
Acara makan pun berjalan dengan lancar semua keluarga Arka berada di sana dan makan malam bersama, saat sedang makan tak ada satu orang pun yang mengeluarkan suara bahkan hanya terdengar suara sendok dan garpu saja yang saling beradu.
Membuat Puput merasa canggung, namun saat sedang makan Salwa datang kesana dan langsung menyapa semua orang bahkan mencium mamahnya Arka.
" hallo tante maaf aku terlambat, jalanan macet" ucap Salwa yang seolah olah mereka saling kenal dekat.
"Oh ya tante boleh aku ikut gabung" tanya Salwa pada mamahnya Arka tak memperdulikan kalau semua mata keluarga Arka menatap tak suka pada Salwa.
Mamahnya Arka hanya menganggukan kepalanya, dan dengan cepat Salwa menyendok makanan ke atas piringnya bahkan perlakuannya itu di nilai kurang baik.
"Oh ya Arka mau kah kau nonton dengan ku sekarang" tanya Salwa sambil menyendok makanan dan memasukannya pada mulutnya.
Arka menatap ada semua orang bahkan mata keluarganya terlihat menatap Salwa dengan tatapan tajam.
"Aku sudah selesai" ucap Arka sambil pergi dari meja makan.
Salwa menatap Puput yang ada juga di sana.
"Hay kau asisten pribadinya Arka kan, kenapa kamu ada di sini apa asisten pribadi juga di anggap seperti keluarga, hmm sungguh baik Arka mengajak asistennya makan malam" ucap Salwa.
Papahnya Arka dan keluarganya pergi dari sana sedangkan mamahnya Arka mengajak Puput untuk berkumpul di ruangan tengah karena mereka akan berbincang di sana.
Tak kalah Salwa juga ikut kesana.
"Dimana Arka, panggil dia kesini" titah mamahnya Arka pada pelayannya.
"Oh ya perkenalkan dia Puput" ucap mamahnya Arka.
"Put nama mamah Luna sedangkan yang ini papahnya Arka namanya leo MartaJaya".
" hay Put" sapa papahnya Arka.
"Dan dia Maya bibi nya Arka adik kandung mamah dan laki laki itu suaminya" ucap mamahnya Arka.
Puput tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Semoga kamu betah yang di sini" ucap Maya.
"Insya alloh Bi" ucap Puput.
"Loh kok panggil Bibi panggil aku Aunty" ucap Maya bibi nya Arka itu.
"Ya Aunty" ucap Puput malu malu.
Salwa hanya menatap aneh pada perlakuan keluarganya Arka itu, dan Salwa mencari cari keberadaan Arka yang sampai sekarang tak terlihat batang hidungnya.
Arka datang kesana setelah mengganti pakaiannya memakai setelan baju tidur, Arka duduk di sofa dekat dengan mamahnya dan Salwa menatap tajam pada Arka yang mengacuhkannya.
"Oh ya Put dimana kamu tinggal" tanya Maya Auntynya Arka.
"aku tinggal di kampung Xxxx tapi aku menginap di rumah kakakku" jawab Puput.
"Dimana rumah kakakmu" tanya Maya.
"Di dekat sini jalan Xxxx".
" siapa nama kakakmu" tanya Maya lagi.
"Nama kakak saya Nita kalau suaminya kak Topan" jawab Puput.
"Topan Arya Wijaya" sahut Leo papahnya Arka.
"Ya".
"Wah kau adik ipar Topan, dia sangat sukses di bisnisnya sekarang" ucap suaminya Maya.
"Ya bahkan aku dan perusahaannya juga sedang melakukan kerja sama" sahut Leo.
"Tak salah kalau kamu pintar karena kakak ipar kamu juga pintar Put" ucap Leo.
"Biasa saja Tuan" ucap Puput.
"Oh ya kau hebat Put tinggal di kampung tapi bisa menjadi sarjana dan bekerja di perusahaan Arka bahkan menjadi asisten pribadi seorang Ceo, kau sangat pintar Put" ucap Maya.
"Ya Aunty aku juga tak sangka bisa bekerja di sana padahal aku pernah tertinggal setengah tahun di kuliah ku dulu".
" memangnya kenapa" tanya Maya.
"Aku berobat ke Prisiater Aunty" ucap Puput sambil tersenyum tipis.
"Kau sakit apa Put, apa sangat parah" tanya Luna khawatir.
"Ya Nyonya aku pernah punya trauma yang sangat berat, tapi alhamdulilah sekarang aku sudah sehat" ucap Puput.
