
"Maksudnya apa Nyonya" tanya Nita yang masih bingung dengan maksud kedatangan keluarga Arka.
"Benar Nita, kami ingin menjadikan Puput sebagai istrinya Arka" ucap Leo.
Nita menatap pada Puput yang hanya bisa menundukan saja kepalanya.
"Tapi Nyonya Apa tidak terlalu terburu buru" ucap Lynda.
"Ya Nyonya Lynda kami tau kami datang terburu buru tapi kami hanya ingin melamar dulu Puput soal pernikahannya selesai acara tahlilan pun juga tak masalah" ucap Luna.
"Kalau kami terserah Puput saja Nyonya karenakan ini masalah hidup Puput jadi kami tak berhak menentukan" ucap Ibu Rubiah ibunya Puput.
"Bagaimana Put" tanya Nita menyenggol tangan Puput karena Puput sejak tadi berada di samping Nita.
Puput merasa gugup dan grogi bahkan dia tak bisa berkata apa apa karena mulutnya seakan kaku untuk bicara.
Puput hanya menganggukan kepalanya menandakan dia menerima lamaran dari Arka.
"Syukurlah akhirnya anakku menikah juga" celetuk Luna mamahnya Arka.
Sedangkan Arka hanya tersenyum senang karena akan menjadi suaminya Puput, bahkan ini adalah sebagian dari mimpi Arka karena sejak dulu hanya Puputlah yang Arka inginkan.
"Baiklah Bu Rubiah, soal tanggal pernikahannya kami serahkan pada kalian kami akan siap kapan saja" ucap Leo.
"Terima kasih Tuan" ucap Ibu Rubiah.
"Jangan panggil tuan, panggil saja Leo mungkin aku lebih muda dari anda" ucap Leo.
"Ya".
Mereka pun mengobrol sampai akhirnya Luna dan Leo memutuskan untuk pulang sedangkan Arka di suruh menginap disana bersama Puput sampai selesai tahlilan hari ke tujuh.
Arka juga sudah menyuruh Galih untuk menghandle pekerjaannya di kantor karena hari hari ini Arka tak punya jadwal temu dengan klien jadi Arka cukup tenang bila lama lama di kampung Puput.
Acara tahlilan ke tiga hari sudah selesai, malam harinya Arka sedang duduk di teras dengan Topan menikmati secangkir kopi dan makanan ringan yang sudah Nita buatkan.
"Kak Topan bagaimana perjanjian mu dengan papah, apa berjalan dengan baik" tanya Arka.
"Cukup baik, tapi aku tak tau ternyata tuan Leo adalah papahmu" ucap Topan.
"Ya dia juga baru tau kalau kau adalah kakak iparnya Puput" ucap Arka.
"Lalu rencananya dimana kau akan melangsungkan pernikahan" tanya Topan.
"Kalau aku terserah Puput saja".
Datanglah Puput dan Nita kesana karena hari juga sudah malam Nita menyuruh Topan untuk masuk dan tidur ke kamar, sedangkan Puput dan Arka masih berada di sana.
Mereka tak melakukan apa apa hanya hening dan tak ada pembicaraan yang mereka lakukan.
Karena di rasa tak ada percakapan Arka pun bangkit dari duduknya.
" tidurlah sudah malam" ucap Arka.
"Lalu kau akan tidur dimana" tanya Puput.
"Di ruang tengah" jawab Arka.
"Tidak kau tidur saja di kamarku" ucap Puput.
__ADS_1
"Lalu kau akan dimana, apa kita akan tidur bersama" tanya Arka sambil tersenyum menggoda Puput.
"Ck kau ini, tentu tidak aku akan tidur dengan ibu dan mamah Lynda" ucap Puput.
"Oh oke, aku kira kita akan satu kamar berdua" ucap Arka.
Tak menggubris ucapan Arka, Puput langsung masuk kedalam kamarnya untuk mengambil bantal dan selimut karena di kamar ibunya tak ada selimut dan bantal.
Arka mencengkram tangan Puput saat Puput akan keluar dari kamarnya itu, kamar yang kecil dan sempit yang membuat keduanya saling berdekatan.
"Ada apa lagi" tanya Puput.
"Tidak cuman mau ngucapin selamat tidur saja".
" Ya makasih" ucap Puput.
Di kamar Nita dan Topan mereka sedang duduk di atas kasur yang tipis dan kasar, Nita masih memikirkan kenapa keluarganya Arka terburu buru datang dan langsung melamar Puput.
Bahkan keluarganya Arka pun belum mengenal Puput dengan baik, tapi mereka percaya kalau Puput akan menjadi istri yang baik untuk Arka.
"Mas apa kau tak curiga dengan keluarga Arka" tanya Nita memandang wajah suaminya yang tampan itu.
"Curiga kenapa Nit, mereka orang baik bahkan papahnya pun teman bisnis kita".
" bukan begitu mas aku hanya takut saja setelah mereka tau masa lalu Puput, aku tak yakin apa mereka akan menerima Puput dengan baik atau tidak".
"Jangan berpikir begitu Nit, aku yakin kalau keluarga Arka bisa menerima Puput dengan baik kau jangan berpikir begitu, bisa saja kan mereka sudah tau tentang itu, mereka bukan orang sembarangan Nit bahkan kalau hanya untuk mencari tau tentang kehidupan Puput mereka hanya tinggal duduk dan langsung tau jawabannya" ucap Topan.
"Benar juga mas" ucap Nita.
"Ya sudah kita tidur saja yu" ucap Topan.
"Ya mas".
