Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 27


__ADS_3

Mamah Lynda menarik nafas dalam.


"Topan kenapa kamu menjadi agresif begini hah, niat ibu itu baik loh mau menjenguk Nita dan kamu malah membentaknya" sahut mamah Lynda sedikit marah.


"Mamah gak tau kalau dia sudah mengurusi kehidupanku" tegas Topan tak mau kalah.


"Yaudah terserah kamu, mamah mau lihat cucu mamah dulu siapa tau dia sudah bangun" ucap mamah Lynda sambil melengos pergi.


Topan menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi dia bersandar ke dinding.


Karena masalah ini dia jadi lebih mudah marah dan mudah merasa tersinggung.


"Dokter bagaimana kondisi Nita dok" tanya Topan yang melihat Dokter keluar dari ruangan Nita.


"Maaf pak, bu Nita mengalami koma dan kami tidak bisa memastikan sampai kapan" jelas Dokter itu.


Topan sangat terpukul mendengar ucapan Dokter itu, sekarang Nita koma dan bayinya sangat membutuhkan Asi ibunya.


"Jika bapak ingin melihat kondisi bu Nita silahkan masuk pak maaf saya permisi dulu banyak pasien yang harus saya tangani" sahut Dokter itu meninggalkan Topan sendirian.


Topan berjalan ke arah Nita yang masih berbaring lemah.


"Apa kamu tak mau melihat anak kita Nita, apa kamu sebegitu marah sama aku hingga kamu tak mau membuka matamu dan melihatku, Anak kita membutuhkanmu Nita dia sangat membutuhkanmu. Aku mohon cepat sadar ya aku gak bisa melihat kamu seperti ini" ucap Topan beruraian air mata.


Tangan Topan membelai lembut rambut Nita yang terurai.


Dia sangat merindukan senyum hangat dari Nita bahkan Topan tak bisa menjaga pola makannya jika tak di ingatkan oleh Nita.


Topan mengecup pipi Nita, " cepat sadar Nita" gumamnya.


**


Topan berjalan ke arah mamahnya yang sedang menggendong putranya itu.


"Mah aku harus ke kantor menyelesaikan pekerjaan yang belum sempat aku kerjakan kemarin" sahut Topan.


"Pergilah biar Anak kamu mamah yang asuh disini juga banyak susterkan yang bantuin mamah, soal Nita kamu jangan khawatir biar Dokter yang memantau perkembangannya" ucap mamah Lynda.


Topan pergi ke kantor dia mau menyelesaikan pekerjaannya yang kemarin tertunda.


Setelah sampai di kantornya Topan bergegas masuk ke ruangannya, hari ini dia merasa kalau ada informasi dari orang suruhanya yang dia sewa untuk mengintai karyawan yang melakukan korupsi di kantornya.


FLASH BACK ON 1 bulan yang lalu.


Topan menunggu seseorang di ruangannya.


Tok tok..


"Boleh saya masuk pak" sahut seseorang di luar ruangan kantornya.

__ADS_1


"Masuk" teriaknya dari dalam.


Lelaki itu masuk dan mendekat ke arah Topan.


"Apa yang harus saya lakukan pak" tanya lelaki yang memakai hoddie hitam itu.


Topan yang masih menatap berkasnya sekarang beralih menatap lelaki itu.


"Jadi begini Ferdi, saya meminta kamu untuk mengawasi semua karyawan di kantor ini karena saya merasa kalau ada yang berkorupsi di kantor saya" ucap Topan pada lelaki yang bernama Ferdi itu.


Ferdi adalah lelaki yang di bayar oleh Topan untuk mengawasi karyawannya,


Ferdi juga sama seperti Rio dia tangan kanannya Topan yang siap untuk memberikan informasi yang jelas padanya.


"Dalam sebulan kamu harus selesai dan tau siapa pelakunya, saya sudah bosan dengan kerugian kerugian saya yang sudah hampir mencapai satu M " ucap Topan.


"Baik pak akan saya usahakan" ucap Ferdi sambil pergi dari ruangan Topan.


'Semoga saja kamu bisa cari tau pelakunya Ferdi' gumam Topan.


FLASH BACK OFF


Topan duduk di ruangannya membuka laptop yang sudah sedikit berdebu karena sudah hampir seminggu Topan tak memakainya.


