Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 137


__ADS_3

5 TAHUN KEMUDIAN..


Nita setiap paginya akan dengan sibuk mengurus Rayhan dan Aziya yang sekarang sudah mulai sekolah, mereka hanya beda satu tahun saja Rayhan sekarang akan masuk ke kelas satu Sd, sedangkan Aziya dia akan masuk ke TK.


Nita menyiapkan sarapan pagi dan membuatkan bekal untuk Rayhan, Aziya dan Topan yang akan masuk ke kantor, kegiatan ini sudah menjadi hal biasa bagi Nita.


"Ray, Zia turun ayo makan" teriak Nita dari meja makan di dapur.


Hidup tanpa seorang pembantu membuat Lynda dan Nita merasa terbiasa melakukan kegiatan rumah tangga, setelah di rasa rumah sudah bersih Nita akan mengantar Zia ke sekolah Tk sedangkan Rayhan akan di antar supir dan di jemput oleh Nita saat pulang sekolah.


"Mah hari ini aku mau di bekalkan nasi goreng" ucap Zia yang sudah duduk di meja makan.


"Kau berisik Zia, apa pun yang di bekalkan mamah kau makan saja jangan banyak minta" ketus Rayhan.


"Biarin kalau kakak gak suka ya sudah" ucap Zia sambil mengulurkan lidahnya pada Rayhan kakaknya.


"Awas kau Zia bawel" gerutu Rayhan.


"Stop Zi, Ray udah kalian makan jangan berisik" ucap Nita marah karena setiap paginya kedua anaknya itu selalu saja berdebat.


"Ada apa hah" tanya Lynda yang baru saja datang ke meja makan.


"Ini mah Zia sama Rayhan debat mulu" ucap Nita.


"apa yang kalian debatkan" tanya Lynda.


"Nenek lihat Zia dia mau di bekalkan nasi goreng, padahal kan mamah sudah capek capek membuat makanan ini" ucap Rayhan.


"Zia dengar kakakmu dia benar" ucap Lynda.


"Ck nenek sama saja, aku tak mau dengan Nenek, Nenek selalu saja membela kak Rayhan" ucap Zia marah.


"Sudah ayo berangkat" sahut Topan.


"Aku mau berangkat sama Papah" ucap Rayhan senang.


"Mah" Zia menatap Nita dengan tatapan memohon supaya dia bisa berangkat bareng dengan Papahnya.


"Kita naik mobil di antar supir" ucap Nita.


"Aku gak mau sama supir, maunya sama papah" rengek Zia.


"Stop Zia jangan manja oke, kak Rayhan berangkat sama papah karena gak akan di antar oleh mamah sedangkan kamu dari pagi sampai siang mamah stand by di sekolahmu" ucap Nita.


Zia memalingkan tatapannya dari Nita dan Lynda, sedangkan Lynda dan Nita hanya tersenyum melihat tingkah Zia yang sangat menggemaskan.


"Mah aku berangkat ya, sudah mau siang" ucap Nita berpamitan pada Lynda.


"Hati hati di jalan ya sayang".


"Ya mah, Zia salim dulu sama Nenek" titah Nita.


"Gak mau".

__ADS_1


" dasar anak manja" gerutu Nita.


"Ga apa Nita berangkat saja".


Nita berangkat dengan di antar oleh supir, hal yang menjadi bahagia bagi Nita karena dia akan menemui Sarah di Tk itu karena Alena juga di sekolahkan disana.


"Mamah, Alen katanya akan pergi" ucap Zia.


"Pergi kemana" tanya Nita.


"Gak tau tapi kemarin dia bilang kalau Alen akan pergi dengan Mommy dan Daddy nya" ucap Zia.


"Nanti mamah tanya sama tante Sarah" ucap Nita.


Nita dan Zia turun dari mobil dengan cepat Zia langsung masuk ke dalam kelas sedangkan Nita sedang menunggu kedatangan Sarah yang sejak tadi tak datang datang.


"Kemana Sarah, tumben dia belum datang padahal kelas akan di mulai" gumam Nita.


"Hay mamah Zia" sapa seseorang yang mengantar anaknya.


"Hay mamahnya Dini" sapa Nita.


