
Dokter Windy datang karena mendapat pesan dari Lynda, Dokter Windy segera masuk kedalam rumah Lynda tanpa permisi dahulu karena dia sudah tau kalau ada yang sedang sakit di dalam.
"Permisi Nyonya Lynda" ucap Windy.
"Dok masuk Dok lihat Sarah pingsan Dok" ucap Lynda cemas.
Dokter Windy langsung memeriksa keadaan Sarah yang sedang berbaring di sofa ruang tamu rumah Lynda, Dokter Windy langsung memasangkan impus ke tangan Sarah karena Dokter Windy tau kalau Sarah kurang cairan dalam tubuhnya.
"Nyonya apa pasien sering mengalami pingsan" tanya Dokter Windy.
"Gak terlalu sering Dok" jawab Nita.
"Apa dia jarang makan atau minum" tanya Dokter Windy.
"Akhir akhir ini sih makannya sedikit Dok karena kalau Non Sarah makan dia sering banyak melamun" jawab Bi Iyem yang selalu memperhatikan Sarah saat makan.
"Apa dia punya masalah" tanya Dokter Windy lagi.
Lynda mendekat kearah Dokter Windy,
"Jadi begini Dok dia memang sedang punya masalah karena suaminya sekarang berada di penjara jadi kemungkinan dia melamun karena masalah itu" jawab Lynda.
"Oh masalahnya sangat berat" ucap Dokter Windy.
"Bisakah kalian mengajaknya ngobrol supaya dia tak merasa kesepian" ucap Dokter Windy.
"Kami sering mengajaknya ngobrol Dok" ucap Nita.
"Ya maksud saya jangan buat dia merasa sakit hati" ucap Dokter Windy.
Topan merasa tersinggung karena ucapan Dokter Windy pasalnya dia sering sekali membuat Sarah sakit hati dengan ucapannya yang selalu menyinggung Sarah.
"Apa akan separah ini jika Seseorang sakit hati" tanya Topan.
"Iya tuan ibu hamil sangat sensitif apa lagi kalau dia merasa sakit hati dia pasti akan merasa sangat tersakiti" ucap Dokter Windy.
"Separah itu kah" gumam Topan.
Tak lama setelahnya Sarah sadar dari pingsannya, dia langsung menatap ke arah sekitar Sarah memegang kepalanya yang masih sakit karena pingsan tadi.
"Sarah kau sudah sadar" ucap Topan yang langsung mendekati Sarah.
Topan duduk di sofa samping Sarah, Topan memberikan segelas air minum untuk Sarah bahkan Topan membantu Sarah dengan memegangkan gelas saat Sarah minum.
Nita terkejut bukan main karena sikap Topan yang mendadak perhatian pada Sarah membuat Nita bertanya tanya ada apa di antara keduanya?.
Karena tak mau menyaksikan itu terlalu lama Nita memilih pergi dari sana menuju kamarnya, Nita tak sanggup melihat Topan bersikap seperti itu.
"Nita mau kemana" tanya Lynda yang melihat Nita berlari naik tangga.
"Aku akan melihat Rayhan" ucap Nita langsung berlari ke kamarnya yang berada di lantai dua.
Nita masuk kedalam kamarnya seperti biasa Asih menjaga Rayhan di kamar Nita.
"Asih pergilah biar aku yang menjaga Rayhan kau istirahatlah dulu" ucap Nita.
"Baik Non".
Asih pergi dari kamar Nita, dia harus menuruti kemauan Nita karena dia hanya seorang pengasuh jadi dia tak berhak banyak tanya.
Nita mengunci pintunya dengan rapat, Nita duduk di pinggir ranjang dia tak bisa menahan lagi tanggisnya sikap Topan yang perhatian pada Sarah membuatnya cemburu.
Nita menurup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, sungguh dia merasa kalau Topan sudah mulai perhatian lagi pada Sarah takutnya Topan akan mengingat lagi masalalunya bersama Sarah.
"Aku gak boleh begini wajar saja kan kalau mas Topan membantu Sarah dia sedang pingsan hikss.. Hikss... Tapi aku gak bisa aku terlalu cemburu untuk memikirkan ini, kenapa aku menjadi sangat sensitif begini" gumam Nita menangis sesegukan.
__ADS_1
Topan yang sudah membantu Sarah berbaring di kamarnya langsung masuk ke kamar Nita dia merasa heran dengan sikap Nita yang sedari tadi tak keluar dari kamarnya.
Saat Topan akan membuka Pintu, pintunya gak bisa di buka karena Nita menguncinya dari dalam kamar.
Tokk
Tokk
"Nita buka" sahut Topan.
Nita yang mendengar ada suara Topan dia langsung menghapus air matanya yang sudah membasahi wajahnya, Nita berusaha untuk baik baik saja.
"Iya mah sebentar" ucap Nita.
Ceklek..
Nita membuka pintu Topan tanpa bersalah langsung masuk kedalam kamarnya meninggalkan Nita yang masih mematung di depan pintu.
"Hay Boy anak Papah sudah besar" ucap Topan membawa main Rayhan yang sedang berada di atas ranjang.
Nita mencoba mendekati Topan walau pun hatinya tak bisa menerima hal itu, dengan penuh keberanian Nita mencoba menanyakan hal itu pada Topan.
"Mas".
"Ada apa Nita".
" jangan marah ya aku mau bertanya sesuatu pada mas tapi mas harus menjawabnya dengan jujur" ucap Nita.
"Apa Nita langsung saja jangan buat mas penasaran" ucap Topan.
"Apa mas sayang padaku" tanya Nita.
