Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 110


__ADS_3

Sarah menatap marah pada ibu Dodit tangan Sarah sudah mengepal kuat bahkan bukan hanya ibu Dodit yang Sarah kesali tapi juga pada Ayahnya sendiri.


Sarah langsung mendekati ibunya Dodit, dia sangat marah sekali pada ibunya Dodit ygang sekarang sudah memasukan Rama kedalam penjara.


"Aku kira ucapanmu dahulu itu benar benar sudah memaafkan aku dan mas Rama ternyata aku salah kamu sama saja" ucap Sarah marah.


"Tinggalkan Rama, Sarah aku akan bantu mengeluarkan Rama dari penjara" ucap Anjasmara.


Tiba tiba kepala Sarah terasa sakit saat mendengar suara Anjasmara namun Sarah tak terlalu menghiraukan rasa pusingnya itu yang dia pikirkan sekarang adalah kebebasan Rama.


"Aku lebih baik tak di anggap anak olehmu dari pada harus meninggalkan mas Rama yang sudah membuat aku merasa kalau masih ada yang sayang sepenuhnya padaku" Ketus Sarah.


"Lancang kau" gumam Anjasmara.


Sarah kembali duduk di kursi yang tadi sempat dia duduki, dengan masih marah Sarah menatap intens pada ibunya Dodit tapi ibunya Dodit berusaha untuk tak melihat tatapan maut dari Sarah.


"Awas saja kau aku tak akan memaafkan kamu Orang tua" gumam Sarah.


Nita yang sedari tadi melihat Sarah yang tatapannya kurang mengenakkan, Nita mendekati Sarah dan ingin bertanya ada pada Sarah menatap begitu pada ibu Dodit.


"Kamu kenapa Sarah" tanya Nita.


"Lihat dia Nita dulu aku pernah meminta maaf padanya tapi sekarang apa dia malah menjebloskan mas Rama ke penjara" ucap Sarah marah.


"Sudah Sarah kita lihat sekarang bagaimana nantinya".


"Aku benci padanya Nita kenapa dulu dia gak bilang saja kalau dia memang marah tapi apa dia malah ngomong kalau dia sudah memaafkan aku dan Mas Rama".


"Sudah jangan begitu".


Hakim datang ke ruangan itu semua orang yang berada di ruangan itu langsung senyap setelahnya datanglah polisi dengan membawa Rama yang tangannya sedang di borgol.


Sarah sedih melihat kondisi Rama yang menjadi sedikit lebih kurus dari sebelumnya bahkan kumis Rama juga sudah tebal karena mungkin tak Rama cukur.


Persidangan di mulai dengan tenang bahkan pak Ardi juga sudah menyerahkan semua bukti bukti yang mereka dapatkan pada pak Hakim, Hakim melihat dengan teliti bukti bukti yang di serahkan oleh Pak Ardi.

__ADS_1


Tak lama setelahnya Sri mantan pembantu Rama dan anak buah Rama masuk kedalam ruangan itu, mereka duduk di kursi belakang sampai hakim memutuskan sesuatu nantinya.


Dengan semua perdebatan dari pengacara yang di sewa Anjasmara membuat Rama semakin tak percaya untuk keluar dari penjara padahal ibunya Dodit sudah ada di pihak Rama tapi belum juga angkat bicara.


Sri yang melihat kalau pengacara Anjasmara terus saja memojokan Rama akhirnya angkat bicara dan langsung berjalan kearah Hakim yang sedang mendengarkan pengacara Anjasmara.


"Maaf pak aku punya kebenaran, dan aku saksi dari pembunuhan itu" sahut Sri yang membuat semua mata menatapnya.


"Siapa anda" tanya hakim.


"Saya mantan pembantu tuan Rama saya saksi dari pembunuhan itu" ucap Sri lantang.


Sarah yang sedang duduk langsung senang saat melihat Sri mau bersaksi di pengadilan itu, mata Sarah berembun ternyata masih banyak yang sayang pada Rama dan padanya.


