Aku Istri Kontrak Bosku

Aku Istri Kontrak Bosku
aku istri kontrak bosku eps 84


__ADS_3

Rama menyuapi Sarah dengan bubur yang sudah Topan beli untuk Sarapan, hari sudah mulai pagi Lynda, Topan, Nita, Rayhan dan Asih masih berada di rumah sakit menunggu Rama dan Sarah.


"Makan sayang biar cepat sembuh" ucap Rama.


Setelah selesai menyuapi Sarah, Rama keluar dari ruangan itu untuk menyuruh keluarga kakak iparnya itu untuk pulang saja karena semalaman mereka berada di rumah sakit menemani Sarah.


"Mbak terima kasih sudah mau menunggu disini, apa sebaiknya kalian pulang saja aku takut Mbak cape dan Nita pun sedang mengandungkan jadi harus banyak istirahat" ucap Rama.


"apa kamu bisa sendirian menjaga Sarah" tanya Lynda.


"Bisa Mbak aku tak mau merepotkan mbak terlalu banyak" ucap Rama tak enak hati.


"Baiklah mbak akan pulang dulu nanti sore mbak akan kesini lagi untuk menjenguk Sarah" ucap Lynda.


"Jaga Sarah baik baik paman, bilang sama Sarah kalau kita pamit pulang" ucap Nita.


"Iya terima kasih" ucap Rama.


"Kami pulang paman kalau butuh sesuatu telpon saja" ucap Topan.


***


Puput sudah siap untuk berangkat ke kampus, akhir akhir ini dia sering sekali memakai rok selutut dan kaos yang ngetat.


Puput membiarkan rambutnya terurai dia menenteng tas slempang yang tak terlalu besar dan akan berangkat ke kampus dengan menaiki mobil milik Lynda yang di antar oleh supir.


Dengan begitu Puput di anggap orang kaya oleh teman temannya di kampus, dan hal itulah yang sangat di inginkan oleh Puput, terlihat kaya di mata orang orang yang sudah menghinanya dahulu.


Tetapi saat Puput hendak keluar dari rumah Lynda, dia melihat keluarga Nita berada di halaman rumah dan baru saja keluar dari mobil.


Seketika Puput merasa marah saat melihat Nita sedang berdiri di antara Lynda dan Topan, Nita sambil menggendong Rayhan masuk kedalam rumah Lynda.


"Put kamu mau kuliah" tanya Lynda yang sadar ada Puput yang sedang berdiri tak jauh darinya.


Karena ingin terlihat baik, Puput langsung berlari kearah Nita da memeluknya dengan erat, Puput menangis di dekapan Nita.


"Syukurlah kakak selamat, aku sangat khawatir pada kakak" ucap Puput menangis sesegukan.


Padahal dalam hatinya dia sangat tak suka pada kepulangan Nita itu, dia merasa ingin sekali melenyapkan Nita dari dalam hidupnya.

__ADS_1


"Kakak tidak apa Put" ucap Nita.


"Kak aku harus pergi ke kampus, ada kelas pagi sekarang aku berangkat dulu ya" ucap Puput.


"Kau mau ke kampus dengan memakai baju seperti ini Put" tanya Nita.


"Iya memang kenapa" tanya Puput heran.


"Ganti Put, kakak gak suka ini terlalu ngetat" ucap Nita tak suka pada pakaian yang di pakai oleh Puput.


"Kakak ini cuman pakaian aja di permasalahkan" ucap Puput sedikit emosi.


"Sayang kita masuk saja dulu kita bicarakan ini nanti" ucap Topan sambil merangkul Nita dan membawanya kedalam.


Nita duduk di sofa sedangkan Rayhan di bawa ke kamar oleh Asih karena sudah terlelap tidur sejak dari rumah sakit.


Puput ikut duduk disana dia hanya ingin meminta uang bekal untuknya di kampus, namun Puput salah Nita malah memarahinya karena pakaian Puput.


"Kakak gak suka Put kalau kamu pakai baju seperti ini, lihat lekuk tubuhmu bahkan tercetak" ucap Nita menasehati Puput.


