
Huhh..
Sarah menarik nafas kasar, dia tak habis pikir tentang pemikiran suaminya itu bagaimana dia akan membebaskan Anjasmara dari penjara sedangkan yang menjebloskan Rama ke penjara adalah Anjasmara.
"Mas jangan memikirkan itu biarkan saja dia menerima balasannya" ucap Sarah.
"Ya aku tau kalian pasti akan menolaknya tapi aku akan tetap mengeluarkannya, aku kasihan melihatnya karena selalu di pukuli oleh para narapidana yang lain" ucap Rama.
"Terserah kamu saja mas" ketus Sarah.
Sarah beranjak pergi dari sana padahal makanannya belum habis, Sarah terlanjur marah pada Rama karena pemikiran Rama yang tak pernah sejalan dengannya.
"Rama tak salah mengeluarkan pak Anjasmara tapi kamu harus minta dulu persetujuan Sarah karena ijin dia juga penting" ucap Lynda menengahi.
"Mbak soal Sarah aku akan mengurusnya".
"Paman biarkan saja mertuamu di penjara biarkan dia merasakan bagaimana rasanya hidup di dalam kurungan sel penjara" ucap Topan.
"aku kasihan padanya" kekeuh Rama.
Sarah murung di kamar dia tak mau keluar saat Rama belum meminta maaf padanya dan mengubah pemikirannya untuk tetap memenjarakan Anjasmara.
"Aku tau mas dia Ayahku tapi Ayah yang seperti apa yang mau menghancurkan hidup putrinya sendiri" gumam Sarah.
Jujur saja Sarah tak mau Ayahnya di penjara tapi harus bagaimana lagi Anjasmara salah dan harus menerima hukumannya, anak yang mana yang akan rela Ayah kandungnya sendiri berada di penjara.
Ceklek..
Rama masuk kedalam kamar setelah selesai makan dia pamit ingin ke kamar dan menyusul Sarah yang sedari tadi tak kunjung keluar.
"Sarah" sahut Rama di ambang pintu.
Sarah tak menggubris ucapan Rama dia malah menenggelamkan wajahnya di bantal. Tak mau kalah Rama mendekati Sarah dan ingin meminta maaf karena sudah membuatnya marah.
"Sarah maafkan mas".
" heuhh".
"Ayolah Honey aku minta maaf" namun Sarah tak menggubrisnya, "iya deh mas mengaku mas salah kamu mau apa supaya tidak marah lagi mas pasti penuhi" ucap Rama.
Itu bagaikan kesematan emas bagi Sarah untuk membicarakan soal Ayahnya itu.
Sarah bangkit dari pembaringannya.
"Yakin mau penuhi permintaan aku" selidik Sarah.
Rama mengangguk.
"Asal kamu jangan bahas Ayahmu aku akan penuhi semuanya" ucap Rama.
"Ck sama saja aku mau minta kau tak membebaskan ayah mas tapi kamu keras kepala kamu egois mas" ucap Sarah marah.
Rama tersenyum melihat tingkah Sarah yang menjadi sedikit pemarah itu.
"Sarah dengarkan mas dulu, mas mau membebaskan Ayahmu karena mas tak mau punya masalah lagi pada orang lain, kamu lihat Sarah sekarang mas dulu jahat pada keluarga mbak Lynda tapi sekarang apa mereka yang menolong mas Sarah" jelas Rama.
"Mas aku tau tapi itu berbeda mas antara tante Lynda dan Ayah mereka adalah orang yang berbeda dan beda permasalahannya".
" tak ada yang beda Sarah".
Rama memegang tangan Sarah, "maafkan mas Sarah ijinkan mas untuk membebaskan Ayahmu" ucap Rama lagi.
"Lalu apa nanti Ayah tak akan mengganggu kita lagi" tanya Sarah.
"Aku pastikan dia tak akan mengganggu kita lagi".
" baiklah aku ijinkan tapi ingat ya ini karena kamu maksa bukan karena kemauan aku" ucap Sarah.
Rama tersenyum dan membawa Sarah kedalam pelukannya, hangat dan Nyaman itulah yang Sarah rasakan padahal dia tak akan tau masalah apa yang akan menimpa keluarganya nanti.
Sarah berfikir tentang Bi Iyem yang masalalunya berkaitan dengan Rama suaminya, " apa aku tanyakan sekarang" batin Sarah ragu ragu.
