
Malam hari di kediaman orang tua Arka, Arka sedang duduk bersama dengan kedua orang tuanya entah kenapa Arka merasa kalau orang tuanya itu akan membahas masalah perjodohan yang Arka tolak beberapa bulan yang lalu.
"Kapan kamu akan menikah" tanya Mamahnya Arka saat tak ada percakapan di antara mereka.
"Mah, aku gak mau bahas ini" jawab Arka.
"Mau sampai kapan Arka, kau sudah besar kau juga sudah mapan tak akan ada wanita yang akan menolakmu" ucap papahnya Arka.
"Sudah aku gak akan nikah kalau kak Arga juga belum Nikah".
" Arka sudah jangan bahas lagi kakak kamu dia sudah menikah, dan sekarang tinggal kamu yang harus nikah" ucap mamah Arka.
"Mamah aku gak mau nikah".
" pokoknya kamu harus nikah sekarang mamah akan carikan wanita yang cocok untuk kamu".
"Terserah mamah saja aku gak peduli" ketus Arka sambil pergi dari sana.
"Pokoknya kamu harus menikah titik" teriak mamahnya Arka.
Dengan cepat Arka masuk kedalam kamarnya duduk termenung di dalam kamarnya, sungguh Arka tak mau berurusan dengan wanita sudah cukup dia sakit hati oleh Puput dia tak mau sakit hati yang kedua kalinya.
**
Sedangkan Puput yang sekarang masih menunggu di rumah sakit dengan ibunya karena sebentar lagi bapaknya itu harus segera di oprasi.
Tak lama setelah itu Nita dan Topan datang kesana untuk melihat kondisi bapaknya sekarang karena Puput pun sudah mengabari Nita kalau bapaknya itu akan di oprasi sekarang.
"Bu Put" sapa Nita.
"Kau datang Nita, kemana saja bapak kamu nyariin, bagaimana kabar Zia apa dia sudah baikkan" tanya ibunya Nita.
"Maaf bu aku baru datang Zia rewel bu jadi aku baru bisa kesini sekarang".
" ya tak apa Nita yang penting kamu datang" ucap Ibu.
Seorang dokter masuk ke ruangan itu dengan dua orang suster yang mendampinginya, namun seorang suster keluar lagi dari ruangan dan memberi taukan tentang keadaan bapak Robi.
"Dengan keluarga pasien, maaf kondisi pak Robi sangat kritis sekarang bahkan beberapa dokter sudah menyerah karena kondisinya semakin buruk" ucap suster.
"Sus tolong selamatkan bapak berapa pun biaya nya aku akan bayar" ucap Puput yang langsung mendekati suster itu.
"Ya sus selamatkan bapak" ucap Nita.
Sedangkan Ibu hanya bisa bersedih saja karena memang bapak Robi sudah sangat tua apa lagi penyakitnya sudah sangat lama mungkin tak ada harapan lagi bagi pak Robi.
__ADS_1
"Sudah bu jangan nangis bapak pasti akan selamat" ucap Nita menenangkan ibunya.
"Nit mas keluar dulu ya mau angkat telpon" ucap Topan.
"Ya mas".
Wajah panik terlihat jelas di raut wajah Puput karena setelah beberapa tahun ini Puput tak melihat bapaknya dan pas dia pulang dan melihat bapaknya, bapak malah sakit keras.
Setelah menunggu beberapa saat seorang dokter keluar dari ruangan itu tetapi Dokter itu membawa kabar yang kurang mengenakkan bagi keluarga Nita.
" maaf kami sudah berusaha sebisa mungkin tapi tuhan berkehendak lain pak Robi sudah tiada" ucap Dokter itu.
Nita yang mendengar hal itu langsung luruh ke lantai karena rasanya dia tak bisa menopang lagi tubuhnya, sedangkan Puput masih merasa tak percaya pada ucapan Dokter itu.
"Gak mungkin Dok, bapak saya pasti selamat dia orang kuat Dok" ucap Puput.
"Tabahkan hati anda Nona ini lah kenyataanya" ucap Dokter sambil pergi dari sana.
Topan yang melihat istrinya sedang menangis pun langsung memeluk istrinya itu sedangkan Puput hanya bisa menangis sendirian karena masih tak percaya kalau bapaknya akan pergi secepat ini.
