Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 108


__ADS_3

Lynda merasa bersalah karena sudah memberi tau Bi Iyem soal anaknya itu, tapi mau di sembunyikan pun percuma karena nanti juga pasti akan bertemu, pikir Lynda.


Sedari tadi Bi Iyem hanya melamun saja mungkin Bi Iyem sangat merindukan putranya.


"Aku akan buat anak Bi Iyem bertemu dengan ibu kandungnya" gumam Lynda.


Nita yang baru saja pulang dari jalan jalannya dia langsung senang melihat kalau ibu mertuanya sudah pulang dari urusan bisnisnya di luar kota.


"Mamah" ucap Nita yang baru saja melihat Lynda.


"Sayang udah pulang" ucap Lynda.


"Mamah kapan pulang, maaf ya Nita habis keluar sebentar ngajak Rayhan jalan jalan sekalian belanja susu" ucap Nita.


"Kamu gak boleh kecapean Sayang kandungan kamu sudah besar sekarang jadi kamu gak boleh cape".


" iya mah cuman sebentar kok".


"Iya gak papa, mamah punya oleh oleh buat kamu ayo kita buka" ucap Lynda mengajak Nita ke kamarnya.


Nita duduk di pinggir ranjang mertuanya itu, Nita membawa Rayhan bermain di atas ranjang milik Mertuanya itu.


"Sayang itu ponsel Nenek jangan di mainkan" ucap Nita pada Rayhan yang sedang memainkan ponsel Milik Lynda.


Nita merebut ponsel Lynda dari tangan Rayhan karena Nita takut kalau Rayhan akan merusak ponsel mertuanya yang cukup mahal dan keluaran terbaru itu.


Saat Nita melihat layar ponsel mertuanya itu, Nita melihat ada poto seorang laki laki yang gambarnya sedikit ngeblur dan tak jelas itu.


"Siapa ini? Apa pacar Mamah" gumam Nita bertanya tanya.


Lynda datang dari kamar mandi karena tadi dia kebelet ke kamar mandi.


"Ada apa Nita" tanya Lynda.


"Tidak mah ini Rayhan mainin ponsel mamah" ucap Nita terkejut takut Lynda marah karena sudah melihat ponselnya tanpa ijin.


"Gak papa kasih aja Nita" ucap Lynda.


"Jangan mah nanti rusak" ucap Nita sambil meletakkan ponsel Lynda di atas nakas.


Lynda mengeluarkan oleh oleh yang sudah dia beli untuk Nita dari dalam lemarinya, bahkan Lynda juga membelikan oleh oleh untuk pembantunya dan satpamnya.


"Bagus gak" tanya Lynda.


"Bagus mah baju couple, terima kasih mah" ucap Nita.


"Iya mamah sengaja belikan untuk kamu dan Topan biar serasi" ucap Lynda.


Nita keluar dari kamar Lynda untuk menyimpan bajunya ke kamar, Nita sengaja menitipkan Rayhan pada Lynda karena Lynda yang memaksa.


Nita melihat Bi Iyem yang sedang duduk di meja makan dan dia sedang melamun sepertinya sedang sedih.


Nita ingin bertanya pada Bi Iyem kenapa melamun tapi dia tak tega karena takut menimbrung urusan pribadi Bi Iyem yang tak seharusnya di pertanyakan.


Nita masuk kekamarnya dan meletakkan bajunya di lemari, dia kembali lagi ke kamar Lynda untuk membawa Rayhan karena pasti mertuanya itu sangat cape karena sudah melakukan perjalanan jauh.

__ADS_1


"Sayang kita tidur yuk di kamar" ucap Nita pada Rayhan namun Rayhan tak mau dan hanya mau di gendongan Lynda.


"Sudah Nita biarkan saja" ucap Lynda.


"Mah Bi Iyem kenapa dia sepertinya murung, tapi tadi pagi dia baik baik saja" tanya Nita.


"Itu salah mamah Nita" ucap Lynda.


"Kenapa salah mamah" tanya Nita penasaran.


"Kemarin saat mamah di di luar kota mamah bertemu dengan putra Bi Iyem" ucap Lynda.


"Bukannya bi Iyem tak punya anak mah" ucap Nita terkejut.


"Dia punya anak Nita bahkan anaknya itu seusia dengan Topan saat lahiran pun kita sama dan satu rumah sakit" ucap Lynda.


"Apa aku gak ngerti mah" tanya Nita.


"Nita Bi Iyem itu punya anak dan punya suami namun suaminya kontrak, kamu gak akan pernah sangka kalau masalalu Bi Iyem itu kelam Nita, Bi Iyem itu dulunya seorang Pe*cur" ucap Lynda.


"Gak mungkin mah, Bi Iyem sangat baik dan Polos mana mungkin dia begitu" ucap Nita tak percaya.


