
Pintu di buka dari dalam.
"Mau apa kau kesini wanita murahan" sahut Lynda dari dalam.
Lynda menatap nanar wajah Sarah yang ada bekas luka, Lynda sangat marah pada Sarah apa lagi dahulu Sarah adalah duri dalam rumah tangga anaknya Topan.
"Dengarkan aku dulu mbak" ucap Rama menenangkan Lynda yang wajahnya sudah tak bersahabat saat meliha Sarah.
"Buat apa kamu bawa wanita ular ini ke rumahku Rama, masih kurang kamu menyakiti keluargaku dan sekarang kau mau memberikan masalah pada putraku hah" bentak Lynda yang sudah naik pitam.
"Sarah kesini cuman mau minta maaf" ucap Rama.
"Maaf, apa dengan kata maaf bisa mengembalikan semuanya tidakkan" bentak Lynda.
Sarah hanya sembunyi di balik tubuh Rama, Sarah benar benar takut akan kemarahan Lynda karena memang kesalahan Sarah sudah sangat patal dan tak dapat di maafkan.
"Dengarkan dulu penjelasannya Mbak" ucap Rama.
Lynda melipat kedua tangannya di dada, Lynda sangat marah pada Sarah dia sangat ingin mencekik Sarah yang sudah berani mengusik kehidupannya dulu.
"Tante tolong dengarkan penjelasanku dulu" ucap Sarah memelas.
"Memangnya apa yang mau kamu jelaskan Ular" ketus Lynda menatap nyalang kearah Sarah yang sedang memegang tangan kekar Rama.
"Siapa mah" sahut Nita dari dalam rumah karena mendengar mertuanya itu teriak teriak.
Nita terkejut karena melihat sosok Sarah yang wajahnya penuh luka dan ada bekas jahitan yang sudah sedikit sembuh.
"Mau apa kau kesini" ketus Nita.
Sarah mendekat kearah Nita yang sedang berdiri tak jauh darinya, Sarah menjatuhkan bobot tubuhnya tepat di kaki Nita.
Brugh..
Sarah berlutut di kaki Nita yang masih berdiri mematung melihat Sarah berlutut di hadapannya.
"Maafkan aku Nita, aku sangat bersalah padamu aku sudah menghianatimu, maafkan aku Nita" ucap Sarah sambil menangis di lutut Nita.
Nita membantu Sarah berdiri, karena Nita tak mau kalau Sarah seperti itu hanya karna mengemis minta bela kasih dari Nita.
"Bangunlah jangan buat harga dirimu rendah hanya karena mengemis maaf dari manusia sepertiku" sahut Nita sambil membantu Sarah berdiri.
Nita melihat kearah Lynda, wajah Nita mengisyaratkan kalau dia mau meminta ijin untuk membicarakan masalah ini.
Lynda menarik nafas berat dia mengangguka kepalanya karena Nita yang memintanya.
Nita tersenyum melihat jawaban dari mertuanya itu.
"Duduklah disana jelaskan apa yang mau kamu jelaskan" ucap Nita mengajak Sarah duduk di Sofa ruang tamu.
Rama tersenyum melihat reaksi Nita yang mau mendengarkan pengakuan Sarah.
__ADS_1
Rama ikut masuk bersama istrinya yang sudah duduk di Sofa lalu Rama duduk tepat di samping Sarah.
Mau tak mau Lynda pun ikut duduk untuk mendengarkan penjelasan Sarah yang sangat dia benci itu.
"Katakanlah Sarah" sahut Nita.
"Nita aku mau meminta maaf padamu karena kebodohanku dulu kau menjadi banyak masalah, dan karena aku juga kau hampir berpisah dengan Topan dan.. " ucapan Sarah terpotong.
"Dan itu yang kau inginkan Sarah" ketus Lynda.
Nita melihat wajah mertuanya memberi isyarat untuk diam dan mendengarkan ucapan Sarah sampai selesai.
"Aku tau kalian pasti sangat marah padaku mengingat semua kebohonganku dahulu, aku sengaja menjebak Topan hanya untuk membuat hubungan kalian retak, dan sekarang aku paham kalau Topan memang tak berjodoh denganku dia hanya berjodoh dengamu" jelas Sarah.
Nita hanya menganggukan kepalanya paham.
"Baiklah Sarah jelaskan kenapa wajah kamu bisa penuh luka" tanya Nita.
"Aku habis kecelakaan Nita, mungkin ini karma dari perbuatan aku dulu pada keluargamu" jawab Sarah.
"Sudahlah aku sudah memaafkanmu Sarah tapi jangan ulangi kesalahan itu lagi kamu harus berubah Sarah, hidupmu masih panjang jangan sia siakan hidupmu hanya karna besarnya rasa egoismu" ucap Nita menasehati Sarah.
