
Malam ini keluarga Nita memutuskan untuk menginap selama satu minggu di rumah besannya itu, terkecuali paman dan bibinya mereka harus pulang karena rumahnya tak ada yang jaga.
Jadi ibu bapak dan puput menginap di rumah mertua putrinya, itung itung liburan.
"Makan pak bu silahkan dimakan makanannya" sahut Topan yang sedang duduk di meja makan.
"Iya nduk terima kasih" jawab pak Robi.
Mereka semua makan dengan sangat lahap, walau pun begitu tetapi tetap saja tak membuat hati Puput yang sedari tadi merasa panas karena rasa iri pada kakak kandungnya itu.
"Kak Nita kau hidup senang disini sedangkan aku tinggal di gubug tua yang hampir roboh" batin Puput yang merasa iri pada kehidupan Kakaknya.
"Makan Put kamu lebih kurus sekarang" sahut Topan yang melihat Puput dari tadi mengaduk aduk makanannya.
"Iya kak" jawabnya dengan senyuman terpaksa.
Puput menghabiskan makanannya dengan cepat, dia merasa panas Hati karena melihat kondisi Nita.
"Puput permisi ke kamar dulu" sahut Puput sambil pergi meninggalkan semua orang yang masih makan.
Puput masuk kedalam kamar tamu dia masih tetap saja merasa iri,
"Kau enak enak hidup disini dan aku menderita disana" gumam Puput sambil tersenyum menyeringai namun tangannya mengepal menandakan dirinya sedang menahan amarah.
"Aku akan membalas perbuatanmu kak Nita" gumamnya.
*
Malam ini Puput tak bisa tidur dia tetap saja memikirkan bagaimana caranya membalas perbuatan Kakaknya.
Anak yang baru lulus Smp itu terus saja memikirkan hinaan dari teman temannya saat di sekolah dulu.
"Kamu anak orang miskin gak berhak untuk sekolah di sekolah elit ini".
" dasar anak miskin bau sampah".
"Jangan sekolah Put mending kamu kerja aja lihat rumah gubugmu itu mau runtuh".
" hahahaha Puput dasar gak berguna".
"Kamu itu hanya orang miskin jadi jangan sombong".
Begitulah hinaan dari mulut teman temannya di sekolah.
Puput merasa terkucilkan disekolah sana.
Dan dia melampiaskan amarahnya pada Nita yang tak tau apa apa, alasannya karena Nita sudah menjadi orang kaya dan Puput masih sama saja menjadi orang miskin.
Puput tak pernah tau kalau biaya sehari hari dan biaya sekolahnya yang sangat mahal itu juga pemberian dari Topan dan Nita.
Namun sebesar apa pun pemberian Topan tetap saja kurang karena biaya sekolah Puput amatlah mahal jadi pak Robi harus tetap bekerja di toko sembakonya.
Puput pun tak tau kalau baju yang sedang dia pakai juga adalah dari uang pemberian Topan, jadi dia tak tau apa apa mengenai uang sehari harinya.
*
Pagi ini Nita sudah berada di dapur menyiapkan makanan untuk keluarganya, sedangkan Topan sedang asik mengasuh Rayhan supaya tak menyusahkan Nita saat Nita bekerja.
"Masak apa Nit" tanya mamah Lynda.
Nita menoleh ke arah suara mertuanya itu.
"Mah. Aku sedang masak sayur bayam, rendang Ayam dan tahu tempe" jawab Nita bersemangat.
"Enak tuh, nanti mamah nyoba dikit saja ya" sahut Mamah Lynda.
"Mamah ini jugakan buat mamah dan semua orang" jawab Nita.
"Makasih Nit sudah mau ngurus mamah yang bahkan belum bisa kasih kamu kebagiaan" sahut mamah Lynda yang merasa kalau Nita sudah berbuat banyak padanya.
"Sudah mah gak usah begitu, malah Nita yang merasa belum ngasih apa apa sama mamah karena Nita mamah jadi repot" ucap Nita.
"Mamah sangat bahagia bisa punya mantu seperti kamu Nita" sahutnya lembut sambil memegang bahu menantunya itu.
