Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 68


__ADS_3

Malam hari yang begitu dingin dan sepi, Sarah dan Rama sedang duduk di bibir ranjang mereka menikmati teh hangat dengan cemilan.


"Sayang besok mas akan cari kerja ke perusahaan pak Tirto, semoga saja keterima" ucap Rama sambil menyeruput teh yang ada di tangannya.


"Tapi mas bagaimana dengan Ayah, aku takut Ayah tau kalau kita masih hidup" ucap Sarah khawatir.


"Jangan pikirkan itu Sayang, Ayah sama perusahaan pak Tirto itu jaraknya jauh lagian Ayah gak mungkin pergi sejauh ini untuk mencari klainkan" ucap Rama berusaha membujuk Sarah agar mengijinkannya bekerja.


"Baiklah tapi mas aku gak mau kalau Ayah sampai mengetahui keberadaan kita" ucap Sarah.


"Aku akan menyamar Sayang, bukan sebagai Rama tapi sebagai orang lain, kita sekarang sedang butuh banyak uang buat lahiran kamu buat cek up kamu kedokter kan" sahut Rama.


"Iya mas tapi aku gak mau menanggung resiko" ucap Sarah pasrah memang benar apa yang di katakan Rama.


"Baiklah kita tidur sekarang biar besok kita pikirkan rencananya" ucap Rama yang langsung berbaring di ranjang dan di susul oleh Sarah.


-


Nita sedang menggendong Rayhan yang malam ini terasa rewel, karena setiap malam Asih harus pulang jadi malam harinya Nita yang harus mengurus Rayhan dalam kondisi hamil.


"Sini Nit biar mas gendong, kamu istirahat saja" ucap Topan yang merasa kasihan pada Nita yang merasa kelelahan.


"Tidak mas kamu istirahat saja kamu pasti cape karena tadi siang kerja" sahut Nita menolak.


"Sudah sini biar mas saja yang gendong" ucap Topan maksa.


Topan mengambil alih Rayhan dari gendongan Nita ke pangkuannya, Topan memomong Rayhan dengan baik walau pun badannya pegel dan sakit tetapi Topan berusaha untuk tak merasakannya.


Nita duduk di bibir ranjang dia merasa sangat lelah karena Nita sedang hamil jadi gampang merasa lelah dan kecapean.


Setelah cukup lama Topan menggendong Rayhan akhirnya Rayhan bisa tidur juga dalam gendongan Topan.


Topan menidurkan Rayhan yang sudah tertidur di gendongannya, Akhirnya Rayhan bisa tidur dengan nyenyak setelah di momong oleh Topan Ayahnya.


"Sayang tidurlah, sudah malam pasti kamu ngantuk" ucap Topan yang melihat Nita masih duduk di bibir ranjang.


"Iya, makasih mas udah bantu memomong Rayhan aku sangat lelah hari ini" ucap Nita sambil memijit pundaknya yang merasa pegal.


"Sini Sayang biar mas pijitin" ucap Topan sambil memijit pundak Nita.


"Jangan mas kamu pasti cape" ucap Nita.


Namun Topan tetap memaksa untuk memijit Nita yang kecapean seharian karena harus bekerja sekaligus ngasuh Rayhan.


"Sayang bagaimana kalau besok kita cek up ke dokter" usul Topan.


"Ide bagus mas, tapi kan besok kamu kerja" ucap Nita.


"Euhh gimana dong bagaimana kalau aku cuti aja" ucap Topan.


"Jangan mas kerjaan kamu pasti banyak kalau kamu ambil cuti, bagaimana kalau aku berangkat bareng Sarah aja biar sekalian cek up" ucap Nita sambil merasakan pijitan demi pijitan yang di hasilkan dari tangan Topan.


"Jangan deh jangan sama Sarah, mas takut kamu kenapa napa, kalau Sarah jahat lagi gimana" ucap Topan cemas.


"Mas jangan begitu, Sarah sudah sadar dia sudah minta maafkan" ucap Nita membela Sarah.


"Sayang jangan terlalu percaya pada Sarah dia jahat bagaimana kalau dia jahat lagi pada kamu" ucap Topan.


"Mas percaya sama aku deh, aku akan baik baik saja lagian aku juga akan pergi dengan supir kan" sahut Nita.


"Iya iya terserah kamu saja, tapi kalau Sarah berbuat jahat Telpon aku ya jangan lupa" ucap Topan.

__ADS_1


"Iya mas".


-


Keesokan harinya Nita sudah bersiap untuk pergi ke Dokter untuk cek up kandungannya.


Nita berniat akan mengajak Sarah jika Sarah mau.


" mas berangkat ya Sayang" ucap Topan yang sudah siap dengan pakaian rapih.


"Iya mas hati hati di jalan ya" ucap Nita sambil mencium punggung tangan Topan dengan takzim.


