Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 63


__ADS_3

Di sisi lain ada Sarah yang sedang duduk di taman kota, matanya menatap kosong kearah depan.


Karena wajah Sarah yang ada bekas luka jadi hampir semua orang tak dapat mengenali Sarah, hanya orang orang yang pernah dekat dengannya saja yang mengenalinya.


Beberapa hari ini Sarah hanyalah berdiam diri di taman karena kosan yang Sarah tempati tak jauh dari taman itu.


Hoekkk..


Hoekkk..


Sarah merasa mual dan seperti ingin memuntahkan semua isi di dalam perutnya,


Sarah berjalan kearah toilet umum yang berada di taman itu, Sarah masuk dan muntah disana.


"Aku kenapa" gumam Sarah.


Sarah membeli air botol dan meminumnya hingga habis Sarah merasa sangat haus hari ini dan Sarah juga merasa sedikit pusing.


Sarah berjalan untuk pulang ke kosannya yang tak jauh dari taman itu, Sarah merasa sudah tak kuat untuk berdiri bahkan kepalanya merasa pusing dan sangat ingin tidur.


Brugghh


Sarah terjatuh di atas tanah, Sarah sudah tak sanggup menahan lagi tubuhnya.


Badannya gemetar hebat karena merasa tak enak, matanya tak bisa melihat dengan jelas pandangannya kabur dan bleng hitam.


-


Para Dokter sedang memeriksa Sarah yang di bawa warga karena pingsan di jalanan.


Sarah masih belum sadarkan diri, entah penyakit apa yang ada di tubuh Sarah.


Dokter itu keluar dari ruangan itu untuk bertanya pada keluarga Sarah.


"Maaf bu apa pasien sedang hamil" tanya Dokter pada Weni pemilik kosan yang di tempati Sarah sekarang.


"Saya tidak tau Dok, tapi beberapa hari ini dia sering mengalami mual mual dan pusing" jawab Weni.


"Baiklah ibu tunggu dulu, kami akan melakukan USG untuk pasien" sahut Dokter sambil masuk lagi kedalam.


Weni duduk lagi di kursi tunggu, dia merasa bertanggung jawab pada Sarah karena hanya dia lah yang kenal dengan Sarah.


Lama Dokter memeriksa Sarah akhirnya Sarah sadar juga dan Weni di perbolehkan untuk masuk menemui Sarah yang sudah siuman.


"Dari hasil pemeriksaan, bu Sarah sedang hamil dan mengalami Dehidrasi karena kekurangan cairan pada tubuhnya" jelas Dokter.


"Apa" tanya Sarah tak percaya kalau dirinya hamil.


"Iya Bu selamat bayi anda sangat sehat, jadi jangan pernah telat makan dan minum ya, istirahat yang cukup jangan banyak pikiran karena takut berdampak pada bayinya" sahut Dokter.

__ADS_1


Tess..


Tess..


Air mata Sarah jatuh dia tak menyangka kalau dia akan memiliki bayi, pasti Rama akan sangat senang jika mengetahui kehamilannya itu.


"Selamat ya Sarah" sahut Weni.


"Makasih ya, aku senang sekali Wen" ucap Sarah masih tak menyangka.


Setelah di beri vitamin oleh Dokter Sarah baru bisa pulang, Sarah sangat tak sabar untuk memberitau Rama atas kabar baik itu.


Sarah sudah bersiap untuk pergi bertemu dengan Rama.


Sarah naik taksi untuk ke rumah Rama, karena Sarah tau kalau Rama pasti sudah keluar dari rumah sakit.


Sarah menuju rumah Rama yang waktu dia kesana masih sepi dan banyak tanda polisi.


"Semoga saja mas Rama ada di rumahnya dan menyelesaikan masalahnya dengan polisi" gumam Sarah.


Namun Sarah harus mengalami kekecewaan yang sangat dalam saat melihat kalau rumah Rama terlihat ramai seperti acara pernikahan yang sangat mewah.


"Siapa yang nikah disini" gumam Sarah.


Sarah turun dari taksi dan langsung menerobos masuk kedalam rumah yang sangat banyak tamu.