"Iya dulu juga mamah gak percaya tapi begitulah hidup Nita tak ada yang tau" ucap Lynda.


"Lalu dimana anaknya Bi Iyem" tanya Nita.


"Mamah lihat dia sedang berkunjung ke butik mamah dan mamah bersembunyi lalu mempotretnya" ucap Lynda.


"Kenapa mamah bisa kenal padanya" tanya Nita.


"Oh kenapa mamah tak beritau saja anaknya kalau ibu kandungnya itu Bi Iyem bukan teman mamah itu" ucap Nita.


"Susah Nita, Fransh dan Farida tak akan membiarkan itu terjadi" ucap Lynda.


"Kasihan bi Iyem lama berpisah dengan putranya" ucap Nita sedih.


"Mau bagaimana lagi Nita, tapi mamah yakin kalau suatu saat nanti mereka pasti akan bertemu" ucap Lynda.


"Amin mah kasihan Bi Iyem" ucap Nita.


-


Sedangkan Topan yang sudah selesai mengumpulkan bukti, langsung pulang dan tak lupa mengantar dulu pak Ardi sampai ke rumahnya.


Sarah juga ikut bersama Topan, mereka semobil berdua karena rumah mereka sama jadi tak ada alasan lain untuk Topan tak mengajaknya.


"Terima kasih Topan sudah membantu mas Rama walau pun mas Rama sudah jahat padamu dulu" ucap Sarah pada Topan.


"Lupakan saja" ketus Topan.


"Tapi Topan aku sangat berterima kasih padamu, berkat kau aku dan mas Rama ja..." ucap Sarah terpotong karena Topan mengangkat tangannya kearah Sarah.


"Diam, simpan saja terima kasih mu itu" ucap Topan.


"Topan tangan kamu kenapa kok di perban begitu" tanya Sarah khawatir.

__ADS_1


"Diam" bentak Topan.


Sarah tak berbicara lagi dia memilih diam saja karena respon Topan membuatnya sadar kalau Topan menolongnya semata mata karena Rama adalah keluarganya.


Mobil Topan sampai di rumah Lynda, Topan dan Sarah masuk kedalam rumah bersamaan, Nita yang melihat hal itu langsung terkejut dan tak mengerti kenapa mereka berdua bisa bersamaan.


"Mas sudah pulang kenapa bisa barengan" tanya Nita.


"Tadi mas ke kantor polisi dan ada Sarah disana jadi kita bareng pulang aja sekalian" jawab Topan.


Topan melihat mamahnya yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Mah kapan pulang" tanya Topan.


"Tadi siang Pan, loh kenapa tangan kamu pan kok di perban gitu" tanya Lynda khawatir.


"Gak mah ini cuman biasa kok" jawab Topan.


"Jujur sama mamah Topan" desak Lynda.


"Selama mamah pergi aku masuk rumah sakit, aku mengalami Magh berat dan dehidrasi" ucap Topan.


"Apa? Nita kenapa gak cerita sama mamah" tanya Lynda pada Nita.


"Maaf aku juga gak tau mah semalaman mas Topan gak pulang" ucap Nita.


"Oke baiklah yang terpenting kamu gak papa" ucap Lynda.


Sarah dari tadi diam saja dia merasa pusing karena seharian dia belum makan, bahkan dia tak sempat minum karena terlalu lama di kantor polisi.


Kepala Sarah terasa berputar dia ingin sekali tidur dan berbaring di kasur..


Brughh..


Sarah jatuh pingsan untung saja Topan replek menahanya jadi Sarah tak jatuh ke lantai, Topan mengangkat tubuh Sarah dan membaringkannya di atas Sofa.


Sedangkan Nita dan Lynda merasa cemas karena Sarah pingsan, takut kandungannya kenapa napa.


Topan mengusap usap tangan Sarah dengan tangannya, bahkan Topan juga memegang kening Sarah tapi Sarah tak sedang panas.


Perhatian Topan itu di pantau oleh Nita dari kejauhan, Cemburu? Tentu saja hati wanita mana yang tak akan cemburu saat suaminya berdekatan dengan wanita lain apa lagi wanita itu adalah masalalunya.


"Mah panggilkan dokter" ucap Topan terlihat cemas.


Lynda segera mengirim pesan pada Dokter Windy dokter pribadi keluarganya, sedangkan Nita hanya mematung menatap wajah Topan yang sangat cemas karena Sarah Pingsan.


Dengan cepat Nita sadar dan menepis pikirannya yang buruk itu.


"Aku gak boleh berfikir begitu wajar saja mas Topan cemas karena Sarah sedang hamil" batin Nita mencoba agar tak berfikiran macam macam.


bersambung...


***jangan lupa like comen dan votenya ya..


salam manis Author***

__ADS_1


__ADS_2