Dia mengutak atik pembukuan bulan ini, ternyata benar masih ada yang ganjil di sana mulai dari hitungan barang masuk dan barang keluar hingga jumlah uang yang selalu berkurang di berangkasnya.


"Zahra persiapkan semua karyawan sore nanti kita meeting" ucap Topan saat Zahra sudah mengangkat telponnya.


"Baik pak" ucap Zahra.


Topan kembali meletakan telponnya.


Sekarang dia mengambil ponsel yang selalu ada di sakunya.


Topan mencari nomor orang yang akan membantunya itu.


"Bagaimana Fer sudah ada info" tanya Topan pada Ferdi.


"Sudah pak" sahutnya.


"Ke ruangan saya sekarang" perintah Topan.


"Baik pak" ucapnya lalu memutuskan panggilan telponnya.


Topan menunggu kedatangannya, dia menghitung ulang data data yang di kirimkan oleh Zahra si sekertarisnya.


"Masih ada yang kurang" gumam Topan.


Tokk tokkk

__ADS_1


"Boleh saya masuk pak" ucap seseorang yang barusan mengetuk pintu ruangan Topan.


"Masuk" teriak Topan dari dalam.


Lelaki itu masuk ke ruangan Topan, dengan memakai celana jeans dan jaket Hoddie dia terlihat bukan seperti mau kerja tapi persis seperti mau main atau nongkrong di cafe.


"Bagaimana Fer sudah ada info tentang itu" tanya Topan saat Ferdi sudah duduk tepat di hadapannya.


"Sudah pak ternyata yang korupsi itu.." ucapan Ferdi terpotong karena ada Zahra yang langsung nyelonong masuk ke ruangan Topan.


"Maaf pak saya mengganggu semua karyawan sudah ada di ruangan Meeting" sahut Zahra yang memotong ucapan Ferdi.


"Baik saya kesana sekarang" Topan langsung berdiri dan melangkah.


"Kamu juga ikut saya Fer" perintah Topan.


Ferdi mengikuti Topan dan Zahra ke ruangan meeting, dia merasa gugup karena ini pertama kalinya dia bertemu dengan orang banyak.


"Selamat sore " sapa Topan pada karyawannya.


"Sore pak" ucap serempak para karyawannya.


"Maaf saya mengganggu waktu kalian, sesuai perjanjian saya dulu sekitar 8 bulan yang lalu saya akan mengurangai karyawan yang tak pernah disiplin dan banyak membuang buang waktu akan saya pecat dengan hormat hari ini juga dan yang terpilih mulai besok silahkan cari lagi pekerjaan yang baru." ucap Topan dengan tersenyum.


Para karyawan berbisik bisik dan saling tatap satu sama lain.


"Tapi pak kami sudah mentaati peraturan di kantor ini dan kenapa kami harus di pecat" ucap seorang karyawan lelaki.


"Itu menurutmu kan lalu bagaimana dengan orang lain " ketus Topan.


Topan menarik nafas.


"Perkenalkan dia Ferdi bawahan saya dia yang akan menjelaskan kenapa saya memecat salah satu dari kalian" ucap Topan menunjuk Ferdi agar segera berdiri dan membicarakan niatnya.


Ferdi berdiri dari duduknya.


" jadi begini saya akan menjelaskan kenapa pak Topan ingin mengganti karyawan euhh.. Lebih tepatnya memecat ya, karena pak Topan sudah tau kalau di kantornya ini ada orang orang yang telah berkorupsi" jelas Ferdi melihat wajah wajah pelaku yang terlihat cemas.


"Sudah hampir satu bulan saya memantau kalian semua dan ada tiga orang karyawan yang melakukan kecurangan" ucap Ferdi lagi.


"Siapa orangnya Fer biar mereka kita panggil ke depan" sahut Topan.


"Ada dua karyawan dan yang satunya lagi office boy pak" sahut Ferdi.


"Office boy, Zahra panggil semua ob ke ruangan ini" perintah Topan.


"Baik pak" jawabnya.


Zahra keluar ruangan dia mencari cari semua OB sesuai dengan yang pak Topan perintahkan.

__ADS_1


__ADS_2