Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 104


__ADS_3

Di kediaman Lynda.


Nita sudah membersihkan rumah membantu bi Iyem sedangkan Rayhan sedang anteng dengan Asih yang sedari tadi mengasuhnya.


Nita melihat kamar Sarah sejak tadi Sarah tak keluar dari kamarnya dan hal itu membuat Nita semakin merasa tak enak hati karena ucapan Topan semalam yang sudah lancang menghina Sarah.


Nita berinisiatif untuk melihat Sarah yang sedang berada di kamarnya.


Nita mengetuk pintu kamar Sarah dengan cepat Sarah membukanya.


"Nita ada apa" tanya Sarah.


"Boleh aku bicara Sarah" ucap Nita.


"Boleh ayo masuk".


Nita masuk kedalam kamar Sarah, Nita duduk di bibir ranjang.


"Sarah kamu kenapa aku lihat kamu murung sekarang" tanya Nita langsung.


"Tidak aku hanya ingat saja dengan mas Rama" ucap Sarah sedih.


"Maaf ya Sarah kalau ucapan mas Topan semalam menyakiti hati kamu" ucap Nita.


"Jangan begitu Nita aku juga salah kok karena sudah pergi diam diam" ucap Sarah bersedih.


"Tapi tetep aja Sar kalau mas Topan itu salah dia sudah bicara seenaknya pada kamu, atas nama mas Topan aku minta maaf ya" ucap Nita.


"Tidak Nita jangan begitu".


**


Topan sudah bertemu dengan ibunya Dodit anak buah Rama yang menjadi korban karena penembakan Anjasmara saat di rumah Rama.


"Ibu apa benar anda ibunya Dodit" tanya Pak Ardi.


"Iya benar, ada apa kalian membawa saya kesini" tanya ibu itu.


"Apa benar anda yang membawa kasus anak anda yang bernama Dodit ke polisi hingga melibatkan pak Anjasmara" tanya pak Ardi.


"T- tidak" ucap ibu itu terbata bata.


"Jangan bohong bu dengan wajah ibu yang tegang itu kami bisa lihat kalau ibu tau sesuatu" ucap Topan.


"Benar pak saya tidak tau" bantah ibu itu.


"Lantas kenapa kepolisian menyebutkan kalau pihak korban yang sudah membawa kasus ini ke polisi dengan bantuan Pak Anjasmara" ucap pak Ardi.

__ADS_1


"Tidak pak" ucap ibu itu lagi.


Brakk..


Salah satu anak buah Rama menggebrak meja, dan itu membuat ibunya Dodit ketakutan karena hal itu.


"Jujur saja bu, kami tak akan menyakitimu jika kau jujur" ucap salah satu anak buah Rama.


Ibu Dodit semakin ketakutan.


"Maafkan saya pak maafkan saya, iya saya mengaku saya yang sudah membawa kasus ini ke polisi tapi pak Anjasmara yang sudah membayar saya untuk melakukannya pak" jelas ibu itu sambil menangis.


Topan terkejut ternyata benar kalau Rama masuk penjara karena sepenuhnya ulah Anjasmara bukan karena pihak dari keluarga korban langsung.


"Maukah ibu bersaksi untuk membebaskan pak Rama" tanya pak Ardi.


"Saya siap pak tapi bagaimana dengan pak Anjasmara saya takut dia berbuat macam macam bahkan dulu saya sempat di ancam" ucap ibu itu.


"Apa ibu punya bukti" tanya pak Ardi.


Ibu itu menggeleng.


"Bagaimana pak Ardi, kita akan susah untuk mencari buktinya" ucap Topan.


"Benar nak Topan jika hanya dengan ucapan saja kita tak akan di percayai oleh hakim" ucap pak Ardi.


"Apa kita masih butuh dengan pembantu tuan Rama" tanya Anak buah Rama.


Anak buah Rama menggeleng.


"Fyyuh tak ada jawaban lain" ucap Topan.


Mereka semua bingung dengan masalah ini karena jika hanya menjadikan ibunya Dodit sebagai saksi saja tak akan cukup karena tak ada bukti yang kuat.


