
Deg..
Jantung Puput seakan berhenti berdetak dia tak menyangka kalau arka akan melakukannya sekarang, Puput menatap Arka yang sedang tersenyum menyeringai ke arah Puput.
Dengan panik Puput bertanya pada Arka.
"Mau apa kau Arka, awas ya jangan macam macam" ucap Puput.
Namun Arka malah semakin senang menggoda Puput, dengan cepat Arka naik ke atas tubuh Puput dan sekarang posisi Arka berada di atas Puput.
"Jangan Arka aku belum siap" ucap Puput.
"Katanya mau bukti, ini aku mau kasih bukti kalau aku suka wanita" ucap Arka.
"Bukan begini Arka, Ayolah turun dari tubuhku Arka" ucap Puput.
Tetapi Arka malah diam saja karena senang menggoda Puput.
"Aaaaaaa" teriak Puput.
"Put kau berdarah" tanya Arka cemas dan langsung bangun dari atas tubuh Puput.
Puput pun melihat kearah mata Arka menatap, dan benar saja ada darah di atas sprai yang putih itu.
"Ya ampun aku lupa hari ini kan aku datang bulan mana aku gak punya pembalu* lagi" ucap Puput menepuk dahinya.
"Kenapa kau tak teliti sih Put, lihat jadi kotorkan sprainya" ucap Arka.
"Maaf aku lupa, lalu bagaimana ini Arka" ucap Puput memelas pada Arka.
"Kau tenang saja masalah sprai biar aku beri tau pada pelayan penginapan ini untuk mencucinya" ucap Arka.
"Bukan itu Arka, aku tak punya pembalu*" ucap Puput malu karena harus membicarakan ini pada Arka.
"Lalu aku harus apa Put" tanya Arka yang sekarang mulai merasakan hal tak enak yang akan menimpanya.
"Belikan aku pembalu*" titah Puput.
"What" pekik Arka. Arka mengeleng gelengkan kepalanya karena tak ada di dalam kontrak kalau dia akan membelikan Puput pembalu*.
"Aku gak mau, aku malu Put mau di taruh dimana muka aku kalau aku beli itu" ucap Arka.
"Lalu bagaimana sekarang, apa kau tega membiarkan aku seperti ini" ucap Puput memelas.
__ADS_1
"Ya ya baiklah demi kamu aku akan keluar dan beli pembalu* itu kau tunggu di sini dan jangan kemana mana" ucap Arka.
"Ya".
Arka mengambil jaketnya yang ada di dalam koper tak lupa juga dia mengambil dompetnya yang ada di atas nakas, ingin rasanya Arka menghilang saat ini juga karena Arka sangat malu kalau harus membeli barang itu.
" kamu harus bisa Arka demi Puput" gumam Arka yang sekarang sudah berada di depan alfa**** yang tak jauh dari penginapan itu.
Arka masuk kedalam dengan cepat dia mencari pembalu* di sana.
"Ketemu" ucap Arka tapi Arka di buat bingung karena pembalu* itu banyak farian dan banyak warnanya.
"Puput suka pakai yang mana" tanya Arka pada dirinya sendiri.
Arka mengambil yang mode malam saja dengan cepat Arka berjalan menuju kasir dan langsung menyerahkan barang itu pada mbak kasir.
Sungguh Arka sangat malu karena sejak tadi penjaga kasir itu selalu melihat Arka bahkan terlihat oleh arka kalau mereka menahan tawa.
Tapi Arka tak menghiraukan hal itu yang paling penting dia keluar dari sana dan pergi dari orang orang yang mentertawainya itu.
"Terima kasih tuan, silahkan datang lagi" ucap Mbak kasir sambil cengar cengir.
Sedangkan Puput yang berada di kamar hotel sedang mencoba mengelap darah haidnya itu karena Puput malu kalau harus menyuruh para pelayan untuk membersihkannya.
"Ck bagaimana ini karena pakai baju ini aku jadi tembus begini" gumam Puput.
Arka datang kesana dan menyerahkan barang yang sudah di belinya pada Puput.
"Pakailah dan ganti bajumu" titah Arka.
"Yahh padahal baju ini baru aku beli" ucap Puput kecewa.
"Tak apa besok setelah di cuci kau bisa kan memakainya lagi" ucap Arka.
"Ya aku akan ganti baju" ucap Puput.
Arka duduk di pinggir ranjang.
"Padahal hampir saja aku mencetak gol tapi ada saja halangan" gumam Arka.
Setelah selesai Puput keluar dari kamar mandi, dia langsung tidur di samping Arka tak lupa dia juga menutupi darah itu dengan kain berwarna hitam.
"Terima kasih karena sudah membelikan aku Pembalu*" ucap Puput.
__ADS_1
"Tak masalah" jawab Arka.
Cup
Puput mencium pipi Arka dan baru kali ini Puput merasakan mencium Pipi Arka padahal dari dulu Pun Puput tak pernah melakukan itu pada orang lain.
Arka merasa terkejut dan juga senang karena entah kenapa rasanya sangat membekas di hati Arka.
"Selamat tidur" ucap Puput.
-
Selama satu minggu ini tak ada kejadian di antara keduanya, bahkan Arka dan Puput pun belum melakukan malam pertama karena Puput yang sedang datang bulan.
Pagi ini mereka sudah bersiap untuk pulang ke rumah Arka, karena Arka berniat akan membawa Puput tinggal di rumahnya.
"Mau beli apa untuk keluargamu" tanya Arka pada Puput.
"Gak tau terserah kamu saja" jawab Puput.
Arka membawa ponsel dari dalam saku celananya, Arka menelpon Galih untuk menjemputnya nanti di bandara karena Arka tak mau susah susah naik taksi.
[Galih jemput aku di bandara dua jam lagi] ucap Arka saat sambungan telpon sudah terhubung.
[Baik tuan].
"Ayo kita berangkat sekarang, pesawatnya akan terbang setengah jam lagi" ucap Arka.
"Ya ayo" ucap Puput sambil menarik kopernya keluar dari penginapan itu.
Arka tak lupa membeli sedikit cemilan untuk di bawakan sebagai oleh oleh untuk keluarga Puput dan juga untuk keluarganya.
"Bagaimana apa datang bulanmu masih" tanya Arka.
"Masih mungkin satu atau dua hari lagi baru selesai" jawab Puput.
"Kenapa lama sekali, bukannya hanya tiga hari" ucap Arka.
"Kata siapa".
" kan kamu bilang waktu itu cuman tiga hari".
"Oh Arka ayolah aku gak tau kenapa sampai lama begini".
__ADS_1
" menyebalkan" gumam Arka.