
Arka keluar dari Cafe itu namun ada telpon yang mengganggu langkahnya, Arka melihat ternyata Puput lah yang memanggilnya.
"Puput" gumam Arka.
[Ada apa Put] tanya Arka.
[Maaf tuan saya supir taksi] ucap di sebrang sana yang membuat Arka heran, Arka melihat lagi layar ponselnya dan benar yang memanggilnya memang Puput tapi kenapa yang mengangkatnya laki laki.
[Siapa ini dimana istri saya] tanya Arka.
[Istri anda pingsan dan sekarang sedang di rumah sakit pak].
[Kirimkan lokasi kalian sekarang] ucap Arka yang langsung mematikan sambungan telponnya.
"Galih kita ke rumah sakit sekarang" titah Arka panik dan cemas.
"Baik tuan".
Mobil Arka berhenti di rumah sakit yang sudah pak supir itu berikan, Arka segera turun dan langsung masuk kedalam rumah sakit itu.
" pak supir taksi" tanya Arka pada seorang laki laki yang memakai jaket bertulisan aplikasi online.
"Bapak suaminya ibu Puput penumpang saya" tanya pak supir tadi.
"Ya dimana istri saya" tanya Arka.
"Ada di dalam pak sedang di periksa oleh dokter, dengan kakaknya juga".
"Kakak siapa" tanya Arka.
"Kakak dari istri bapak" ucap Pak supir itu.
"Bagaimana ceritanya kenapa istri saya bisa pingsan pak" tanya Arka.
"Begini pak tadi di tengah jalan saya di cegat oleh kakaknya istri bapak itu, mereka mengikat saya dengan Istri bapak namun tiba tiba di tempat itu ada kejadian tawuran pak kakak istrinya bapak terluka karena terinjak oleh gerombolan orang yang sedang tawuran, untung saja istri bapak menyelamatkannya jadi dia selamat walau pun ada luka di sekujur tubuhnya, dan soal istri bapak sebelum pingsan dia merasakan perutnya sakit" jelas pak supir itu.
"Apa perutnya sakit" tanya Arka yang hanya di balas anggukan kepala oleh pak supir itu.
"Semoga saja tak terjadi apa apa pada anakku ya alloh" batin Arka gelisah.
"Kakak Nona yang mana yang sudah melukai Nona, tuan" tanya Galih berfikir karena tak mungkin Nita kakaknya Puput melakukan itu pada Puput.
"Cari tau siapa dia Galih" titah Arka.
__ADS_1
Galih masuk dengan paksa ke ruangan itu, Galih bisa melihat dengan jelas kalau ada Risa juga di sana dengan wajah yang babak belur sedangkan Puput sedang terbaring dan di periksa oleh Dokter.
"Tuan anda tak sopan, silahkan tunggu di luar" ucap suster mengusir Galih dari sana.
"Tuan ada Nona Risa istri tuan Arga di dalam" ucap Galih.
"Apa" ucap Arka terkejut ternyata Risa yang mencelakai Puput.
"Galih hubungi mamah dan papah bilang cepat datang kesini" titah Arka.
Sedangkan Arka menghubungi Arga supaya cepat datang kesana.
[Istrimu ada di rumah sakit Xxx datanglah sekarang] ucap Arka saat Arga sudah mengangkat panggilannya tanpa berucap lagi Arka mematikan sambungan telponnya.
"Kalau sampai terjadi apa pun pada bayiku aku tak akan memaafkan kalian semua" gumam Arka.
Arka menunggu di sana namun sebelumnya Arka sudah membayar pak supir taksi dengan uang yang cukup besar dan berterima kasih juga padanya karena sudah membantu Puput sampai membawanya ke rumah sakit.
Arga datang kesana karena saat mendengar kabar itu Arga langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh jadi dia cepat sampai di rumah sakit.
"Dimana Risa" tanya Arga yang melihat Arka.
Arka bangkit dan menarik kerah baju Arga.
"Gara gara istrimu Puput sekarang pingsan kalau sampai terjadi sesuatu pada kandungannya aku tak akan pernah memaafkan kalian" ucap Arka tepat di depan wajah kakaknya itu.
"Kamu bicara apa" tanya Arga.
Bughh..
Arka menonjok wajah tampan Arga, dan saat itu juga Luna dan Leo melihatnya.
"Arka kau keterlaluan" sahut Leo yang belum tau masalahnya.
Arka hanya diam dia lalu duduk di kursi tunggu tanpa merasa bersalah.
"Kau sangat kasar Arka" ucap Luna.
"Nyonya tuan ikut saya akan saya ceritakan semuanya" ucap Galih yang paham pada raut wajah Arka yang sekarang sedang marah besar.
Galih membawa Luna, Leo dan Arga menjauh dari sana, Galih menceritakan semuanya dan Luna sesekali menutupi mulutnya karena terkejut bahkan Arga juga yang tadinya merasa marah pada Arka sekarang dia hanya memaklumi saja sikap Arka padanya tadi.
"Lalu bagaimana keadaan Puput, Galih" tanya Luna.
__ADS_1
"Saya belum tau karena tadi Nona masih pingsan".
" saya harap kalian jangan menyalahkan Tuan Arka dia sedang marah besar sekarang" ucap Galih.
"Ya kita gak tau kejadiannya tadi" ucap Leo.
Mereka kembali lagi ke ruang tunggu yang di sana sudah ada Arka yang masih duduk bahkan mata Arka merah karena menahan tangis, rambutnya acak acakan karena sesekali Arka mengacak rambut frustasi.
Dokter keluar dari ruangan itu.
"Dok bagaimana keadaan Puput" tanya Arka yang langsung bangkit dan mendekati Dokter.
"Ibu Puput sudah sadar tapi ibu Risa masih dalam pengobatan kami" ucap Dokter.
Arga hanya menghela nafasnya saja, mungkin hukuman itu pantas di dapatkan oleh Risa.
Arka langsung masuk kedalam ruangan.
"Maaf pak hanya satu orang saja yang boleh masuk" ucap Dokter menghentikan keluarga Arka yang hendak masuk.
Arka berlari kearah Puput di ruangan itu Puput dan Risa hanya terhalang tirai saja dan saat itu tirai Risa tertutup mungkin Dokter sedang mengobatinya.
Arka memeluk Puput dengan sangat erat, bahkan air mata Arka yang sejak tadi mau keluar pun sekarang langsung membanjiri pipi mulusnya.
"Kau kenapa aku tak apa apa Arka" ucap Puput.
Arka tak menjawab dia hanya mengeratkan pelukannya pada Puput, dan Puput hanya bisa membalas pelukan Arka saja bahkan Puput baru tau kalau Arka lelaki yang suka memendam amarahnya itu bisa menangis juga.
"Jangan tinggalkan aku" ucap Arka.
"Tak akan" jawab Puput.
"Janji".
" janji".
"Aku janji tak akan membiarkan kamu pulang sendirian lagi, maafkan aku karena teledor membiarkan kamu pulang sendirian" ucap Arka.
"Sudah aku tak apa bayi kita juga sehatkan, aku hanya mulas saja karena telat makan" ucap Puput.
Arka mengelus perut Puput yang masih rata itu.
"Jangan buat Mommy kesakitan ya, kasihan dia" ucap Arka sambil memberikan kecupan di perut Puput.
__ADS_1
**bersambung..
Jangan lupa like comen dan votenya ya**..