
"Mamah" ucap seseorang yang mendengar teriakan Lynda dari arah belakang Lynda dan Bi Iyem.
Betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa yang sudah memanggilnya.
"Nita" serempak.
"Mamah apa laki laki itu suami Bi Iyem" tanya Nita bingung juga penasaran.
"Ehh itu euh" ucap Lynda terbata bata.
"Iya Non dia mantan suami Bibi" ucap Bi Iyem jujur.
Lynda yang mendengar pengakuan bi Iyem pun langsung terkejut karena Bi Iyem sedari dulu menutupi identitas suaminya dan sekarang malah di akui keberadaannya.
"Apa? Tapi kenapa Bi Iyem tak minta bertemu dengan putra bi Iyem" ucap Nita.
"Sudah Non tapi dia sombong tak akan mau memberi tau dimana anak bibi" ucap Bi Iyem yang hampir saja menjatuhkan air matanya tapi berhasil dia tahan.
"Bahkan dia selalu saja mengungkit ungkit perjanjian kontrak pernikahan" ucap Bi Iyem lagi.
"Sayangnya aku tak melihat orangnya jika saja aku tau orangnya aku akan marahi dia karena sudah menyakiti bi Iyem" ucap Nita.
"Sudah Non ayo kita pulang" ucap Bi Iyem.
-
Sesampainya di rumah Lynda, Sarah melamun dan tak bicara apa apa bahkan Nita juga sudah mengajaknya bicara untuk membuat Sarah sekejap melupakan Rama, tapi Sarah hanya menganggukan kepalanya menanggapi ucapan Nita.
"Sarah makan ya sedikit saja" ucao Nita yang hendak menyuapi Sarah.
Sarah menggelengkan kepalanya.
"Sarah ayolah kasihan bayimu dia kelaparan" ucap Nita lagi.
Sarah tak menanggapi Nita.
Tiba tiba datang Hilman yang hendak berkunjung dan mengucapkan bela sungkawa pada Sarah.
"Permisi" ucap Hilman.
Nita dan Topan melihat kearah sumber suara ternyata ada Hilman yang sudah berdiri disana dengan membawa sekuntum bunga.
"Pak masuklah" ucap Topan mempersilahkan Hilman untuk masuk.
"Maaf aku tak bisa datang ke acara pemakaman jadi aku datang kemari untuk melihat keadaan Non Sarah" ucap Hilman.
"Iya pak, tapi saat ini Sarah sedang melamun dia tak mau makan padahal sedari kemarin dia belum makan" ucap Topan.
"Bolehkah aku membujuknya" ucap Hilman.
"Silahkan tuan" ucap Nita sambil menyodorkan sepiring nasi pada Hilman.
"Panggil aku Hilman saja Nona" ucap Hilman pada Nita.
Hilman mendekati Sarah untuk membujuknya makan, saat ini Sarah sedang berada di meja makan sendirian.
__ADS_1
"Nona" ucap Hilman, Sarah langsung tersadar dari lamunannya saat mendengar ucapan Hilman.
Hilman duduk di samping Sarah.
"Makanlah Nona aku tak mau bayimu sakit karena kau tak makan" ucap Hilman.
"Aku tak mau Hilman, tak berselera".
" ayo Nona aku akan suapi ya" ucap Hilman memaksa.
Hilman menyuapi Sarah awalnya Sarah menolak namun karena paksaan dari Hilman dia akhirnya mau juga.
"Nona aku bawakan bunga ini untukmu, kau suka" tanya Hilman.
Sarah mengangguk.
"Terima kasih Hilman maaf aku merepotkanmu" ucap Sarah.
"Tak apa Nona Aku senang bisa membantumu".
"Hilman apa kau tau aku sangat nyaman berada dekat denganmu, benar apa yang di katakan Mas Rama tentang dirimu, maaf Hilman karena dulu aku selalu menghinamu" ucap Sarah.
"Kau nyaman dengan ku Nona, mau kah kau menikah dengan ku" tanya Hilman.
Sarah terkejut begitu pula dengan Nita dan Topan yang berdiri tak jauh dari mereka,
"Apa yang kau katakan" tanya Sarah.
"Tidak Nona aku hanya bercanda" ucap Hilman.
