak bisa memilikimu maka Nita pun tak berhak ada di sampingmu" ancam Sarah sambil meninggalkan tempat itu.
Topan melihat kepergian Sarah.
"Menurutnya apa dia tak berhak mengatur urusan hidupku" gumam Topan.
Topan duduk lagi di mejanya setelah makanannya sudah di sajikan oleh pelayan,
Topan menghabiskan makanannya dengan lahap.
Drtt drttt..
Suara ponsel menghentikan suapan Topan.
"Rio" gumam Topan.
[Hallo Rio ada berita bagus] tanya Topan langsung saat panggilan sudah tersambung.
[Ada pak bisa kita bertemu sekarang] ucap Rio.
[Aku kirim lokasinya sekarang] ucap Topan mematikan telponnya.
Topan mengshare lokasinya sekarang.
__ADS_1
Topan merasa kalau Rio akan memberikannya kabar baik, Topan merasa senang walau pun tak tau Rio mau menyampaikan apa.