
Di kediaman Anjasmara.
Hilman sedang mengurus berkas berkas yang seharusnya di tanda tangani oleh Anjasmara tapi karena Anjasmara sedang tidak ada jadi Hilman yang menghandle semuanya.
"Haruskah aku mencari asisten untuk mengerjakan berkas yang numpuk ini, Fyuhh aku tak bisa mengerjakan berkas berkas ini sendirian" gumam Hilman lelah.
Tokk
Tokk..
Suara pintu di ketuk, Hilman dengan malas berjalan mendekati pintu Hilman membukanya namun betapa terkejutnya Hilman saat melihat sang majikan yang sudah berdiri di balik pintu.
"Tuan" gumam Hilman.
Anjasmara langsung melangkah masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan Hilman yang masih berdiri mematung melihat kedatangannya yang mendadak.
"Tuan akhirnya anda pulang juga tapi bagaimana anda bisa keluar" tanya Hilman yang langsung mendekati Anjasmara yang sudah duduk di Sofa.
"Kau tau Hilman siapa yang membebaskan aku" tanya Anjasmara.
Hilman menggelengkan kepalanya dia tak tau siapa yang membebaskan tuannya itu.
"Siapa tuan" tanya Hilman.
"Rama dan Sarah" jawab Anjasmara.
"Kenapa bisa? Bukankah mahal jaminannya untuk mengeluarkan anda tuan" tanya Hilman.
"Aku gak tau Hilman, tapi mereka yang mengeluarkan aku" ucap Anjasmara.
Hilman hanya duduk di sofa yang sedari tadi dia duduki karena dengan bertanya pada Anjasmara saja Hilman tak dapat jawaban yang sebenarnya.
"Hilman cari tau bagaimana Rama bisa mengeluarkan aku" titah Anjasmara.
"Baik tuan aku akan cari tau sampai dapat tapi aku akan menyelesaikan ini dulu tuan dari kemarin pekerjaan sangat banyak bahkan perusahaan pak Rama pun sedang mengalami peningkatan tuan" ucap Hilman.
"Kau sudah serahkan perusahaan itu pada Sarah".
" sudah tuan bahkan Non Sarah juga sudah menandatangani suratnya".
"Bagus segeralah berikan padanya kita gak akan mampu jika mengelola tiga peruahaan sekaligus" ucap Anjasmara sambil memijat keningnya.
__ADS_1
"Baik tuan".
" Bi tolong bawakan aku minuman dan makanan" teriak Anjasmara pada pembantunya.
Pembantunya datang dengan membawa nampan yang berisi makanan dan minuman dia sangat terkejut karena melihat majikannya itu ada di rumah padahal dia sedang di penjara.
"Tuan anda sudah pulang" tanya pembantunya.
"aku sudah bebas" jawab Anjasmara.
"Alhamdulilah akhirnya kau bebas juga" ucap pembantunya itu yang langsung kembali ke dapur karena tak mau mengganggu Anjasmara yang sangat terlihat lelah itu.
**
Di rumah Lynda.
Sarah masih saja marah pada Rama karena sudah membebaskan Anjasmara yang tak tau berterima kasih itu, bahkan Sarah pun sedari tadi mendiamkan Rama.
"Sayang maafkan mas" ucap Rama membujuk Sarah.
Tapi Sarah tak menggubrisnya, datanglah Lynda yang ikut bergabung dengan mereka di ruang tamu Lynda heran kenapa Sarah terlihat cemberut saat sudah membebaskan Ayahnya itu.
"Kamu kenapa Sarah cerita sama Tante" ucap Lynda.
"Aku kesal pada mas Rama, bayangkan saja tante tadi Ayah sudah kami bebaskan tapi dia tak berterima kasih pada kita bahkan yang lebih parahnya lagi dia malah bertanya berapa biaya yang sudah mas Rama bayar, menjengkelkan bukan" gerutu Sarah menceritakan semuanya pada Lynda.
"Sarah dia Ayahmu kenapa kamu marah" ucap Rama.
"Mas kau jangan terlalu baik pada orang lain lihat sekarang Ayah malah angkuh pada kita" ucap Sarah.
"Sarah biarkan saja dia pasti berubah kok" ucap Rama.
"Tidak mas Ayah itu keras kepala dia tak akan berubah" kekeuh Sarah.
"Sudah kalian seperti anak kecil" ucap Lynda.
"Tante tapi mas Rama".
"Sarah Rama benar kamu ikhlaskan saja dia Ayahmu tak seharusnya seorang anak bersikap begitu, maafkan saja ya" ucap Lynda.
"Tapi tan".
__ADS_1
" tak ada tapi tapian Sarah baik buruknya Ayahmu dia tetap Ayahmu orang yang mengurusmu dari kecil" ucap Lynda.
"Iya tante aku tau kok, tapi aku hanya marah saja karena sikapnya" ucap Sarah.
"Iya Sarah maafkan saja".
" iya tante aku akan berusaha memaafkannya" ucap Sarah mulai tenang dan tak marah lagi seperti tadi.
-
Sementara Hilman datang ke kantor polisi untuk menanyakan bagaimana Rama bisa membebaskan Anjasmara hanya dengan proses yang singkat.
Hilman sudah berada di kantor polisi yang kemarin Anjasmara di kurung disini, Hilman berjalan masuk kedalam menemui pak polisi yang sedang berjaga disana.
"Permisi pak, ada yang akan saya tanyakan" ucap Hilman.
"Tanya apa pak" tanya Polisi.
"Saya mau tau kenapa pak Anjasmara bisa keluar dari penjara sementara saya sudah menjaminnya dengan uang yang sangat besar tapi anda bilang masih kurang" ucap Hilman.
"Lalu".
" lalu kenapa pak Rama bisa membebaskannya dengan jaminan apa dia mengeluarkan pak Anjasmara" tanya Hilman.
Pak polisi itu menyodorkan secarik kertas yang tadinya sudah Rama tanda tangani di sana tertera kalau Rama membayar jaminan uang sebesar 1 M untuk mengeluarkan Anjasmara lalu di sana tertera kalau pihak Anjasmara juga membayar dengan jumlah yang sama untuk membebaskan Anjasmara.
"Dia memberi cash" tanya Hilman.
"Dia meneransferkan uangnya pada Atm, memangnya kenapa pak apa ada yang salah" tanya polisi itu mulai curiga pada Hilman karena terus saja bertanya tanya.
"Tidak saya permisi terima kasih informasinya" ucap Hilman sambil berjalan pergi.
Hilman terus saja memikirkan bagaimana bisa Rama yang sekarang sudah bangkrut bisa mendapatkan uang sebanyak itu, bukankah untuk sehari haru pun dia masih numpang di rumah Lynda, Pikir Hilman.
"Bingung aku memikirkan ini" gumam Hilman memijat keningnya yang terasa sangat sakit.
Kondisi Hilman sekarang sedang tak sehat dia terus saja mengalami pusing mungkin karena terlalu lama duduk dan melihat layar laptop, kepalanya semakin pusing dia terpaksa menghentikan mobilnya yang sedang melaju ke pinggir jalan.
Hilman memegang kepalanya yang terasa sangat sakit itu hingga dia merasa kalau pandangannya kabur dan Hilman pun tak sadarkan diri di dalam mobilnya.
Bersambung..
__ADS_1