Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 66


__ADS_3

Nita dan Lynda semakin terkejut mendengar ucapan Rama.


Hahahahaha


Nita dan Lynda tertawa mereka berdua menganggap kalau Rama sedang ngada ngada, karena tak mungkin Sarah yang muda bisa menikah dengan Rama yang umurnya bahkan terpaut sangat jauh berbeda.


"Jangan ngadi ngadi kamu Rama" ucap Lynda.


"Ini benar Mbak, kalau gak percaya tanya saja Sarah" ucap Rama merasa di remehkan oleh Lynda.


Lynda menatap Sarah meminta penjelasan dari setiap ucapan yang keluar dari mulut Rama.


Sarah yang paham atas kode itu hanya menganggukan kepalanya menandakan kalau perkataan Rama memang benar.


"Apa? Kalian menikah dan sekarang mau punya anak?" tanya Lynda penuh selidik.


"Iya mbak" ucap Rama.


Lynda menggelengkan kepalanya dia tak habis pikir pada kedua orang yang sangat menyusahkan dia dulu.


"Memang pantas kalian berjodoh Rama, kalian sama sama jahat" batin Lynda.


"Jadi bagaimana mbak bolehkan aku numpang untuk beberapa hari di sini, karena tak ada tempat lain selain di sini" ucap Rama.


"Iya baiklah selagi kalian tak menyusahkanku aku ijinkan kalian tinggal disini" ucap Lynda.


Sarah dan Rama merasa bahagia, setidaknya mereka tak akan bertemu dengan Anjasmara dan anak buahnya jika mereka tinggal di rumah Lynda.


"Terima kasih Tante sudah mengijinkan kami numpang disini" sahut Sarah.


"Makasih mbak" ucap Rama.


"Memangnya siapa musuh kalian? Dan apa masalahnya?" tanya Lynda penuh selidik.


"Ehh anu Mbak, musuh kami Ayah kandung Sarah" jawab Rama terbata bata.


"Apa? Masalah apa?" tanya Lynda lagi.


"Kita tak punya restu Mbak" ucap Rama gugup.


"Hahahha tak dapat restu tapi masih tetap menikah, apa kau sudah gila Rama?" ucap Lynda sambil tertawa.


Rama hanya menunduk malu dan tak bisa berbuat apa apa lagi.


"Baiklah akan aku bantu kalian untuk menyelesaikan masalah ini" ucap Lynda.


"Terima kasih mbak, tapi musuh kita ini bukan orang sembarangan" ucap Rama.


"Jadi kau mau apa sekarang" tanya Lynda.


"Aku akan coba datang ke rumahnya mencoba berdamai dengannya, semoga saja Anjasmara mendengarkanku" sahut Rama berbohong padahal dalam hatinya di sangat ingin membunuh Anjasmara.


"Baiklah aku tak akan ikut campur" sahut Lynda.


Lynda berdiri dan berjalan kearah kamarnya, Lynda lupa kalau hari ini dia harus mengecek lagi berkas hasil kerja Nita dan harus segera selesai.

__ADS_1


"Sarah apa kau lapar" tanya Nita.


"Tidak Nita aku baru saja makan roti tadi" jawab Sarah.


"Roti? Roti gak akan membuatmu kenyang Sarah, makanlah nasi biar anakmu juga sehat" sahut Nita sambil membawa Sarah ke meja makan.


Nita membawa Sarah untuk duduk di meja makan dan menaruh nasi kedalam piring beserta lauk pauk yang berada di atas meja makan.


"Makanlah aku akan keatas melihat Rayhan" sahut Nita sambil melengos pergi.


Sarah hanya mengangguk mengiyakan ucapan Nita, Sekarang Sarah makan di temani oleh Rama suaminya.


"Makanlah Sarah aku mau anak kita sehat" ucap Rama.


"Iya mas, mas gak makan" tanya Sarah.


"Tadi mas sudah makan kok, tinggal kamu saja yang makan" ucap Rama berbohong karena dia belum makan sama sekali.


-


Malam ini Sarah tak bisa tidur dia terlihat seperti orang yang gelisah dan seperti orang yang seperti banyak pikiran.


Tiba tiba Sarah merasa haus, dia lupa membawa minum saat tadi dia mau tidur.


Sarah turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya untuk mengambil air minum.


Sarah memberanikan diri untuk mengambil air sendiri karena tak mau menyusahkan Rama yang sudah tertidur pulas karena kecapean.


