
Puput dan Arka sudah sampai di kantor, karyawan kantor menatap pada mereka karena baru kali ini mereka melihat atasan mereka yang notabene nya pemdiam dan dingin sekarang bisa tersenyum pada semua karyawan.
"Kulkas seribu pintu sekarang ada pawangnya" bisik karyawan kantor.
"Tak salah lagi Puput adalah pawangnya tuan Arka, karena baru saja menikah tuan Arka sudah tersenyum ramah pada karyawan, kenapa tak dari dulu mereka menikah".
"Sudah diam nanti mereka dengar".
"Selamat pagi semua" sahut Arka di hadapan para Karyawan.
"Pagi tuan" serempak.
"Aku ke ruangan duluan" ucap Arka pada Puput, dan hanya di balas anggukan saja oleh Puput.
"Cie gimana nih rasanya jadi Nyonya Marta Jaya" sahut Wini dari arah belakang Puput.
"Ah kalian ini biasa aja kok" jawab Puput.
"Sekarang mah kulkas seribu pintu sudah ada pawangnya Put, jadi meleleh dong" goda karyawan yang lain.
"Sudah ah lanjut kerja, aku ke ruangan dulu ya" ucap Puput.
"Hati hati meleleh Put" goda Karyawan yang lain.
Puput masuk kedalam ruangan itu terlihat kalau Arka sudah duduk di kursi kebesarannya dan sedang mengutak atik laptop.
"Put tolong periksa berkas ini lihat apa isinya sudah benar" titah Arka.
"Baik tuan" jawab Puput, Puput mengambil berkas yang ada di meja Arka dan membacanya dengan sangat teliti.
"Tuan ada yang salah dengan kata ini, lihat" ucap Puput.
"Kamu suruh Galih perbaiki" titah Arka.
"Baik tuan saya akan ke ruangan Pak Galih" ucap Puput sambil pergi dari ruangan itu.
"Put" ucap Arka yang menghentikan langkah Puput.
"Bawakan aku secangkir kopi, rasanya aku sangat mengantuk" titah Arka.
"Siap tuan, tapi tuan baru juga pukul sembilan pagi tapi anda sudah mengantuk" ucap Puput.
__ADS_1
"Entahlah mungkin tidur denganmu membuat aku candu, jadi bawaannya ingin tidur terus" ucap Arka.
"Gombal".
Setelah selesai ke ruangan Galih Puput membuatkan Kopi untuk Arka dan membawanya ke ruangan Arka.
"Silahkan tuan" ucap Puput.
"Tolong pijit kepalaku" titah Arka yang merasa kalau kepalanya sangat pusing mungkin akibat melihat layar laptop terlalu lama.
Puput memijat kepala Arka dengan sangat teliti bahkan pusing Arka sedikit sedikit bisa hilang.
"Mau aku ambilkan obat pusing" tanya Puput.
"Tidak perlu, kemarilah duduk di sini" titah Arka menyuruh Puput untuk duduk di pangkuannya.
"Yang benar saja tuan" tanya Puput.
"Jangan membantah kamu tak lupa kalau di kantor aku siapa" ucap Arka.
"Siap tuan" ucap Puput yang hanya bisa nurut saja.
Puput duduk di pangkuan Arka, Dengan leluasa Arka memeluk Puput sehingga kepala Puput sekarang berada di dada bidangnya.
"Bagaimana tidak kalau di dekatnya ada Spek bidadari begini" ucap Arka.
"Arka aku tanya loh, jawabannya melantur begitu" kesal Puput.
Arka tak menghiraukan Puput yang sekarang sedang kesal, Arka malah meraup Bibir Puput dan menyes ap nya.
Namun aksi Arka harus terhenti karena Galih datang kesana dan bahkan mungkin Galih pun melihat adegan itu.
"Maaf tuan" ucap Galih yang sudah masuk kedalam ruangan Arka, namun tubuhnya dia balikan dengan menutup pintu karena tak mau melihat adegan itu.
Puput yang sadar pun langsung bangkit dari pangkuan Arka.
"Ada apa Galih" tanya Arka.
"Maaf tuan saya menganggu, saya hanya ingin memberikan berkas ini saya sudah memperbaikinya sesuai dengan yang Nyonya perintahkan" ucap Galih.
"Apa Nyonya? Ya ampun Pak Galih jangan panggil Nyonya panggil saja Puput" ucap Puput semakin kesal.
__ADS_1
"Baik Put" ucap Galih.
"Saya permisi tuan" ucap Galih yang langsung pergi dari sana.
"Udah jangan kesal begitu, nanti cantiknya hilang" ucap Arka menggoda Puput.
"Bodo amat" kesal Puput yang langsung duduk di sofa.
"Gak di lanjutin nih nanggung loh baru sebentar" ucap Arka menggoda Puput.
"Nanti saja di rumah, kalau di sini nanti ada yang datang" ucap Puput.
**
Sore harinya mereka pulang awal karena pekerjaan sudah beres, Puput dan Arka memutuskan untuk berkunjung ke rumah Nita sambil memberikan oleh oleh yang sudah Arka beli kemarin.
Untung saja Arka membawa oleh oleh itu di bagasi mobilnya jadi mereka gak perlu pulang ke rumah Arka dulu jadi mereka langsung pulang ke rumah Nita.
"Masih marah" tanya Arka pada Puput yang sejak tadi hanya diam saja.
"Gak marah" jawab Puput.
Mobil Arka masuk kedalam halaman rumah Lynda di sana sudah ada Rayhan dan Zia yang sedang duduk di halaman rumah, bisa Puput pastikan kalau kedua ponakannya itu sedang mengaji karena guru les ngaji mereka juga ada di sana.
"Aunty" teriak keduanya.
Puput langsung jongkok dan memeluk kedua ponakannya itu,
"Aunty kami sangat rindu dengan Aunty" ucap Zia.
"Ah masa" ucap Puput.
"Bener Aunty kenapa Aunty lama datangnya" tanya Zia.
"Maaf ya Aunty sibuk sayang, lalu apa pangeran tampan ini tak rindu pada Aunty" tanya Puput menggoda Rayhan yang hanya diam saja.
"Rindu tapi hanya sedikit" jawab Rayhan.
"Oh ya, dimana Mamah kalian?" tanya Puput.
"Ada di dalam rumah" jawab Zia.
__ADS_1
"Baiklah Aunty masuk ya, kalian belajar ngaji saja dulu yang rajin ya ponakan Aunty" ucap Puput.
"Siap bos" ucap Zia.