
Nita pulang ke rumah namun tetap saja perkataan Clara seolah membekas di dalam hatinya entah mengapa Nita seolah tak terima pada ucapan Clara tapi Nita juga tak bisa berbuat apa apa karena Puput memang jahat tapi dia bukan Psikopat.
"Sudah Nit jangan murung begitu, jangan dengarkan anak yang tak tau malu itu" ucap Topan.
"Tapi mas aku gak bisa terima walau pun Puput begitu tapi dia bukan Psikopat mas" ucap Nita.
"Bagaimana kalau kita telpon Luthfi untuk menanyakan kabar Puput" saran Topan.
"Baiklah mas".
Topan mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dia menekan nomor Luthfi dan mencoba untuk memanggilnya, tanpa menunggu lama panggillan langsung tersambung.
[Hallo Luth bagaimana kabar mu] tanya Topan.
[Iya ada apa Pan, aku baik] ucap Luthfi di sebrang sana.
[Syukurlah aku hanya ingin menanyai kabar Puput, bagaimana dia sekarang] tanya Topan.
[Puput baik pan perkembangannya sangat banyak sekarang bahkan dia sudah bisa bergabung dengan yang lain juga] jawab Luthfi.
[Syukurlah dimana dia sekarang] tanya Nita.
[Ada apa kalian akan bicara, biar aku berikan ponselnya pada Puput] ucap Luthfi.
[Sebentar saja boleh kan] tanya Nita.
[Boleh Nona] ucap Luthfi.
Luthfi memberikan ponselnya pada Puput yang sedang berada di dapur bersama para pasien yang lain.
"Put kakakmu telpon" ucap Luthfi.
"Benarkah" tanya Puput antusias.
[Hallo kak] ucap Puput sambil menempelkan ponsel Luthfi ke daun telinganya.
[Put, bagaimana kabar kamu baikkan] tanya Nita.
[Aku baik kak, bagaimana kakak? Bagaimana kandungan kakak? Apa Rayhan juga baik kak?] rentetan pertanyaan keluar dari mulut Puput tak terasa air mata Puput jatuh juga karena merasa rindu pada kakaknya itu.
[Kakak baik semua juga baik, kamu cepatlah sembuh Put dan pulanglah kesini] ucap Nita sambil menahan tangisnya.
[Doakan aku supaya bisa cepat sembuh kak] ucap Puput.
[Pasti aku pasti akan Doakan kamu Put].
[Kak aku ingin sekali pulang kesana tapi kata Dokter aku belum benar benar pulih sekarang, aku menyesal kak karena sudah membiarkan penyakit gila ini menguasai tubuhku] ucap Puput.
[Kamu harus bisa Put kamu bisa] ucap Nita menyemangati adiknya itu.
__ADS_1
[Kak maafkan aku karena sudah membencimu dulu dan tolong bilang pada Arka aku minta maaf dan aku janji padanya aku akan kembali nanti] ucap Puput.
Namun Nita merasa sakit saat Puput membicarakan Arka, Puput juga masih menyimpan harapan untuk Arka sedangkan Arka dia sudah bersama dengan wanita lain sekarang.
[Kak] ucap Puput yang menyadarkan Nita dari lamunan.
[Eh iya put, maaf kakak sedang tak konsen, iya nanti kakak akan beri tahukan ini pada Arka] ucap Nita.
[Terima kasih kak]
[Iya Put]
[Kak sekarang aku harus pergi dulu untuk menjahit jemuran aku mungkin sudah kering sekarang] ucap Puput.
[Baiklah nanti kakak hubungi lagi ya] ucap Nita.
Puput memberikan ponsel Luthfi pada sang empunya, sekarang Luthfi yang ingin bicara pada Nita dan Topan.
[Hallo Nona] ucap Luthfi.
[Iya].
[Aku harap kau tak tersinggung dengan ucapanku ini]
[Memangnya kau mau bicara apa pak Luthfi] tanya Nita.
[Begini Nona aku sangat minta maaf sebaiknya anda jangan terlalu sering menghubungi Puput karena dia akan merasa terganggu jika sering di ajak bicara oleh anda, maafkan aku Nona bukan aku menyinggungmu maafkan aku, tapi ini demi kebaikan Puput juga percaya padaku Nona aku akan menjaga Puput] jelas Luthfi.
