
Acara makan pun berjalan sangat lancar bahkan sesekali mereka memesan lagi makanan untuk penutup tapi beda dengan Rama sedari tadi dia seperti tak nafsu untuk makan padahal senyumannya tetap terpampang jelas di bibirnya.
Setelah selesai mereka memutuskan untuk nongkrong di taman dekat sana yang lumayan sore ini sedang banyak orang orang yang berkunjung kesana.
"Mas bisa gendong Rayhan aku takut dia menendang perutku" titah Nita pada Topan.
"Iya Nita biar mas yang gendong".
"Kita duduk disana biar dekat dengan jalan raya" ucap Sarah menunjuk bangku yang sangat dekat dengan jalan yang sekarang sedang ramai dengan kendaraan yang lalu lalang.
"Sarah hati hati takut jatuh" ucap Rama memegang erat tangan Sarah seperti tak mau kehilangan.
"Iya mas aku jalannya juga pelan kok".
Mereka semua duduk di bangku itu menatap jalanan yang sedang macet dan rawan dengan kecelakaan bahkan bahayanya banyak sekali orang yang melintas padahal mobil sedang melaju.
Mata Topan memicing saat melihat sosok yang tak asing baginya, dia sepertinya mau menyebrang tapi mobil tak henti hentinya melaju dengan kecepatan kencang.
" paman lihat apa itu Ayahnya Sarah" tanya Topan.
Mata mereka langsung tertuju pada arah dimana Topan menunjuk seseorang di sebrang sana.
"Iya itu Ayah mas mau apa dia disini" tanya Sarah.
"Dimana anak buahnya kenapa dia sendiri".
" aku gak tau mas" ucap Sarah.
"Mas bantu dia untuk menyebrang" ucap Nita pada Topan.
"Mas gak bisa Nit lihat kendaraan di mana mana" ucap Topan.
Anjasmara langsung melangkah untuk menyebrang walau pun ada kendaraan yang mau lewat, tapi Anjasmara sepertinya sedang sibuk sehingga tak melihat ada kendaraan yang sedang melaju kencang.
Anjamara terus saja melangkah tanpa melihat kanan kiri jalan, tanpa dia sadari ada satu mobil yang saat ini sedang melaju sangat kencang dari arah kanan dan itu membuat orang yang melihatnya merasa cemas.
Dengan lari seribu langkah Rama mencoba mendekati Anjasmara walau pun dia tau mobil itu akan menabrak Anjasmara dan dirinya jika ada di sana tapi Rama mencoba untuk menyelamatkan mertuanya.
Brughhh..
__ADS_1
Rama mendorong Anjasmara hingga Anjasmara terjungkal ke belakang dan menjauh dari tempat itu, akan tetapi Rama kurang cepat untuk menghindar sehingga mobil itu tepat menabraknya.
BRAAKKKK..
Suara Rama yang di tabrak mobil mendengung di setiap telinga orang orang.
Brughh...
Rama terpelanting jauh karena mobil itu juga sedang melaju kencang, untung saja mobil itu segera berhenti kalau tidak mungkin saja Rama bisa terlindas oleh mobil itu.
"Aaaaaa " teriak Sarah yang menyaksikan bagaimana suaminya itu tertabrak saat hendak menyelamatkan Anjasmara Ayahnya.
Sarah langsung berlari mendekati Rama yang sudah terkapar di atas jalanan dengan darah yang mengalir dari kepalanya, sehingga semua orang juga bisa menebak kalau Rama mengalami luka di kepalanya.
Sarah mencoba untuk membangunkan tubuh Rama yang sudah bersimbah oleh darah, Sarah tak menyangka kalau suaminya itu baru saja mengalami kecelakaan.
"Mas ayo kita susul Sarah, dan aku mau tau bagaimana keadaan paman" ucap Nita pada Topan.
Mereka langsung berjalan menyusul Sarah yang sekarang sedang di kerumuni oleh banyak orang yang berada di sana termasuk juga dengan Anjasmara yang merasa bersalah karena Rama sudah menyelamatkannya dan rela untuk tertabrak.
"Mas bangun mas" teriak Sarah sambil menggoyang goyangkan tangan Rama supaya Rama mau bangun.