Cup


Topan mencium kening Nita.


"Ingat ya telpon mas jika Sarah berani macam macam" ucap Topan.


"Iya mas, aku akan baik baik saja" ucap Nita.


Topan merasa cemas dan jujur saja hatinya tak enak jika memikirkan Nita pergi dengan Sarah.


Topan berjalan keluar kamarnya dan segera pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sudah menumpuk.


Topan naik ke mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang karena jalan sudah mulai Ramai dengan orang yang lalu lalang.


Nita menatap kepergian suaminya dari jendela hingga tak terlihat lagi mobil Topan.


Nita berjalan kearah Rayhan yang masih tidur dengan nyenyak.


"Sayang ibu harus pergi ke Dokter, Rayhan jangan rewel ya ada Asih yang jagain Rayhan nanti" ucap Nita pada putra sulungnya.


Tookk


Pintu kamar Nita di ketuk dari luar, Nita berjalan untuk membuka pintu.


Klek.


Nita membuka pintunya dan nampaklah Puput yang sedang berdiri di ambang pintu dengan senyuman yang khas padahal senyuman itu hanyalah topeng untuk menutupi kebenciannya pada Nita.


"Kak mau kemana sudah rapih begini" tanya Puput pura pura baik.


"Kakak mau cek up Dek tapi Asih kok belum dateng ya" ucap Nita sambil melirik jam dinding yang sudah menunjukan pukul 7 pagi.


"Memangnya jam berapa kakak cek up" tanya Puput.


"Harusnya sih sekarang ya, tapi kalau Asih terlambat ya nanti aja siang" jawab Nita.


"Mending kakak pergi saja sekarang, Rayhan biar aku yang asuh sambil menunggu Asih datang" ucap Puput.


"Apa tak akan merepotkan Put" tanya Nita ragu.


"Tidak kak hari ini aku libur jadi bisa full time berada di rumah" ucap Puput antusias.


"Baiklah, maaf ya kakak menyusahkan kamu" ucap Nita memegang tangan Puput dan langsung pergi.


Nita keluar dari kamarnya sehingga menyisakan Puput dan Rayhan.


"Kau sudah banyak menyusahkanku Nita jadi gak usah so merasa tak enak" batin Puput.


Puput berjalan kearah ranjang Nita dan berbaring disana sedangkan Rayhan masih tidur dengan pulas.

__ADS_1


"Hey Bocah dari pada harus mengurusmu mending aku diam dan rebahan tak ada gunanya mengasuhmu" gumam Puput.


-


Nita mencari keberadaan Sarah namun Nita tak menemukannya, Nita ragu kalau harus datang ke kamarnya sedangkan di dalam kamarnya ada Rama.


Nita duduk di meja makan Nita menyantap roti dan selai coklat untuk mengganjal perutnya.


Nita melihat Rama keluar dari kamarnya, Nita langsung menghampiri Rama yang masih berdiri di ambang pintu kamarnya.


"Paman apa Sarahnya ada" tanya Nita.


"Ada di dalam sedang bersiap" jawab Rama.


"Apa Sarah akan bepergian paman" tanya Nita lagi.


"Tidak Sarah tak akan kemana mana, dan kamu mau kemana sudah rapih" tanya Rama.


"Aku mau cek up paman kalau mau Sarah boleh ikut bersamaku sekaligus menemaniku kesana" ucap Nita.


"Tanya saja pada Sarah, maaf paman harus pergi sekarang" ucap Rama yang langsung pergi meninggalkan Nita sendirian.


Nita mendekat kearah pintu,


"Sarah" sahut Nita dari luar.


Klek..


Sarah membuka pintu kamarnya dan dia melihat Nita sedang berdiri di depannya.


"Ada apa Nit" tanya Sarah.


"Mau gak temani aku ke Dokter sambil sekalian cek up bareng" ucap Nita.


"Sekarang?" tanya Sarah.


"Heem".


"Baiklah aku ambil tas dulu ya" ucap Sarah.


Nita dan Sarah berangkat bersama ke Dokter untuk cek up karena jalanan yang sedikit macet jadi mereka harus bersabar menunggu di mobil.


Drttt.. Drttt..


Ponsel Nita berdering, Nita mengambilnya dari dalam tasnya.


"Ada apa Asih telpon" gumam Nita.


Nita langsung mengangkatnya siapa tau saja penting.


"Ada apa Asih" tanya Nita.


"Hallo Non susunya den Rayhan sudah habis kata Puput Non Nita lagi di luar" ucap Asih.


"Oh baiklah nanti pas pulang saya beli ya" jawab Nita.


"Iya Non".


Nita mematikan sambungan telponnya dan memasukan ponselnya kedalam tasnya lagi.


bersambung...

__ADS_1


***jangan lupa like comen dan votenya ya..


salam manis Author***...


__ADS_2