Sarah menganggukan kepalanya, Sarah benar benar malu pada Nita karena rasa cintanya pada Topan dia menyia nyiakan teman yang baik seperti Nita.
"Sekali lagi maaf Nita" ucap Sarah memohon.
Nita memegang tangan Sarah karena mereka duduk cukup dekat.
"Aku sudah maafkan kamu dari dulu, tak ada gunanya juga kita menyimpan dendam suatu saat nanti juga mereka akan merasa bersalahkan" ucap Nita.
Nita melihat luka Sarah mengeluarkan nanah, mungkin karena lukanya belum sembuh total jadi masih mengeluarkan nanah.
"Sarah lukamu mengeluarkan nanah, biar aku obati Sarah" sahut Nita langsung mengambil kotak P3K untuk mengobati Sarah.
Nita duduk di samping Sarah, Nita mengeluarkan kapas untuk mengelap Nanah yang keluar.
"Pasti sangat sakitkan" tanya Nita.
Sarah hanya menganggukan kepalanya, Sarah sangat terharu pada kebaikan Nita, Nita tak merasa jijik saat mengobati luka Sarah yang semakin banyak mengeluarkan nanah yang di campuri dengan cairan putih.
Tess..
Tess..
Air mata Sarah jatuh saat Nita dengan teliti mengobatinya.
Sarah adalah anak tunggal dia tak punya saudara bahkan Sarah pun sesekali merasa kesepian karena tak punya teman.
Namun karena sikap Nita yang seperti ini membuat rasa kesepian Sarah terobati, Sarah seperti mempunyai saudara kandung untuknya bersandar saat sedang mengalami musibah seperti ini.
Sarah memeluk Nita dan menumpahkan semua air matanya, Nita membalas pelukan Sarah yang benar benar tulus itu terlihat dari matanya kalau Sarah bersungguh sungguh menyesal.
__ADS_1
"Sudahlah Sarah jangan menangis lagi, menyesal pun tak ada gunanya kan anggap saja tak ada yang terjadi apa pun di antara kita" ucap Nita meyakinkan Sarah.
Sarah melepaskan pelukanya dia menatap wajah Rama yang sedang duduk di sampingnya, Rama tersenyum melihat hal itu.
"Baiklah kau mau minum apa Sarah maaf aku tak menawarkan aku makan" sahut Nita mengalihkan pembicaraan yang membuatnya sedih ini.
"Apa boleh aku minta air putih Nita, aku akan cepat haus jika terlambat minum" pinta Sarah.
"Bi Iyem tolong ambilkan air minum" sahut Nita.
Tak lama setelah itu Bi Iyem membawakan empat gelas air minum di atas nampan dan ada cemilan ringan juga di sana, karena bi Iyem tau kalau Nita akan cepat merasa lapar.
"Terima kasih bi" sahut Lynda.
" iya bu sama sama" jawab Bi Iyem yang langsung pergi meninggalkan ruang tamu.
"Sayang makanlah dulu aku tak mau bayimu kenapa napa" sahut Lynda pada Nita.
"Iya mah nanti saja, aku masih kenyang kok" ucap Nita.
"Apa kamu hamil lagi Nit" tanya Sarah.
Nita menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"Wah selamat ya, kamu akan punya anak dua" ucap Sarah.
"Iya terima kasih" sahut Nita.
Setelah lama mereka berbincang, Akhirnya Rama mengutarakan juga niatnya untuk tinggal disana dengan Sarah istrinya.
"Mbak ada hal penting yang mau aku bicarakan" sahut Rama.
"Bicaralah Rama" ucap Lynda yang sedikit mengontrol emosinya.
"Aku mau minta ijin tinggal disini dengan Sarah beberapa hari kedepan karena di luaran sana kami tak aman Mbak" sahut Rama.
Nita dan Lynda terkejut mendengar ucapan Rama.
"Apa? Kau mau tinggal disini dengan Sarah? Apa kau tak malu Rama meminta anak gadis orang untuk tinggal bersamamu?" tanya Lynda yang merasa ucapan Rama terlalu mengada ngada.
"Sekarang Sarah sudah menjadi istriku Mbak" ucap Rama jujur.
"Apa" ucap Nita dan Lynda serempak.
"Sekarang Sarah juga sedang hamil" ucap Rama lagi.
Nita dan Lynda semakin terkejut mendengar ucapan Rama.
***bersambung....
ada yang penasaran gak dengan kelanjutannya?.
__ADS_1
jangan lupa like comen dan votenya ya biar Author makin semangat lagi nulisnya..
salam manis Author***