Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 121


__ADS_3

Tap


Tap


Langkah kaki Topan dan Nita menggema di lorong rumah sakit itu karena mereka berlari menuju ruang gawat darurat yang disana ada Rama yang sedang di rawat.


Nita melihat Sarah yang masih saja menangis dengan di temani oleh Ayahnya yang sedari tadi berada disamping Sarah, Nita langsung memeluk Sarah dan mencoba menenangkannya.


"Nita mas Rama" lirih Sarah saat Nita memeluknya.


"Paman sedang di tanganni oleh Dokter kamu sabar ya Sarah" ucap Nita mengusap rambut Sarah.


Tak lama setelah itu Lynda dan Bi Iyem sampai disana dengan cepat Bi Iyem mengambil Rayhan yang sedang di gendong Topan karena sejak tadi Topan merasa pegal pegal.


"Mah" gumam Nita meminta tolong pada Lynda untuk membantu menenangkan Sarah yang sedari tadi menangis.


Lynda memeluk Sarah dan menenangkannya, tetapi tetap saja tak ada bedanya Sarah terus saja menangis karena dia lah orang yang satu satunya melihat kalau tadi nafas Rama sudah tak ada.


**


Di sisi lain kabar kecelakaan itu langsung tersebar melalui media dan dari mulut ke mulut bahkan sampai masuk kedalam berita televisi karena Rama dulunya adalah salah satu pengusaha terkenal di kota ini.


Hilman yang mendengar itu langsung menemui Sarah yang sekarang di kabarkan di rumah sakit yang tak jauh dari tempat kejadian.


Hilman mengendarai mobilnya menuju rumah sakit itu dengan kecepatan yang tinggi membuat Hilman cepat sampai ke rumah sakit itu.


Hilman terlebih dulu bertanya pada resepsonis karena dia gak tau dimana Rama berada sekarang.


"Sus dimana ruangan yang baru saja mengalami kecelakaan" tanya Hilman.


"Di unit gawat darurat pak sebelah sana" ucap Suster itu.


Hilman langsung berjalan kesana dia melihat Sarah dan keluarga Topan yang sedang menunggu disana, tanpa menunggu lama Hilman langsung kesana.


"Nona Sarah aku turut bersedih dengan kecelakaan ini" ucap Hilman pada Sarah yang masih menangis.

__ADS_1


Sarah langsung melihat kearah Hilman, entah kenapa rasanya Sarah sangat ingin memeluk Hilman padahal mereka selalu saja tak akur jika bertemu.


Namun Sarah langsung memeluk Hilman, dan membuat Hilman terkejut dan tak membalas pelukan Sarah, Hilman menatap dulu pada wajah Lynda dan Anjasmara secara bergantian mengekspresikan kalau Hilman meminta ijin untuk membalas pelukan Sarah.


Lynda menganggukan kepalanya mengartikan dia memberi ijin untuk Hilman membalas pelukan Sarah, karena merasa dapat ijin Hilman pun memeluk Sarah dengan erat.


Hilman melepas pelukannya dan mengusap air mata Sarah yang membasahi pipinya, Hilman merasakan kesedihan Sarah itu karena dia merasa sayang pada Sarah jadi Hilman juga merasakan bagaimana terlukanya Sarah.


Hilman mendudukan Sarah di kursi tunggu, sedangkan Hilman duduk di lantai menghadap pada Sarah, Hilman memegang tangan Sarah dengan erat.


Lama mereka menunggu akhirnya Dokter keluar dari ruangan itu namun wajah Dokter terlihat sedih dan putus asa karena terlihat jelas dari ekspresinya.


"Bagaimana keadaan suami saya Dok" tanya Sarah yang langsung mendekati Dokter itu.


"Maaf Bu saya sudah melakukan sebisa mungkin tapi takdir berkata lain" ucap Dokter.


"Apa mas Rama" ucap Sarah terkejut sambil menutup mulutnya.


"Iya bu tuan Rama sudah meninggal" ucap Dokter itu meninggalkan keluarga pasien.


