
Kali ini Sarah gagal menolak perjodohan itu, Ayahnya malah langsung menentukan pernikahannya 2 minggu lagi.
"Apa Ayah sudah gila" gumam Sarah.
Sarah sedang berjalan di jalan trotoar yang cukup ramai orang berlalu lalang.
Sarah hendak pulang kerumah suaminya namun karena mobilnya yang dia tinggalkan di parkiran perusahaan orang jadi dia terpaksa harus berjalan kaki untuk sampai disana.
Naik ojeg pun percuma karena jalanan sangat ramai sekali oleh kelandaraan, jadi dengan terpaksa Sarah harus berjalan kaki untuk pulang.
"Andai saja aku menikah dengan Topan dulu mungkin aku tak akan bernasib seperti ini" batin Sarah merasa menyesal karena menolak Topan dulu.
Setelah berjalan cukup lama akhirnya Sarah sampai juga di perusahaan tempatnya memarkirkan mobilnya tadi.
Sarah masuk kedalam mobilnya dengan perasaan kacau.
Rasa menyesal karena telah meninggalkan Topan dahulu dan menyesal karena mau menjadi istri Rama yang usianya bahkan beda jauh dengan Sarah.
"Kenapa aku seceroboh ini hah, semua yang aku lakukan dulu ternyata menjadi boomerang untuk diriku sendiri" gumam Sarah sambil memukul setir mobilnya.
Namun mata Sarah dikejutkan dengan dua sejoli yang keluar dari perusahaan itu.
Wajahnya tak asing bagi Sarah dia sangat mengenal salah satu dari mereka.
"Rafli" gumam Sarah.
"Sedang apa dia di perusahaan ini dan siapa wanita itu hah?" tanya Sarah pada diri sendiri.
Seketika terlintas di pikiran Sarah untuk mengikuti mereka yang pergi naik mobil. Rafli dan wanita itu sangat mesra dan begitu akrab.
Sarah melajukan mobilnya mengikuti mobil milik Rafli, dia sangat penasaran dengan Wanita yang bersama dengan Rafli.
***
Hari ini kira kira sudah pukul 4 sore, Topan masih berada di kantornya membuat deskrifsi gambar untuk presentasinya waktu itu, hari ini juga Topan akan bertemu lagi dengan pak Darma dan lawan bisnisnya.
Kringg.. Kringg..
__ADS_1
Telepon perusahaan yang berada dekat dengan Topan berbunyi.
Topan mengangkat telpon itu.
[Sekarang kita akan meeting dengan pak Darma pak] sahut Zahra di sebrang sana.
[Tunggu aku dimobil Zahra ajak juga Rudi] sahut Topan sambil mematikan sambungan telpon.
Topan mengeprin hasil gambarnya, dia memasukan hasilnya ke dalam map berwarna coklat.
Topan memasukannya kedalam tasnya tak lupa dengan laptop dan peralatan yang lainnya.
Topan berjalan kearah parkiran mobilnya disana sudah ada Zahra dan Rudi yang menunggu Topan.
"Bawa mobilku Rud, kita harus cepat sampai" sahut Topan sambil menyerahkan kunci mobilnya pada Rudi.
"Baik pak" kata Rudi dengan anggukan kepala.
Mobil mereka melaju membelah jalanan ibu kota yang sangat ramai dengan kendaraan.
Sore ini Topan sangat berharap dia bisa bergabung dengan perusahaan pak Darma dan mengalahkan pesaingnya dari perusahaan lain.
Topan langsung tersadar kalau sekarang dia sudah berada di depan perusahaan pak Darma yang sangat besar dan sukses itu.
"Ayo masuk kita pasti terlambat" sahut Topan langsung sigap keluar dari mobil yang di susul oleh sekertaris dan bendaharanya itu.
Mereka bertiga masuk kedalam perusahaan yang sudah tak banyak karyawan disana hanya satu atau dua orang yang berlalu lalang.
mungkin karena waktunya sudah sore jadi para karyawan sudah pulang. Pikir Topan.
Topan sampai di ruangannya yang telah dijanjikan oleh pak Darma padanya, hingga Topan tak perlu bertanya lagi karena Topan sudah tau.
Tokk.. Tokkk..
Topan mengetuk pintu ruangan yang bertuliskan "Meeting Room".
" permisi pak, apa boleh saya masuk" sahut Topan dari luar sambil mengetuk pintu.
__ADS_1
"Masuk" teriak pak Darma dari dalam ruangan itu.
Topan dan kedua karyawannya itu masuk kedalam ruangan itu,
Topan menjabat tangan pak Darma yang sedang mengutak atik laptop.
"Maaf pak saya terlambat sehingga anda harus menunggu" ucap Topan tak enak hati.
"Tidak apa apa pak, Wong lawan bisnisnya juga belum sampai" ucap pak Darma sambil tersenyum.
Topan hanya membalas tersenyum.
Topan sudah sangat banyak berbincang dengan pak Darma, akhirnya lawan bianis Topan pun datang mereka mengetuk pintu ruangan itu.
Topan sangat tak sabar ingin segera melihat pesaingnya itu.
"Masuk" teriak pak Darma yang mempersilahkan mereka masuk kedalam.
Mereka masuk kedalam ruangan itu.
Namun betapa terkejutnya Topan saat melihat kalau lawan bisnisnya itu adalah...
"Paman Rama" gumamnya syok melihat manusia itu berada tepat di hadapannya.
"Maaf Pak Darma saya sedikit terlambat karena jalanan cukup macet" sahutnya sambil mendekat dan menjabat tangan pak Darma.
"Tidak masalah pak Rama, untung saja pak Topan orangnya sabaran jadi dia setia menunggu disini" ucap pak Darma meledek karena dirinya memang lama menunggu kedatangan Rama.
'Kenapa paman Rama bisa bebas dari penjara? dan kapan bebasnya?' batin Topan bertanya tanya.
bersambung..
***terima kasih sudah mampir kekarya saya..
tunggu next episodenya ya...
jangan lupa like comen dan Vote ya...
__ADS_1
jangan lupa beri Author hadiah biar semangat lagi nulisnya.
salam manis Author***