Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 78


__ADS_3

Topan dan Rama masih menunggu disana, bahkan waktu pun sudah sangat sore tapi tetap saja tak ada tanda tanda orang yang tinggal di sana.


"Aku semakin tak percaya pada pilingmu Topan" sahut Rama.


"Paman aku yakin kalau penculik itu akan kesini" ucap Topan.


"Topan lihat ada ibu ibu" ucap Rama sambil menunjuk dua orang ibu ibu yang lewat jalan sana.


"Mau apa kita dengan ibu itu" tanya Topan malas.


"Kita tanyakan keberadaan rumah itu apa ada penghuninya" ucap Rama.


"Baiklah terserah paman saja" ucap Topan.


Rama langsung keluar dari dalam mobil, dia ingin menanyai ibu ibu itu siapa tau saja mereka tau tentang siapa yang tinggal di kosan itu.


"Permisi bu apa kosan ini kosong" tanya Rama basa basi.


"Tidak pak kosan itu ada orangnya" jawab ibu itu.


"Apa ibu kenal dengan penghuninya" tanya Rama lagi.


"Kenal pak, namanya Gilang dan Tomi mereka kerja tapi tak tau kerja dimana, mereka pulang malam atau bahkan bisa tak pulang" jawan ibu itu.


"Apa ibu punya poto mereka" tanya Rama yang membuat ibu ibu itu curiga.


"Maaf pak saya gak bisa memberikan informasi tentang mereka karena kami gak kenal bapak" ucap ibu itu.


"Maaf pak kami permisi" ucap kedua ibu itu langsung pergi meninggalkan Rama yang masih berdiri mematung.


"Ck mereka ini" gerutu Rama.


Rama kemudian masuk lagi kedalam mobil Topan, Rama membanting pintu mobil Topan dengan keras.


"Aku sudah bilang paman, kalau bicara dengan orang itu santai dan tenang lihatkan mereka pasti mengganggapmu sebagai seorang *******" ucap Topan.


"Diamlah aku malas berdebat" ucap Rama.


Tak lama kemudian ponsel Topan berdering.


Drttt Drttt

__ADS_1


Topan mengangkat panggilan telpon dari Lynda mamahnya.


[Hallo mah ada apa] tanya Topan.


[Ada kabar terbaru Topan] tanya Lynda.


[Aku belum menemukannya mah tapi aku menemukan tas Nita di gudang dekat kosan yang sangat kumuh] jelas Topan.


[Terus dimana Nita] tanya Lynda.


[Aku belum tau mah, tapi aku sama paman masih nunggu di rumah kosan ini siapa tau saja ada orang yang kemari] ucap Topan.


[Baiklah kabari mamah jika sudah ketemu dengan Nita] titah Lynda.


[Baik mah, bagaimana Rayhan mah apa dia rewel] tanya Topan mengingat anaknya Rayhan yang tak melihat Nita ibunya.


[Rayhan tak rewel Topan, kamu jangan pikirkan Rayhan kamu fokus saja pada Nita] ucap Lynda.


[Titip Rayhan Mah aku janji akan mencari Nita] ucap Topan.


[Baiklah bawa pulang menatu mamah] ucap Lynda.


***


Mereka semua masuk kedalam ambulan dan ambulan itu melaju membelah jalanan yang tak begitu ramai di malam hari.


Hening!!


Hanya itu yang mereka rasakan karena canggung jika harus memulai pembicaraan takutnya para wanita menyalahkan Gilang dan Tomi akibat masalah ini.


Tak terasa Ambulan itu sudah hampir sampai di kosan Gilang dan Tomi.


Sedangkan Topan dan Rama sudah menunggu sangat lama di kosan itu, karena merasa bosan mereka akhirnya pergi dari rumah itu dan besoknya mereka akan kembali lagi kesana.


Mobil Topan dan Ambulan Yang membawa Sarah dan Nita berpapasan sangat dekat, mobil Topan sebelah Kiri sedangkan ambulan itu sebelah Kanan.


Namun karena terlalu cepat akhirnya Nita tak menyadari kalau itu mobil Topan suaminya yang sedang mencari keberadaannya.


Ambulan itu berhenti tepat di rumah kosan milik Gilang dan Tomi, mereka semua keluar dan masuk kedalam kosan itu.


Nita dan Sarah di biarkan tinggal di kosan itu demi kenyamanan dan kebebasan Nita dan Sarah.

__ADS_1


Sedangkan Tomi dan Gilang akan tinggal di gudang untuk sementara waktu.


"Sampai kapan kau akan mengurung kami dasar penculik ulung" ucap Sarah.


"Sampai ayahmu akan membayar semua kerugian yang di alami teman teman kami" ucap Tomi.


"Berapa jumlahnya biar aku yang ganti" ucap Sarah.


"Bukan urusan mu Nona, urusanku dengan Ayahmu" ketus Tomi.


"Dasar ulung bedebah kalian" gerutu Sarah kesal.


Tomi dan Gilang tak menanggapi lagi ucapan Sarah yang menghinanya itu.


****


Di kampus kota.


Puput sedang menunggu pak supir untuk datang kesana agar menjemputnya karena Puput tak punya bekal untuk ongkos.


Malam ini Puput merasa sangat lelah dalam hatinya kadang dia merasa sedih karena kehilangan sosok Nita yang sangat baik padanya, namun hatinya juga sering merasa emosi pada perlakuan Nita yang tak memikirkannya dulu.


"Fyuhhh aku sangat lelah saat ini" gumam Puput.


Akhirnya setelah menunggu sangat lama, pak supir pun datang juga untuk menjemput Puput yang baru saja pulang ngampus.


"Maaf Nona saya terlambat" ucap pak Supir.


"Lain kali jangan di ulang lagi" ucap Puput yang tak tau diri itu selalu saja memerintah setiap pembantu rumah Lynda.


Pak supir merasa tak suka pada Puput karena sikap Puput yang selalu memerintah sesuka hatinya.


"Untung Non Nitanya baik kalau tidak aku tak mau membantu nona Puput" batin pak supir.


hampir semua pembantu yang bekerja di rumah Lynda sangat tak menyukai pada sikap Puput yang semena mena pada orang lain.


padahal Nita tak seperti itu, Nita baik dan saling menghargai sesama orang lain.


bersambung...


***jangan lupa like comen dan votenya...

__ADS_1


salam manis Author***....


__ADS_2