"Maaf Nona bisa saya melihat undangannya" tanya Satpam yang berjaga disana.


"Undangan apa" tanya Sarah keheranan.


"Maaf Nona ini acara besar, jika anda tak memiliki undangan anda tak bisa masuk acara ini khusus untuk tamu dengan buku undangan" sahut satpam itu.


"Maaf pak saya tak punya undangan, lagian saya tak tertarik untuk masuk" ucap Sarah sambil beranjak pergi.


Sarah kembali lagi masuk kedalam taksinya.


"Kamu dimana Mas" batin Sarah bertanya tanya.


Sarah harus kembali ke kosan karena tak dapat menemukan Rama yang sedang dia cari sekarang, padahal Sarah hanya ingin memberitau tentang kehamilannya ini.


"Apa mas Rama menjual rumah itu, dan pindah ke tempat lain karena tak mau kalau Ayah akan menemukannya dan menyakitinya lagi" gumam Sarah sambil menatap Foto pernikahan mereka.


Batin Sarah mulai menerka nerka kalau Rama sudah tak mau bersamanya atau bahkan bisa jadi Rama hanya menganggap Sarah istri kontraknya saja.


"Jika kau sudah tak mencintaiku mas, akan aku tagih perjanjian kita dulu kalau sampai aku hamil aku akan mengambil semua hartamu" gumam Sarah yang hatinya sudah di penuhi dengan keegoisan dan kemarahan.


***


Di kediaman Lynda House.

__ADS_1


Rama berjalan kearah dapur dia ingin meminum teh hangat untuk melegakan tenggorokannya yang sangat kering.


Rama duduk di meja makan, Rama melihat ada Bi Iyem disana yang sedang mencuci piring di dekat wastafle.


"Iyem tolong buatkan aku teh hangat" sahut Rama.


Bi Iyem langsung melihat Rama yang sedang duduk di meja makan sambil memegang kakinya yang sakit.


"Apa perlu aku tambahkan racun juga tuan" sahut Bi Iyem ketus pada Rama.


"Apa maksudmu Yem" tanya Rama keheranan dengan sikap Bi Iyem.


"Hehehe aku cuman ingin kau merasakan apa yang dulu aku rasakan" ucap Bi Iyem.


"Sudah ku bilang kalau aku tak bersalah Yem" sahut Rama.


"Iya aku tau kau tak bersalah yang salah hanyalah aku yang sudah bodoh mengikuti setiap kemauanmu" ketus Bi Iyem.


Lynda datang kesana dengan membawa majalah terbaru yang sering dia baca setiap harinya.


Lynda duduk di meja makan sebrang Rama, mata Lynda masih tertuju pada Majalah itu.


"Bi tolong buatkan aku teh ya" sahut Lynda.


"Baik bu sebentar saya akan buatkan" sahut Bi Iyem cepat.


Bi Iyem meletakan satu gelas teh kedekat Lynda yang sedang fokus membaca majalah yang sekarang sudah mulai kebiasaannya.


"Tehnya Bu" sahut Bi Iyem.


"Mana tehku Yem" sahut Rama.


Bi Iyem tak menggubris ucapan Rama, dalam hatinya Bi Iyem sangat ingin mencekik Rama yang dengan kondisi menghawatirkan itu.


Lynda menatap Bi Iyem yang sedang sibuk dengan cucian piring yang kotor dan tak menggubris ucapan Rama barusan.


Lynda paham betul kalau Bi Iyem pasti masih sangat marah pada Rama yang sudah menjualnya dahulu.


Lynda menyodorkan tehnya pada Rama yang sedang merasakan kesakitan pada kakinya, dalam hati Lynda sangat merasa kasihan pada Rama namun pikirannya sangat membenci Rama.


"Minumlah teh milikku, jadilah orang baik Rama tebus semua kesalahanmu dahulu" ucap Lynda sambil berjalan pergi.


bersambung....


***masalalu bi Iyem sudah mulai terbongkar ya nanti di part selanjutnya akan di bongkar masalalunya ya..


jangan lupa like comen dan vote.


salam manis Author***...

__ADS_1


__ADS_2