Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 112


__ADS_3

Nita dan Topan sedang berada di kamarnya, tak ada percakapan di antara mereka hanya saja Sedari tadi Topan mengajak main Rayhan yang sedang bermain dengan mainannya di lantai.


Topan terus saja memperhatikan wajah Nita yang sekarang sedang melipat baju yang sudah sangat menumpuk karena Nita jarang menyuruh Bi Iyem untuk melipat bajunya.


"Nita berapa bulan sekarang" tanya Topan.


"5 bulan mas".


"Apa kita gak akan melakukan lagi usg".


"Terserah kamu saja mas, aku ikut saja".


" bagaimana kalau besok aku antar Nita".


"Ayo"


"Apa kita ajak saja Sarah ya Nita".


Nita berfikir sejenak sebegitu berartinya Sarah di kehidupan Topan sampai sampai dia mau mengajak Sarah melakukan usg padahal dulu Topan sangat merasa Risih saat ada Sarah.


" terserah kamu saja".


"Baiklah aku akan bilang sekarang padanya, titip Rayhan dulu ya".


Topan keluar dari kamarnya dia ingin menemui Sarah yang sekarang berada di meja makan, Topan sangat antusias untuk mengajaknya.


"Sarah besok Nita akan melakukan Usg lagi apa kamu mau ikut" tanya Topan.


"Bolehkah aku ikut".


" tentu saja boleh aku mengajakmu".


"Baiklah aku ikut".


Topan kembali lagi ke kamarnya setelah memberitaukan itu Topan merasa sedikit bisa mengurangi rasa bencinya pada Sarah, Topan tak mau selalu merasa bersalah karena sudah membenci Sarah.


Sedangkan Sarah yang sedang duduk di meja makan dia sangat penasaran dengan masalalu Rama yang sudah merugikan kehidupan Bi Iyem di masalalu.


"Bi boleh aku bertanya" tanya Sarah pada Bi Iyem yang sedang membereskan peralatan dapur ke dalam lemari.


"Tanya apa Non".


" tapi aku mau Bibi Jujur padaku".


"Tanya apa dulu Non".


"Aku mau bertanya tentang masalalu Bibi dengan mas Rama, aku sangat penasaran Bi".


Bi Iyem berfikir sejenak jujur saja Bi Iyem merasa Risih jika harus menceritakan itu pada orang lain, takutnya orang lain akan menganggap bi Iyem wanita murahan.


" kalau Bibi gak mau cerita juga gak papa aku ngerti kok, maaf karena aku lancang bertanya begitu" ucap Sarah.


Bi Iyem mendekat kearah Sarah dia duduk di kursi meja makan sebrang Sarah.


"Mungkin saatnya Bibi cerita sekarang" ucap Bi Iyem.


Sarah merasa senang karena Bi Iyem mau menceritakannya, Bahkan Sarah akan membantu Bi Iyem nantinya kalau memang bi Iyem bermasalah di masalalu.


"Dulu aku hanyalah seorang gadis yang miskin aku hanya hidup sebatang kara di kampung, saat itu aku ke kota niatku ingin mencari pekerjaan tapi aku salah ternyata hidup di kota tak seindah pikiranku dulu, aku di paksa menjadi pel*cur tapi aku menolak, aku di siksa bahkan aku di jual pada lakilaki hidung belang, saat itu ada Suamimu dan temannya yang membantuku tapi dengan satu syarat" jelas bi Iyem.


"Syarat apa" tanya Sarah semakin penasaran.


"Aku harus mau melahirkan anak untuk teman suamimu Nona, mau tak mau aku harus melakukannya karena lakilaki itu sudah menebusku, selama sembilan bulan aku mengandung aku hanya tinggal sendirian dengan uang pas pasan aku tinggal di apartemen kumuh, suamimu sering datang dan memberi aku makanan".

__ADS_1


Bi Iyem diam sejenak dia tak bisa lagi menahan tangisnya, Bi Iyem menangis sesegukan.


"Hingga saat aku melahirkan lakilaki itu tak memperbolehkan aku melihat anakku, sedangkan Rama dia tak mau mempertemukan aku dengan anakku padahal aku hanya ingin melihat saja walau dari kejauhan pun aku tak apa" lanjut Bi Iyem.


Sarah merasa bersalah karena sudah bertanya tentang masalalu itu dan sekarang Bi Iyem menangis karena mengingat kejadian itu.


"Maaf Bi aku sudah bertanya begini, aku sudah mengkorek lagi luka lama Bibi" ucap Sarah.


"Tidak, percuma saja aku tutup tutupi kalau nantinya semua orang juga akan tau".


"Aku tak menyangka kalau mas Rama sangat jahat padamu".


" tidak dia tak jahat temannya lah yang jahat dan Rama hanya ikut ikutan saja".


"Atas nama mas Rama aku minta maaf bi".


"Aku baru tau kalau anakku masih hidup dan sehat, aku senang sekarang ternyata keluarga jahat itu menganggap putraku seperti putranya sendiri"


"Bi siapa nama lakilaki itu" tanya sarah.


"Namanya Fra.. ".


" Bi tolong buatkan aku teh hangat ya" sahut Lynda menyuruh Bi Iyem, dengan cepat Bi Iyem harus membuat Teh hangat.


Ucapan Bi Iyem terhenti dan membuat Sarah sangat penasaran.