"Nita kenapa bertanya begitu ya jelaslah aku sayang kalau gak sayang aku gak mungkin menikahimu" jawab Topan.
"Apa mas masih sayang pada Sarah" tanya Nita gugup.
"Maksud kamu apa, mas gak sayang padanya" jawab Topan.
"Jujur saja mas aku tak akan marah kok".
" aku gak sayang sama Sarah, Nit dia hanya teman aku cuman itu saja".
"Benarkah".
"Benar Nita aku tak akan pernah menghianatimu".
" apa mas bisa menepati ucapan mas itu".
"Nita dengan kamu bertanya begini aku merasa kalau kamu gak percaya padaku, apa kamu tau Nita kunci dari sebuah hubungan itu adalah kepercayaan dan kamu tak percaya padaku" ucap Topan.
"Bukan begitu mas".
"Sudahlah aku tak mau membicarakan ini lagi" ucap Topan yang langsung beranjak ke kamar mandi.
Huhh..
Nita menarik nafas panjang dia merasa kalau Topan mungkin marah padanya karena sudah bicara begitu tadi.
"Wajarkah aku cemburu" gumam Nita.
SATU MINGGU BERLALU..
Topan, Lynda, Nita, dan Sarah sudah berada di pengadilan mereka akan menyaksikan Rama yang sekarang akan melaksanakan pengadilan.
Dengan bukti yang sudah terkumpul di pak Ardi, Topan sangat yakin kalau Rama akan segera terbebas dari penjara dan mereka sudah mengatur rencana untuk menjebloskan Anjasmara ke penjara.
__ADS_1
"Pak aku yakin kita pasti akan menang" ucap Topan.
"Aku juga sangat yakin nak Topan kita akan segera menjebloskan pak Anjasmara ke dalam penjara dan kita akan mengeluarkan Pak Rama dari penjara" ucap pak Ardi.
"Iya aku berfikir begitu".
"Nak Topan dulu kita berjuang untuk memasukan pak Rama ke penjara tapi sekarang kita berusaha untuk mengeluakan pak Rama dari penjara, hidup memang aneh ya" ucap pak Ardi.
"Ya begitulah pak".
"Saya punya pelajaran penting dari kasus ini nak Topan".
" apa itu pak".
"Dunia memang sempit, jadi seharusnya kita tak boleh saling menjelekkan, tak boleh saling berkelahi, tak boleh merugikan orang lain lihat saja kita akan meminta bantuan pada orang yang tadinya kita remehkan" ucap pak Ardi.
"Benar pak tapi mau bagaimana lagi, begitulah Hidup kita tak akan tau siapa yang mau menolong kita bahkan sebanyak apa pun harta kalau memang bukan milik kita ya hilang semua" ucap Topan.
"Iya nak dunia memang sangat sempit".
Anjasmara dengan ibunya Dodit sudah sampai di ruang pengadilan, ibu Dodit pura pura tak melihat apa apa padahal ada Sarah disana yang sedang menatapnya sinis.
Sarah marah melihat sang Ayah dan ibu dari Dodit padahal dahulu Sarah pernah meminta maaf pada ibu itu atas kematian Dodit dan respon ibu itu juga tak marah tapi kenapa sekarang malah ingin memenjarakan Rama.
FLASH BACK ONN..
Saat Sarah dan Rama sedang terpisah dahulu, Sarah menyempatkan diri untuk bertemu dengan keluarga Jerry dan Dodit.
Namun setelah Sarah mencari info tentang keluarga Jerry ternyata Jerry tak punya saudara hanya saja Sarah mendapat kabar kalau Jerry punya mantan istri di kampungnya.
Sedangkan dari cerita anak buahnya Dodit masih punya keluarga dia masih punya ibu yang rumahnya tak jauh dari rumah Rama yang dulu, Sarah menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah ibu Dodit.
Sarah menemui ibu Dodit saat itu ibu Dodit sedang duduk di halaman rumahnya sambil menikmati segelas teh hangat yang berada di atas meja.
"Permisi bu" ucap Sarah.
Ibu Dodit langsung menatap Sarah, dia tau kalau Sarah adalah majikan Dodit saat Dodit masih hidup dulu.
"Nona anda kesini" ucap Ibu Dodit.
"Iya bu ada hal penting yang harus saya bicarakan".
" duduk dulu Non, mau bicara apa sepertinya serius sekali".
"Atas kematian Dodit, saya sama mas Rama meminta maaf sebesar besarnya pada ibu karena kami Dodit menjadi korban".
" tidak Nona jangan bicara begitu, dulu juga Dodit sudah bilang kalau ada apa apa padanya jangan pernah tangisi dia karena itu sudah menjadi jalan takdirnya" jelas ibu Dodit.
"Kami minta maaf sebesar besarnya Bu, ibu harus kehilangan putra ibu".
"Tidak Nona jangan begitu ibu ikhlas dengan nasib Dodit".
"Ibu ini ada uang untuk menebus kesalahan kami, saya tau kalau uang tak akan cukup menebus kesalahan kami tapi tolong ambillah anggap saja uang ini untuk ibu pergunakan sehari hari" ucap Sarah sambil menyerahkan amplop coklat yang isinya uang sangat banyak.
"Jangan ibu sudah ikhlas Non, jangan begitu ibu tak mengharapkan itu".
" ibu tolong ambillah supaya rasa bersalah kami bisa sedikit berkurang".
Dengan terpaksa ibu Dodit menerima uang pemberian Sarah, dan Sarah merasa sedikit bebannya terhapuskan dengan bicara begini pada keluarga Dodit.
FLASH BACK OFF..
bersambung...
***jangan lupa like comen dan votenya ya..
__ADS_1
salam manis Author***