
Nita termenung di atas ranjang, dia sangat tak menyangka kalau adiknya itu akan mengalami hal yang sangat membahayakan pikirannya pada orang lain.
Nita mengadukan ulah Puput yang memakai pakaian ketat pada kedua orang tuanya di kampung, namun Nita malah di kejutkan dengan sikaf Puput yang akan membunuh temannya karena Puput di hina.
Dan yang membuat Nita bertanya tanya adalah saat bapaknya bicara kalau perubahan Puput itu karena salahnya yang tak pernah memberikan apa pun pada Puput.
Padahal Nita sangat sayang pada adiknya itu dia bahkan selalu mengirim uang lebih untuk adiknya itu walau pun Puput tak tau tetapi kedua orang tuanya tau.
"Put kenapa kau menjadi seperti itu dek, padahal kakak sudah berusaha sekuat tenaga kakak untuk membuatmu seperti itu, tetapi kamu malah menuduh kakak tak pernah memperhatikanmu selama ini" gumam Nita sambil meneteskan air matanya.
Nita menatap wajah Rayhan yang sedang tertidur pulas, Nita memandang setiap inci kulit Rayhan yang putih yang nurun dari Topan karena kulit Nita tak terlalu putih.
"Nita mau makan, kalau mau makan biar Rayhan mamah yang jaga" ucap Lynda langsung masuk kedalam kamar Nita.
Namun betapa terkejutnya dia melihat Nita yang sudah menangis matanya merah dan wajahnya kusut, Lynda langsung mendekati Nita dan menanyakan ada apa.
"Kamu kenapa Sayang" tanya Lynda khawatir.
"Mah, Puput mah" ucap Nita sambil menangis sesegukan.
"Puput kenapa Nit" tanya Lynda heran karena tadi pagi Puput tak kenapa napa.
"Ternyata Puput punya kelainan mah, dia punya rasa benci pada Nita dan karena itu dia hampir membunuh temannya sendiri hiks hikss" ucap Nita sambil menangis.
"Apa kenapa bisa Nit" tanya Lynda lagi.
"aku juga gak tau mah tapi kata ibu bapak di kampung begitu" ucap Nita sambil mengusap air matanya.
"Nita dulu juga mamah pernah lihat kalau Puput tiba tiba tersenyum lalu menangis, apa Puput sedikit kurang" ucap Lynda tak melanjutkan ucapannya karena takut menyinggung.
"Terus bagaimana Mah aku gak mau kalau Puput semakin parah dan akan membahayakan teman temannya" ucap Nita.
"Kamu tenang dulu Nita, bagaimana kalau kita panggil psikiater untuk Puput" saran Lynda.
"Ide bagus mah, tapi bagaimana kita bicarakan pada Puputnya nanti" tanya Nita binggung takut jika Puput curiga.
"Kita bicarakan dulu masalah ini pada Psikiaternya saja biar dia yang akan menyelesaikannya nanti" ucap Lynda.
***
Di sisi lain Rama sedang menemani Sarah di rumah sakit, Rama merawat Sarah dengan baik dia sangat sayang pada Sarah bahkan dia tak mau kehilangan Sarah.
"Sarah apa kamu mau makan" tanya Rama.
"Mas kamu sudah bertanya hampir 5 kali padaku, Sarah kamu mau makan, sarah mau makan," ucap Sarah sambil mempraktekan saat Rama bicara tadi.
Hahahahh
__ADS_1
Rama dan Sarah tertawa.
"Maaf Sayang mas lupa" ucap Rama.
"Iya tak apa mas, mas aku sangat bosan disini bisakah kita pulang" tanya Sarah.
"Nanti sayang kalau kamu sudah sembuh, oh ya Sarah kamu mau kan di dampingi psikiater" tanya Rama.
"Mas aku gak kenapa napa kok" ucap Sarah.
"Sayang kamu punya trauma akibat kecelakaan itu" ucap Rama.
"Mas aku akan sembuh dengan sendiri aku tak akan menggunakan psikiater" ucap Sarah.
"Kamu keras kepala Sarah" ucap Rama kesal.
"Tentu saja, aku memang keras kepala" ucap Sarah sambil tersenyum manis.