"Sarah apa kamu sudah makan" tanya Lynda yang langsung duduk di samping Sarah.


"Sudah tante aku sudah makan".


" bagus katanya kau akan USG besok" .


"Iya aku di ajak Topan katanya Nita juga akan di usg" jawab Sarah.


Bi Iyem datang dan menyerahkan satu gelas teh hangat pada Lynda, Sarah menatap Bi Iyem penasaran tapi Sarah juga tak terlalu memaksanya untuk melanjutkan obrolannya yang tadi.


Tapi Sarah selalu mengerjakannya sendiri, bahkan Bi Iyem juga pernah ingin membantunya tapi Sarah menolak karena mencuci pakaian sangat mudah apa lagi menggunakan mesin cuci.


Sarah memasukan bajunya pada mesin cuci Sarah juga memasukan pewangi kedalam mesin cuci karena airnya tak hidup Sarah terpaksa harus mengambil air yang ada di ember tak jauh dari sana.


Air dan Sabun berhamburan di lantai membuat lantai itu licin jadi Sarah harus sangat hati hati berjalan.


Namun karena sangat licin kaki Sarah terpeleset sehingga membuat Sarah hampir saja terjatuh.


Brughh..


Saat Sarah jatuh untung saja ada Topan yang menahannya sehingga membuat Sarah tak jatuh ke lantai, Mata mereka berdua sempat beradu tapi dengan cepat Topan membawa Sarah keluar dari ruangan itu.


Nita melihat semuanya dia merasa cemburu, jelas saja wanita mana yang akan tenang saja kalau suaminya dekat dengan wanita lain.


"Kamu hati hati Sarah lantainya licin" ucap Topan.


"Iya aku tau tapi aku udah hati hati".


" kenapa sampai jatuh tadi kalau gak ada aku kamu bisa jatuh ke lantai Sarah".


"Iya aku minta maaf".


Nita datang walau pun hatinya merasa cemburu tapi dia mencoba tak mengindahkannya, Nita mendekat kearah Sarah.


"Sarah kamu gak kenapa napa kan makannya Sarah jangan lakukan itu sendiri ada Bi Iyem kan" ucap Nita.


"Iya aku tau tapi aku tak mau menyusahkan Bi Iyem".

__ADS_1


" tapi Sarah kamu sedang mengandung".


"Iya aku salah, aku juga sangat takut sekarang" ucap Sarah.


"Nita mas akan ke kantor dulu ya kira kira mas akan lembur sekarang mas akan pulang malam" ucap Topan.


"Iya mas hati hati ya" ucap Nita sambil mencium punggung tangan Topan dengan takzim.


**


Sedangkan Hilman sudah mendapat Pengacara yang akan akan membantu mengeluarkan Anjasmara dari penjara bahkan Hilman sampai mencari pengacara terkenal dan paling mahal di kota itu.


"Pak aku harap kau bisa membebaskan tuan Anjasmara".


" akan aku usahakan, semoga saja aku bisa".


"Kau harus bisa pak".


" iya tuan aku akan usahakan".


Hilman dan pengacara itu langsung melihat seseorang yang sedang berjalan kearah rumah Anjasmara itu, wanita itu sangat tak asing bagi Hilman siapa lagi kalau bukan Sarah anak semata wayang Anjasmara.


"Tunggu sebentar pak saya akan bukakan pintu dulu" ucap Hilman sambil berlalu untuk membukakan pintu.


Ceklek


Hilman membuka pintu dan terlihat jelas bahwa Sarah sedang berada di ambang pintu menunggu seseorang membukakan pintu untuknya.


"Mau apa anda kesini Nona" tanya Hilman.


"Hilman apa kau lupa kalau aku adalah anak dari majikanmu".


" aku tak lupa bahkan aku juga tak lupa kalau kau juga sudah tak menganggap tuan Anjasmara lagi sebagai Ayahmu".


"Diam kau" bentak Sarah.


Sarah langsung masuk kedalam dan menyenggol bahu Hilman yang masih berdiri menghalanginya, Sarah langsung berjalan kearah kamarnya dia ingin mengambil perhiasannya yang tertinggal dulu.


Hilman mengikuti Sarah yang sudah masuk kedalam kamarnya, Sarah merasa risih karena terus saja di ikuti oleh Hilman, padahal Sarah bukan mau mencuri di rumah itu tapi dia ingin mengambil barangnya yang sudah lama dia simpan di sana.


"Bisakah kau tunggu di luar Hilman" sahut Sarah.


"Apa jaminannya"


"Jaminan apa".


"Jaminan kalau kau tak akan mencuri".


Sarah memutar bola matanya malas.


" apa mengambil barang sendiri di rumah Ayahnya sendiri itu kau sebut mencuri".


"Aku tak bisa pastikan itu".


" keluar Hilman aku akan berganti pakaian" ucap Sarah mengancam.


"Lakukan saja" singkat Hilman.


"What? Kamu gila Hilman aku gak mungkin melakukan itu di hadapanmu".


" baiklah aku tunggu di luar" ucap Hilman sambil keluar dari kamar Sarah.


"Dasar anak buah mesum beraninya dia akan melihat aku berpakaian" gerutu Sarah.

__ADS_1


Bersambung..


Sarah sama Hilman lucu juga ya apa Author jodohkan saja mereka ya...


__ADS_2