Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 143


__ADS_3

"Hay" sapa seorang laki laki yang mengangetkan Puput yang sedang membuat kopi untuk Arka.


"Hay" ucap Puput gugup.


"Sedang apa, kamu anak baru itu ya" tanya laki laki itu.


"Ya nama saya Puput".


" sedang apa" tanya nya lagi.


"Sedang membuatkan kopi buat tuan Arka".


"Oh".


"Saya permisi" ucap Puput sambil pergi membawa segelas kopi yang Arka minta tadi, walau pun Puput tak tau rasa kopinya seperti apa tapi Puput yakin kopinya pas untuk Arka.


Sedangkan laki laki itu menatap kepergian Puput, ada rasa kagum dalam hatinya pada Puput apa lagi dengan penampilan Puput yang sekarang.


Puput meletakkan kopinya di atas meja Arka dan Arka hanya menatap pada layar laptopnya saja karena memeriksa ulang hasil kerja Puput.


Tanpa di sadari Arka langsung meminum kopi itu tanpa meniupnya dulu karena kopi itu panas.


Busshh...


Arka menyemburkan kopi panas dalam mulutnya dan tepat mengenai baju Puput yang sedang berdiri dekat Arka.


"Panas, apa kau mau membunuhku" bentak Arka yang merasa kepanasan.


"Tuan saya tidak salah, anda yang langsung meminum kopi itu".


" kenapa gak pake air dingin".


"Maaf saya gak tau" ucap Puput menunduk takut karena Arka membentaknya.


Arka yang melihat hal itu langsung tersadar kalau Puput ketakutan karena Arka membentaknya padahal dalam hal ini memang Arka lah yang salah karena tak meniup dahulu kopinya.


"Maaf baju mu kotor" ucap Arka yang berusaha mengontrol emosinya.


"Kau pulang lah Put ganti baju mu, tapi nanti pukul 5 sore kau harus kembali ke sini kita akan lembur malam ini" titah Arka sambil memunggungi Puput.


Tanpa menunggu aba aba lagi Puput langsung pergi dari sana dan berniat untuk ke rumah Nita dan meminjam baju salin Nita karena saat Puput ke kota dia tak bawa baju salin.


Puput segera mencari taksi untuk pergi tapi belum ada taksi yang lewat apa lagi sekarang waktu sudah menunjukan pukul empat sore, seharusnya sekarang adalah waktunya untuk pulang tapi tidak bagi Puput.


Namun saat Puput sedang menunggu taksi seorang laki laki yang tadi pernah bertegur sapa dengan Puput datang kesana dan menghampiri Puput karena Puput terlihat kebingungan mencari taksi.


"Hay, sedang apa" tanya laki laki itu.


Puput berbalik dan melihat laki laki itu ternyata laki laki yang sama yang dia temui tadi di dapur kantor milik Arka.


"Hay, aku sedang menunggu taksi" jawab Puput.


"Tunggu baju kamu kenapa" tanya laki laki itu karena melihat ada noda di baju Puput.


"Oh ini noda kopi" jawab Puput.


"Apa Arka yang melakukan hal ini apa kamu" tanya laki laki itu.


Puput menganggukan kepalanya karena memang benar Arka yang melakukannya.


"Keterlaluan dia, biar aku bicarakan masalah ini padanya" geram laki laki itu.


"Jangan tuan, tak apa aku baik baik saja" ucap Puput menahan.


"Lalu kamu mau kemana".


" aku akan pulang dan ganti baju tapi nanti aku kesini lagi karena ada lembur".


"Pulang kemana" tanya laki laki itu.


"Ke rumah kakak saya".


"Ikut dengan saya".


" kemana tuan".

__ADS_1


"Ini semua karena ulah Arka kan jadi ijin kan aku membelikan baju baru untukmu, anggap saja ini rasa maaf Arka padamu".


" jangan tuan aku tak enak menerimanya" ucap Puput malu malu.


"Kenapa tak enak, ayolah hanya beli baju kan" ucap laki laki itu maksa.


"Tapi" ucap Puput.


"Baiklah aku akan suruh anak buahku untuk membelikanmu baju dan kau tinggal sebutkan saja ukurannya pada anak buahku".


Laki laki itu langsung menelpon anak buahnya tanpa mendengarkan penolakan dari puput lagi, mau tak mau Puput pun hanya bisa menyebutkan ukuran baju yang sering dia pakai.


" baiklah urusan baju sudah selesai, ayo kita tunggu di dalam" ucap laki laki itu.


"Tapi".


"Ayo, oh ya aku belum tau nama mu siapa nama kamu" tanyanya.


"Nama aku Puput".


"Dan aku Arga".


"Senang berkenalan dengan anda tuan" ucap Puput.


Puput dan laki laki bernama Arga pun berjalan masuk ke kantor itu lagi dan menuju ruangan Arka yang berada di lantai tiga bangunan itu, semua karyawan menatap Puput dengan tatapan aneh.


Dan hal itu di anggap wajar oleh Puput karena noda kopi yang ada di bajunya jadi orang orang memandangnya aneh, tetapi bukan itu yang menjadi kekaguman orang lain tapi laki laki yang berjalan di samping Puput.


Ceklek..


Arga membuka pintu ruangan Arka.


"Kakak" ucap Arka terkejut karena melihat kedatangan kakaknya yang sangat mendadak itu.


