Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 128


__ADS_3

Hilman yang sedang dalam perjalanan pulang harus sabar mendengar ocehan Sarah yang sedari tadi tak henti hentinya mengomel tentang Anjasmara yang berkata buruk tentang rumah tangganya dahulu bersama Rama.


"Aku gak habis fikir mau apa dia membicarakan tentang masa lalu aku harusnya dia itu bersyukur karena sudah di selamatkan oleh mas Rama, menyesal aku harus kehilangan mas Rama hanya untuk menyelamatkan orang jahat seperti Anjasmara, aaaaaaa aku benci kau Anjasmara bukannya melihat cucu nya yang sudah lahir tapi dia malah berkata begitu padaku" ocehan Sarah di sepanjang perjalanan.


"Sabar Sayang" ucap Hilman sambil tersenyum tipis.


"Hah Sayang" ucap Sarah terkejut.


"Udah jangan bicara begitu, tuan Anjasmara itu kan Ayah kandung kamu masa kamu sebagai putrinya begini, semua kejadian itu sudah kehendak tuhan kita sebagai manusia hanya bisa iklas menerimanya" jelas Hilman.


"Iya Hilman aku tau tapi orang itu tak pernah mau berterima kasih pada kebaikan orang lain, bahkan mas Rama sudah merelakan nyawanya hanya karena untuk menyelamatkan nyawa orang yang tak tau berterima kasih" ucap Sarah.


"Iya".


"Hilman apa kau tau aku hanya ingin dia menyanyangi ku seperti Ayah pada anaknya, aku tak minta lebih hanya menyayangiku udah itu aja, aku gak butuh hartanya bahkan aku juga bisa hidup tanpa harta dari Ayah tapi aku hanya ingin dia sadar udah itu aja" ucap Sarah.


"Aku paham, apa kau tau Sarah aku pernah melihat Ayahmu menangis saat pak Rama di nyatakan meninggal oleh Dokter, mungkin saja Tuan Anjasmara peduli pada pak Rama" ucap Hilman.


"Ck aku gak percaya, dia itu hanya berbohong Hilman dia raja Drama kau tau itu kan".


" aku tau kapan tuan Anjasmara marah kapan dia bersedih".


"Kau tak tau Ayahku Hilman".


" aku tau betul Sarah".


"Terserahlah aku kalah jika berdebat denganmu" ucap Sarah memilih mengalah.


Hilman tertawa melihat kelakuan Sarah yang seperti bocah itu.


**


Malam harinya seperti biasa keluarga Lynda akan berkumpul di ruang tengah sembari menikmati teh hangat dan cemilan yang sudah di buatkan oleh Bi Iyem.


Dan semenjak Nita dan Sarah lahir Asih juga menginap disana untuk mengasuh Rayhan karena akhir akhir ini Nita sibuk dengan bayi Aziya jadi Rayhan hanya sesekali di gendong oleh Nita, apa lagi sekarang Rayhan sudah bisa jalan jadi semua orang harus hati hati jika meninggalkan bayi Aziya dan bayi Alena karena takut Rayhan berbuat macam macam.


"Mamah mau mengadakan Aqiqah dan syukuran untuk Aziya apa kalian setuju" tanya Lynda sambil menyeruput teh hangat yang ada di tangannya.


"Kapan mah" tanya Nita sambil membawa main Rayhan karena Aziya sedang di gendong oleh Topan.


"Waktunya terserah saja sekarangkan Aziya sudah mau 40 hari" ucap Lynda.


"Aku setuju mah" sahut Topan.


"Oh ya Sarah apa Alena juga akan melakukan Akikah kalau kamu mau kita samakan hari dan waktunya dengan Aziya" tanya Lynda.


Sarah menatap Hilman meminta ijin pada Hilman, dan Hilman yang mengerti pun langsung menganggukan kepalanya mengijinkan Alena untuk melakukan Aqiqah.


"Aku mau tante tapi tak apa ya jika di samakan dengan Aziya".


" tak apa Sarah mereka kan saudara jadi tak apa jika di samakan" balas Lynda.


"Oke aku setuju".


" mamah akan carikan dua kambing yang besar besar" ucap Lynda.

__ADS_1


"Buat apa" tanya Hilman bingung karena dia tak pernah mendengar apa itu Aqiqah dan untuk apa kambing.


"Buat apa? Maksud kamu" tanya Lynda heran.


"Cari kambing buat apa tante" tanya Hilman.


"Buat Aqiqah dua bayi ini kan" jawab Lynda tak kalah bingung.


"Buat bayi" Sarah dan Hilman serempak karena mereka tak tau apa saja yang di lakukan saat Aqiqah.


"Tunggu, jangan bilang kalian tak tau arti Aqiqah" tanya Lynda yang mulai sadar kalau dari tadi Hilman dan Sarah merasa bingung.


Sarah, Hilman, bahkan Topan pun menggeleng karena tak tau artinya Aqiqah pada bayi.


