
Nita cemas karena Sarah belum juga sadar sedangkan Rama masih berada di kantor polisi dan belum juga pulang.
Nita mencoba menghubungi Topan yang sedang berada di kantornya karena belum pulang, Nita merasa kalau hal itu ada kaitannya dengan Ayahnya Sarah karena memang semua masalah selalu berasal dari Anjasmara.
[Mas bisa gak pulang sekarang paman Rama masuk penjara] pesan Nita pada Topan.
Topan yang membaca pesan dari Nita itu langsung membereskan berkas berkas yang ada di atas meja dan dia langsung meraih kunci mobilnya dan pulang untuk melihat ada apa sebenarnya.
Topan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena jalanan yang cukup kosong jadi mobil Topan bisa melaju dengan mulus di jalanan.
**
Kantor polisi.
Rama sedang di introgasi oleh para polisi, hampir semua polisi yang menanyai kasus ini pada Rama namun Rama tak mengaku karena memang bukan dia pembunuhnya.
"Jujur saja Pak, kalau anda Jujur hukuman anda akan kami ringankan" ucap polisi yang bernama hadi itu.
"Saya bukan pembunuh" kekeuh Rama.
"Pak anda pernah menjadi narapidana, jujur saja atau anda akan menjadi narapidana untuk yang kedua kalinya".
"Sudah saya bilang kalau saya tidak membunuh Jerry, dia anak buah saya pak, saya gak akan tega membunuhnya".
"Lantas mau mengelak apa lagi pak, semua bukti sudah menunjuk ke anda".
"Persetan dengan bukti itu pak" ucap Rama.
"Jujur saja pak anda mempersulit kerja kami".
"Saya bukan pembunuh, yang membunuh mereka itu namanya Anjasmara".
"Tidak pak justru tuan Anjasmara lah yang membawa kasus ini kesini".
"Sudah aku duga" ucap Rama kesal.
Polisi itu pun merasa cukup kesal karena Rama dari tadi tak jujur jujur, sedangkan semua bukti sudah mengarah padanya.
"Dan bawa Pak Rama ke sel" ucap polisi yang bernama Hadi itu.
"Anda gak bisa begini dong pak, saya gak bersalah anda jangan berlaku tak adil begini" bantah Rama.
"Pak semua bukti sudah mengarah ke anda".
Seorang polisi menyeret Rama untuk masuk kedalam penjara walau pun Rama sudah memberontak namun tetap saja tak ada gunanya juga karena Rama sudah masuk kedalam penjara.
"Pak saya gak bersalah" ucap Rama kesal.
Namun para polisi itu tak menggubrisnya karena memang benar semua bukti mengarah pada Rama dan kejadian itu terjadi di rumah Rama sendiri.
Pihak dari keluarga korban kasus ini memang sudah tak di permasalahkan lagi memang salah Jerry juga mau maunya kerja menjadi seorang anak buah orang kaya yang sudah pasti banyak musuh dan masalah.
Tapi karena kelicikan Anjasmara dia memanfaatkan diamnya keluarga korban untuk memisahkan Rama dengan Sarah, karena dengan adanya Rama, Sarah tak akan pernah pulang ke rumah Anjasmara.
-
Anjasmara sudah berada di kantor polisi dia ingin sekali melihat Rama mendekam di penjara, Anjasmara melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kantor itu, dia merasa tak sabar melihat reaksi Rama saat melihatnya.
"Ijinkan saya bertemu dengan Rama wijaya" ucap Anjasmara pada Polisi.
__ADS_1
"Mohon di tunggu tuan" ucap polisi.
Polisi itu membawa Rama keluar dari sel karena ada orang yang akan menjenguknya dengan keadaan tangan yang di borgol Rama keluar menemui Anjasmara di ruang tempat para Napi di jenguk oleh keluarganya.
"Waktu anda hanya 5 menit pak" ucap Polisi itu.
Dengan malas Rama mendekat kearah lakilaki yang sedang membelakanginya itu.
"Jangan berlagak so paling jago Anjasmara, aku tau itu kau" ucap Rama malas.
Prokkk
Prokk..
Anjasmara bertepuk tangan.
"Tebakanmu benar Rama, selamat ya kau sekarang sudah di tahan hahahah" ucap Anjasmara dengan di iringi tawa jahatnya.
"Aku sudah menduga kalau dalangnya itu adalah kau Anjasmara".
"Rama sudahku bilangkan jauhi putriku tapi kau tak mendengarkannya, jadi dengan sangat terpaksa aku harus melakukan ini".
"Kau memang manusia jahat Anjasmara" gerutu Rama.
"Silahkan mendekam di penjara Rama kau tenang saja soal Sarah biar aku yang mengurusnya biar aku jodohkan dia dengan lakilaki kaya supaya anak dalam kandungannya punya Ayah yang kaya tak seperti kau Rama hahahh".
"Beraninya kau".
"Aku hanya datang untuk memberi tau ini saja, jadi kau silahkan nikmati hukumanmu dengan tenang".
"Awas kau Anjasmara tak akan aku lepaskan kau" ancam Rama.
"Rama Rama aku bingung denganmu, masih ada manusia sombong sedangkan dirinya akan di penjara" ledek Anjasmara.
