
Sarah memakai gaun Maroon selutut sedangkan Hilman memakai kemeja panjang berwarna maroon juga, dan itu semua karena ulah Nita yang ingin membuat kedua insan ini serasi.
Saat Sarah hendak keluar dia langsung menatap baju Hilman yang sama dengan bajunya.
"Nita awas kau" batin Sarah.
"Baju kita sama" ucap Hilman.
"Maaf aku gak tau, kalau begitu aku akan ganti dulu" ucap Sarah salah tingkah.
"Tidak usah kau cantik memakai baju itu" ucap Hilman yang membuat Sarah tersipu malu.
Mereka berdua pergi untuk menuju ke sebuah cafe, karena Hilman akan membuat Sarah bahagia dengan membawanya makan makan karena jika sedang hamil Sarah akan merasa cepat lapar.
Sedangkan Nita yang sedang menatap kepergian Sarah dan Hilman hanya tersenyum sendiri karena merasa bahagia karena Sarah bisa tersenyum lagi.
"Nita" ucap Lynda dari arah belakang.
"Iya mah" ucap Nita.
"Nita mamah hanya memberi saran saja" ucap Lynda sambil membawa Nita duduk di sofa.
"Mamah tak mau kamu sering mendekatkan mereka, apa lagi Sarah belum selesai masa idah Nita, mamah takut laki laki itu berbuat macam macam pada Sarah" ucap Lynda.
"Tidak mungkin mah aku tau Hilman aku juga tau Sarah bahkan mereka juga dulunya sering bersama" ucap Nita.
"Iya sayang mamah hanya ingin kamu ingatkan Sarah untuk tak terlalu dekat dengan lakilaki lain sedangkan Rama baru beberapa hari meninggal" ucap Lynda.
"Iya mah aku paham, aku juga berharap begitu mah nanti saat Sarah sudah habis masa idah dia baru nikah" ucap Nita.
"Iya Nit".
-
Sedangkan Sarah dan Hilman yang sudah berada di cafe mereka memesan beberapa makanan untuk mereka makan, bahkan Sarah juga sangat antusias pada acara makan ini.
" Non Sarah" tanya Hilman.
"Jangan panggil aku Non panggil saja aku Sarah, Hilman" ucap Sarah.
"Iya Sarah" ucap Hilman.
"Ada apa" tanya Sarah.
"Kau senang makan bersamaku".
" aku senang Hilman terima kasih ya".
Sarah menatap seorang lakilaki dan perempuan yang sedang duduk tak jauh dari mejanya, lakilaki itu mengelus elus perut istrinya dengan penuh cinta.
Mata Sarah berembun saat melihat pasangan itu tiba tiba dia teringat Rama yang sudah hampir satu tahun menemaninya walau pun Rama dan Sarah sempat berpisah karena masalah.
__ADS_1
"Sarah kau menangis" tanya Hilman.
"Hah tidak aku hanya kelilipan saja" ucap Sarah berbohong.
"Kau ingat dengan pak Rama" tanya Hilman.
Sarah mengangguk air matanya tak bisa dia tahan lagi, Sarah menangis di hadapan Hilman dengan sigap Hilman menenangkan Sarah karena tak mau Sarah berlarut larut dalam kesedihan.
"Tenang Sarah kamu harus ingat pak Rama sudah tiada".
" doakan dia Sarah supaya pak Rama tenang di alam sana" ucap Hilman lagi.
"Tapi Hilman aku tetap tak bisa melupakannya".
" aku paham Sarah".
"Hilman aku mau pulang" ucap Sarah.
"Baiklah ayo kita pulang, kamu jangan bersedih lagi" ucap Hilman, "mbak tolong di bungkus" ucap Hilman pada pelayan disana.
Setelah selesai membayar Hilman membawa Sarah untuk pulang karena Sarah yang minta.
Hilman menghentikan mobilnya sejenak karena masih melihat Sarah menangis.
"Sarah maafkan aku karena sudah membawamu ke kesana sehingga membuat kamu menangis melihat hal itu" ucap Hilman.
"Tidak Hilman aku berterima kasih padamu karena kamu sudah mengajakku".
