
"Topan.... Nita.... " teriak Lynda.
Topan yang sedang rebahan pun langsung bangkit dan melihat wajah istrinya yang sudah akan tidur di tempatnya, sedangkan Rayhan bayi 9 bulan itu sudah terlelap dalam tidurnya.
"Ck ada apa mamah teriak teriak" ucap Topan berdecak kesal.
"Mas biar aku yang lihat kau tidur saja, kamu pasti cape kan" ucap Nita.
Namun Topan tak tega mengiyakan ucapan Nita, Topan bangkit dari duduknya dan langsung menahan Nita.
"Jangan Sayang biar aku saja, sekalian mas juga mau ambil air buat susu Rayhan nanti, kamu sedang mengandung jadi kamu gak boleh kecapean ya sayang" ucap Topan.
"Baiklah aku akan tunggu disini" ucap Nita.
Topan berjalan kearah luar kamarnya, walau pun dia merasa lelah dan cape tapi dia tetap paksakan karena dia merasa cemas karena mamahnya itu berteriak tak jelas di malam hari begini.
"Ada apa mah jangan berteriak kau membangunkan Rayhan mah" ucap Topan.
"Topan lihat Sarah gak ada di kamarnya, mamah sudah teriak teriak memanggilnya" ucap Lynda.
"Mungkin Sarah sudah tidur mah" ucap Topan malas.
"Gak kalau dia sudah tidur dia pasti bangun dan ini engak" ucap Lynda khawatir.
"Sini biar Topan dobrak pintunya" ucap Topan yang sudah sangat lelah.
Topan mencoba mendobrak pintu namun karena kekuatan Topan yang sudah lemas dia tak bisa membukanya, namun Topan tak putus asa dia mencoba beberapa kali.
Brakk..
Pintu terbuka karena Topan menendangnya, walau pun kuncinya haru jebol dan hancur tapi pintu itu akhirnya bisa terbuka.
Topan langsung melihat kedalam ternyata memang benar Sarah tak ada di kamarnya.
"Tuh kan apa yang di bilang mamah bener kalau Sarah gak ada di kamarnya" ucap Lynda semakin cemas.
"Kemana dia nyusahin saja" gerutu Topan.
Nita yang mendengar ada suara keras langsung turun dari kamarnya dan menghampiri suami dan mertuanya itu.
"Ada apa mas" tanya Nita.
"Sarah gak ada di kamarnya" ucap Topan.
"Apa kemana dia mas" ucap Nita tak kalah cemas.
"Udahlah biarkan saja dia, pasti dia susul paman di penjara udahlah jangan terlalu di pikirkan" ucap Topan enteng.
"Mas Sarah pergi dan sekarang kita gak tau dia kemana, sedangkan kamu malah santai aja" ucap Nita marah pada Topan.
"Nita, Sarah itu memang ratu Drama udahlah jangan terlalu di khawatirkan entar juga pulang sendiri" ucap Topan.
"Topan cari Sarah, kasihan dia" titah Lynda.
"Mah aku cape, aku gak mau" bantah Topan.
"Topan jangan membantah tolong cari Sarah sekarang, kasihan dia sedang hamil" ucap Lynda memaksa.
"Mah jangan pedulikan dia, lihat Sarah mah bahkan dia pergi dari rumah kita diam diam begini, menyusahkan tau" gerutu Topan.
"Topan apa kau tega jika melihat Sarah kenapa napa" ucap Lynda mulai kesal.
"Terserah" ucap Topan.
__ADS_1
"Mas carikan Sarah ya" ucap Nita memohon.
"Sayang mas cape banget mas mau istirahat" ucap Topan.
"Baiklah biar aku saja yang cari Sarah" ucap Nita.
"Tidak Nita kamu sedang mengandung apa kau mau anak kita kenapa napa" bantah Topan.
Nita hanya diam saja tak bicara apa apa dan hal itu membuat Topan mengerti kalau Nita mau Topan mencari Sarah.
"Oke aku akan cari Sarah sampai ketemu kamu harus janji jaga kandungan kamu jangan nekad ya Sayang" ucap Topan pura pura baik padahal hatinya ngenes.
"Makasih mas, tolong bawa Sarah ya" ucap Nita.
"Iya iya".
Topan langsung memakai jaketnya dan meraih kunci mobil dari atas nakasnya, Topan langsung mengeluarkan mobilnya dari garasi rumahnya, tanpa lama lama Topan langsung melajukan mobilnya.
Topan merasa sangat malas untuk mencari Sarah apa lagi Sarah malah semakin banyak Drama hari hari ini, dan itu membuat Topan merasa sangat kesal pada Sarah.
" kemana aku harus mencari miss Drama itu, dasar tak tau diri" gerutu Topan.
***
Sedangkan Sarah yang sudah berada di rumah Anjasmara langsung mengetuk pintu tanpa menunggu lama, walau pun kepalanya terasa pusing tapi Sarah mencoba menahannya.
"Buka Anjasmara" teriak Sarah dari luar.
Brakkk..
Brakk.
Sarah menggebrak gebrak pintu rumah Anjasmara, Sarah tak sabar untuk bertemu anjasmara dia ingin menuntut balas karena Anjasmara sudah memenjarakan Rama.
Hilman yang sedang berada di rumah Anjasmara itu langsung membuka pintu rumah Anjasmara karena mendengar ada suara teriakan dari luar rumah majikannya itu.
Ceklek..