Topan dan Nita langsung duduk bergabung di sana, mereka berempat berbincang bincang hingga bercanda guna membuat Sarah lebih ceria dan tak murung lagi.
"Iya pak kapan kapan berkunjunglah kesini dengan kehadiran anda Sarah bisa tersenyum walau pun sesaat" ucap Topan.
"Iya aku akan berkunjung" ucap Hilman.
"Iya pak".
"Apa aku boleh bertemu dengan Sarah terlebih dahulu" ucap Hilman meminta ijin.
"Boleh pak dia ada di kamarnya" ucap Topan.
Hilman berjalan ke kamar Sarah namun saat Hilman masuk dia melihat Sarah terus saja mengelus elus perutnya membuat Hilman penasaran.
"Non Sarah kenapa perutnya" tanya Hilman.
"Perut aku sakit Hilman" ucap Sarah meringis kesakitan.
"Boleh aku elus" ucap Hilman ragu ragu karena takut Sarah marah karena sudah lancang.
"apa kau mau" tanya Sarah.
"Tentu saja".
Hilman langsung duduk di hadapan Sarah lalu mengelus elus perut Sarah layaknya seorang suami pada istrinya, namun bayi dalam kandungan Sarah pun langsung diam dan Sarah tak merasakan sakit lagi.
__ADS_1
" masih sakit" tanya Hilman.
"Tidak bayinya sudah tenang" ucap Sarah.
"Sayang jangan nakal ya kasihan mamah kamu kesakitan" ucap Hilman pada perut Sarah.
"Baiklah Nona aku akan pulang kau jangan terus bersedih, hidupmu masih panjang Nona jangan tangisi lagi pak Rama dia sudah tenang di alam sana" ucap Hilman.
"Iya Hilman".
" aku pulang ya".
Sarah menganggukan kepalanya.
-
Beberapa hari berikutnya Sarah selalu saja begitu kehilangan Rama membuatnya susah untuk tertawa lepas bahkan dia hanya tersenyum saja saat Lynda, Nita, dan Topan mengajaknya bercanda.
Mereka seolah kehilangan Sarah yang dulu mereka kenal bahkan sekarang Sarah lebih banyak mengurung diri di kamar tapi pikirannya tetap mengarah pada Rama dan Hilman.
Entah kenapa Hilman terasa seperti Rama bahkan Sarah tak segan untuk menelponnya, hanya untuk sekedar menanyakan kabar Hilman.
Dan sore ini Hilman sudah bersiap akan mengajak Sarah untuk jalan jalan karena Hilman sangat sayang pada Sarah jadi dia ingin membahagiakan Sarah walau pun hanya sebentar.
Mobil Hilman sudah terparkir di halaman rumah Lynda, Hilman turun dan langsung masuk kedalam seperti biasa Nita akan membukakan pintu.
"Dimana Sarah Nona" tanya Hilman pada Nita.
"Ada di kamarnya, memangnya mau kemana kalian" tanya Nita.
"Nona aku ingin mengajak Sarah jalan jalan, boleh kan" tanya Hilman.
"Tentu boleh, apa pun yang akan membuat Sarah bahagia aku akan mengijinkan" ucap Nita.
"Bisa kau panggilkan" titah Hilman.
"Bisa kau duduklah dulu aku akan panggilkan Sarah".
Tokk..
Tokk.
Nita mengetuk pintu kamar Sarah dengan cepat Sarah membukakan pintu.
" ada apa Nita" tanya Sarah lemas.
"Ada Hilman di depan dia mau mengajakmu jalan jalan" ucap Nita.
"Benarkah" ucap Sarah terkejut.
"Heeh dan sekarang kamu harus bersiap dandan dengan cantik karena Hilman akan mengajakmu jalan jalan" ucap Nita.
"Aku akan mandi dulu" ucap Sarah antusias.
"Aku akan siapkan baju untukmu" ucap Nita.
__ADS_1
Nita memilih baju yang serasi dengan yang sedang di pakai oleh Hilman, karena Nita yakin Hilman suka pada Sarah dan Sarah juga sudah mulai suka pada Hilman apa lagi Nita sering melihat kalau Sarah menelpon Hilman hanya untuk sekedar menanyakan kabar.
Bersambung