Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 149


__ADS_3

Pagi hari kira kira pukul delapan semua keluarga sudah bersiap untuk pergi ke pemakaman, disana ada juga Arka yang akan mengantar Puput walau pun tadinya dia akan pulang dulu tapi dengan senang hati Topan meminjamkan bajunya pada Arka karena tubuh mereka yang hampir sama jadi memudahkan Arka memakai baju Topan.


"Baiklah aku berangkat mah, titip Zia sama Rayhan ya mah" ucap Nita.


"Ya sayang hati hati di jalan ya".


"Pasti mah" ucap Nita.


"Mah aku mau ikut" rengek Rayhan.


"Jangan sayang mamah mau ke pemakaman anak kecil gak boleh ikut" ucap Nita.


"Mah tapi aku mau ikut, aku janji tak akan merepotkan mamah" rengek Rayhan lagi.


Nita melirik pada Topan, dan Topan yang mengerti pun langsung menganggukan kepalanya mengijinkan Rayhan ikut pada mereka.


"Baiklah kau boleh ikut" ucap Nita.


"Asikk" ucap Rayhan kegirangan.


Nita, Topan, Rayhan dan ibu masuk kedalam mobil Topan sedangkan Arka dan Puput memakai mobil Arka, bahkan Nita dan Ibunya seolah mengijinkan Puput untuk bersama dengan Arka.


Karena Mereka tau kalau Puput sekarang sudah besar dan dia berhak menentukan kehidupannya sendiri apa lagi masalah hati mereka tak berhak untuk ikut campur.


Mobil keduanya berjalan ke iringan dengan posisi mobil Arka di belakang dan mobil Arka di belakang.


Rasanya Puput merasa Gugup jika dekat dengan Arka tapi mau bagaimana lagi dia sangat berhutang budi dan berhutang uang pada Arka.


"Terima kasih" ucap Puput memecah keheningan di antara keduanya.


"Untuk apa" tanya Arka.


"Karena kau sudah menjaga ku".


Arka merasa senang mendengar hal itu tapi karena rasa gengsinya yang besar dia seolah tak mengindahkan ucapan Puput itu.


" jangan salah paham dahulu aku di sini karena aku tak mau kau pergi dari ku dan tak membayar hutangmu" ucap Arka.


"Apa? Dasar kau, aku akan bayar Arka berapa pun uang itu aku pasti ganti kok" ketus Puput.


"Oh ya aku tunggu kebenaran dari ucapanmu itu".


"Oke".


" tapi apa jaminannya untuk hutangmu itu".


"Ya ampun Arka kau, jadi begini ya sikap aslimu selalu membicarakan hutang kau tak pantas sebagai seorang Ceo Arka yang lebih pantas menjadi seorang rentenir" ucap Puput kesal.


"Bagus juga" ucap Arka tanpa merasa malu.


"Nyesel aku pinjam uang sama kamu" gumam Puput yang masih bisa di dengar oleh Arka.

__ADS_1


Arka hanya menarik sudut bibirnya saja mendengar ucapan Puput itu.


Sedangkan di mobil Topan semua orang hanya diam saja, semuanya sedang hanyut dalam fikirannya masing masing apa lagi ibunya Puput dan Nita hanya bisa menangis dan melamun saja.


Rayhan pun merasa bosan dengan tingkah para orang tua itu.


"Pah aku mau turun biarkan aku pindah ke mobil Aunty" ucap Rayhan.


"Jangan Ray di sini saja" ucap Topan.


"Tapi aku mau sama Aunty pah".


" tadi kamu janji kalau tak akan rewel Ray" ucap Nita.


"Tapi mah aku sangat bosan berada di sini" ucap Rayhan.


"Nanti ya pas pulang ikut Aunty" ucap Nita.


"Ya mah" ucap Rayhan mengalah apa lagi di tatap tajam oleh Nita.


Akhirnya sampai juga di pemakaman Bapaknya Nita ternyata semua penguburannya sudah selesai karena di sana pengali kuburan sedang menunggu keluarga datang.


"Makamnya pak Robi" tanya Topan.


"Ya tuan".