Sri memberitaukan semua kebenaran yang dia lihat dulu bahkan Sri juga menjaskan waktu dan tempat kejadian itu dan ternyata sama dengan waktu kejadian yang Anjasmara laporkan pada polisi dulu.


Nita dan Topan yang melihat itu langsung kagum karena Sri tanpa takutnya berbicara di hadapan pada Hakim padahal bisa saja Sri di seret keluar dari sana


"Begitu ceritanya pak saya sudah bersaksi sejujur jujurnya" ucap Sri di pengakhir kalimatnya.


"Maaf pak tapi saya tak punya bukti, tapi saya sudah jujur pak" ucap Sri


"Baik silahkan anda kembali ke tempat Nona".


Suasana menjadi tegang bagi Anjasmara dia tak menyangka kalau masih ada saksi yang belum sempat dia habisi dulu, Anjasmara mengerutu dalam hatinya.


"Kenapa aku tak menggeledah dulu rumah Rama dulu jadikan ada orang yang melihat aku menghabisi anak buah Rama" batin Anjasmara.


Pak Ardi mencoba mengkode ibunya Dodit untuk segera maju dan memberitaukan pada hakim kebenarannya.


"Pak saya ada kebenaran lagi" ucap Ibu Dodit.


"Kebenaran apa silahkan ceritakan Nyonya".


" saya mau jujur kalau saya bukan orang yang melaporkan masalah ini pada Kepolisian tapi semua dalang di balik permasalahan ini adalah taun Anjsmara sendiri" ucap ibu Dodit dengan menunjuk kearah Anjasmara.

__ADS_1


Anjasmara terkejut mendengarnya.


"Kamu sedang apa bodoh" bisik Anjasmara.


"Dia dalang dari masalah ini pak, bahkan dia yang membayar saya untuk memasukan tuan Rama ke penjara dengan menjadikan saya sebagai keluarga korban yang tak mendapat keadilan padahal itu bohong pak dulu Istrinya tuan Rama menemui saya dan meminta maaf atas kejadian ini dan saya sudah mengikhlaskannya, tapi tuan Anjasmara datang dan mengancam saya untuk memasukan tuan Rama ke penjara" jelas ibu Dodit.


Nita dan Lynda yang melihat itu langsung terkejut ternyata Anjasmara bisa melakukan apa saja untuk membuat Rama menderita.


Sedangkan Sarah yang mendengar semuanya langsung menunduk malu tadinya dia mengira kalau Ibu Dodit memang orang yang tak bisa di pegang janjinya tapi dengan begini Sarah sadar kalau pikirannya ternyata salah.


"Apa anda punya buktinya" tanya hakim.


Ibu Dodit mengambil kertas kecil yang berada di saku celananya, isinya adalah sebuah Cek yang disana sudah ada nama dan tanda tangan Anjasmara.


"Ini buktinya pak bahkan saya belum mencairkan uangnya".


"Baiklah saya akan pertimbangkan" ucap hakim.


Semuanya duduk kembali dengan tenang, tapi Anjasmara marah pada ibunya Dodit yang sudah menghianatinya padahal Anjasmara sudah membayar ibu Dodit dengan uang yang banyak.


"Dasar tak tau berterima kasih" gumam Anjasmara namun masih bisa terdengar oleh ibunya Dodit.


"Baik setelah saya putuskan sidang ini kami tutup dan akan di lanjutkan lagi minggu depan namun setelah di pertimbangkan kami akan memenjarakan pak Anjasmara sebagai tahanan karena jika bukti ini benar adanya kami takut pak Anjasmara akan kabur".


Tokk..


Tokk.


Tokk..


"Tidak kenapa saya harus di tahan saya gak bersalah" berontak Anjasmara.


bersambung


**jangan lupa like comen dan votenya ya...

__ADS_1


salam manis Author**


__ADS_2