Namun Sarah memberanikan diri untuk bertanya karena dia ingin Bi Iyem bertemu dengan Putranya walau pun hanya dari kejauhan saja.
"Mas boleh aku bertanya" tanya Sarah.
"Tanyakan saja".
__ADS_1
" siapa nama suaminya Bi Iyem apa mas mengenalnya" tanya Sarah.
"Mas mengenalnya Sarah namanya Fransh dia teman mas saat dulu masih berada di semarang" jawab Rama.
"Lalu dimana sekarang" tanya Sarah.
Rama menggeleng.
"Mas gak tau Sarah sudah hampir 29 tahun mas tidak bertemu dengannya dan mas tak punya kontaknya" ucap Rama.
"Kira kira dimana dia" tanya Sarah.
"Memangnya kenapa bertanya begitu Sarah" tanya Rama.
"Mas aku ingin sekali mempertemukan Bi Iyem dengan putranya aku kasihan dengan Bi Iyem dia sering melamun bahkan katanya putranya masih hidup dan sekarang sudah besar" ucap Sarah.
"Putranya itu sama dengan Topan bahkan lahirnya pun barengan di rumah sakit yang sama" ucap Rama.
"Apa suatu kebetulan yang mengejutkan" ucap Sarah.
"Mas juga merasa bersalah Sarah karena dulu mas tak mempertemukannya tapi dulu mas juga gak bisa karena perjanjian Antara Iyem dan Frasnsh" ucap Rama.
"Perjanjian".
" iya perjanjian setelah anak Iyem lahir Iyem tak boleh menemuinya atau pun mencarinya".
"Sekarang siapa yang salah".
**
Sedangkan Nita dan Topan yang berada di kamarnya mereka tengah membawa Rayhan bermain, bahkan Nita dan Topan sangat merindukan momen ini karena mereka jarang kumpul bersama.
"Mas apa besok mas akan kerja" tanya Nita.
"Mas kerja sayang, memangnya kenapa kamu kangen ya" ledek Topan.
"Ishh apaan sih" ucap Nita.
"Memangnya kenapa Sayang" tanya Topan.
"Tidak aku kira kamu akan mengantar paman Rama ke kantor polisi" tanya Nita.
"Sudah mas ini sudah keputusan Paman Rama" ucap Nita.
"Tapi aku tak habis pikir Nita kenapa paman gak membiarkan pak Anjasmara menerima dulu hukumannya" ucap Topan.
"Mas kamu itu jangan begitu kasihan Ayahnya Sarah".
" bukan niat aku hanya mengutarakan unek unek aku saja, selebihnya biar paman Rama yang menentukannya" ucap Topan.
Nita merasa ingin sekali memakan bakso langganannya yang berada di dekat taman entah kenapa dia sering sekali menginginkan makanan yang pedas pedas.
"Mas aku mau makan bakso" ucap Nita.
"Biar mas belikan" ucap Topan.
"Tapi aku mau ikut mas kita ajak saja Rayhan biar bisa sekalian jalan jalan sorekan cuaca juga cukup bagus" ucap Nita.
"Baiklah ayo mas akan bawa Rayhan dan tunggu di mobil, kau siap siaplah dulu" ucap Topan yang langsung pergi.
Mereka pergi ke taman yang tak jauh dari rumah kediaman Lynda, karena jaraknya juga hanya 1 km saja jadi sangat cepat kalau menggunakan mobil.
Saat mobil sudah berhenti di parkiran Nita dan Topan yang menggendong Rayhan keluar dari dalam mobil, mereka langsung menuju kang bakso yang sangat Nita inginkan itu.
Mereka memesan bakso hanya dua mangkuk saja karena Rayhan belum di beri bakso, Nita menambahkan sambal yang pedas ke baksonya.
"Sayang jangan banyak banyak nanti sakit perut" ucap Topan.
"Gak mas aku kuat kok".
" kamu kuat tapi bayi kita kan masih kecil".
"Mas kali ini saja" mohon Nita.
"Baiklah kali ini saja besok jangan".
" iya mas bawel".
__ADS_1
Semua orang yang menatap kemesraan itu merasa iri dengan Nita yang mempunyai suami yang perhatian seperti Topan, bahkan ada juga yang saling berbisik membicarakam keduanya.
Tapi Topan dan Nita tak menghiraukan mereka yang tak menyukainya, Nita dan Topan memakan baksonya sampai habis setelahnya Topan membayar pada kang bakso.