Hilman terkejut melihat Sarah yang sudah berada di luar rumah tuannya itu, bahkan keadaan Sarah yang sedang hamil membuat Hilman khawatir.
"Nona sedang apa disini, pulanglah Nona tuan Anjasmara sedang sibuk" ucap Hilman khawatir.
"Tidak aku akan bertemu dengannya, tolong panggilkan dia sekarang" ucap Sarah kekeuh.
"Tapi tuan Anjasmara sedang sibuk" ucap Hilman.
"Sibuk? Apa dia sibuk dengan wanita murahannya itu Hilman, jika kamu tak mau memanggilkan dia maka aku akan datang padanya" ucap Sarah sambil berjalan masuk ke rumah Anjasmara.
"Anjasmara keluar " teriak Sarah di ruang tamu rumah Anjasmara.
Karena merasa tak ada jawaban dari Anjasmara, Sarah langsung menuju ke kamar Anjasmara yang berada di lantai atas.
Brakk.
Sarah menendang pintu kamar Anjasmara karena pintunya tak di kunci jadi Sarah bisa membukanya dengan mudah.
Sarah terkejut melihat Anjasmara yang sedang tidur dengan seorang wanita muda yang bahkan mungkin seumurannya.
"Anjasmara bangun kau tua bangka" teriak Sarah yang menggema di ruangan itu.
Anjasmara yang mendengarnya pun langsung bangun dan menutup telinganya, Anjasmara merasa sangat terganggu dengan adanya Sarah bahkan saat ini dia sedang berada dengan wanita bayarannya.
"Sarah kamu disini nak" ucap Anjasmara mencoba membujuk Sarah agar dia mau kembali lagi ke rumah anjasmara itu.
__ADS_1
"Diam kau tua bangka, kau sudah memenjarakan Mas Rama dan kau malah bersenang senang dengan wanita murahan itu" ucap Sarah marah.
"Dengarkan aku dulu Sarah" ucap anjasmara.
"Keluarkan mas Rama sekarang atau aku akan melupakan kau sebagai Ayahku Anjasmara" ucap Sarah marah.
"Hahaha aku tak akan membebaskan lakilaki itu Sarah" ucap Anjasmara di iringi tawa.
Tiba tiba kepala Sarah pusing mendengar suara Anjasmara, bahkan pengelihatan Sarah pun kabur saking pusingnya, barang barang di sekitar terasa berputar putar.
Sarah memegang kepalanya dengan kuat dia tak tahan lagi karena kepalanya terasa sangat sakit, tapi Sarah mencoba menahannya karena dia gak mau dia pingsan di hadapan Anjasmara.
"Nona are you oke" tanya Hilman yang sudah ada di sana.
"Kepalaku pusing awwss" lirih Sarah.
"Tuan saya akan membawa Nona Sarah ke kamar sebelah agar dia bisa istirahat dengan tenang" ucap Hilman pada Anjasmara.
"Jaga dia nanti aku akan kesana" ucap Anjasmara.
Hilman membawa Sarah ke kamarnya dulu, bahkan Hilman pun menggandeng tangan Sarah supaya Sarah tak jatuh ambruk kelantai.
"Nona berbaringlah" ucap Hilman.
Namun saat Hilman membaringkan Sarah, tak sengaja tangan Hilman tertarik oleh Sarah sehingga membuat Hilman terjatuh ke lantai sedangkan wajahnya sangat dekat sekali dengan Wajah Sarah yang sudah berbaring di kasur.
Mata mereka berdua saling bertatap bahkan wajah mereka hanya menyisakan jarak 5 centi saja, jantung Hilman berdetak kencang baru kali ini dia merasa salah tingkah begini.
"Maaf" ucap Hilman yang segera sadar dari tatapan itu.
Sarah menganggukkan kepalanya, dia tak menghiraukan kejadian barusan karena rasa sakit pada kepalanya Sarah jadi tak konsentrasi.
Hilman masih merasa salah tingkah di hadapan Sarah, entah kenapa sekarang Hilman merasa berbeda jika dekat dengan Sarah.
"Nona apa kau mau minum" hilman mencoba bersikap baik baik saja walau pun dalam hatinya dia merasa sangat salah tingkah.
"Tidak usah kau pergi saja" ucap Sarah yang masih merasa kesakitan.
Hilman langsung pergi dari kamar Sarah dan membiarkan Sarah beristirahat sendirian di kamar itu sampai Sarah benar benar pulih.
Namun Sarah yang sudah merasa agak baikan dia langsung berfikir untuk pergi karena akan bahaya jika dia berlama lama di rumah Anjasmara.
"Kenapa aku bodoh sekali harus pergi kesini" gerutu Sarah menyesali keputusannya itu.
Sarah berjalan ke arah pintu Sarah membuka pintu kamar itu sedikit memastikan kalau tak ada orang di luar kamarnya itu.
Setelah di rasa aman Sarah keluar dari kamar itu, Sarah berjalan mengendap endap layaknya seorang maling, Sarah melihat ada Hilman yang sedang duduk di sofa.
"Kenapa harus ada dia" batin Sarah kesal.
Namun Sarah tak mau menyerah dia harus keluar dari rumah penjara itu, Sarah meneruskan langkahnya hingga dia sampai di lantai bawah yang disana ada Hilman.
Prakkk..
Sarah menyenggol pas bunga yang berada di dekat tangga.
bersambung..
***jangan lupa like comen dan votenya ya..
jangan lupa juga hadiahnya ya.
salam manis Author***
__ADS_1