
Di kediaman Lynda House.
Lynda mondar mandir tak tenang karena Nita menantunya belum pulang, dan hari sudah semakin sore pak supir yang tadinya akan menjemput pun tak bisa di hubungi.
"Telpon lagi pak supirnya Bi" sahut Lynda cemas karena tak di angkat oleh Nita mau pun pak supir.
"Tidak bisa Bu, ponsel Non Nita sepertinya mati" ucap Bi Iyem yang sedari tadi mencoba menelpon Nita.
"Ck kemana Nita Bi, apa bibi tau dengan siapa dia keluar" tanya Lynda.
"Bu tadi yang Bibi denger kalau Non Nita mau cek up sepertinya dengan Non Sarah bu" ucap Bi Iyem.
"Apa dengan Sarah, coba panggil Asih kesini Bi apa benar tadi Nita pergi dengan Sarah" ucap Lynda yang semakin panik.
Bi Iyem berjalan masuk rumah dan langsung menuju ke kamar Nita untuk mencari Asih, siapa tau Asih tau Nita pergi dengan siapa.
Lynda berada di teras rumahnya, matanya terus saja melirik jalanan yang sesekali ada mobil lewat, mata Lynda langsung melirik kalau ada mobil yang lewat padahal di dalamnya bukan Nita.
"Kamu dimana Nita, semoga saja Sarah tak mencelakaimu" gumam Lynda.
Asih dan Bi Iyem datang menemui Lynda yang sedang berada di teras rumahnya, Asih menggendong Rayhan keluar sedangkan Puput yang mendengar ada keributan di teras langsung duduk di Sofa untuk mendengar percakapan mamah Lynda Asih dan Bi Iyem.
"Asih apa Nita pergi dengan Sarah" tanya Lynda saat melihat Asih.
"Iya Bu, tadi pas Asih telpon Non Nita sedang di jalan mau ke rumah sakit untuk cek up, Asih tak tau kalau Non Nita pergi dengan Non Sarah" jelas Asih.
"Kemana mereka sampai sore begini belum pulang" ucap Lynda cemas.
Tak lama kemudian Lynda melihat Rama yang pulang dengan jalan kaki, penampilan Rama membuat Lynda heran.
Jika di lihat dari pandangan buruk, Rama seperti orang jahat dan itu membuat Lynda menjadi berprasangka buruk pada Rama.
"Sedang apa di luar mbak, apa kalian sedang menunggu seseorang" tanya Rama yang melihat semua orang berada di luar rumah.
"Apa kau tau Rama, istrimu membawa Nita pergi dan sampai sekarang mereka belum kembali" ucap Lynda geram.
"Apa? Sarah pergi? Kemana?" tanya Rama terkejut.
"Tuan tadinya mereka berdua mau cek up ke Dokter" ucap Asih yang menjawab pertanyaan Rama.
Rama langsung mengambil ponselnya dari saku celananya, Rama menelpon Sarah namun tak ada jawaban dari Sarah.
"Angkat Sarah" gumamnya.
Rama tak putus asa dia mencoba menelpon lagi namun tetap saja tak ada jawaban dari Sarah.
"Mbak apa kau punya no Dokter itu, biar aku tanyakan siapa tau mereka masih di rumah sakit" ucap Rama mulai panik.
Lynda langsung mencari no Dokter Windy Dokter pribadi keluarganya.
Lynda mencoba menghubungi Dokter Windy.
["Hallo Dok maaf saya mengganggu apa ada Nita menantu saya di sana"] tanya Lynda to the point.
__ADS_1
["Iya bu tadi pagi ada kesini sama temannya, dan sudah saya periksa juga Bu memangnya kenapa apa Nona Nita belum kembali"] tanya Dokter Windy balik.
["Iya Dok mereka belum kembali"] ucap Lynda yang semakin panik.
["Apa? Tapi bener bu tadi udah pulang kok kira kira pukul sepuluh juga sudah pulang"] jelas Dokter Windy.
["Baiklah Dok terima kasih infonya"] ucap Lynda yang langsung mematikan sambungan telponnya.
"Gimana mbak" tanya Rama penasaran.
"Mereka ada kesana untuk di cek up tapi jam sepuluh mereka sudah pulang dari rumah sakit" ucap Lynda yang sangat panik.
"Apa? Kemana mereka?" ucap Rama cemas.
***
Di sisi lain ada Nita dan Sarah yang tangannya di ikat dan mulutnya di tutup pakai lakban, Nita dan Sarah sempat memberontak namun karena kesusahan bergerak jadi mereka hanya bisa pasrah saja.
Gilang dan Tomi kesana untuk memberi Nita dan Sarah makan, karena mereka tak mau kalau mereka mati karena tak di beri makan.
Gilang dan Tomi membukakan lakban yang berada pada mulut wanita yang sedang mereka sandra itu.
"Makanlah aku tak mau kau kelaparan" ucap Tomi ketus.
"Ogah, lepaskan kami Tomi" teriak Sarah saat lakbannya sudah di buka.
"Diam Nona kau sangat berisik, makanlah kalau urusanku sudah selesai kami akan melepaskanmu" ucap Tomi ketus.
"Dasar bod*h bejat kau gila Tomi aku benci padamu semoga kau merasakan apa yang aku rasakan ini" teriak Sarah memaki maki Tomi.