"Kau juga sama Topan" ucap Lynda terkejut karena putranya tak tau Aqiqah.


"Iya mah" ucap Topan malu.


"Ya ampun, mamah kira kamu tau Topan" ucap Lynda sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Gak tau mah karena dulu saat Rayhan kita gak melakukannya" timbal Topan.


"Iya waktu Rayhan kita memang tak melakukannya kita hanya syukuran saja karena keadaanya waktu itu beda dengan sekarang" ucap Lynda.


"Oh mah bagaimana kalau Rayhan juga Aqiqah sekarang" usul Nita.


"Bagus Nita mamah setuju" ucap Lynda.


"Lalu Aqiqah itu apa" tanya Hilman masih bingung dengan kata Aqiqah.


"Oh apa Aqiqah ini wajib untuk setiap anak yang baru lahir" tanya Sarah.


"Tidak wajib tapi jika mampu dan bisa melaksanakannya kenapa tidak" ucap Lynda.


"Oh aku baru tau tante" ucap Sarah.


"Tapi nanti jika kambingnya sudah di sembelih dan di masak kita harus membagikannya pada tetangga atau kerabat" ucap Lynda.


"Baiklah aku akan cari kambingnya" ucap Topan.


"Kambingnya harus empat ya" ucap Nita.


"Kenapa empat anak kita juga kan ada tiga" ucap Topan.


"Iya mas tapi Rayhan harus dua" ucap Nita.


"Kenapa dua" tanya Sarah.


"Iya lakilaki harus dua kalau perempuan cuman satu" jelas Nita.


"Oh begitu ya" ucap Sarah.


"Heeh".


" aku baru tau tentang Aqiqah ini dari kalian, sungguh pengetahuanku sangat minim untuk hal ini" ucap Hilman.

__ADS_1


"Begitulah nak pentingnya banyak saudara jadi kita tau sedikit sedikit" ucap Lynda.


"Oh ya Hilman bagaimana pernikahan kalian" tanya Topan.


"A-aku " ucap Hilman terbata bata..


Sarah yang tau kalau Hilman sedang gugup karena pertanyaan Topan langsung memotong ucapan Hilman.


"Kita akan menikah dua sampai tiga minggu lagi kan Hilman" sahut Sarah.


"Hah iya" ucap Hilman.


"Oh bagaimana Ayah kamu Sarah" tanya Lynda.


"Dia setuju tante tapi aku tak tau apa dia akan datang atau tidak" ucap Sarah berbohong.


"Oh baiklah kita rencanakan pernikahan kalian saat sudah selesai acara Aqiqah anak anak" ucap Lynda.


"Iya tante".


-


Keesokan harinya Topan dan Hilman sudah bersiap untuk mencari kambing untuk Aqiqah anak anak mereka walau pun ini pertama kalinya bagi mereka membeli kambing hidup tapi mereka melakukannya dengan semangat karena demi anak anak mereka.


"Pak dimana tempat kambingnya" tanya Hilman pada pak supir.


"Ada di kampung tuan, apa kita akan kesana jaraknya juga lumayan jauh" jawab pak supir.


"Apa di kota tak ada sampai sampai kita pergi ke kampung" tanya Topan.


"Di sini ada tuan tapi kita gak bisa pilih sendiri kalau di kampung itu kita bisa pilih sendiri bahkan kita juga bisa melihat bagaimana kambingnya" ucap Pak Supir.


"Baiklah ayo kita kesana" ucap Topan.


Hilman mengambil ponselnya dari dalam sakunya, dia lupa kalau sekarang ada janji meeting dengan klien yang baru saja bergabung dengan perusahaannya.


[Jhon handle semua meeting hari ini, aku sedang sibuk dan bilang pada pak Reham kalau aku gak bisa datang karena ada urusan mendadak dan aku juga akan meminta maaf langsung padanya] ucap Hilman pada Jhon asisten pribadinya yang sangat dia percayai.


[Baik tuan] ucap Jhon.


"Siapa" tanya Topan.


"Asisten" jawab Hilman.


"Oh apa kau yang menghandle perusahaan Sarah" tanya Topan.


"Aku menyuruh anak buahku untuk menghandle semuanya" ucap Hilman.


Perlakuan Hilman membuat Topan merasa curiga karena Topan belum tau kalau Hilman adalah orang kaya dan Hilman juga adalah pewaris tunggul dari orang tuanya yang sekarang sudah meninggal dunia, karena Hilman merasa kalau dahulu dia kesepian jadi Hilman mau bekerja dengan Anjasmara sebagai pelampiasan dari kesepiannya.


Bahkan dahulu Hilman hanya menggerakan anak buahnya untuk mengurus perusahaan itu dan Hilman sendiri mengembangkan perusahaan Anjasmara.


Bukan dia tak mensyukuri semua harta warisannya tapi jika Hilman bekerja di perusahaannya dia malah semakin teringat dengan orang tuanya yang sudah tiada.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2