"Tidak ini tidak mungkin" teriak Sarah memegang kepalanya yang pusing.


Hilman replek langsung memegangi Sarah yang hampir saja terjatuh, tapi Sarah berambisi kuat untuk tetap sadar dan memberi tau Anjasmara kalau orang yang dia benci sekarang sudah tiada, pikir Sarah.


"Kau senang Anjasmara" ucap Sarah dingin ketus.


"Hah kau senang dengan kejadian ini, bagaimana tidak senang Mas Rama adalah orang yang sangat kamu benci dan sekarang dia tiada karena menyelamatkan mu" teriak Sarah tepat di wajah Ayahnya itu.


Anjasmara tak menjawab karena apa yang di katakan Sarah itu memang benar adanya bahkan Rama meninggal juga karena sudah menyelamatkannya dari kecelakaan.


"Kau senang Anjasmara" teriak Sarah "kau senang" teriak Sarah lagi.


Hilman mencoba menghentikan Sarah dengan memegang bahunya supaya tak berbuat macam macam yang akan membuat kandungannya kenapa kenapa.


Sedangkan Lynda, Nita, dan Topan hanya bisa menangis saja karena untuk menghentikan Sarah pun mereka tak bisa karena jika posisi Sarah ada di mereka pun mereka akan melakukan hal sama yang sedang di lakukan oleh Sarah.

__ADS_1


"Sabar Sarah" ucap Lynda.


"Kahat Anjasmara seharusnya kau saja yang mengalami kecelakaan itu" ucap Sarah sambil menunjuk wajah Anjasmara.


"Maaf" ucap Anjasmara sambil menunduk.


"Apa? Maaf? Kau kira dengan meminta maaf akan membuat mas Rama balik lagi tidak kan".


Hilman mencoba menenangkan Sarah namun kondisi Sarah malah semakin tak bisa di kendalikan hingga Sarah terkurai lemas dan pingsan.


" sarah" ucap Nita kaget saat melihat Sarah pingsan di pelukan Hilman.


"Hilman bawa Sarah ke ruang perawatan" ucap Anjasmara khawatir.


-


Keluarga Lynda menemui jenazah Rama yang sekarang sudah berada di kamar mayat, Lynda tak sanggup melihat kondisi Rama sekarang karena banyaknya darah yang sudah mengering membuat Lynda merasa pusing saat baru saja melihatnya.


"Nita kita keluar saja yuk, mamah gak sanggup melihatnya" ucap Lynda menarik paksa menantunya itu.


Sedangkan Topan dan Anjasmara mereka melihat keadaan Rama yang sudah terbujur kaku di kamar mayat, dari dugaan mereka mungkin saja Rama meninggal saat berada di dalam ambulance.


Di sisi lain..


Hilman sedang menemani Sarah dia tak mau meninggalkan Sarah dalam kondisi apa pun, karena Hilman tau kalau sekarang Sarah sedang teramat sedih dan itu tak baik untuk kandungannya.


Bahkan tangan Hilman menggesek gesek tangan Sarah guna memberikan kehangatan untuk Sarah, hari sudah semakin malam dan Sarah tak kunjung bangun juga.


Padahal Hilman bisa merasakan pergerakan bayi dalam kandungan Sarah yang sudah mulai aktif, tangan Hilman repleks memegang perut Sarah yang mulai sedikit buncit karena kandungannya sudah hampir 5 bulan lebih.


"Nak kasihan kamu Ayah kamu sudah tiada Nak kamu yang sabar yah, paman janji akan menyayangi kamu sebagai anak paman sendiri tapi ingat ya jangan bandel kasihan mamah kamu pasti kecapean" ucap Hilman mengajak ngobrol bayi dalam kandungan Sarah.


Bayangkan saja seorang yang dingin, cuek, dan datar mengajak seorang bayi bermain apakah masih terlihat datar? Mungkin saja karena seorang pria akan berubah menjadi bucin saat bersama dengan orang yang tepat.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2