Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 161


__ADS_3

Pagi harinya Arka menatap wajah Puput yang masih tertidur sungguh karena kejadian semalam Arka khawatir pada Puput.


"Kenapa aku menjadi kasar saat dekat Puput apa aku sudah tak waras" batin Arka bertanya tanya.


"Tidak aku harusnya berfikir fositiv saja mana ada aku gila, jujur saja Put aku gak bisa kalau kamu nyakitin aku sudah cukup dulu kau pergi dari ku sekarang jangan" gumam Arka sambil membelai rambut Puput yang menutupi wajahnya.


Tanpa sadar Puput bangun karena mendapat sentuhan dari Arka.


"Arka sudah siang kah" tanya Puput langsung bangun dan duduk di samping Arka.


"Tidur lagi aja Put masih pukul lima pagi" ucap Arka.


"Tidak aku kan harus kerja sekarang" ucap Puput.


Tiba tiba Arka memeluk Puput dengan sangat erat, mau tak mau Puput pun membalas pelukan Arka.


"Maaf karena semalam aku kasar padamu, sungguh itu di luar dugaan aku Put" ucap Arka bersungguh sungguh.


"Tak apa Arka aku paham, kau pasti masih marah padaku kan karena dulu aku pergi tanpa memberi tau padamu kan" tanya Puput.


"Kamu tau" tanya Arka.


"Aku belajar itu saat aku berobat dulu dan teman aku ada yang sepertimu, Arka bahkan aku bisa menyimpulkan penyakitmu itu saat pertama kali kamu mendorongku tapi kau tak marah saat Salwa menciummu" ucap Puput.


"Maafkan aku Put" ucap Arka.


"Tidak maafkan aku karena kesalahan aku yang dulu" ucap Puput.


"Tapi lain kali kalau kau marah keluarkan saja Arka jangan di pendam mungkin kau mengalami ganguan emosional" ucap Puput.


"aku gak paham, tapi aku janji lain kali aku tak akan melakukannya lagi" ucap Arka.


Arka melepas pelukannya dan langsung menggendong Puput menuju kamar mandi untuk mandi.


"Arka aku bisa sendiri jangan di gendong" ucap Puput.


"Tidak kau pasti masih sakit kan aku tau itu".


" tidak Arka aku sudah sembuh" ucap Puput.


"Bohong" bantah Arka.


"Terserah".


Arka mendudukan Puput di atas kloset duduk yang tertutup Arka menyalakan air panas dan air dingin dengan seketika Air itu memenuhi bathub Arka menaruh sabun cair ke dalam bathub itu.


" masuklah aku akan tunggu di sini" ucap Arka.


"Apa tunggu di sini" tanya Puput.

__ADS_1


"Ya aku akan menunggu kamu mandi sampai selesai, dan aku akan menggendong kamu lagi kalau kamu sudah selesai".


" ya ampun Arka jangan aku sudah bisa jalan, lagian hanya pinggang aku yang sakit bukan kaki aku" ucap Puput.


"Beneran kamu bisa" tanya Arka memastikan.


"Bisa Arka lagian aku malu kalau harus mandi di lihat oleh orang lain".


" orang lain ya ampun aku suami mu Puput" ucap Arka.


"Ya maaf".


Puput keluar dari kamar mandi dan langsung ganti baju dengan baju kerja, Puput langsung keluar dari kamarnya menuju dapur padahal hari masih pagi mungkin masih pukul setengah enam pagi.


Puput berjalan menuju dapur terlihat kalau di sana sedang ada pembantu yang sedang mengupas bawang dan memotong motong sayuran.


Hanya ada dua pembantu di rumah itu jadi Luna sesekali juga sering membantu membereskan rumah.


" pagi Nona" ucap pembantu yang langsung berdiri menunduk pada Puput.


"Jangan begitu lanjutkan saja pekerjaannya, boleh kan saya membantu" tanya Puput.


"Jangan Nona kami tak mau Nyonya besar marah".


