
Hari ini Topan bangun dengan bersemangat sekali karena hari ini dia akan di wawancara dengan perusahaan lain.
"Nita mas berangkat dulu ya, mas sudah terlambat" sahut Topan yang sudah rapih memakai jas dan menenteng tas kantornya.
"Sarapan dulu mas, kamu belum sarapan" sahut Nita sambil mendekat ke arah Topan.
"Tidak sayang mas harus pergi ke perusahaan pak Darma sekarang" ucap Topan sambil mencium kening Nita.
"Hati hati di jalan mas" ucap Nita.
Topan melajukan mobilnya dengan kecepatan Sedang.
Topan tak sabar untuk bertemu perusahaan itu.
Nita melihat kepergian mobil suaminya itu.
"Ya alloh semoga mas Topan bisa bergabung dengan perusahaan itu, mudahkanlah urusannya ya Alloh" doa Nita.
Hari ini Nita akan memandikan Rayhan karena kemarin Rayhan hanya di lap saja.
"Ayo sayang kita mandi" sahut Nita pada Rayhan yang sedang berbaring.
Nita menggendong Rayhan ke kamar mandi.
"Mandi ya Sayang kemarin gak mandi loh".
Rayhan tersenyum melihat ibunya bahagia, seolah bayi itu paham kalau ibunya bahagia berarti dia juga harus bahagia dan tak boleh rewel.
***
Di sisi lain ada Sarah yang sedang memikirkan permintaan paman Rama yang membuatnya bingung tetapi Sarah juga takut kalau harus menuruti permintaan paman Rama.
" baiklah aku akan bicara dulu pada paman Rama" batin Sarah.
Sarah melajukan mobilnya ke tempat paman Rama untuk mengutarakan niatnya itu.
Tokk...
Tokk...
"Paman buka pintu" teriak Sarah menggedor gedor pintu rumah paman Rama.
"Ada apa lagi Sarah" sahutnya sambil membuka pintu rumahnya.
"Aku mau bicara paman" ucap Sarah.
"Apa? Ada yang penting? Bicaralah aku tak banyak waktu untuk itu" sungutnya.
"Aku mau bicara soal permintaan paman".
" masuklah apa kau mau orang lain mendengarnya".
Sarah masuk ke dalam rumah dengan rasa gugup dan takut.
"apa cepatlah bicara aku sedang sibuk" sahutnya.
"Jadi begini paman, aku mau menuruti permintaan paman tapi dengan satu syarat" ucap Sarah bibirnya gemetar karena takut.
"Syarat apa?" tanyanya.
Sekujur tubuh Sarah gemetaran karena takut, jika di pikirkan pamannya itu tak pantas jadi kekasihnya melainkan dia pantas sebagai Ayah sambungnya.
**
"Zahra kita berangkat sekarang, ajak juga Rudi kita naik mobil saya saja" sahut Topan pada Zahra yang sudah siap akan berangkat.
__ADS_1
"Baik pak" jawab Zahra.
Topan berjalan ke arah lemari tempatnya menyimpan berkas yang kemarin dia simpan.
"Kenapa gak ada, kemarin aku menaruhnya disini" gumam Topan.
Dengan cepat Topan menelpon Zahra.
"Ke ruangan saya secepatnya" sahut Topan langsung menutup telponnya.
Topan menggeledah lagi lemarinya siapa tau saja tertindih map yang lain.
"Ada apa pak" sahut Zahra yang sudah berada di ruangan pak Topan bersama Rudi.
"Apa kalian melihat berkasnya" tanya Topan pada kedua bawahannya itu.
"Tidak pak, kuncinya pun bapak yang pegang" sahut Rudi.
"Berkasnya tak ada, kemarin aku letakkan disini" sahut Topan prustasi.
"Terus bagaimana pak" sahut Zahra tak kalah panik.
"Lihat di laptop mungkin saja masih ada disana pak" ide Rudi.
Topan langsung membuka laptop dan membuka file yang tersimpan, namum tetap saja tak ada file yang dia cari.
"Apa ada pencuri masuk ke ruangan ini" sahut Topan menebak nebak.
"Pak sebaiknya kita pergi saja sekarang, mau bagaimana pun nantinya kita harus pergi kesana kalau tidak mereka akan mengeluarkan kita sebelum kita presentasi" sahut Zahra.
"Baiklah kita berangkat saja" ucap Topan.
Walau pun dalam hatinya Topan gelisah dan tak tau harus apa tapi dia berusaha menutupinya supaya orang lain percaya kalau dia baik baik saja.