Nita menatap mertuanya dan tersenyum manis.
"Kita makan dulu mah, biar Nita hidangkan makanannya" sahut Nita sambil memasukan sayur pada mangkuk.
"Ayo Sayang, ajak juga keluargamu biar sekalian" perintahnya.
__ADS_1
Nita mengangguk paham, lalu dia segera berjalan ke arah kamar tamu, kamar dimana ibu bapak dan adiknya tidur.
Nita mendengar keributan di dalam kamar ibunya itu.
"Cobalah ibu bujuk kak Nita untuk merenovasi rumah kita" sungut Puput dengan nada marah.
"Tidak Put, keluarga kakak kamu itu sudah banyak membantu kita" jawab Ibu Rubiah ibunya Nita dan Puput.
"Ayolah pak aku malu tinggal di gubug itu terus" sentak Puput menatap nyalang kearah pak Robi.
"Kamu harusnya bersyukur masih punya rumah Put" jawab Pak Robi lemah.
Permintaan Puput bukanlah satu kali dua kali, tetapi Puput sangat sering meminta untuk merenovasi rumah.
Namun pak Robi berpikir keras dari mana dia dapatkan uang banyak untuk merenovasi rumah.
"Ayo dong pak bicara pada kak Topan" perintahnya.
Namun pak Robi menggelengkan kepalanya, menolak perintah putrinya untuk bicara pada Topan.
"Dasar keluarga tak berguna" gumam Puput.
Nita yang melihat kejadian itu hanya bisa mengintip saja dari balik pintu, karena jika Nita masuk pasti akan menjadi masalah besar.
Untuk masalah yang satu ini Nita tak bisa membantu karena Nita juga malu kalau harus meminta Topan untuk merenovasi rumah ibunya.
Apa lagi di jaman sekarang yang serba mahal, mungkin merenovasi rumah juga bisa merogoh kocek sebesar puluhan juta.
Setelah dirasa sudah mulai damai.
Nita perlahan mengetuk pintu.
"Ada apa Nita" tanya ibu Rubiah yang membukakan pintu.
"Ayo kita makan dulu bu" jawab Nita.
"Baiklah ayo pak Put kita makan" sahutnya yang berjalan mengikuti Nita dari belakang.
*****
Di sisi lain ada Sarah yang sudah berada di halaman rumah Ayahnya, Sarah baru saja sampai ke rumah itu.
Sarah melihat seorang pria paruh baya yang sedang duduk di Sofa dan di kelilingi oleh 3 wanita yang memakai pakaian kurang bahan.
"Ayah" panggil Sarah.
Pria itu langsung menoleh kearah suara tersebut.
"Sarah" gumamnya.
Pria itu bangkit lalu mendekat kearah putri semata wayangnya.
"Apa kau tak malu membawa wanita lain kerumah ini Tuan Anjasmara Wiguna" gertak Sarah.
"Maksud kamu apa Nak" tanyanya merasa bingung kepada ucapan putrinya.
"Jangan panggil aku anak, aku bukan anakmu lagi anggap saja kita tak pernah saling mengenal" ketus Sarah.
Deg..
Serasa di hantam oleh panah tajam, hati pak Anjasmara sakit mendengar ucapan yang keluar dari mulut putrinya itu.
"Tapi Sarah kenapa kamu jadi begini hah?" tanya pak Anjasmara lagi.
"Pikir saja sendiri kenapa saya menjadi seperti ini? Bisakan?" ketusnya.
"Baiklah saya sedang sibuk, apa yang akan anda bicarakan dengan saya? To the poin aja?" ucap Sarah masih terlihat dingin.
Pak Anjasmara memberikan kode pada ketiga wanita bayarannya itu untuk pergi dan meninggalkan Ayah dan putrinya itu mau berbicara penting
"Jadi begini Sarah kedatangan Ayah kesini Ayah mau menjodohkanmu dengan putra teman Ayah, dan untuk yang ini kamu gak boleh Nolak" ucapnya.
Sarah terkejut.
"Apa anda meminta Saya menikah dengan putra teman anda, jangan harap" ketus Sarah.
