Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 113


__ADS_3

Sarah yang sudah mengambil sekotak perhiasan dan pakaian yang sudah dia masukan kedalam tasnya, Sarah melihat ke sekeliling kamar itu tak ada yang berharga lagi bagi Sarah.


Sarah keluar dari kamar itu dengan setia Hilman masih menunggu Sarah di ambang pintu, sehingga membuat Sarah terkejut saat melihat Hilman sedang berdiri tegap di hadapannya.


"Hilman kau sedang apa, apa kau tak malu Hilman" gerutu Sarah.


"Aku sedang menunggumu Nona" ketus Hilman.


"Hilman aku marah padamu bisa bisanya kamu mengintip saat aku sedang berada di kamar, kenapa Hilman apa Tuanmu itu mengajarkan itu padamu" ucap Sarah dengan nada tinggi.


"Pelankan suaramu Nona di bawah masih ada pengacara" ucap Hilman memegang bibi Sarah.


Seketika hati Sarah merasa nyaman pada sentuhan Hilman itu, mata Sarah menatap mata Hilman yang sangat teduh baginya.


Namun dengan cepat Hilman sadar dan melepaskan tagannya.


"Maaf aku tak sengaja".


Sarah dan Hilman merasa canggung, bahkan Hilman terlihat gugup saat Sarah masih saja menatapnya.


" Apa kau masih perlu sesuatu Nona" tanya Hilman mencoba menghilangkan rasa gugup saat berada dekat Sarah.


"Aku akan pergi sekarang" ucap Sarah sambil berjalan mendahului Hilman, dan Hilman hanya menatap punggung Sarah yang sekarang sudah menjauh darinya.


"Ck kenapa hati ini selalu saja begini saat bertemu dengan Nona Sarah" gumam Hilman.


Hilman kembali menemui pengacara dan membicarakan masalah atas kasus Anjasmara itu.


Tapi pengacara itu seolah penasaran dengan hubungan Sarah dan Hilman, tanpa segan pengacara itu bertanya pada Hilman.


"Apa anda punya hubungan khusus dengan anak majikanmu itu" tanya Pengacara itu.


Hilman tersentak dia tak bisa berkata apa apa karena jujur saja dia merasa mulai suka pada Sarah sejak pertemuan itu.


"T-tidak pak" jawab Hilman terbata bata.


"Matamu mengatakan kalau kamu suka".


"Tidak pak aku sadar diri Non Sarah sudah punya suami, dan aku juga tidak mungkin di terima karena aku hanyalah seorang anak buah saja sedangkan dia anak majikan".


" jangan merendah begitu, takdir tak ada yang tau bisa saja kalian berjodoh nantinya" ucap Pengacara.


"Amin" ucap Hilman.

__ADS_1


**


Satu minggu kemudian.


Hari ini adalah hari dimana Rama akan di bebaskan dan Anjasmara akan di masukan ke penjara, Sarah sudah bersiap dengan Topan dan pak Ardi sedangkan Nita dan Lynda tak bisa ikut karena akan menunggu Rama di rumah saja.


Hilman dan pengacaranya juga sudah berada di ruangan pengadilan itu, semua acara berjalan dengan lancar walau pun sempat ada perdebatan dari pengacara Anjasmara karena tak terima kalau Anjasmara akan di hukum.


Tapi Hakim sudah memutuskan bahwa Anjasmara akan di penjara selama 10 tahun penjara itu juga sudah di adu banding oleh Hilman seharusnya Anjasmara di hukum seumur hidup.


Persidangan pun sudah berakhir Rama sudah bebas dan Anjasmara harus di penjara Hilman dan pengacara pun sudah angkat tangan karena tak mungkin mereka bisa mengeluarkan Anjasmara.


Topan, Rama dan Sarah pun memutuskan untuk pulang kerumah karena Lynda sudah menyiapkan persiapan untuk menyambut Rama yang keluar dari penjara.


"Akhirnya mas aku tak sangka kau bisa bebas juga" ucap Sarah antusias.


"Sarah aku tak bersalah"


"Iya mas aku tau".