"Apa kalian ingat sesuatu tentang presentasin kemarin" tanya Topan pada kedua bawahannya itu.
"Tidak pak saya tak tau menahu tentang hasilnya" jawab Zahra yang duduk di sebelah Rudi yang sedang mengemudi.
"Huuh bagaimana ini" gumam Topan.
Mobil melaju terasa sangat cepat hingga sudah sampai saja di perusahaan milik pak Darma.
"Darma sudrajat" gumam Zahra.
Topan langsung tersadar kalau mereka sudah sampai di perusahaan itu.
Topan keluar mobil dengan rasa khawatir, baru kali ini dia kehilangan berkas untuk presentasinya, dulu dia tak pernah kehilangan seperti ini.
Topan berjalan masuk kedalam perusahaan Darma Sudrajat itu dengan di ikuti oleh Zahra dan Rudi sudah membuat semua orang yang ada di sana merasa segan pada Topan.
"Saya mau bertemu dengan pak Darma" ucap Topan pada wanita Resepsionis itu.
"Apa bapak sudah ada janji sebelumnya" tanyanya.
"Sudah".
"Baiklah pak silahkan masuk ke ruangan sana" sahut wanita Resepsionis itu menunjuk ruangan pak Darma.
"Terima kasih" ucap Topan.
Topan berjalan ke ruangan yang di tunjukan wanita itu.
"Direktur utama" gumam Topan saat membaca tulisan di pintu itu.
Tokkk.... Tokkkk...
__ADS_1
Topan mengetuk pintu ruangan pak Darma.
"Masuk" teriak pak Darma dari dalam.
Dengan rasa khawatir Topan masuk ke ruangan itu di ikuti oleh kedua bawahan yang merasa sama dengan Topan.
"Selamat pagi pak" sapa Topan.
"Pagi pak Topan, silahkan duduk pak" sahut pak Darma yang sedang menandatangani berkas yang menumpuk di mejanya.
Topan duduk dan menjabat tangan pak Darma,
"Maaf pak saya sedikit terlambat" sahut Topan yang menyadari kesalahannya.
"Terlambat 4 menit 30 detik, saya maafkan kesalahan bapak yang ini" ucap pak Darma sambil tersenyum tenang.
"Iya pak" sahut Topan.
"pak Topan bagaimana sudah siap sekarang? " tanya pak Darma.
"Siap pak tetapi gambarnya belum selesai" sahut Topan.
"Baiklah gambarnya nanti saja anda kirimkan" ucapnya.
Topan berbicara panjang lebar pada pak Darma. Topan membicarakan hasil presentasinya yang waktu itu gagal hanya itu yang Topan ingat dan dia mengutarakannya pada Pak Darma.
Zahra dan Rudi hanya bisa melongo melihat bosnya itu berbicara panjang lebar dengan bahasa yang apik dan jelas.
"Bagaimana pak" tanya Topan saat dia sudah menyelesaikan ucapannya.
"Bagus pak nanti pihak kami akan melihat perusahaan anda" sahut pak Darma.
"Alhamdulilah baik pak terima kasih" ucap Topan sambil menjabat tangan pak Darma.
"Baiklah pak kalau begitu saya permisi pulang pak" ucap Topan.
"Baiklah kami akan beritau kepada pihak anda kalau pihak kami sudah siap mengunjungi perusahaan kalian" sahut pak Darma.
Pak Darma merasa tertarik dengan presentasi Topan tadi bahkan dengan bahasa Topan yang apik dan jelas, bisa langsung membuatnya paham tanpa selembaran kertas.
Topan pulang ke perusahaannya lagi.
Topan merasa senang karena dia meningat presentasinya sedikit sedikit.
"Bagus pak anda mengingat semuanya" sahut Rudi yang mengacungkan jempolnya pada Topan.
"Iya pak kami gak nyangka kalau bapak sangat mengingat semua" ucap Zahra.
"Aku harap kalian juga bisa seperti aku" ucap Topan.
Mobil Topan melaju membelah jalanan ibu kota yang ramai ini, Rudi yang mengendarai mobilnya Topan.
Dalam hatinya Topan merasa senang karena pak Darma mendengarkannya tadi.
bersambung..
**bagaimana kelanjutan cerita ini?
yuu terus ikuti cerita ini, insya alloh kedepannya akan lebih banyak lagi konflik dan masalah pada kehidupan si tokoh utamanya.
terima kasih sudah mampir ke cerita ini
jangan lupa like comen dan votenya ya..
salam manis Author**
__ADS_1