"Diam Nona aku tak akan menyakitimu, maka turuti saja kemauanku" bisik Tomi wajahnya sangat dekat dengan wajah Sarah.
"Jangan Sakiti Sarah Bang*t" sahut Nita pada Tomi.
Gilang dengan sigap menutup mulut Nita yang terus saja makian pada Tomi, Gilang mengambil piring dia menyuapi Nita walau pun Nita tak mau tapi tetap saja Gilang memaksa.
"Jangan sentuh aku, aku tak mau makan" teriak Nita.
Gilang yang merasa kesal langsung mendekat kearah Nita bahkan wajahnya dan wajah Nita sangat dekat sekali mungkin hanya berjarak 5 cm yang memisahkan mereka.
"Apa kau tau Nona, dengan sikapmu yang keras kepala ini aku jadi teringat dengan wanita yang pernah aku temui dulu, tapi dia tak secantik dirimu Nona" ucap Gilang sambil memalingkan wajahnya.
"Apa kau tau Gilang aku kira kau pergi ke kota untuk menjadi lebih baik lagi tetapi aku salah ternyata kau lebih Bejad dari pada saat di Desa" ucap Nita ketus.
"N-Nita" gumam Gilang terbata bata.
"Apa kau Nita mantan kekasihku hah?" tanya Gilang terkejut.
"Kau kira aku tak mengenalimu Gilang, aku bahkan lebih mengenalmu hanya dengan mencium aroma tubuhmu" ucap Nita.
Dalam hatinya Gilang merasa sangat senang karena bisa bertemu lagi dengan Nita yang sempat dia tinggalkan karena untuk urusan pekerjaannya di kota.
"Benarkah kau Nitaku" ucap Gilang melihat setiap inci tubuh Nita yang sangat berbeda sekarang.
__ADS_1
"Iya aku Nita tapi bukan Nitamu lagi Gilang saputra" ketus Nita.
Gilang menyentuh bahu Nita, Nita tak bisa menepisnya karena tangannya di ikat ke belakang sehingga membuatnya kesulitan bergerak.
"Aku tak menyangka kau ada di sini Nita" ucap Gilang tak percaya kalau wanita itu adalah Nita.
"Diam dan jangan menyentuhku, seharusnya kau tau apa tujuanku datang ke kota ini Gilang" ucap Nita menekankan setiap perkataanya.
"Apa tujuanmu Nita, apa kau mencariku hah" tanya Gilang tersenyum senang apa lagi jika Nita menjawab iya ada pertanyaanya barusan.
"Menurutmu" ucap Nita.
"Apa kau mencariku sampai kesini? Makasih Nita, aku masih mengharapkanmu" ucap Gilang.
"Sudahlah Gilang seharusnya kau tau kalau aku sudah menikah dan sekarang aku sedang mengandung" jelas Nita dengan nada ketus.
"apa kamu sudah nikah?" tanya Gilang terkejut tak percaya.
"Iya aku sudah menikah Gilang, apa menurutmu aku tak akan menikah jika tak bersamamu, hahahah jangan terlalu pede Gilang, aku bahkan bisa lebih cepat move on darimu" ucap Nita di iringi ketawa.
"Kau tega Nita" gumam Gilang kecewa.
"Tega? Iya aku harus tega Gilang, jika kau tega meninggalkan aku, maka aku juga akan tega untuk menikah dengan orang lain" ucap Nita.
Baru saja Gilang merasa senang karena Nita ternyata mencarinya sampai kota, namun Gilang harus merasa sedih karena Nita sudah menikah dan dengan pria yang dia cintai.
Gilang pergi dari hadapan Nita, dia merasa putus asa dan Tomi yang melihat pertengkaran itu hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Makanlah Nona aku tak mau kandungan kalian kenapa napa karena kalian tak makan" ucap Tomi yang langsung keluar dari gudang itu, tanpa membuka tali pengikat pada tangan Sarah dan Nita.
"Apa kau lapar" tanya Sarah.
"Hemm" jawab Nita yang tak bisa apa apa.
"Nita lihat ada silet apa kau bisa mengambilnya untuk membuka tali ini" ucap Sarah yang tau kalau Nita merasa lapar karena memang Nita selalu merasa cepat lapar.
Nita meraih Silet yang tergeletak di lantai tak jauh darinya duduk.
Nita berhasil mengambil silet yang sudah sedikit berkarat karena terlalu lama tak di pakai itu.
"Sarah kau berbaliklah biar aku membukakan dulu tali pada tanganmu" ucap Nita.
Sarah hanya menuruti saja, Nita menggesek geseka Silet itu pada tali yang mengikat lengan Sarah, karena siletnya yang tak tajam jadi Nita harus menggeseknya dengan kuat.
Akhirnya tali pengikat pada tangan Sarah terputus juga dan tangan Sarah terbebas, kemudian Sarah membukakan tali pada tangan Nita.
"Makanlah dulu Nita aku tau kau pasti lapar" ucap Sarah saat tangan Nita sudah terbebas.
"Kau juga makan Sarah kau juga pasti lapar" ucap Nita.
bersambung...
**ada yang patah hati nih, kasihan Gilang baru saja ketemu Nita eh udah kecewa aja...
__ADS_1
jangan lupa like comen dan votenya ya..
salam manis Author**...