Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 130


__ADS_3

Semua acara berjalan dengan lancar tanpa hambatan, malam ini semuanya sudah beres hanya rumah Lynda saja yang masih berantakan karena semua orang merasa lelah jadi tak ada yang beres beres.


Mereka memutuskan untuk tidur di kamar masing masing karena keadaan ruang tengah masih berantakan, namun Lynda sudah mewanti wanti pada Hilman yang sekarang tidur sekamar dengan Sarah.


"Hilman tante minta kamu jangan macam macam dulu pada Sarah ya, bukan apa apa tapi tante tak ingin hal seperti itu terjadi di rumah tante ini" ucap Lynda saat dia sedang berada di ruang tengah bersama Hilman.


"Tante aku tak akan melakukan itu sebelum aku menikah dengan Sarah, tante bisa memegang ucapanku kalau aku berbohong tante bisa menghukum aku" ucap Hilman.


"Iya tapi tante takut aja kalau kalian" ucap Lynda tak melanjutkan ucapannya.


"Aku masih waras tante" ucap Hilman.


"Iya titip Alena kalau malam nangis bangunkan saja tante" ucap Lynda.


"Siap bos" ucap Hilman sambil masuk kedalam kamar Sarah sedangkan Sarah yang sudah berada di kamar merasa takut karena sekamar dengan Hilman tanpa ikatan apa pun.


"Awas saja kalau Hilman macam macam aku tak akan maafkan dia" batin Sarah.


Sedangkan Hilman merasa sangat ingin menjahili Sarah setelah tadi dia mendengar kalau Sarah takut pada permintaannya yang akan membuatnya mengabulkan keinginan Hilman.


"Kau sudah tidur Sarah" tanya Hilman.


Namun Sarah tak menjawab dia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan membelakangi Hilman, Hilman tau kalau Sarah belum tidur sekarang.


Hilman naik ke ranjang tepat di belakang Sarah dan hal itu membuat Sarah ketakutan bukan main karena takut Hilman akan berbuat yang tidak tidak padanya.


Hilman mendekatkan wajahnya pada wajah Sarah yang membelakanginya, namun saat Sarah merasakan deru nafas Hilman yang sudah berada tepat di dekat telinganya.


Sarah langsung bangun dan mendorong Hilman dari atas ranjang.


"Hilman jangan berani macam macam padaku" ucap Sarah marah.


"Memangnya aku akan apa" tanya Hilman.


"Kau mendekatiku Hilman" ucap Sarah kesal.


"aku cuman mau mengucapkan selamat malam saja udah" ucap Hilman.


"Tapi tetap saja Hilman kau mendekatiku, aku tak mau pokoknya kamu harus tidur di lantai atau dimana saja asalkan jangan tidur bersamaku aku takut" ucap Sarah ketakutan.


"Iya aku akan tidur di lantai udah kamu jangan marah lagi, aku tak akan macam macam pada kamu Sayang" ucap Hilman dengan senyuman menyeringai.


**


Sedangkan di kamar atas Nita dan Topan sedang duduk berdua di pinggir ranjang, Nita teringat dengan ucapan Sarah yang mau bicara berdua dengan Topan.


"Mas tadi Sarah minta ijin padaku kalau dia mau bicara berdua denganmu, kalian bicara apa" tanya Nita pada Topan.


"Oh Sarah" ucap Topan.

__ADS_1


"Bicara apa mas" tanya Nita penasaran.


"Dia lihat ponsel aku Nit, apa kamu tau kalau Sarah buka ponsel aku" Topan balik bertanya pada Nita.


"Ihh mas aku tanya loh kenapa balik nanya" ucap Sarah kesal.


"Iya mas jelasin Sayang, jadi begini mas itu meminta Rudi untuk mencari tau tentang Hilman dan apa kau tau Hilman itu bukan orang sembarangan dia orang kaya Nita" ucap Topan.


"Benarkah" tanya Nita tak percaya.


"Bener baca aja pesan Rudi" ucap Topan sambil menyodorkan ponselnya pada Nita, Nita membacanya dengan sangat teliti karena tak mau ada yang terlewatkan dari cerita Hilman.