Mereka tengah duduk di taman Topan masih setia menggendong Rayhan yang BB nya sudah mencapai 8 kg, namun Topan tak merasa berat atau pun pegal.
Tiba tiba mata Nita melihat dua sejoli yang sedang duduk tak jauh dari mereka, salah satunya tak asing bagi Nita, Nita segera memberitau kan pada Nita.
"Mas lihat apa itu Arka" ucap Nita sambil menunjuk pasangan itu.
"Sedang apa dia" tanya Topan.
"Arka dengan seorang wanita" ucap Nita.
"Siapa wanita itu pada itu pacarnya, kalau Puput melihat ini bisa bisa dia cemburu".
" mas" ucap Nita.
"Kita samperin mereka mau" tanya Topan.
"Ayo kita kesana mas aku mau tanya apa Arka sehat sehat saja".
" Hay Arka" sapa Nita tak jauh dari tempat Arka dan Clara duduk.
Arka langsung berbalik badan dia terkejut melihat kakaknya Puput yang berada di belakangnya, sedangkan Arka sedang bersama Clara.
"Kak Nita maaf ini bukan seperti yang kau lihat" ucap Arka gugup.
"Tenang saja Arka aku tau kok mudahnya seorang lakilaki melupakan mantannya" ledek Nita.
Arka menggaruk kepalanya walau pun tak gatal, Arka merasa sangat gugup saat bertemu dengan kakaknya Puput walau pun tak pernah ada hubungan tapi Nita dan Topan tau kalau Arka dan Puput pernah pacaran.
"Siapa dia ka" tanya Clara yang sedari tadi diam saja.
"Dia kakaknya Puput" jawab Arka.
"Oh jadi dia kakaknya wanita psiko itu, syukurlah kau memasukan Puput ke Psikiater kalau tidak dia pasti akan menjadi Psikopat" ucap Clara.
Nita tersentak kaget saat mendengar ucapan Clara yang menghina Puput secara terang terangan, sedangkan Topan menatap Clara dengan tatapan tak suka.
Arka yang merasa marah pada Clara pun langsung menyenggol tangannya supaya tak bicara begitu di hadapan kakaknya Puput itu, tapi Clara seolah senang bicara begitu pada Nita.
"Kamu ngapain" bisik Arka pada Clara.
"Apaan sih" ucap Clara.
"Minta maaf pada kak Nita Clara" ucap Arka dengan nada marah pada Clara.
"Kenapa harus minta maaf aku gak salah" ucap Clara.
"Minta maaf sekarang" gertak Arka.
Clara menggeleng.
"Kak Nita kak Topan maafkan Clara dia memang tak bisa menjaga mulutnya" ucap Arka sambil memegang tangan Clara.
"Kami permisi kak" ucap Arka lagi sambil menyeret tangan Clara untuk pergi dari sana.
Topan merangkul pundak Nita untuk menguatkan Nita agar Nita tak terbawa perasaan karena ada yang menghina Puput.
Sedangkan Arka dan Clara sudah sampai di parkiran, Arka melepas cekalan pada tangan Clara Arka marah besar pada Clara karena sudah menghina Puput di depan kakaknya.
"Kenapa kau berkata begitu" tanya Arka ketus dan dingin.
"Aku berkata jujur Arka apa aku salah" tanya Clara.
"Clara kau kaya kau punya segalanya tapi sayang kau tak punya atitude, sehingga kau bicara sembarangan pada orang lain" ucap Arka.
"Mulai sekarang jangan dekati aku lagi, aku marah padamu Clara ingat kalau kau sampai menghina lagi Puput tak akan segan segan aku untuk melenyapkanmu" ucap Arka yang sudah kehilangan kendali.
"Kau bicara begini karena kau masih suka dengan Puputkan aku tau itu Arka" ucap Clara.
"Iya aku suka Puput dan sampai kapan pun juga aku akan terus suka dengan Puput kau paham itu" ucap Arka.
"Sudah aku duga kau suka pada wanita Psiko itu" ucap Clara sambil melipat tangannya di dadanya.
"Jauhi aku karena aku tak sudi lagi melihatmu" ucap Arka sambil pergi dari hadapan Clara yang masih berdiri disana.
__ADS_1
"Ck kau memang bodoh Arka, kurang apa aku Arka sampai sampai kau lebih memilih wanita Psiko itu" ucap Clara marah.
bersambung..