"Kau terkejut" tanya Arga.


"Kapan kau pulang kak" tanya Arka yang langsung memeluk kakaknya itu.


"Pagi tadi, bahkan aku sudah tiga jam yang lalu ke kantormu".


"Sengaja biar jadi kejutan".


Saat itu juga Puput masuk kedalam ruangan Arka.


" bukannya kau akan pulang kenapa balik lagi" tanya Arka pada Puput.


"Arka tenang, lihat dia bajunya kena noda kopi dan itu semua karena ulahmu apa kau akan biarkan dia pulang dengan naik taksi hanya untuk mengganti baju, tidak kan, aku sudah suruh anak buahmu untuk membelikan baju untuknya" jelas Arga.


"Apa beli baju, kakak nanti nya dia akan merasa semena mena kalau kita kasih semua apa karyawan".


" tapi apa salahnya jika bertanggung jawab atas kesalahan sendiri".


"Ya maafkan aku kak".


" oke, aku mau melihat adikku bekerja bolehkan".


"Tentu kak silahkan duduk".


" put kamu duduk dulu di sini sambil menunggu bajunya datang".


"Baik tuan".


-


Di kediaman Lynda House.


Nita sedang menyiapkan makanan untuk orang rumah sedangkan Lynda sejak tadi menemaninya di meja makan sambil memotong motong sayur sayuran.


"Nita dimana Puput bekerja" tanya Lynda.


"Katanya di pt Marta Jaya mah" jawab Nita.


"Tapi Puput sudah mulai kerja".


" sudah mah malahan Puput masuk jam 12 siang".

__ADS_1


"Berarti perusahaan itu sangat membutuhkan karyawan".


" mungkin mah, Nita hanya berdoa agar Puput bisa bekerja dengan baik di sana apa lagi jabatan Puput cukup tinggi di sana".


"Dia sangat beruntung ya bisa kerja di perusahaan yang sekarang sedang berkembang pesat omset penjualannya".


"Ya mah".


" Mah Rayhan mau makan apa sudah matang" tanya Rayhan yang langsung ke dapur saat sudah puas bermain.


"Kebiasaan kalau sudah main pasti lapar" ledek Lynda.


"Nenek aku itu masih anak kecil jadi gampang merasa lapar".


"Nenek juga udah besar suka gampang merasa lapar kok, mamah kamu juga" ucap Lynda.


"Ah Nenek selalu saja ingin menang".


" Ray dimana Zia" tanya Nita.


"Zia tidur Mah".


" tidur, tidak biasanya dia tidur jam segini" ucap Nita.


Nita melihat keadaan Zia yang kata Rayhan dia tidur tetapi saat Nita memastikan ke kamarnya benar saja Zia sedang tidur di lantai, saat hendak membangunkan Zia tangan Nita merasakan kening Zia yang panas.


"Kamu demam Zi" ucap Nita.


Dengan segera Nita menghubungi Dokter Windy untuk segera datang ke kediaman Lynda, karena hanya Dokter Windy lah yang selalu di andalkan oleh keluarga Lynda.


"Mah kalau ada Dokter Windy kesini suruh saja langsung masuk ke kamar ya mah" sahut Nita.


"Emang siapa yang sakit Nit" tanya Lynda.


"Zia demam mah".


" demam, tapi baik baik saja, baiklah mamah akan lihat Zia sekarang".


Nita menidurkan Zia di ranjangnya, padahal esok Nita ingin pergi ke kampung dan menginap di sana tapi kalau Zia sakit rencana itu mungkin akan di undur lagi.


Setelah lama menunggu akhirnya Dokter Windy datang juga kesana Lynda mempersilahkan Dokter Windy untuk langsung masuk ke dalam kamar Nita.


"Mari Dok" ucap Lynda.


"Nyonya sudah berapa hari panasnya" tanya Dokter Windy.


"Baru beberapa menit yang lalu Dok, padahal tadi tak apa".


" oh ini hanya panas biasa aku akan berikan obat penurun panas".


"Ya terima kasih Dok".


Sedangkan di perusataan Arka, Puput sedang berada di kamar mandi dan akan mengganti bajunya dengan baju yang baru saja di belikan oleh anak buahnya Arka.


Puput melihat dengan teliti baju itu, Gaun selutut berwarna hitam dengan dua tali di pundaknya.


" ya ampun apa anak buahnya itu tak bisa membelikan baju, masa beli baju seperti ini, ini pasti sangat seksi" gumam Puput.


"Cepat sekarang kita akan meeting" teriak Arka dari luar kamar mandi.


"Ya sebentar" sahut Puput.


"Ck kau lambat sekali".


Mau tak mau Puput pun akhirnya memakai gaun itu dan benar saja gaun itu terlihat seksi di pakai oleh Puput.


Puput keluar dari kamar mandi itu dan melihat Arka yang sedang berdiri membelakanginya.


" ayo aku sudah siap" ucap Puput.


Saat Arka membalikan tubuhnya menghadap Puput, Arka sangat terkejut melihat betapa cantiknya Puput memakai gaun Hitam.


Arka melongo melihatnya dia tak bisa berkata kata karena betapa sempurnanya Puput.


Awas Arka nanti tergoda dengan Puput apa lagi sekarang Puput makin cantik

__ADS_1


__ADS_2