"Dan sekarang jawab pertanyaanku" ucap Topan.


"Apa" tanya Nita.


"Apa Sarah buka ponsel aku"


"Iya tadi siang ponsel kamu terus berdering aku minta Sarah untuk membukanya mungkin saja Sarah membaca pesan ini" ucap Nita.


"Ohh.."


"Aku tak sangka ternyata Hilman orang kaya" ucap Nita.


"Apa lagi aku".


**


Nita dan Sarah sedang menjemur Aziya dan Alena yang baru saja beres mandi, Nita masih tak percaya dengan latar belakang Hilman yang baru saja dia ketahui kemarin.


" sarah rencananya kapan kau akan menikah" tanya Nita.


"Aku belum tau Nita aku terserah Hilman saja" ucap Sarah.


"Dimana rencananya kalian akan menikah" tanya Nita lagi.


"Aku harap bisa di sini bolehkan" tanya Sarah.


"Tentu boleh Sarah aku senang jika kamu bisa menikah disini" ucap Nita.


"Tapi aku terserah Hilman saja" ucap Sarah.


Nita dan Sarah masuk kedalam karena di rasa sudah terlalu lama mereka berada di luar takutnya kulit putri mereka menjadi gosong karena terlalu lama berjemur.


"Non Nita aku rasa Rayhan sedang sakit dari tadi badannya panas Non" ucap Asih.


"Apa Rayhan sakit" tanya Nita sambil menempelkan tangannya di kening Rayhan.


"Dia panas" ucap Nita.

__ADS_1


"Mas mas" teriak Nita dari ruang tengah.


"Ada apa Nita" ucap Topan dari dapur.


"Mas Rayhan panas panggilkan dokter untuknya" titah Nita.


"Apa panas" ucap Topan terkejut.


"Iya mas aku akan tidurkan dulu Zia nanti aku akan gendong Rayhan" ucap Nita berlalu kedalam kamarnya.


Namun kehawatiran Topan tiba tiba hilang saat melihat Anjasmara Ayahnya Sarah datang ke rumah Lynda dengan di dampingi anak buahnya di sampingnya.


"Mau apa kau kemari" tanya Lynda.


"Aku hanya ingin melihat Cucu ku" ucap Anjasmara.


"Aku tak akan membiarkan anakku di jenguk oleh orang sepertimu" ketus Sarah.


"Oh mulai sombong ya" ucap Anjasmara tersenyum jahat.


"Laksanakan" ucap Anjasmara pada kedua anak buahnya.


Dengan gerak cepat kedua anak buah Anjasmara berhasil menyandra Sarah yang sedang menggendong bayinya bahkan satu anak buah Anjasmara menyandra Asih yang sedang menggendong Rayhan.


"Lepaskan anakku" teriak Topan.


"Aku akan lepaskan kau tenang saja kalau kau tak tenang maka anak buahku tak akan segan segan menembak kepala anakmu itu hahahah" ucap Anjasmara sambil tertawa.


"Anjasmara lepaskan cucu ku" geram Lynda.


"Tunggu Nona aku tak akan menyakiti cucumu kalau kau bisa bertenang" ucap Anjasmara.


Nita yang melihat kejadian itu langsung menelpon Hilman guna memberitaukan kejadian di rumah Lynda akibat ulah Anjasmara ayahnya Sarah.


[Hilman kau bisa pulang sekarang, Sarah sedang di sandra oleh Anak buah pak Anjasmara] ucap Sarah.


[Apa? Kenapa bisa?] ucap Hilman dari sebrang sana.


[Pulanglah sekarang].


Hilman yang sedang berada di kantornya dia sedang membicarakan rencana pernikahannya dengan anak buahnya, karena Hilman tak mau merepotkan Keluarga Lynda.


"Sial, beraninya dia bermain licik" umpat Hilman.


"Aku harus pergi sekarang usahakan acara pernikahanku berjalan dengan lancar" ucap Hilman.


"Baik tuan" serempak.


Hilman dengan cepat melajukan mobilnya untuk segera sampai di kediaman Lynda, untung saja jalanan sedang sepi jadi Hilman bisa leluasa melajukan mobilnya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2