Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 168


__ADS_3

Dokter memeriksa keadaan Puput,


"Nona coba lah ini" ucap Dokter sambil memberikan satu tespeck yang masih dalam bungkus.


"Apa tapi aku tidak" bantah Puput.


"Coba dulu Nona" ucap Dokter itu.


"Tuan tolong bantu istrinya" titah Dokter pada Arka.


"Baik Dok" ucap Arka sambil menggendong Puput untuk masuk kedalam kamarnya.


"Aku tunggu di sini kamu masuklah kedalam" ucap Arka saat sudah berada di dalam kamarnya.


"Aku masuk" ucap Puput.


Arka tak bisa diam dia mundar mandir tak jelas jujur saja dia sangat tak sabar menunggu hasilnya, karena mempunyai anak di usia muda adalah keinginan Arka.


Sedangkan Puput yang sedang berada di dalam kamar mandi, dia sangat takut kalau hasilnya mengecewakan padahal tadi Puput bisa melihat dari raut wajah orang tua Arka kalau mereka sangat senang saat Dokter memberi Puput tespeck.


"Semoga tak mengecewakan" gumam Puput.


Puput melihat hasil tespeck itu, dia tersenyum tipis dan keluar dari kamar mandi.


"Bagaimana hasilnya" tanya Arka yang menunggu di luar kamar mandi.


Puput menggeleng, dan hal itu membuat Arka menghembuskan nafas kecewa.


Namun Puput langsung tersenyum dan memeluk Arka.


"Selamat kamu akan menjadi seorang Ayah Arka" bisik Puput.


"Apa, kau tidak berbohong kan" tanya Arka senang mendengar hal itu karena dia tak sangka keinginannya akan tercapai.


"Ya" ucap Puput.


"Syukurlah aku sangat senang" ucap Arka memeluk Puput dengan sangat erat, tak terasa Arka meneteskan air matanya karena terharu dan bahagia keinginannya tercapai.


"Kamu nangis" tanya Puput.


"Gak cuman terharu aja, makasih karena sudah mengandung anakku aku janji akan menjaga kalian" ucap Arka.


Puput mengalungkan tangannya di leher Arka.


"Janji ya jangan tinggalin aku" ucap Puput.


"Janji" ucap Arka.


Mereka keluar dari kamar menuju ruang tamu di sana Dokter dan kedua orang tua Arka sedang menunggu.

__ADS_1


"Bagaimana hasilnya Put" tanya Luna yang langsung mendekati Puput.


"Alhamdulilah mah aku akan menjadi Ayah" ucap Arka girang.


"Hah Syukurlah, aku akan punya cucu" ucap Luna tak kalah senang.


Luna memeluk Puput.


"Terima kasih sudah memberikan kami cucu, jaga dengan baik ya Put" ucap Luna.


"Pasti mah".


" baiklah Nona saya sarankan anda untuk periksa ke rumah sakit supaya lebih pasti saja, saya permisi" ucap Dokter.


"Terima kasih Dok" ucap Leo.


Luna sangat senang dengan kabar itu, siang harinya Arga dan istrinya Risa serta anak bayi mereka yang bernama Sofi datang ke rumah Luna karena undangan dari Luna.


"Siang Mah" ucap Arga masuk kedalam rumah.


"Akhirnya kalian datang juga" ucap Luna.


"Ya mah tadi Sofi rewel, jadi aku dan Risa sedikit terlambat" ucap Arga.


"Duduk nak" ucap Leo.


Risa hanya menatap Puput dengan tatapan tak suka bahkan Risa tak segan segan menyinggung Puput di setiap perkataannya.


Arka menatap pada kakak iparnya itu sungguh Risa sangat membuat Arka marah dengan pertanyaan itu.


"Kami sudah punya anak kok" jawab Arka.


"Apa Puput sedang hamil selamat ya" ucap Arga mengalihkan pembicaraan karena tak mau keluarganya bertengkar.


"Ya kak Terima kasih" ucap Puput tersenyum.


"Baiklah kita akan merayakan atas kehamilan ini" ucap Luna.


"Rayakan saya bukannya dia menantu kesayangan kalian" ucap Risa.