"Syukurlah memangnya kamu trauma apa" tanya Luna.
__ADS_1
"Aku korban pembulyan Nyonya, bahkan dahulu aku sampai membenci kakakku sendiri karena trauma itu".
" sudahlah jangan bicarakan itu" sahut Arka.
"Ya deh, aku gak akan tanyakan itu lagi pada calon menantuku" ucap Luna.
"Apa calon menantu" ucap Salwa kaget mendengar hal itu.
"Ya Puput akan segera menikah dengan Arka, oh ya besok kita akan ke kampungmu menemui ibu kamu bolehkan" tanya Luna.
"Hah besok" ucap Puput terkejut.
"Ya bolehkan" tanya Luna.
"Boleh Nyonya".
" aku mau pulang sekarang, permisi" ucap Salwa.
Semua keluarga tak menggubris ucapan Salwa karena mereka sudah terlanjur tak suka pada sikap Salwa yang bar bar itu.
Semuanya mengobrol ringan bahkan sampai tertawa karena mamahnya Arka selalu saja membuat hal lucu saat mereka mengobrol.
Waktu sudah hampir larut malam Maya dan suaminya pulang karena jarak rumahnya dari sana tak terlalu jauh jadi mereka tak menginap di rumah itu.
"Nyonya aku pamit pulang" ucap Puput.
"Pulang? Kau akan pulang ke mana" tanya Luna mamahnya Arka.
"Pulang ke kosan Wini teman saya".
" tidak sudah malam loh kamu nginap saja di sini, bahkan disini juga ada kamar tamu yang kosong" ucap Luna.
"Ah tidak perlu Nyonya, aku bisa pulang" ucap Puput.
"Sudah malam menginap lah di sini, aku gak akan mengijinkan kamu pulang malam begini".
" tapi Nyonya aku tak mau merepotkan anda sekeluarga".
"Repot apa? Justru kami senang kau di sini karena sebentar lagi jugakan kalian akan tinggal di sini" ucap Leo.
"Benarkah aku tak merepotkan" tanya Puput.
"Tidak".
Saat ini Puput sudah berada di kamar tamu karena orang tua Arka memaksa untuk menginap padahal tadinya Puput tak mau tapi mereka memaksa dan Puput harus mau tidur di sini.
Dia duduk di pinggir ranjang memikirkan bagaimana dia akan tidur dengan gaun yang bahkan sedikit ngetat di badannya.
Sedangkan Arka di kamarnya sedang rebahan dan menatap langit langit kamarnya, karena malam ini dia tak bisa tidur apa lagi di dalam pikirannya hanya ada Puput saja yang memenuhi otaknya.
"Sedang apa dia, apa dia sudah tidur" gumam Arka bangkit dari tidurannya dan langsung mengambil kertas hvs dan satu buah Balpoin yang berada di meja kerjanya.
Arka berjalan menuju kamar Puput yang tak jauh dari kamarnya, tanpa mengetuk pintu dulu Arka membuka pintu kamar Puput dan Puput hanya menatap sekilas pada Arka tanpa merasa takut atau pun terkejut.
"Belum tidur" tanya Arka sambil duduk di bibir ranjang samping Puput.
"Kalau aku masih melek berarti aku belum tidur" ucap Puput ketus.
"Oh" ucap Arka singkat, Arka meletakkan kertas Hvs dan balpoin itu di tengah tengah mereka.
"Aku sudah pikirkan matang matang masalah ini, aku memutuskan mau menikah denganmu" ucap Arka terjeda karena Puput menatapnya dengan tatapan tajam.
"Tapi dengan satu syarat" ucap Arka lagi.
"Apa" ketus Puput.
"Pernikahan kita hanya kontrak saja dan ini persyaratan yang akan aku ajukan pada pernikahan kita itu" ucap Arka.
"Kau tau apa itu ikatan pernikahan" tanya Puput dan hanya di balas anggukan kepala oleh Arka.
"Pernikahan itu bukan main main Arka, pernikahan itu suatu ikatan yang suci jadi aku gak mau ada kata main main di pernikahan aku" ucap Puput.
"Tapi Put kita itu tak cocok bahkan aku dan kamu itu tak akan mungkin bersatu" ucap Arka.
Deggh.
Hati Puput merasa mengganjal pada ucapan Arka itu padahal harapan Puput sangat besar pada pernikahan itu, jujur saja Puput tak bisa melupakan Arka sejak dulu sampai sekarang.