Sarah berjalan kearah dapur yang tak terlalu jauh dari kamarnya, Sarah merasa asing berada di rumah itu.


Saat Sarah hendak menuangkan air kedalam gelas.


Prakk..


Gelas dalam pegangan tangan Sarah terjatuh karena mendengar suara Topan.


Sarah menelan salivanya dia sangat tak bisa berpikir jika Topan memarahinya karena kebodohannya dahulu.


Sarah berbalik kearah Topan.


Topan terkejut melihat wajah Sarah.


"Sedang apa kau disini, apa tak malu kau masih berani datang kesini" tanya Topan.


"Ehh anu Pan" ucap Sarah terbata bata.


"Ada apa Mas" tanya Nita yang baru datang karena melihat keributan dari dalam.


"Kenapa wanita itu ada di sini Nita" tanya Topan merasa marah pada Sarah.


Nita mendekat kearah Sarah, yang sedang ketakutan dan kebingungan karena pertanyaan Topan.


"Mas jangan kasar begitu, Sarah sekarang tinggal disini karena Sarah sekarang adalah istrinya Paman Rama" sahut Nita.


"Apa? Istri paman" ucap Topan terkejut mendengar ucapan Nita barusan.

__ADS_1


"Iya mas tadinya aku juga tak percaya namun karena mereka memang sudah menikah jadi kami percaya" ucap Nita.


"Yaudahlah terserah, tapi ingat jangan dekat dekat dengan Rayhan" ucap Topan mengancam Sarah.


"Sudahlah mas" ucap Nita.


Topan pergi dari dapur untuk menenangkan pikirannya yang sangat kacau ini.


"Jangan di masukan kedalam hati ya Sarah, mas Topan hanya bercanda" ucap Nita.


"Iya Nita gak papa aku tau kok kalau Topan pasti masih marah padaku" ucap Sarah introfeksi diri.


"Sudahlah jangan di bahas lagi" ucap Nita sambil memegang tangan Sarah.


***


Di sisi lain ada Anjasmara yang sedang duduk di bar yang penuh dengan orang orang yang sedang bahagia karena pengaruh minuman keras.


Hahahahah...


Anjasmara tertawa keras karena merayakan kemenangannya, dia merasa hebat karena telah membunuh Rama dan Sarah.


Padahal Anjasmara belum tau saja kalau Rama dan Sarah masih hidup dan sehat seperti biasanya.


"Minumlah aku akan mentraktir kalian semua" teriak Anjasmara yang sangat bahagia itu.


Yeeaaahh..


Good Jobbb..


Semua orang bersorak untuk Anjasmara yang akan menghabiskan uangnya untuk mentraktir orang orang disana.


"Anjasmara kau sangat senang rupanya" tanya Fransh teman Anjasmara.


"Ya pastilah aku sedang bahagia sekarang, karena harta Rama sudah aku kuasai semua" ucap Anjasmara sombong pada keberhasilannya itu.


"Hanya karna itu kau mau menghabiskan semua uangmu untuk mentraktir orang orang yang ada di sini" ucap Fransh mendelik kesal karena sikap Anjasmara yang rela menghamburkan uang hanya karna merasa senang.


"Ayolah Fransh uang gak akan di bawa matikan, kita senang senang saja dulu" ucap Anjasmara sambil menyesap rokok mahalnya.


"Kau tau kalau mati tak bawa uang, Anjasmara aku memutuskan untuk berhenti datang kesini lagi" ucap Fransh.


"Kenapa apa kau tak senang main bersamaku" tanya Anjasmara.


"Tidak, aku akan berhenti dari dunia ini Aku akan mencoba hidup layaknya orang normal yang tak terpengaruh minuman, aku tak mau kalau aku harus mati sekarang, masih banyak hal yang harus aku selesaikan" jelas Fransh


"Fransh, Fransh, ck ck ck apa kau tau hidup di dunia ini dan dunia Normal akan sama sama saja kita akan masuk neraka jugakan" ucap Anjasmara.


"Tetapi aku mau menafkahi keluargaku dengan uang halal, aku ingin membahagiakan keluargaku dengan hasil keringatku sendiri" ucap Fransh.


"Baiklah Fransh terserah kau saja" ucap Anjasmara.


bersambung...


***terima kasih yang sudah mampir ke karya saya..

__ADS_1


jangan lupa like comen dan votenya ya..


salam manis Author***...


__ADS_2