"Tenang sayang, jangan nangis" ucap Topan menenangkan Nita.
Sedangkan Puput meraung raung menangis karena kehilangan sosok bapaknya, Topan yang melihatnya pun langsung tak tega karena Puput sampai meraung raung tak jelas.
Tiba tiba Puput merasakan kepalanya pusing dan sangat berat matanya terasa hitam tak ada cahaya yang bisa dia lihat dan seketika Puput jatuh pingsan ke lantai.
Brughh..
"Puput" teriak Nita.
Puput langsung di bawa ke ruangan perawatan karena Puput pingsan sedangkan Nita dan ibunya duduk menunggu kabar dari Dokter tentang Puput.
Sedari tadi ponsel Puput berbunyi karena ada yang memanggilnya, Topan mengambil ponsel Puput dari dalam tasnya dengan cepat Topan membuka ponselnya Puput.
"Tuan Arka" gumam Topan.
[Hallo]
[Put bisa kan sekarang ke kantor aku sangat butuh] ucap Arka dari sebrang sana sedangkan Topan sangat hapal dengan suara itu.
[Arka] ucap Topan.
Arka langsung merasa bingung karena yang mengangkat ponsel Puput adalah seorang laki laki.
[Arka bisa datang kesini, aku mohon Puput sedang pingsan sekarang dan bapaknya sudah meninggal aku tak bisa menenangkan Puput sendirian] pinta Topan pada Arka.
__ADS_1
Arka merasa bingung karena tak percaya bapaknya Puput sudah tiada mau tak mau Arka harus datang kesana.
[Baik kak aku kesana sekarang].
Topan menaruh lagi ponselnya di dalam tas Puput, sedangkan di sisi lain Arka keluar dari kamarnya dan langsung menuju halaman rumahnya.
Tetapi mamahnya Arka sudah berada di sofa menunggu Arka turun dari kamarnya.
"Arka lihat mamah sudah punya Foto untuk calon istri kamu" ucap mamah Arka.
"Gak perlu mah aku akan bawakan calon menantu untukmu" ucap Arka yang tak sadar dan langsung pergi dari sana.
"Hah syukurlah kau mau menikah juga Arka" gumam mamah Arka menatap kepergian putra bungsunya itu.
Arka langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang sudah di beri taukan oleh Topan saat tadi di telpon.
Walau pun merasa malu pada Nita karena dahulu pernah membawa Clara yang bar bar itu dan menghina Puput di hadapan Nita dan Topan tapi Arka harus datang karena tak mau melihat Puput rapuh.
Setidaknya dengan kedatangannya kesana Puput merasa sedikit tenang.
Dengan cepat Arka langsung masuk kedalam rumah sakit yang di dalamnya ada Puput.
Mata Arka melihat Nita dan ibunya Puput sedang duduk di kursi tunggu Arka semakin yakin kalau Puput berada di dalam ruangan itu.
"Kak" sahut Arka.
Nita dan ibunya langsung menatap Arka dengan tatapan bingung karena kenapa bisa Arka berada di sana padahal tak ada orang yang memberi tau pada Arka.
"Maaf aku yang panggil dia kesini, jaga jaga saja untuk menenangkan Puput" ucap Topan yang paham pada tatapan istri dan mertuanya itu.
"Kak aku turut berduka cita atas kejadian ini" ucap Arka pada Nita.
"Terima kasih kau datang kesini" ucap Nita.
"Kak aku akan jaga Puput jangan khawatirkan Puput aku ada untuknya" ucap Arka.
"Puput ada di dalam, tolong jaga Puput maaf aku sudah merepotkan mu tapi aku bingung harus minta tolong pada siapa lagi karena sekarang aku akan sibuk dengan jenazah bapak mertua, dan Puput akan sendirian" ucap Topan sambil membawa Arka masuk kedalam ruangan Puput.
"Aku permisi dulu untuk mengurus administrasinya" ucap Topan lagi.
"Baik kak" ucap Arka.
Di ruangan itu hanya ada Arka dan Puput, dengan cepat Arka mendekati Puput dan melihat kalau Puput baik baik saja.
Tapi apa yang Arka lihat, dia melihat Puput sangat kacau apa lagi dengan matanya yang sembab karena banyak menangis.
__ADS_1