"Ayolah Sarah setidaknya kamu harus bertemu dulu dengan putra teman Ayah ya" ucapnya sedikit memohon.
"Tidak bisa" tegas Sarah.
__ADS_1
"Baik apa kau mau selamanya tak menikah Sarah lihat usiamu sekarang sudah hampir 23 tahun Sarah sudah waktunya kamu menikah dan hidup bahagia" sahutnya dengan nada tak bersahabat.
"aku tak mau menikah Ayah" bentak Sarah berbohong padahal baru kemarin dia melangsungkan pernikahannya dengan Rama.
"Kenapa karena kamu masih menginginkan Topan yang sekarang sudah bahagia dengan istri dan anaknya". Bentak pak Anjasmara yang marah pada sikap putrinya.
" kenapa Ayah tau" tanya Sarah.
"Ayah tau semuanya Sarah, Ayah tau jadi untuk kali ini kamu gak boleh Nolak apa kamu mau jadi perawan tua" ucapnya sambil mengusap rambutnya.
"Tapi Yah.... " ucapan Sarah terpotong karena pak Anjasmara langsung masuk kedalam kamar.
"Dasar Ayah sialan" gumam Sarah kesal pada perlakuan Ayahnya.
Sarah tak berani mengikuti Ayahnya karena di kamar itu juga ada tiga wanita tadi yang masuk kesana.
Sarah masih menunggu sang Ayah keluar dia mau menjelaskan kalau dia tak mau di jodohkan.
Tetapi yang di tunggu Sarah tak keluar juga hanya dua wanita tadi yang keluar.
Kedua wanita itu duduk di Sofa dengan Sarah.
"Berapa Ayah membayar kalian" tanya Sarah ketus.
"Kami di bayar 5 juta sekali kencan nona" jawab wanita yang memakai dress hitam selutut dan atasanya melorot kebawah sehingga memperlihatkan buah dadanya yang besar.
"Ckk murahan" Sarah berdecak.
"Lantas kenapa kalian keluar, kemana wanita yang satu lagi" tanya Sarah lagi.
"Dia sedang melayani Ayah anda Nona" jawannya tanpa rasa malu.
"apa Ayah pernah menyentuh kalian" tanya Sarah yang membuat Sarah penasaran.
"Sering Nona, Ayah anda sangat kuat satu hari dia sering melakukannya hingga 4 kali" jawabnya sambil tertawa cengengesan.
"What" Sarah terkejut bukan main.
Drtt drttt...
Suara panggilan dari ponsel Sarah membuat Sarah yang terkejut menjadi tersadar.
Sarah mengambil ponselnya yang berada di dalam tas.
"Mas Rama" gumamnya.
Sarah mengangkat panggilan vidio dari suaminya itu.
"Ada apa" ketus Sarah saat panggilan sudah terhubung.
"Dimana kamu" tanyanya.
"Di rumah Ayah mas, sudahlah jangan ganggu dulu" sahut Sarah.
"Siapa yang sedang bersamamu Sarah" tanya Rama karena mendengar ada yang berbincang samping Sarah.
"Ohh Wanitanya Ayah mas" jawab Sarah sambil memindahkan kameranya menjadi kamera belakang, sehingga menampakkan dua wanita yang seksi.
"Apa Ayahmu punya wanita jal*ng" ucap Rama sambil tertawa terbahak bahak.
"Diam mas aku tak suka" sungut Sarah.
Sarah mematikan sambungan telponnya saat melihat Ayahnya keluar dari kamar itu dan di ikuti wanita tadi yang bersama dengan Ayahnya.
Pak Anjasmara duduk di tengah tengah wanita itu.
"Aku harap kamu sudah pertimbangkan lagi permintaanku" sahutnya pada Sarah.
"Baik aku akan bertemu dengan putra teman Ayah itu tetapi dengan satu Syarat" sahut Sarah.
bersambung...
**Syarat apa yang di pinta Sarah?
dan bagaimana Puput yang sedang iri pada kakaknya?
yuu lihat jawabanya di episode selanjutnya..
salam Sayang Author🙏🙏**
__ADS_1