"Sedang apa di sini, kita masuk saja kedalam yuk".


" tapi aku sedang menunggu Sarah".


"Oh mamahnya Alen, mungkin dia tak akan masuk sekolah".


"Ya juga, tak apa lah aku tunggu di dalam" ucap Nita.


"Mamah apa kita akan jemput kak Rayhan" tanya Zia.


"Ya"


"Biarkan saja dia mah dia sangat menyebalkan".


" jangan begitu Zia dia juga kakakmu kan sejujurnya kakakmu itu sangat sayang padamu" ucap Nita.


"Bohong, dia sangat membenciku Mah".


" tidak sayang dia sangat sayang padamu".


Mobil terparkir di gerbang sekolah dengan cepat Nita turun dan mencari keberadaan Rayhan, namun saat Nita mencari Rayhan Zia turun dan melihat kalau Rayhan sedang makan es cream dengan seorang anak wanita yang mungkin teman sekelasnya.


"Ciee," sahut Zia yang melihat Rayhan sedang duduk bersama wanita itu.


Nita langsung melihat kearah dimana Zia bicara, Nita tersenyum melihat Rayhan sedang duduk dengan seorang wanita.


"Cie kak Rayhan pacaran hhahahaha" ucap Zia mentertawakan kakaknya.


"Diam Zia dia hanya temanku" bantah Rayhan.


"Kakak bohong, kakak pasti sedang pacaran ya" ledek Zia.

__ADS_1


"Mah" Rayhan menatap Nita meminta bantuan pada Nita supaya Zia tak banyak bicara.


"Zia jangan begitu nak, dia teman kakakmu, baiklah kita pulang sekarang" ucap Nita.


Zia dan Rayhan berjalan mengikuti Nita dan masuk kedalam mobil, sungguh Nita merasa bahagia bisa melihat anaknya tumbuh dengan sehat.


"Kalian jangan berantem terus ya, mamah gak suka lihat kalian bertengkar" ucap Nita.


"Mah kak Rayhan yang mulai duluan" ucap Zia.


"Bukan aku mah tapi Zia yang duluan" bantah Rayhan.


"Sudah sudah kalian salah" ucap Nita.


Sesampainya di rumah Nita masih merasa cemas pada keadaan Sarah karena sejak tadi Nita menelponnya dan tak ada jawaban dari Sarah.


"Kamu kenapa Nita seperti cemas begitu" tanya Lynda yang melihat Nita terus saja melihat layar ponselnya.


"Ini mah, Sarah gak sekolah aku sudah coba telpon tapi tak bisa".


"Mungkin Sarah sedang sibuk Nita" ucap Lynda.


"Mungkin saja" Nita mengerti pada keadaan Sarah sekarang karena sekarang Sarah adalah wanita karir juga bahkan sepulang sekolah Sarah selalu saja bekerja mengurus perusahaannya.


Tokk.


Tok..


Pintu rumah Lynda di ketuk dari luar dengan cepat Nita membukakan pintunya ternyata Sarah dan Hilman juga Alena datang kesana.


"Sarah kau kemana saja aku telpon kamu tapi tak ada jawaban" ucap Nita.


"Maaf Nita aku tak datang sekolah aku mau pamitan pada kalian".


" pamit? Mau kemana kalian" tanya Lynda.


"Tante aku akan pergi ke kanada" ucap Sarah.


"Apa" serempak.


"Tapi kenapa mendadak" tanya Nita.


"Maaf tapi ada pekerjaan yang sangat mendadak Nita, dan aku rasa kita akan pindah kesana" ucap Sarah.


"Apa tapi bagaimana mungkin" tanya Lynda.


"Ya Tante aku sudah mempacking barang dan Hilman juga sudah menyiapkan pasword" ucap Sarah.


"Tapi kenapa mendadak begini Hilman".


"Ya tante, Nita maafkan kami karena tak mengabari kalian dahulu" ucap Sarah.


"Kalian di sana dengan siapa apa Hilman punya saudara" tanya Lynda.

__ADS_1


"Tidak tante tapi kami akan hidup mandiri disana".


" maaf tante kami harus pergi sekarang karena pesawat akan lepas landas pukul 4 sore" ucap Sarah.


__ADS_2