[Aku matikan sambungan telponnya nona] ucap Luthfi.
[Iya].
Sambungan telpon pun terputus Nita menyodorkan kembali telponnya pada Topan yang sedang duduk di Sofa, Nita duduk di samping Topan.
"Apa yang di katakan Puput" tanya Topan.
"Tidak ada hanya bicara biasa saja".
" dia tak bicara tentang lakilaki itukan".
"Iya mas dia membicarakannya, bahkan Puput bilang kalau dia berjanji akan kembali dan menemui Arka nantinya".
" kasihan Puput dia gak tau kalau Arka sudah bersama wanita tak tau malu itu".
"Tak apa mas Puput lama disana mungkin seiring waktu Puput bisa melupakan Arka".
" iya aku harap begitu Nit".
**
__ADS_1
Hari ini Sarah dan Rama sudah bersiap untuk pergi ke penjara dan akan membebaskan Anjasmara dari sana sebenarnya Sarah tak suka akan hal ini tapi mau bagaimana lagi dia tak bisa membujuk Rama akan hal itu.
"Sudah siap sayang" tanya Rama.
"Sudah mas".
"Ayo berangkat".
"Mas apa tak sebaiknya kau pikirkan ini dulu secara matang matang mas takutnya kau menyesal nantinya" ucap Sarah.
Rama yang sedang memakai sepatunya langsung menghentikan aktivitasnya, tak ada rasa marah pada Sarah justru Rama malah tersenyum.
"Sarah apa kau masih tak percaya padaku" tanya Rama penuh selidik.
"Tidak mas aku hanya tak mau nantinya kamu menyesal" ucap Sarah.
"Kamu jangan berpikir begitu Sarah" ucap Rama yang langsung keluar dari kamarnya dan hendak menemui Lynda untuk meminta ijin meminjam mobilnya.
"Mbak bolehkan aku minjam mobil" tanya Rama pada Lynda yang sedang duduk di meja makan.
"Boleh Rama, apa kau akan jadi membebaskan Anjasmara sekarang" tanya Lynda.
"Jadi Mbak aku akan berangkat sekarang" ucap Rama.
"Baiklah aku Doakan semoga tak di persulit ya".
"Iya mbak makasih".
Rama dan Sarah pergi naik mobil Lynda dan Rama yang mengemudi mobil itu tanpa lama lama lagi Rama langsung melajukan mobilnya ke kantor polisi.
Setelah sampai di kantor polisi Rama dan Sarah langsung masuk kedalam dan bertemu dengan polisi untuk menjelaskan kalau dia akan membebaskan Anjasmara.
" pak tolong tanda tangan surat ini" ucap pak Polisi sambil menyodorkan secarik kertas dan balpoin.
Rama langsung menandatangani surat itu tanpa ragu ragu, Setelahnya Rama menunggu akhirnya polisi itu membebaskan Anjasmara dan membawanya menghadap kepada Rama dan Sarah.
"Terima kasih pak" ucap Rama.
Pak polisi itu mengangguk dan meninggalkan Anjasmara yang sekarang sudah terbebas atas jaminan yang Rama ajukan dan itu pun tanpa di ketahui oleh Sarah.
"Berapa uang yang harus aku bayar atas kebaikanmu ini" tanya Anjasmara ketus pada Rama dan Sarah.
Sarah merasa geram pada Ayahnya itu sudah di bebaskan masih saja sombong dan tak tau berterima kasih.
"Jaga bicaramu Ayah seharusnya kau berterima kasih pada kami tapi apa yang kau lakukan kau malah sombong dan angkuh begitu, menyesal aku sudah mengijinkan mas Rama membebaskanmu" ucap Sarah langsung marah dengan sikap Anjasmara.
"Aku tak memintamu untuk membebaskan aku" ketus Anjasmara.
"Ayo mas kita pergi saja biarkan orang yang tak tau terima kasih ini sendirian" ucap Sarah sambil menarik tangan Rama supaya cepat pergi dari sana.
__ADS_1
Bersambung..