Delapan orang dalam satu mobil, mereka pulang ke kota hanya memakai mobil Topan saja karena mobil Arka sudah di bawa pulang oleh keluarganya waktu itu.
Topan dan Nita duduk di kursi depan sedangkan Lynda dan ibu Rubiah beserta Zia dan Rayhan duduk di kursi tengah sedangkan Arka dan Puput duduk di kursi belakang dan hanya berdua.
Rasa canggung tersirat di pikiran Arka dan Puput, bahkan sejak beberapa hari ini mereka sudah tak melakukan pembicaraan.
Bahkan saat mereka bicara pun hanya membicarakan selamat malam dan selamat makan.
"Bu ibu tinggal saja di rumah, jangan ikut Puput ngekos" ucap Topan.
"Tidak nak Topan ibu tak enak kalau harus tinggal bersama kalian takutnya merepotkan" sahut ibu Rubiah.
"Gak merepotkan bu, justru kami senang kalau ibu mau tinggal bersama kami" ucap Lynda.
"Tidak mah kami akan ngekos saja di dekat kosannya Wini" sahut Puput.
"Jangan, kenapa harus ngekos? Tinggal saja di rumah aku bahaya kalau ngekos apa lagi kamu perempuan Put" ucap Arka khawatir.
"Kan sama ibu" ucap Puput.
"Tetap saja tak boleh Put, aku takut kamu kenapa napa" ucap Arka.
"Tak akan aku bisa jaga diri".
"Tetap tidak aku tak akan mengijinkan kamu ngekos apa lagi dengan ibu" ucap Arka.
__ADS_1
"Ibu tinggal saja di rumah aku, tak ada orang kok hanya ada mamah sama papah" ucap Arka pada Ibu Rubiah.
"Tidak perlu nak Arka, ibu lebih baik tinggal di rumah Nyonya Lynda saja, ibu malu kalau harus tinggal di rumah kamu".
" malu kenapa bu" ucap Arka.
"Malu kita kan belum resmi menjadi keluarga nak Arka" ucap ibu Rubiah dan di sambut tawa oleh semua orang.
**
Hari berganti hari minggu berganti minggu bulan berganti bulan, hari pernikahan Arka dan Puput semakin dekat sekarang hanya tinggal satu minggu saja sisa waktu acara pernikahan mereka.
Karena acara tahlilan bapaknya Puput sudah selesai jadi dengan cepat ibu Rubiah menentukan tanggal pernikahan Puput karena tak mau terlalu lama membiarkan Arka dan Puput bersama terus tanpa ikatan apa pun.
Apa lagi semakin kesini Arka dan Puput semakin dekat saja tiap harinya, dan ada rasa takut di hati ibu Rubiah karena takutnya mereka salah jalan karena pergaulan sekarang.
Acara pernikahan itu akan di adakan di rumah Lynda, bahkan Puput dan Arka sedang melakukan piting baju pengantin untuk mereka.
Dengan Nita dan Topan yang menemani mereka bahkan Zia dan Rayhan juga turut hadir ke butik milik Lynda karena akan memilih baju untuk mereka nantinya.
Puput sudah berada di kamar ganti dan akan mencoba gaun pernikahan, sedangkan Arka, Nita dan Topan serta kedua anaknya sudah berada di ruang tunggu untuk menunggu Puput selesai memakai gaun dan menunjukannya pada mereka.
"Mah apa Aunty akan menikah" tanya Zia.
"Ya sayang Aunty akan menikah dengan paman Arka" ucap Nita.
"Yah Aunty juga akan pergi dong" ucap Zia.
"Pergi kemana" tanya Nita.
"Ya pergi sama kaya Alena yang ikut pergi dengan Daddy dan Mommynya" ucap Zia.
"Gak sayang Aunty tak akan pergi kemana mana" ucap Nita.
"Zia, Aunty akan pergi dan perginya ke rumah paman, kalau Zia mau ketemu Zia datang saja ke rumah paman ya jangan sedih nanti kalian juga boleh kok nginap di rumah paman" sahut Arka.
"Benar ya paman" tanya Zia.
"Benar sayang".
" oh ya paman, apa yang di lakukan setelah menikah" celetuk Rayhan yang sejak tadi diam saja.
Nita dan Topan menatap Rayhan karena malu atas pertanyaan Rayhan yang sangat bar bar itu, sedangkan Arka hanya membisu karena tak tau jawabannya.
"Ray setelah menikah paman dan Aunty akan tinggal bersama, bahkan Aunty harus melayani paman sebagai suaminya dan paman akan bekerja untuk menafkahi Auntymu" ucap Arka.
"Ck aku benci dengan posisi itu" ucap Rayhan.
Arka mengerutkan keningnya.
"Benci bagaimana? Posisi apa? " tanya Arka yang tak paham dengan ucapan bocil itu.
"Ya seperti mamah sama papah, mamah akan sibuk di rumah dan menjadi pembantu sedangkan papah sibuk di kantornya karena bekerja tapi saat papah dapat uang dari kantornya semua uang yang papah punya pasti akan mamah yang pegang" jelas Rayhan.
Nita dan Topan saling menatap dan tersenyum karena bocahnya itu sangatlah polos, bahkan Rayhan belum tau apa artinya Nafkah dan dia sudah bicara begitu.
"Sudah Arka jangan dengarkan Rayhan" ucap Topan.
"Ya Arka dia asal bicara saja".
__ADS_1
" tapi kak bukannya benar ucapan Rayhan kenapa uang yang kita cari selama sebulan dengan susah payah tapi kenapa istri kita yang menikmatinya" tanya Arka pada Topan.
"Benar juga ya" timbal Topan.