Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 34


__ADS_3

Topan sedang duduk di kursi kantornya, dia mengutak atik laptopnya dia sedang mengerjakan pekerjaan yang tertunda karena masalahnya kemarin kemarin.


Topan membaca dengan teliti hasil meeting yang di kirimkan oleh perusahaan dari cliennya.


"Apa ini" gumam Topan.


Drttt.. Drttt.


Topan memeriksa ponselnya yang berbunyi karena ada panggilan masuk.


"Hallo pak" sahut Topan saat panggilan sudah terhubung.


"Apa benar ini dengan pak Topan dari perusahaan Wijaya Group" sahut lelaki di sebrang sana.


"Iya pak benar, ada perlu apa pak" tanya Topan.


"Jadi begini pak perusahaan kami mau mengadakan kerjasama dengan kedua perusahaan dan perusahaan bapak sangat menarik bagi kami, jika bapak berminat silahkan gabung namun jika tidak berminat mungkin kami akan mencari perusahaan lagi" jelas orang yang ada di sebrang telpon.


"Baiklah saya ikut gabung, bagaimana kapan kita bisa bertemu" tanya Topan.


"Baiklah besok kita bisa bertemu saya akan share lokasinya" sahut lelaki itu.


Topan sangat tertarik dengan penawaran itu. Itu artinya dia harus berebut dengan perusahaan lain untuk dapat bergabung dengan perusahaan itu.


"Aku akan siapkan presentasi yang bagus untuk mendapatkan kerja sama dengan mereka" gumam Topan.


Tokk tokk..


"Masuk" teriak Topan saat mendengar ada orang yang mengetuk pintu ruangannya.


"Permisi pak apa bapak sudah tau tentang penawaran dari perusahaan pak Darma" sahut Zahra yang sudah berada dekat dengan meja Topan.


"Sudah saya sudah tau Zahra, kita adakan meeting sekarang kita akan buat presentasi yang menarik " sahut Topan.


"Baik pak, apa sekarang kita adakan meetingnya pak" tanya Zahra.


"Iya persiapkan tempat dan waktunya, jika sudah berkumpul semua beritahu aku" sahut Topan.


Zahra mengangguk dan pergi dari ruangan Topan, Zahra memberi tau semua karyawan untuk segera berkumpul di ruangan meeting.


Topan mencari berkas yang pernah ia buat untuk presentasi dulu, namun tak terpakai karena perusahaan Topan kalah dengan perusahaan lain.


Topan merasa percaya diri kalau sekarang dia akan menang dan bisa bergabung dengan perusahaan pak Darma perusahaan ternama itu.


"Semoga saja perusahaan ini bisa bergabung dan bangkit lagi seperti dulu" gumam Topan sambil melihat sekeliling ruangannya.


Topan berharap penuh pada perusahaan itu, Topan harap perusahaan itu bisa membantu membangkitkan perusahaannya ini yang kemarin sempat dilanda kerugian karena ada yang korupsi.


Topan berjalan ke arah ruangan meeting dia sangat bersemangat untuk pembahasan ini, karena inilah satu satunya yang Topan harapkan jadi Topan akan sekuat tenaga memperjuangkannya.


"Untuk hari ini kita akan buat presentasi yang sangat menarik dan mudah di pahami" sahut Topan yang sedang duduk di kursi yang sudah di persiapkan untuknya.


"Apa kalian punya saran untuk isi presentasinya" tanya Topan pada semua karyawan yang ada di sana.


Satu karyawan bernama Hadi mengacungkan tangannya.


"Iya Hadi apa" tanya Topan.


"Bagaimana kalau presentasinya kita buat dari hasil yang kemarin pernah kita buat untuk pengajuan itu pak" sahut Hadi.


Topan berpikir sejenak.

__ADS_1


"Baik ada yang lain lagi" tanya Topan lagi.


**


Malam ini Topan belum juga pulang ke rumah, dia sedang mempersiapkan berkasnya.


Setelah banyak sekali perdebatan akhirnya ada hasil yang keluar juga.


Topan berulang kali mengecek berkas itu siapa tau saja ada kesalahan dalam penulisan jadi Topan mengeceknya lagi.


Di perusahaan itu hanya ada Topan dan pak satpam yang menemaninya, tak ada orang lain lagi yang berada disana.


Terkecuali ada seorang lelaki misterius yang mengintip gerak gerik Topan dari arah belakang Topan.


Lelaki misterius itu tak berniat melukai Topan, tetapi apa yang lelaki itu inginkan?


Topan mengeprin hasil presentasi itu, Topan membungkusnya dengan map berwarna Coklat, Topan menyimpannya di lemari ruangannya.


Topan berjalan keluar untuk pulang.


"Pak saya mau pulang, selamat bekerja lembut pak" sahut Topan pada pak Satpam.


"Iya pak hati hati di jalan" sahut pak Satpam.


Pak Satpam kembali lagi ke tempatnya. Setelah mobil Topan melaju meninggalkan perusahaanya.