"Kakak aku hanya memakai baju ini saja apa salah, aku juga ingin seperti orang lain kak" ucap Puput menahan emosinya.


"Apa tak bisa kau tutupi sedikit lagi" ucap Nita.


"Puput bisa bisanya kau bicara begitu pada kakakmu" ucap Topan geram yang melihat kalau adik iparnya itu terus saja melawan.


"Ck" Puput berdecak kesal.


"Puput ini bukan kampung yang sekali kau berpakaian seksi pun tak akan ada yang melihat, tapi ini kota Put banyak orang orang jahat yang bernafsu jika melihat orang dengan pakaian begini" ucap Nita mengingatkan.


"Diamlah aku bosan dengan kakak, kakak memang tak pernah sayang padaku" ucap Puput geram.


"Kakak hanya tak ingin kau menjadi sasaran orang jahat Put" ucap Nita.


Puput pergi dengan rasa kesalnya, dia merasa sangat marah karena di nasehati oleh Nita yang bahkan baru saja pulang dari penculikan.


Sedangkan Nita meneteskan air matanya karena tak bisa mendidik adiknya yang sudah remaja itu.


-

__ADS_1


Puput sudah berada di kampusnya dia merasa sangat kesal pada Nita yang seenaknya menasehatinya, hanya karena pakaian yang di gunakan Puput.


Mata Puput berbelalak melihat Arka yang hari ini sangat tampan sekali, hanya dengan memakai kaos polos dan celana bahan warna hitam sudah membuat Arka sangat tampan dan di kagumi oleh kaum perempuan.


Puput berjalan mendekati Arka yang sedang duduk di taman dengan membaca Novel kesukaannya yang selalu dia bawa dan baca di mana saja.


"Hay Arka" sapa Puput.


Arka tak menggubris ucapan Puput dia hanya terus saja membaca Novelnya itu dengan fokus, Arka terkenal sebagai kutu buku di kampus itu.


"Ka, kenapa sih kamu marah hah? Cerita dong?" ucap Puput mencoba mendekati Arka yang sudah jelas ilpil pada Puput.


"Jangan membujukku Puput, rubah dulu sikapmu jika ingin menjadi temanku" ucap Arka ketus.


"Maksud kamu apa? Aku menyakitimu ka?" tanya Puput.


"Kau menyakiti kakakmu sendiri Put, kau tak akan aku maafkan sebelum kau minta maaf pada kakakmu" ucap Arka.


"Jangan urus urusan kakakku Arka, aku tak mau pertemanan kita rusak hanya karna Nita kakakku yang sangat pelit itu, apa kau tau kakakku tak pernah menyayangiku bahkan dia memarahiku karena memakai baju seperti ini" ucap Puput tersulut emosi sehingga meninggikan suaranya pada Arka.


Plakkk..


Satu tamparan mendarat di pipi kanan Puput, replek Puput menyentuh pipinya yang sangat sakit karena tamparan yang sangat kuat itu.


"Ini yang membuat aku tak suka Put, kau egois kau serakah kau ingin menang sendiri" bentak Arka.


Arka langsung pergi meninggalkan Puput yang hanya berdiri mematung mencoba mencerna ucapan Arka barusan.


Tes..


Tess..


Air mata Puput jatuh membasahi pipinya, dia tak menyangka kalau Arka akan membencinya seperti itu, hanya karena membicarakan Nita, Puput jadi di jauhi oleh idola di kampus itu.


"Ini semua salahmu Nita aku benci" batin Puput sambil menangis.


Hanya Arka saja yang bisa merubah Puput, bahkan sampai sekarang pun Puput sudah tak pernah memecahkan barang lagi saat dirinya sedang marah, Puput pun tak pernah bersikap seperti orang gila yang tiba tiba tertawa lalu menangis.


bersambung....

__ADS_1


***plis Arka bantu Puput sembuh biar Puput tak dendam lagi sama Nita, Author dukung kok...


salam manis Author***


__ADS_2