" tapi bagaimana Ayahmu apa dia akan dijamin oleh anak buahnya".


"Tidak mungkin mas, lagian biarkan saja dia di penjara biar dia merasakan karmanya sendiri karena sudah jahat dengan orang lain".


"Mas sudahlah kamu jangan bicarakan lagi dia aku gak suka".


" Tapi Sarah aku berniat untuk membebaskannya" ucap Rama dengan berat.


"Kenapa" tanya Topan heran.


"Iya mas kenapa harus di bebaskan biarkan saja dia merasakan akibatnya".


"Aku kasihan melihatnya" ucap Rama.


"Kenapa harus kasihan paman bukankah Ayahnya Sarah juga tak kasihan padamu dan malah menjebloskanmu kepenjara" sahut Topan.


"Iya aku tau tapi aku rasa aku sudah salah kalau harus memenjarakannya".


" terserah mas saja" ucap Sarah kesal.


Setibanya di rumah Lynda, Rama di sambut hangat oleh Lynda dan Nita bahkan Lynda sudah merencanakan semuanya untuk acara penyambutan ini, Bi Iyem memasak sangat banyak karena di pinta oleh Lynda.


"Syukurlah kalau kamu bebas Rama" ucap Lynda.

__ADS_1


"Terima kasih mbak karena sudah membuatkan ini untuk menyambutku" Rama terharu dengan keluarga mendiang kakaknya itu.


"Hanya hal kecil Rama".


" aku senang paman bisa bebas aku lihat akhir akhir ini Sarah terlihat sering melamun" ledek Nita.


"Nita" ucap Sarah cemberut.


"Aku sudah menduganya Nita dia pasti akan kesepian bila tidak ada aku" ucap Rama meledek Sarah yang cemberut.


"Mas kalian sama saja".


Hahahah..


Semua orang tertawa melihat tingkah lucu Sarah, mereka seperti keluaga yang utuh dan bahagia padahal tetap saja ada hati yang masih terluka di antara mereka.


Siapa lagi kalau bukan Bi Iyem yang belum bisa bertemu dengan putranya padahal Bi Iyem selalu saja mengabaikan perasaan itu tapi akhir akhir ini perasaan rindunya menjadi semakin menggebu gebu setelah Bi Iyem melihat foto yang di berikan oleh Lynda.


" ya Alloh kenapa hanya aku yang tak pernah mendapatkan kebahagiaan, kapan pelangiku datang" batin Bi Iyem sambil menangis meratapi nasibnya.


Acara makan makan pun berjalan dengan lancar mereka semua mengobrol sebagai pemecah keheningan, terlihat Rama yang baru saja keluar penjara bisa tertawa lepas sekarang.


"Mbak aku mau minta Saran" ucap Rama sambil menyeruput kopi hitamnya.


"Saran apa" tanya Lynda yang sedang memotong daging steak yang ada di piringnya.


"Kalau aku bebaskan Ayahnya Sarah, apa polisi akan membebaskannya" tanya Rama gugup.


Lynda, Nita, Topan dan Sarah sontak saja menatap tajam kearah Rama yang baru saja bicara, Rama merasa kalau tatapan mereka adalah tatapan penasaran karena Rama ingin membebaskan Anjasmara.


"Maafkan aku bukan begitu maksudnya tapi.. " ucap Rama terpotong karena keluarganya itu semakin menatapnya tajam.


"Kenapa kau Rama bukankah akan bagus untukmu kalau Anjasmara di penjara" ucap Lynda.


"Iya aku tau, apa kita tidak akan terlihat kejam jika kita membiarkan Anjasmara di siksa oleh narapidana yang lain di penjara".


" mas ayolah biarkan saja Ayah mendapat balasannya" ucap Sarah.


"Tapi Sarah" bantah Rama.


"Apa lagi mas" selidik Sarah.


"Aku tak akan membiarkan Ayahmu mendekam di penjara, aku sudah buat kesalahan dahulu dan sekarang aku tak akan mengulanginya lagi" ucap Rama.

__ADS_1


__ADS_2