"Aku hanya rindu dengan mas Rama, aku juga takut kalau nantinya anakku tak punya Ayah" ucap Sarah.
"Sarah aku mau jadi ayah dari anakmu itu aku janji akan menjaganya dan menyayanginya layaknya anak aku sendiri" ucap Hilman.
"Tapi Hilman aku belum selesai masa idah" ucap Sarah.
"aku akan tunggu masa idahmu Sarah".
" kau benar mau menikah denganku Hilman, bahkan di luaran sana masih banyak wanita yang cantik dan baik yang jauh dariku Hilman".
"Sarah aku hanya mau kamu".
"Hilman apa kamu mau menikahiku karena kasihan" tanya Sarah.
"Tidak aku sayang kamu benar Sarah bukan kasihan" Hilman mengusap air mata Sarah, "aku janji akan membahagiakan kamu dan anak ini Sarah aku janji" ucap Hilman sungguh sungguh.
"Baiklah buktikan sayangmu itu saat aku sudah menyelesaikan masa idahku" ucap Sarah.
"Aku janji".
***
TIGA BULAN KEMUDIAN..
__ADS_1
Seorang wanita tengah bertaruh nyawa di dalam ruangan persalinan, bahkan suaminya tak kalah cemas karena sudah hampir beberapa jam ini mengalami kontraksi tapi masih saja bertahan di pembukaan ke 8.
" mas aku gak kuat" ucap Nita pada Topan yang setia menunggunya.
"Sabar Nita sebentar lagi" ucap Topan menenangkan.
Wanita itu adalah Nita yang sebentar lagi akan melahirkan, bahkan keluarganya sudah menunggu di luar ruangan persalinan, Lynda yang sedari tadi hanya diam saja merasa cemas karena Nita tak kunjung naik pembukaan.
"Tante tenang ya sebentar lagi Nita akan melahirkan" ucap Sarah.
"Iya Sarah aku terlalu takut karena aku hafal betul bagaimana Topan dia tak akan sanggup melihat darah" ucap Lynda.
"Tante ternyata kau menghawatirkan Topan aku kira menghawatirkan Nita" ledek Sarah.
Bi Iyem dan Asih yang berada di sana langsung menahan tawa saat Sarah meledek Lynda yang sedari cemas mendengar teriakan Nita yang berada di dalam ruangan bersalin.
Sedangkan Sarah kandungannya baru saja memasuki delapan bulan tanpa di dampingi Rama, Sarah membesarkan bayi dalam kandungannya dengan dukungan dari keluarga Lynda dan kasih sayang dari Hilman yang selalu mengisi hari hari nya dengan senyuman.
"Bu aku akan mengganti popok Rayhan dulu ke kamar mandi" ijin Asih.
"Iya Asih, Bi kamu ikut Asih takut dia kesusahan" titah Lynda.
"Baik bu".
Sarah dan Lynda menunggu di sana, para Dokter terlihat berlalu lalang karena akan menangani persalinan Nita yang sampai sekarang belum bertambah pembukaan.
" pak Topan apa Bu Nita akan melahirkan secara normal atau secar" tanya Dokter di dalam ruangan.
"Nita mau normal Dok tapi kalau tak memungkinkan di secar saja Dok" ucap Topan gelisah menunggu kehadiran anak keduanya.
"Mas aku mau normal" ucap Nita sambil meringis kesakitan.
"Tapi Nita kamu harus secar" ucap Topan.
"Pak Topan kita akan melakukan secar saja karena sedari tadi belum bertambah pembukaan" ucap Dokter.
"Baiklah Dok" ucap Topan pasrah.
"Sus tolong siapkan ruangan untuk bu Nita" titah Dokter.
"Baik Dok".
Nita di bawa ke ruangan yang disana alat alatnya sangat lengkap jadi Nita tak perlu khawatir tentang pembukaannya yang sedari tadi tak bertambah tambah.
Topan menghampiri Lynda dan Sarah yang sedang berada di sana.
" topan bagaimana Nita" tanya Lynda.
"Dia akan di pindahkan ke ruangan secar" ucap Topan.
Bersambung
__ADS_1