Lelaki yang tadi mengintip gerak gerik Topan, sekarang dia mengendap endap keluar dari ruangan itu.


Dia membawa map yang tadi Topan letakkan dalam lemari di ruangannya.


Dia keluar lewat jendela belakang ruangan Topan, dia tertawa karena sudah berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan.


--


"Kamu juga makanlah Nita biar Rayhan bi Iyem yang jaga" sahut Topan yang melihat istrinya masih menggendong Rayhan.


"Iya mas sebentar" sahut Nita.


Nita memberikan Rayhan ke gendongan bi Iyem.


"Maaf ya bi, Nita mau makan dulu" sahut Nita.


"Iya non gak papa" sahut bi Iyem dengan senang hati mengasuh Rayhan.


Bi Iyem sudah di anggap sebagaik keluarga sendiri oleh mereka, karena memang bi Iyem hidup sebatang kara dia hanya punya satu anak dan anaknya pun tak tau kemana.


Jadi bi Iyem menganggap Topan sebagai anaknya walau pun Bi Iyem hanyalah pengasuh Topan saat Topan masih kecil tapi Bi Iyem sangat menyayangi Topan, begitu pun Topan menganggap bi Iyem sebagai ibu asuhnya yang kedua setelah mamah Lynda.


"Mah Doakan Topan ya besok Topan akan bertemu dengan perusahaan pak Darma, Semoga saja Topan bisa bergabung dengan perusahaan mereka" sahut Topan pada mamah Lynda yang sedang makan.


"Aminn sayang semoga saja Tuhan mempermudahkan urusanmu" sahut mamah Lynda.


"Iya mah pasti mas Topan bisa bergabung dengan perusahaan itu" ujar Nita yang sedang duduk di samping Topan.


"Terima kasih sayang" sahut Topan sambil menyendokan makanan kedalam mulutnya.


**


"Ini tuan berkasnya" ucap seorang lelaki misterius itu pada bos yang memerintahkannya.


"Sini biar aku lihat" sungutnya.

__ADS_1


"Hahahahahha Topan Topan kamu gak akan bisa bergabung dengan perusahaan besar itu hanya aku saja yang boleh bergabung dengannya" ucapnya sambil tertawa keras sehingga membuat ruangan itu bising dengan suara tawanya yang menggelegar.


"Topan sudah mengeceknya berulang ulang tuan, tetapi anda jangan khawatir aku juga sudah mengahapus semua data yang ada di laptopnya" sahut lelaki suruhan itu.


"Bagus hahaha, kerjamu sangat bagus Rendi tak sia sia aku membayarmu mahal" sahut bosnya.


"Tidak tuan aku yang berterima kasih karena sudah mau membalaskan dendamku pada Topan" sahut lelaki yang bernama Rendi itu.


Rendi mengingat saat dirinya di pecat oleh Topan karena ketahuan korupsi di perusahaan Topan.


Tangan Rendi mengepal kuat jika mengingat saat pemecatan itu.


"Kamu gak perlu khawatir Rendi dendammu itu akan aku balaskan dengan setimpal" sahut bosnya itu.


"Paman Rama" teriak seseorang wanita dari luar rumah.


"Siapa tuan" tanya Rendi takut jika ada yang mempergokinya karena mencuri.


"Ckkk pasti si Sarah bodoh itu" sahut paman Rama.


"Baiklah tuan Rama saya akan pulang jika butuh tenaga saya lagi silahkan hubungi saya" sahut Rendi sambil pergi dari ruangan itu.


Paman Rama adalah dalang dari semua ini.


Paman Rama berjalan keluar dan membukakan pintu untuk Sarah yang terus berteriak karena tak di bukakan pintu.


"Paman" rengek Sarah.


"Apa".


" pikirkan cara lain untuk membalas Nita" sahut Sarah.


"Aku sudah punya ide Sarah" sahut paman Rama sambil duduk di kursi.


"Apa paman" tanya Sarah tak sabar.


"Apa yang akan kamu berikan padaku jika aku membantumu" sahut paman Rama.


Sarah berpikir sejenak, jika dia memberikan hartanya bahkan paman Rama pun sudah kaya melebihinya.


"Memangnya paman mau apa" tanya Sarah.


Paman Rama mendekat ke arah Sarah, dia membisikan keinginannya pada telinga Sarah.


"Tidak paman itu tidak mungkin" protes Sarah.


"Yasudah terserah" ucap paman.


Sarah memikirkan kembali keinginan paman Rama,


"Bagaimana ini " batin sarah.


"Jika kamu gak tau gak papa Sarah aku bisa mendapatkannya juga dari wanita lain" sahut paman Rama.


Sarah berpikir keras untuk masalah ini.


**apa yang di inginkan paman Rama dari Sarah??


yu lihat jawabannya di episode selanjutnya..


terima kasih yang sudah mampir ke karya saya..

__ADS_1


terima kasih yang sudah melike dan mengomentari cerita saya**...


__ADS_2