Nita dan Puput menaburkan bunga di atas makam pak Robi mau menangis pun rasanya percuma karena air mata keduanya sudah kering karena semalaman menangis.


Setelah selesai berdoa mendoakan bapaknya Nita, mereka semua pergi dari sana karena Rayhan terus merengek jadi dia pulang dengan Puput di mobil Arka.


Walau pun Nita sempat tak enak karena kehadiran Rayhan akan mengganggu kenyamanan Arka dan Puput tapi Arka tetap kekeuh membolehkan Rayhan untuk ikut.


" maaf ya Arka, Rayhan sangat bandel" ucap Nita.


"Tak apa kak aku senang jadi di mobil terasa sedikit rame".


" yaudah kita ketemu di rumah ya" ucap Nita yang langsung masuk kedalam mobilnya, tetapi Nita memastikan agar ibunya itu duduk nyaman di kursinya.


Puput dan Arka naik kedalam mobil sedangkan Rayhan duduk di kursi belakang, dengan kehadiran Rayhan menguntungkan Puput supaya dia tak bertengkar lagi dengan Arka masalah hutang itu.


"Aunty, apa kalian akan menikah" celetuk Rayhan pada Puput dan Arka.


"What? Tidak Ray kami hanya teman" bantah Puput.


"Oh tapi dari yang aku dengar teman juga bisa menikah ya" ucap Rayhan.


"Ahh mana ada kau salah dengar kali" ucap Puput.


"Tapi ada loh teman yang nantinya menikah, kau tau Ray mungkin saja nanti saat kamu sudah besar kamu akan menikah dengan teman mu sendiri" ucap Arka.


"Tidak paman, teman ku tak ada yang menarik" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Woow kamu tau wanita yang menarik seperti apa" tanya Arka.


"Tau".


" seperti apa" tanya Arka.


"Seperti Aunty Puput" jawab Arka sambil tertawa.


"Wah selera kamu bagus juga Ray, sama kaya paman" ucap Arka sambil melihat Puput sekilas.


Dan terlihat jelas oleh Arka kalau Puput sedang kesal atas pembahasan itu.


"Sudah jangan bicara begitu" ucap Puput.


"Kenapa Aunty, apa kau tak suka laki laki" pertanyaan polos Rayhan membuat Arka tertawa terbahak bahak.


"Diam" bisik Puput sambil mencubit pinggang Arka.


"Sakit tau" ucap Arka.


"Sudah diam kita bicara di rumah saja".


" aunty gak asik sama kaya mamah selalu saja melarang bicara padahal semua orang akan lebih dekat jika melakukan pembicaraan, betulkan paman" tanya Rayhan pada Arka.


Dan Arka hanya mengangguk saja mengiyakan ucapan Rayhan yang masih kecil itu.


"Bukan begitu Ray tapi kamu akan mengerti saat kamu sudah besar nanti" ucap Puput.


"Aku akan begini terus Aunty" ucap Rayhan.


"Ray kau tak paham diam itu bukan berarti kita tak akan dekat dengan orang lain tapi ada kala nya kita banyak bicara pun orang lain belum tentu mendengarnya" ucap Puput.


Arka melihat kagum ada Puput bahkan Arka merasa salah tingkah pada perubahan Puput itu.


"Aku akan diam jika sudah besar nanti" tanya Rayhan.


"Bukan diam tapi tak banyak omong" ucap Puput.


"Huuhh Aunty sangat menyebalkan" ucap Rayhan.


"Kau yang menyebalkan wleee" ucap Puput sambil menjulurkan lidahnya pada Rayhan.


"Oh ya Put, setelah mengantar mu pulang kerumah aku akan pulang juga ke rumahku tak enak kalau harus terus tinggal di rumah kakak mu, apa lagi dia juga sudah meminjamkan baju padaku" ucap Arka.


"Ya tuan, terima kasih karena sudah datang ke rumah" ucap Puput.


"Untuk besok kamu bisa ambil cuti Put, tak masalah kamu mau cuti berapa hari pun".


" aku tak enak kalau lama lama gak kerja, mungkin dua hari saja aku akan cuti".


"Terserah kau saja".

__ADS_1


__ADS_2