Hal itu membuat Luna marah dan merasa tak terima karena Risa selalu saja bicara seperti itu padahal seingat Luna dia sudah berlaku adil pada kedua menantunya itu cuman bedanya Puput menerimanya dengan baik sedangkan Risa tak pernah menganggap Luna sebagai mertuanya.


"Risa sudah cukup" ucap Arga pada Risa yang sekarang sudah sangat keterlaluan.


"Terus aja mas bela keluarga Toxic mu ini, gak ngerti aku kenapa harus di hadapkan dengan kalian" ucap Risa.


"Jaga bicaramu Kak" ucap Arka tersenyum tipis.


"Cihh kau menyuruhku menjaga ucapan ku lalu bagaimana dengan kalian yang nota bene nya kalian tak pernah menyayangiku" ucap Risa.

__ADS_1


Luna bangkit dari duduknya karena dia tak tahan dengan menantu pertamanya itu.


"Tetap berada di batasan mu Ris, seharusnya kau sadar keluarga mana yang akan merelakan anaknya untuk menikah dengan wanita tak baik seperti kamu, lihat Sofi bahkan kamu yang mengandung nya pun tak tau siapa bapaknya dan dengan mudahnya kau menyuruh Arga untuk bertanggung jawab" ucap Luna marah.


Risa hanya dia sekarang dia sudah mati kutu karena ucapan Luna semuanya benar.


"Kau katakan aku tak sayang padamu, benarkan? Bukan aku tak sayang Risa tapi kamu yang berusaha menjauh dan selalu saja mengajak bertengkar, aku akui kau orang kaya tapi bukan begitu sikap orang kaya yang sebenarnya Risa" lanjut Luna lagi.


"Maafkan Risa mah" ucap Arga memohon pada Luna.


"Baik jika kau memang tak bisa menerima ku maka pergilah dan cari mertua yang kau inginkan" ucap Luna lagi.


"Kau mengusirku" ucap Risa.


"Tidak hanya saja kalau kau punya rasa malu mungkin itu terkesan mengusir" ucap Luna.


"Baiklah aku akan pergi, aku tak butuh keluarga seperti kalian" ucap Risa marah dan pergi dari sana.


Arga mengikutinya karena sekarang Arga sudah sangat lengket dengan Risa tak peduli bahwa Risa selalu saja menghina dan merendahkan Arga, tapi yang jelas Arga bertahan karena dia tak mau Sofi tak merasakan kasih sayang dari Ayahnya.


Luna terduduk di sofa, air matanya jatuh karena tak akan ada orang tua yang mampu melihat anaknya menjadi seperti Arga, bahkan banyak sekali orang yang menyayangkan pernikahan Arga dengan Risa.


Karena bukan lagi sebuah Aib kalau Arga di perlakukan layaknya pembantu oleh keluarga Risa apa lagi Ayahnya Risa yang hanya seorang kepala desa saja tapi dia melagak seperti seorang Presiden.


"Sabar mah" ucap Leo menenangkan.


"Tapi pah mau bagaimana lagi Risa sudah sangat keterlaluan, mamah gak suka pah" ucap Luna.


"Sudah mah anggap saja sebagai ujian buat mamah supaya berlaku adil lagi pada Puput dan Risa" ucap Leo.


"Hah sudahlah" ucap Luna menghapus air mata yang sudah membasahi Pipinya.


"Maafkan kejadian ini Put, mamah janji lain kali kita akan merayakan kehamilanmu" ucap Luna.


"Tak apa mah" ucap Puput.


"Kami akan ke kamar mah, mau istirahat" ucap Arka menuntun Puput untuk masuk kedalam kamar.


"Aku bisa sendiri" ucap Puput.


"Aku gak mau bayi ku sampai kenapa kenapa" ucap Arka.


"Ck kau bukannya mengkhawatirkan aku malah dede bayi nya saja" ucap Puput.


"aku mengkhawatirkan kalian berdua Mommy Puput" ucap Arka menggoda Puput dengan menggigit daun telinga Puput.


**Jangan lupa like comen dan Votenya ya...


jangan lupa mampir juga ke Novel Author yang judulnya..

__ADS_1


"pengganti Putri yang hilang**"



__ADS_2