"Bodoh? Aku bodoh? Kau yang bodoh Rama kau menikahi putriku yang jelas jelas aku tak merestui kalian".
"Kau manusia egois Anjasmara".
"Fyuhh bicara lama lama denganmu cukup menguras emosiku, aku akan pergi besok aku akan kembali lagi pikirkan matang matang tentang penawaran aku ini, kau akan aku bebaskan asalkan kau jauhi Putriku" ucap Anjasmara.
Rama tak menggubrisnya lagi, dia memilih untuk masuk lagi kedalam sel penjara dari pada harus meladeni Anjasmara yang egois itu.
"Aku pastikan kau akan menyetujui penawaranku itu Rama" gumam Anjasmara.
**
Di kediaman Lynda House.
Sudah hampir satu jam lamanya Sarah masih pingsan namun tak ada yang memanggil dokter karena Sarah sudah ada tanda tanda akan siuman.
"Mah coba pakaikan lagi minyak kayu putih pada lehernya" ucap Topan yang sudah pulang ke rumah.
Lynda dengan cepat mengoleskan minyak kayu putih pada lehernya dan menempelkan pada hidung Sarah.
Tangan tangan Sarah sudah mulai bergerak dia sudah siuman, matanya pun sudah terbuka dia mencoba untuk bangun dari tidurnya namun Lynda menahannya.
"Jangan bangun dulu Sarah kau masih sakit" ucap Lynda.
"Tante dimana mas Rama apa dia sudah pulang" tanya Sarah sambil memegang kepalanya yang masih sakit.
__ADS_1
"Kau tenanglah dulu jangan pikirkan Paman Rama" ucap Topan.
"Tapi pan dia sudah janji akan pulang awww" ucap Sarah meringgis karena kepalanya sakit.
"Bi tolong ambilkan air minum untuk Sarah" titah Lynda pada Bi Iyem.
"Baik bu".
Bi Iyem pergi untuk mengambil air minuman.
Sedangkan Nita yang sedari tadi berada di kamarnya karena mengurus Rayhan pun langsung keluar untuk menemui Sarah karena mendengar suara Sarah.
"Sarah kau baikkan" tanya Nita khawatir pada Sarah.
"Aku baik Nita tapi mas Rama hikss" ucap Sarah sambil terisak.
"Kamu tenang ya nanti kalau kamu sudah baikan kita akan ke kantor polisi" ucap Lynda mencoba menenangkan Sarah.
"Tante aku takut mas Rama di hukum" lirih Sarah.
"Tidak Sarah itu tidak mungkin, aku akan siapkan pengacara untuk membebankannya" ucap Topan.
"Terima kasih pan" ucap Sarah.
Setengah jam berikutnya, Sarah meminta untuk di antar ke kantor polisi karena Rama tak kunjung pulang juga jadi dia merasa cemas dan khawatir akan suaminya itu.
Apa lagi kasus penangkapan Rama itu tentang pembunuhan jika masuk penjara pun Rama akan di tahan lama bisa juga dia di adu banding tapi dengan uang yang cukup besar sedangkan Sarah dan Rama tak mungkin punya uang banyak.
Tinggal juga mereka numpang di rumah Lynda apa lagi kalau harus menjamin Rama untuk bebas dari penjara.
"Aku gak boleh berpikir yang macam macam, mas Rama pasti terbukti tak salah" batin Sarah.
Sarah berjalan keluar rumah Lynda, dan disana sudah ada Lynda, Nita Dan Topan yang sudah menunggu kedatangan Sarah untuk segera pergi ke kantor polisi.
"Kamu sudah siap Sarah" tanya Lynda.
"Sudah tante aku tak sabar mau ketemu mas Rama" ucap Sarah.
"Baiklah Topan ayo kita berangkat" ucap Lynda.
Di sepanjang perjalanan Sarah masih saja menangis dan melamun, Nita yang melihat itu merasa iba pada Sarah karena hidup Sarah memang selalu saja banyak cobaan.
Nita menggenggam tangan Sarah karena Nita duduk di samping Sarah jadi memudahkan Nita untuk membuat Sarah tenang dan Sabar.
"Jangan terlalu banyak pikiran Sarah, kasihan bayi yang ada di perut kamu pasti dia sedih kalau mamahnya selalu sedih" ucap Nita mencoba menenangkan Sarah.
"Nita aku gak sanggup kalau mas Rama akan masuk penjara, kamu tau kan berapa lama seorang pembunuh di penjara bahkan mungkin akan seumur hidup hikss hikss" ucap Sarah sambil terisak.
"Kamu tenang ya" ucap Nita sambil membawa Sarah kedalam pelukannya.
Nita mengusap rambut Sarah yang terurai, Nita mengerti keadaan Sarah sekarang, mengandung dengan keadaan berjauhan dengan seorang suami itu bukanlah hal yang mudah, dan Nita juga pernah merasakannya dulu.
bersambung..
***terima kasih sudah setia membaca karya saya yang berjudul "istri kontrak bosku".
jangan lupa like comen dan vote ya.
salam manis Author***
__ADS_1
jangan lupa mampir ke karya kedua Author ya di jamin bakalan baper...