Tapi entah kenapa Rama seolah tak merespon ucapan Sarah bahkan nafasnya pun sudah tak terdengar lagi dan itu membuat semua orang cemas pada kondisi Rama.
Air mata Sarah tak henti hentinya mengalir bahkan Sarah sampai berteriak untuk membangunkan suaminya itu, karena Nita juga merasa cemas dia juga merasakan bagaimana terpuruknya Sarah sekarang.
Nita membangunkan Sarah yang sekarang sedang duduk menangis di hadapan Rama yang terkapar tak berdaya, Nita memeluk Sarah mencoba untuk menguatkannya.
"Mas Rama Nita hikss hiks" ucap Sarah menangis dalam pelukan Nita.
"Sabar Sarah ambulance akan datang paman Rama akan baik baik saja" ucap Nita menguatkan Sarah padahal dalam hati Nita dia ingin sekali meraung raung karena sekarang pamannya kecelakaan.
Bahkan sedari tadi pun Topan sudah menangis di samping tubuh Rama, karena Topan membawa Rayhan jadi dia sangat kesulitan untuk membantu Rama.
Bahkan tak ada seorang pun yang mau membantu Rama karena mereka takut akan di salahkan karena kecelakaan ini bisa saja sudah di rencanakan, mereka lebih baik menunggu ambulance dan kepolisian datang terlebih dahulu.
Uwiiiwww
Uwwwiiww.
__ADS_1
Ambulance datang kesana dan langsung membawa Rama masuk untuk di bawa ke rumah sakit, Sarah di temani Anjasmara ikut dengan Rama sedangkan Nita dan Topan mereka berangkat dengan mobil Topan.
Di sepanjang perjalanan Nita berusaha menelpon ibu mertuanya untuk memberi taukan kabar ini namun ponselnya mendadak tak bisa di hubungi.
"Angkat mah, aku kasihan pada Sarah Hikss hikss" ucap Nita dengan tangisan yang pecah karena mengingat Sarah hanya di temani oleh Ayahnya di dalam ambulance sedangkan hubungan mereka masih renggang.
Sementara Topan dia terus saja mengeluarkan air matanya sambil membawa mobilnya untuk mengikuti ambulance ke rumah sakit.
Sambungan telpon pun terhubung.
[Mah paman Rama kecelakaan sekarang dia akan di bawa ke rumah sakit] ucap Nita to the poin saat sambungan telpon terhubung.
Lynda yang sedang berdiri pun langsung terduduk lemas di atas Sofa, Lynda meneteskan air matanya bukan apa apa dia mengingat bagaimana dahulu suaminya meninggal dengan kecelakaan mobil dan orang lain memberi taunya.
Air mata Lynda terjatuh dia teringat bagaimana kasarnya Rama pada suaminya dulu bahkan jika di sebutkan apakah ini adalah karma bagi Rama karena sudah membunuh suaminya Lynda dahulu?.
[Mah aku sedang dalam perjalanan ke rumah sakit jika mamah mau kesini aku akan share lok mah] ucap Nita yang menyadarkan Lynda dari lamunannya.
[Hah.. iya sayang mamah kesana sekarang] ucap Lynda.
Lynda menatap ponselnya dan menunggu pesan dari Nita tentang lokasi Rama sekarang, saat dia hendak pergi Bi Iyem datang dan melihat majikannya itu terlihat cemas.
"Bu mau kemana" tanya Bi Iyem.
"Bi Rama kecelakaan aku akan kesana" ucap Lynda.
"Apa? Bibi boleh ikut Bu" tanya Bi Iyem terkejut bukan main.
"Ayo, kunci pintu bi" ucap Lynda.
"Iya".
-
Sedangkan di rumah sakit Rama sudah mulai di tangani oleh Dokter bahkan Rama langsung di bawa ke ruang gawat darurat karena mengingat kondisinya yang sangat parah.
Sarah terduduk di kursi menunggu Rama di luar dengan di temani Anjasmara yang sedari tadi mencoba menguatkan Sarah, tapi Sarah terus saja menepis tangan Anjasmara supaya tak menyentuhnya.
Karena bukan apa apa Sarah menyalahkan Anjasmara atas kecelakaan ini karena Rama tertabrak karena hendak menyelamatkan Anjasmara yang tak hati hati dalam menyebrang.
__ADS_1
bersambung..
Kasihan Rama..