Topan dan Pak Ardi memutuskan untuk pulang karena tak dapat bukti yang kuat dari tempat itu bahkan jika menyusul pembantunya pun akan sia sia karena pasti pembantu Rama tak tau tentang masalah ini.


Topan mengantar pak Ardi sampai ke rumahnya, setelah Topan mengantar pak Ardi dia langsung pulang ke rumahnya karena hari juga sudah semakin malam.


Di perjalanan Topan merasakan sakit pada perutnya, Topan ingat kalau dia belum makan sedari pagi karena marahnya pada keluarganya Topan jadi tak nafsu makan tapi sekarang dia merasa sangat sakit perut.


Topan mencoba memarkirkan mobilnya di pinggir jalan yang ada makanan, hanya ada kang nasi goreng di pinggir jalan jadi dengan terpaksa Topan membeli sepincuk nasi goreng untuknya mengganjal perut.


"Bang nasi goreng satu" ucap Topan.


"Baik pak silahkan di tunggu" ucap kang nasi goreng.


Perut Topan sudah tak bisa di ajak kompromi lagi, sakit? bahkan semakin sakit Topan mengelus elus perutnya yang sedang keroncongan itu.

__ADS_1


Kang nasi goreng datang dengan membawa seporsi nasi dan menyerahkannya pada Topan, tanpa berlama lama lagi Topan langsung menyantap nasi goreng itu dengan lahap seperti orang yang sudah tak makan seminggu saja.


Namun bukannya hilang sakit perut Topan malah semakin sakit dan bertambah sakit, Topan tak menghabiskan makanannya dia langsung membayar dan pergi dari sana.


Topan melajukan kembali mobilnya namun dia tak pulang ke rumah dia mampir dulu ke rumah sakit untuk memeriksakan perutnya yang sakit itu.


Topan masuk kedalam rumah sakit terdekat disana, Topan langsung di periksa oleh Dokter karena sudah malam rumah sakit jadi sedikit sepi dan tak banyak pasien.


"Pak Topan silahkan masuk" ucap seorang perawat yang berada di ruangan tempat Dokter memeriksa pasien.


Saat Topan hendak berjalan tiba tiba kepalanya pusing pandangannya pun terasa berputar putar bahkan hanya hitam yang terlihat oleh mata Topan, kepala Topan terasa sangat sakit dan serasa mau pecah.


Dann... BRUGHH..


-


PRAKKK..


Nita tak sengaja memecahkan gelas yang sedari tadi berada di tangannya, gelas itu jatuh kebawah dan pecahannya berserakan di lantai.


"Kamu kenapa Nita" tanya Sarah.


"Tidak Sar kok aku jadi gak enak hati begini ya terasa mau nangis gitu" jawab Nita sambil memegang dadanya.


"Hanya perasaan saja kali Nit, kamu jangan banyak pikiran" ucap Sarah.


"Iya aku salah karena banyak melamun" ucap Nita.


"Non Nita apa tak sebaiknya non Nita tidur saja mungkin Non Nita mengantuk sampai sampai gelasnya jatuh" ucap bi Iyem pada Nita yang terlihat cemas.


"Tapi mas Topan" tanya Nita sambil bersedih.


"Kamu jangan cemas Nita biar aku yang menunggu Topan, aku juga sudah tak sabar mendengar bukti apa yang sudah dia dapatkan untuk membebaskan mas Rama" ucap Sarah.


"Tapi aku gak bisa, aku juga akan tunggu disini" ucap Nita.


"Nona lebih baik kalian tidur saja bergadang tak bagus untuk kalian apa lagi sedang hamil, biar bi Iyem yang menunggu Den Topan" ucap Bi Iyem.


"Memang gak apa apa bi" tanya Nita.


"Gak papa gimana Non"


"Apa gak akan merepotkan bi Iyem" tanya Nita.


"Tidak Non kenapa harua repot" jawab bi Iyem.


Nita dan Sarah langsung pergi ke kamar mereka masing masing karena sudah larut malam keduanya langsung tidur pulas, sedangkan Bi Iyem dia akan tidur di Sofa karena akan membukakan pintu untuk Topan saat Topan sudah pulang.

__ADS_1


bersambung...


salam manis Author


__ADS_2