
"Syarat apa yang kamu maksud Sarah" tanya paman Rama kesal karena sudah satu hari Sarah menggantung ucapannya.
"Aku tak ingin memberinya dengan cuma cuma tapi aku ingin sesuatu juga dari paman" sahut Sarah.
"Apa bicara sekarang" bentaknya.
"Aku mau kita menikah dan nantinya aku mau harta paman supaya aku tak sia sia memberikan hal yang sangat berharga padamu" jelas Sarah.
"Apa kau sudah gila hah?" bentak paman Rama.
"Tidak paman aku tidak gila, aku hanya memberikan keringanan saja padaku nantinya" sahut Sarah angkuh.
"Kenapa?" tanyanya keheranan karena permintaan Sarah sangat tak masuk akal.
"Aku takut jika suatu saat nanti aku hamil dan paman tak mau bertanggung jawab" sahut Sarah seperti orang bodoh.
"Baiklah akan aku turuti keinginanmu tetapi jika kau minta yang lain lagi tak akan aku turuti paham" sahutnya sambil menekan ucapannya.
"Oke".
****
"Mas mau makan atau mandi dulu" sahut Nita saat melihat suaminya sedang duduk di sofa.
"Tidak Nita aku mau teh saja, rasanya badanku terasa sakit Nita" jawab Topan.
"Aku ambilkan dulu ya mas" sahut Nita sambil berjalan kearah dapur.
Nita mengambilkan teh untuk suaminya.
"Ini mas teh nya" sahut Nita sambil menyodorkan satu gelas teh pada Topan.
"Gimana pertemuannya mas" tanya Nita.
"Heuhhhh.. Gitu deh" ucap Topan.
"Gimana mas" paksa Nita karena penasaran.
"Kamu tau gak Nit, di kantor itu ada maling dia mencuri berkas hasil presentasi mas, jadi mas gak bisa presentasi dengan gambar" sahut Topan.
Nita terkejut karena waktu dia bekerja dulu tak ada maling yang berani masuk ke sana kecuali malingnya karyawan sendiri.
"Masa sih mas disana kan ada cctv" sahut Nita.
"Beneran Nit pas mas cek cctv ternyata cctvnya tak berfungsi di bagian ruangan mas" ucap Topan.
"Lalu bagaimana dengan pertemuannya".
" alhamdulilah perusahaan pak Darma tertarik pada presentasi mas dan mereka secepatnya akan ke perusahaan kita" sahut Topan dengan tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Alhamdulilah mas kalau begitu, Nita doakan semoga perusahaan pak Darma itu bisa bergabung dengan perusahaan kita" ucap Nita.
***
Di sisi lain ada seorang wanita Cantik yang sedang di rias layaknya pengantin,
Dia tak henti hentinya tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin.
"Terima kasih mbak" sahutnya pada periasnya.
Wanita itu berjalan keluar menemui calon suaminya dan penghulu yang sudah duduk menunggu disana.
"Saya terima nikah dan kawinnya Sarah faridha putra bapak Anjasmara dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap lantang paman Rama melantunkan ijab kabul.
"Sahh" ucap para saksi yang menyaksikan acara itu.
Paman Rama memasangkan Cincin di jari manis Sarah, begitu juga dengan Sarah yang memasangkan Cincin di jari paman Rama.
"Sekarang kalian sudah menjadi suami istri sah dimana agama dan negara" sahut pak penghulu.
Semua orang yang berada di acara itu saling berbisik satu sama lain.
"Diakan masih muda masa mau nikah sama aki aki kaya gitu".
"Kasihan hidupnya pasti menderita, apalagi orang tuanya tak datang pasti gak di restuin tuh".
Ucap mulut ibu ibu yang menyaksikan acara pernikahan Sarah dengan paman Rama.
"Baiklah kalau begitu kami pulang dulu pak" sahut paman Rama yang akan pulang ke rumah besarnya.
"Iya pak silahkan" ucap pak penghulu.
Paman Rama dan Sarah pulang kerumahnya.
Paman Rama membawa mobil dengan kecepatan penuh dia tak sabar mau segera sampai ke rumah dengan Sarah.
"Bawa mobilnya jangan kenceng kenceng paman" sahut Sarah yang merasa takut karena paman Rama membawa mobil dengan kecepatan penuh.
"Aku sudah tak kuat menahan ini Sarah" sahut paman Rama dengan otak mesum.
Sekitar 30 menit perjalanan, Akhirnya paman Rama sudah sampai juga ke rumahnya.
"Ayo turun Sarah aku tunggu di kamar" sahut Paman Rama yang langsung keluar dan masuk kedalam rumah.
Jantung Sarah dag dig dug tak karuan, dia merasa takut dan grogi kalau harus melakukannya sekarang.
Sarah turun dengan langkah yang lambat, tubuhnya gemetar hebat karena baru kali ini dia melakukan ini, bahkan dulu saat Sarah berpacaran dengan Topan hampir 5 tahun berpacaran mereka tak pernah melakukan apa apa, dan ini pertama kalinya bagi Sarah.
"Cepat Sarah" teriak paman Rama dari dalam kamarnya.
__ADS_1
"Iya paman" sahut Sarah.
Dengan terpaksa Sarah masuk kedalam kamar paman Rama.
Sarah terkejut saat melihat paman Rama sudah telanjang bulat tanpa benang yang menutupi tubuhnya.
Sarah langsung membalikan badannya, karena dia merasa malu kalau harus melihat lama lama seorang lelaki yang tak berpakaian.
Walau pun begitu Sarah adalah wanita Cantik dan pintar dulu dia sekolah di universitas luar negri namun karena rasa cintanya pada Topan dia menjadi sedikit jahat dan licik.
Bahkan ayahnya pun tak mau mengakui Sarah karena ayahnya sangat sibuk dengan pekerjaan dan wanita murahan yang selalu menemaninya kemana pun dia pergi.
Ibunya Sarah sudah meninggal saat Sarah masih duduk di bangku sekolah dasar.
"Ayo Sarah segera bersiap siap" sahut paman Rama.
"Paman aku mau kekamar mandi dulu" sahut Sarah.
"Ckk baiklah jangan lama" ucapnya derdecak kesal.
Sarah masuk kekamar mandi dia segera mandi dan melepas kebaya yang membalut tubuhnya.
Seketika Sarah ingat sesuatu.
"Aku gak punya baju ganti" gumamnya sambil menepuk kepalanya pelan.
Sarah keluar dengan memakai handuk saja karena dia lupa membawa baju.
"Sudah? Duduk disini" sahut paman Rama.
"Paman aku lupa gak bawa baju ganti" sahut Sarah pelan.
"Terus, mau beli? Beli saja nanti" sahutnya.
"Iya kalau sekarang aku pake apa" tanya Sarah.
"Sekarang puaskan dulu aku nanti aku beri tau kamu pakai apa" ucapnya sambil tersenyum menyeringai.
Tangan paman Rama menarik tubuh ramping Sarah yang sedang duduk, hingga membuat Sarah jadi tidur terlentang.
Paman Rama melakukan Aksinya pada Sarah.
Bersambung..
***terima kasih sudah mampir
jangan lupa like comen dan vote ya..
salam manis Author***
__ADS_1