" tidak akan bilang saja aku yang maksa" ucap Puput kekeuh.


"Ijinkan saja, karena hari ini aku ingin merasakan masakan istriku" sahut Arka yang berada di ambang pintu dapur.


"Masakan aku makanan bergizi, awas jangan sampai terlalu asin dan jangan juga terlalu manis" titah Arka pada Puput.


"Ya".


Puput membuat sayur sup dan ayam goreng.


" makanan apa yang di sukai mamah Luna" tanya Puput.


"Tidak tau Nona, tapi yang paling penting Nyonya sarapan harus dengan sayur" ucap pembantu.


"Oh baiklah biar aku yang masak" ucap Puput.


Kedua pembantu itu saling tatap mereka tak percaya kalau Puput bisa masak apa lagi Puput keturunan orang kaya, mana ada dia masak sendiri, pikir kedua pembantu itu.


Puput mulai menggoreng ayam dan merebus sayuran mentah, Puput melakukannya sendirian bahkan kedua pembantu itu hanya duduk di kursi yang ada di sana, dan menatap pada Puput yang sedang memasak.


Setelah semuanya matang Puput menyajikannya di meja makan disana hanya ada Arka saja karena Luna dan Leo belum bangun.


"Mamah belum bangun" tanya Puput.


"Belum, biarkan saja mungkin mereka sedang tertidur pulas" jawab Arka.

__ADS_1


Puput dan Arka makan dengan sangat lahap, bahkan Arka pun salut pada Puput karena masakannya enak bahkan Arka pun sampai nambah saking enaknya.


"Dimana kamu belajar masak" tanya Arka.


"Tak belajar hanya saja bagi aku masak sudah menjadi hal biasa karena sehari hari di sana aku selalu masak jarang beli".


" kenapa" tanya Arka.


"Lebih hemat saja, kadang kalau makanan yang kita masak akan lebih banyak dan masih bisa di konsumsi buat besoknya lagi" jelas Puput.


"Jadi maksudnya gimana" tanya Arka.


"Ya jadi gini kalau kita beli nasi sama lauknya, mungkin hanya akan bisa kita makan satu kali dan langsung habis beda dengan makanan yang kita masak lebih banyak dan yang paling penting bisa buat besoknya lagi" ucap Puput.


"Oh aku paham, jadi makanan itu di angetin buat besok".


" ya jadi lebih hemat saja kan" ucap Puput.


Mereka berangkat ke kantor tanpa berpamitan dulu dengan Luna dan Leo karena Arka tau kalau mereka pasti kecapean karena mamahnya itu setiap malam sering bergadang karena mengurus pembukuan hotel miliknya.


Saat itu Luna dan Leo bangun hal yang mereka inginkan adalah sarapan karena semalaman mereka lembur mencatat pembukuan karena ada sedikit masalah.


"Bau makanannya sampai ke dalam kamar Mah" ucap Leo.


"Mamah lapar kita makan saja ya" ucap Luna langsung duduk dan makan, namun saat makanan itu masuk kedalam mulutnya dia merasa asing dengan makanan itu.


"Bibi" teriak Luna pada pembantunya.


"Ada apa Nyonya besar" tanya kedua pembantu itu yang sekarang sudah berada di hadapan Luna.


"Siapa yang masak" tanya Luna.


"Kenapa Nyonya apa tak enak" tanya pembantu itu sangat ketakutan.


"Aku tanya siapa yang masak" ulang Luna lagi.


"Nona muda Nyonya".


" apa menantuku yang masak, kenapa kalian biarkan dia masak kasihan dia" ucap Luna.


"Nyonya apa makanannya tak enak" tanya pembantu.


"Enak sangat enak apa lagi menantuku yang masak, tak salah kan pah kita punya menantu" ucap Luna pada Leo.


"Ya mah".


*Jangan lupa like comen dan votenya yaa..


Dukung terus karya Author ini..

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir ke Novel ini*..


__ADS_2