"Maaf mas aku gak mau menghamburkan uangmu, aku tau uang kita tinggal sedikit lagi apa lagi nantinya kita akan butuh uang untuk aku bersalin nanti" batin Sarah.
**
Sore ini rencananya Anjasmara akan mendatangi Sarah ke rumah Lynda, Anjasmara ingin meminta maaf pada Sarah putri semata wayangnya.
"Hilman antar aku ke rumah itu, aku ingin menemui Sarah" sahut Anjasmara pada anak buahnya.
Mobil yang di tumpangi Anjasmara melaju dengan kecepatan sedang, Anjasmara tak sabar akan bertemu dengan Sarah dan akan memisahkannya dengan Rama.
"Aku tak akan pernah merestui kalian" batin Anjasmara.
Mobil Anjasmara masuk kedalam halaman rumah Lynda yang cukup mewah dan besar itu, Anjasmara turun saat pintu mobilnya di buka oleh Hilman.
"Silahkan tuan" ucap Hilman dingin.
"Tolong ketuk pintunya aku akan menyusul" titah Anjasmara.
Tokk
Tokkk
Pintu di ketuk oleh Hilman, tak ada jawaban dari dalam tapi Hilman tak putus asa dia semakin kencang mengetuk pintunya.
Ceklek..
Pintu di buka dari dalam nampaklah Bi Iyem yang membuka pintu itu, Bi Iyem terkejut karena ada orang asing yang datang ke rumah majikannya itu.
"Mau bertemu dengan siapa tuan" tanya bi Iyem.
__ADS_1
"Dimana yang punya rumah" sahut Anjasmara dengan nada tinggi.
Lynda berjalan ke arah luar karena mendengar ada yang berteriak teriak di luar rumahnya.
Anjasmara terlihat kikuk saat melihat Lynda keluar dari rumahnya.
Wajah cantik dan terlihat awet muda menggambarkan jika Lynda seperti anak ABG, rambut hitam terurai dan sesekali tertiup angin membuat Lynda semakin sempurna di mata Anjasmara.
Anjasmara tak dapat mengalihkan pandangannya dari Lynda yang sangat cantik itu, sungguh Lynda adalah impian setiap lakilaki namun karena Lynda sudah menutup hatinya pada lakilaki jadi dia tak pernah punya pacar atau bahkan berniat untuk menikah lagi.
"Siapa anda, ada keperluan apa anda kesini" tanya Lynda, namun Anjasmara seakan tak dapat bicara karena matanya sudah terpana dengan kecantikan Lynda.
"Kami ingin menemui Nona Sarah, dan dia tuan saya namanya tuan Anjasmara" jawab Hilman karena tuannya itu tak kunjung menjawab jadi dirinya yang menggantikannya.
"Oh jadi kamu ayahnya Sarah" ucap Lynda membentak.
Anjasmara langsung tersadar saat Lynda membentakknya.
"Pergi kamu dari sini, Sarah sudah menjadi keluargaku kamu tak bisa menyakitinya lagi" ucap Lynda dengan nada tinggi.
"Nona maafkan saya" ucap Anjasmara.
Hilman terkejut saat mendengar ucapan Anjasmara yang sangat lembut pada Lynda, baru kali ini dia melihat tuannya itu bersikap lemah lembut.
Hilman hanya tersenyum tipis melihat hal yang menggelikan itu.
"Pergi kalian dari sini, aku gak mau kau menyakiti Sarah lagi kasihan dia tak pernah mendapat kasih sayang darimu" ucap Lynda ketus.
"Iya tujuan saya kesini mau menjemput Sarah dan meminta maaf padanya" ucap Anjasmara.
Namun Lynda tak menggubrisnya dia langsung menutup pintu rumahnya itu, namun Anjasmara segera menahannya dengan tangan kanannya sehingga Lynda tak jadi menutup pintunya.
"Mau apa lagi" tanya Lynda ketus.
"Ijinkan saya bertemu Sarah" ucap Anjasmara memohon.
"aku gak bisa maaf" ucap Lynda lembut yang mampu meluluhkan hati Anjasmara yang sangat keras bak batu itu.
"Nona" lirih Anjasmara.
"Pulanglah Tuan aku tak bisa" ucap Lynda.
bersambungg...
***Anjasmara puber kedua,
jangan lupa like comen dan votenya ya..
__ADS_1
salam manis Author***