Tapi kalau Arka sudah bicara begitu rasanya harapan Puput pun semakin musnah untuk kembali pada Arka, walau pun dahulu tak pernah bersama tapi perasaan Puput sangat besar pada Arka.
Bahkan selama satu tahun Puput pacaran dengan Roy tapi tetap saja hatinya hanya untuk Arka.
"Ya kita memang gak akan cocok" ucap Puput tersenyum tipis pada Arka.
"Yaudah kita buat kerja sama kontrak tentang pernikahan ini" ucap Arka.
__ADS_1
"Lalu apa keuntungannya bagiku" tanya Puput.
Arka lalu mengambil kertas itu dan menuliskan sesuatu pada kertas itu bahkan Arka pun menuliskan persyaratan darinya pada Puput.
Arka menyodorkan kertas itu pada Puput.
"Apa ini?" tanya Puput terkejut karena melihat tulisan Arka yang mengajukan persyaratan.
"Hutang Puput lunas asalkan mau melayani Arka MartaJaya sebagai suaminya" baca Puput.
"Ya harus" ucap Arka.
"Oke, aku juga punya persyaratan yang harus kamu setujui" ucap Puput langsung menulis persyaratan yang akan dia ajukan pada Arka.
"Arka MartaJaya tidak boleh menyentuh Puput selama mereka menikah" baca Arka.
"What? Apa apaan ini lihat itu tertulis jelas kalau kamu harus melayani aku sebagai suami kamu" ucap Arka.
"Ya melayani kebutuhan kamu kan".
"Ya, tapi aku gak setuju persayaratan ini" ucap Arka merebut kertas itu dan mencoret kalimat yang di tulis Puput.
"Biar aku yang tuliskan persyaratannya dan kamu nanti berhak untuk setuju atau tidaknya" ucap Arka.
Arka menulis lima persyaratan untuk Puput dan dirinya.
-hutang Puput lunas asalkan Puput mau melayani Arka.
-Arka dan Puput harus terlihat romantis saat berhadapan dengan orang tua keduanya.
-jika tak lagi merasa cocok Puput berhak meminta cerai pada Arka.
-Arka tidak boleh melakukan kekerasan pada Puput walau sedikit pun.
-jika ingin bepergian Puput harus ijin pada Arka.
-jika ada yang melanggar kontrak ini yang melanggar harus memberikan uang sebesar 10 juta rupiah.
Begitulah kira kira isi kontrak itu.
"Oke aku setuju" ucap Puput.
"Tanda tangan di sini" ucap Arka menunjuk pada kertas yang kosong.
"Sudah" ucap Puput.
"Aku akan buat surat ini secara resmi, jadi awas saja kalau kamu melanggar" ucap Arka.
"Gak akan".
" baiklah aku akan ke kamar, kamu tidurlah" ucap Arka.
"Arka tunggu" ucap Puput pada Arka yang hendak pergi dari sana.
"apa" tanya Arka.
"Bolehkan aku pinjam baju mu, aku tak bisa tidur dengan baju ini" ucap Puput.
Arka pergi dari sana tanpa sepatah kata pun, Arka langsung masuk kedalam kamarnya dan mencari bajunya yang cukup di Puput karena badan Puput yang cukup berisi jadi mungkin saja baju Arka tak akan muat.
Arka membawa beberapa pakaian yang besar ke kamar Puput.
"Coba baju aku yang ini" titah Arka.
Puput mengambilnya dan hendak ganti baju.
"apa kau akan melihat aku ganti baju" tanya Puput karena masih melihat Arka berada di sana.
"Ck aku menunggu baju mana yang muat di badanmu karena kalau tak ada yang muat aku akan bawa lagi baju yang lain".
" tapi bisakah kamu tak melihatku mengganti baju aku malu".
"aku akan tutup mata".
" kau berbalik lah dan ingat jangan lihat kalau tidak aku tak akan memaafkanmu" ucap Puput.
"Ck aku tak tertarik padamu" ucap Arka langsung berbalik membelakangi Puput.
Puput mencoba semua baju Arka tapi tak ada yang muat hanya kameja Arka saja yang muat di badannya, dan kebawahnya Puput memaki celana pendek Arka.
"aku pakai baju ini saja" ucap Puput.
Arka berbalik menatap Puput yang terlihat gemuk dengan baju kemeja nya yang longgar itu.
"Kamu gemuk Put jadi tak ada yang muat di badanmu".
__ADS_1
" aku gak gemuk hanya berisi saja".
"Terserah lah tidurlah sudah malam" ucap Arka sambil pergi.