
Di kediaman Anjasmara.
Hilman baru saja sampai ke rumah Anjasmara dengan perjalanan yang cukup jauh dan sangat melelahkan bagi Hilman namun Hilman harus merasakan kemarahan Anjasmara.
Prangg..
Anjasmara melemparkan piring ke arah Hilman yang baru saja masuk kedalam untung saja Hilman bisa menepisnya karena dulunya juga Hilman pernah masuk ke olimpiade silat jadi Hilman bisa menakis serangan mendadak seperti piring itu.
"Dari mana saja kau" tanya Anjasmara sambil menahan amarahnya, Dada Anjasmara naik turun saat bicara dengan Hilman.
"Tuan aku sudah mencari tau tentang kebebasanmu tuan" ucap Hilman membela diri.
"Oh apa kau tau Hilman banyak Klien yang membatalkan kontrak bersama kita dan itu semua gara gara aku yang pernah masuk penjara, dan kau hanya diam saja dan jalan jalan" ucap Anjasmara marah.
Hilman tak terima saat dirinya di sebut diam saja dan hanya jalan jalan, Hilman berjalan mendekati Anjasmara yang sedang duduk di Sofa Hilman tak terima semua pekerjaannya tak dia hargai oleh Anjasmara.
"Tuan aku sadar sedari dulu sampai sekarang kau memang tak pernah menghargai aku, dulu aku selalu memaafkanmu untuk semua kesalahanmu tapi sekarang aku tak bisa lagi, aku pergi dari sini soal surat pengundurannya besok aku berikan padamu" ucap Hilman yang langsung berjalan ke kamarnya untuk mengemasi semua pakaiannya.
Anjasmara terkejut dengan ucapan Hilman dia tak bisa bicara lagi, dia hanya menatap Hilman sampai lakilaki itu selesai mengemasi pakaiannya.
Hilman keluar dari kamarnya dan langsung berjalan keluar rumah bahkan dia tak pamitan dulu pada Anjasmara yang masih mematung melihat kepergian Hilman.
"Kau yakin akan pergi kemana kau akan pergi Hilman" tanya Anjasmara yang tak mau kalau Hilman pergi karena sejak dulu Hilman lah yang selalu membantunya.
"Jangan khawatir padaku tuan, aku sudah punya rumah sudah punya mobil aku juga punya uang sendiri dan itu semua karena kerja kerasku bekerja denganmu" ketus Hilman tanpa melihat Anjasmara.
Belum sempat Anjasmara bicara Hilman sudah lebih dulu pergi dari rumah itu, bahkan Anjasmara pun merasa kalau dirinya sudah keterlaluan pada Hilman.
"Arghh aku yakin Hilman kau pasti kembali aku tak yakin kau bisa di terima di perusahaan lain" gumam Anjasmara menyombongkan dirinya.
-
Sedangkan Hilman dia sudah berada di rumahnya, hidup seorang diri membuatnya merasakan kesepian ingin rasanya Hilman mencari sosok istri untuknya tapi Hilman terlalu berkecil hati untuk hal itu.
Hilman merasa kalau tak ada yang mencintainya karena sikapnya yang dingin dan cuek membuatnya tak bisa mendekati wanita kecuali Sarah yang dulunya adalah majikannya.
"Fyuhh aku harus bisa melupakan Sarah dia sudah punya suami, kenapa aku ini harus jatuh cinta pada orang yang salah" gumam Hilman sambil membereskan pakaiannya pada lemari.
Hilman berniat untuk memberikan surat perusahaan Rama padanya sekarang karena dia tak mau kalau dia harus tetap memegang surat perusahaan yang bukan miliknya.
__ADS_1
"Den apa mau makan dulu" tanya pembantunya Hilman.
"Nanti saja saya mau pergi dulu Bi".
" baik den".
Hilman walau pun pekerjaannya hanya seorang kaki tangan Anjasmara namun jangan salah Hilman adalah pria kaya yang sengaja tak memberi tau ada Anjasmara.
Bahkan Hilman harus rela kerja untuk Anjasmara dan itu semua dia lakukan sebagai pelampiasan rasa kesepiannya yang tak punya sanak saudara bahkan teman juga Hilman tak punya.
Hilman melajukan mobilnya membelah jalanan yang tak terlalu ramai, entah kenapa dia sangat bersemangat jika bertemu dengan Sarah walau pun dia tau kalau di sana pasti ada Rama yang akan menjaganya.
Hilman berhenti di depan gerbang rumah Lynda dia menatap dengan teliti tak ada orang yang lalu lalang di rumah Lynda, Hilman takut yang punya rumah tak ada jadi dia memastikan dulu.
"Ada apa tuan" tanya Pak satpam yang tak jauh dari sana.
"Apa Non Sarah ada pak" tanya Hilman.
"Ada di dalam memangnya sudah janji akan ketemu" tanya pak Satpam.
"Tidak pak tapi saya mau memberikan ini" ucap Hilman sambil menyodorkan surat kepemilikan.
Rasanya jantung Hilman dag dig dug tak beraturan karena akan bertemu dengan Sarah, hatinya merasa kalau ini adalah pertemuan terakhir dengan Sarah karena sekarang dia sudah tak bekerja lagi dengan Anjasmara.
Senyum Hilman tergambar di bibirnya saat melihat Sosok Sarah yang keluar dari rumah Lynda, Bahagia rasanya melihat orang yang kita sayang begitu juga dengan Hilman.
Mata mereka beradu saat mereka berjarak sangat dekat bahkan senyuman tak pernah lepas dari bibir Hilman.
"ada apa" tanya Sarah.
"Nona aku akan menyerahkan ini aku harap besok suamimu akan bekerja disana" ucap Hilman sambil menyodorkan map berwarna coklat.
"Memangnya tuanmu itu kemana" tanya Sarah. "Apa dia sudah tak sanggup mengurus perusahaanku" tanya Sarah sembari meledek.
"aku tak tau Nona tapi yang jelas aku sudah berhenti bekerja dengan Ayahmu dan aku kesini hanya untuk memberikan ini" ucap Hilman.
"Apa berhenti kerja?" ucap Sarah terkejut, " lalu bagaimana dengan pak tua itu tanpa dirimu Hilman" tanya Sarah.
Ada rasa kasihan pada Anjasmara karena sejak dulu hanya Hilman lah yang sangat Anjasmara percayai bahkan hampir semua anak buah Anjasmara pernah menghianati Anjasmara tapi Hilman tak pernah dia setia pada Anjasmara.
__ADS_1
"Aku di pecat Nona mungkin lebih tepatnya aku mengundurkan diri karena tadi ada insiden kecil di rumah tuan" ucap Hilman.
"Insiden apa" tanya Sarah.
"Tuan melemparkan piring padaku Nona untung saja aku bisa menghindar bukan itu saja Ayahmu juga mengataiku kalau aku hanya diam saja dan hanya bisa jalan jalan saja" ucap Hilman.
"Hilman maafkan Ayahku karena sudah keterlaluan padamu, aku harap kau tak mengundurkan diri karena Ayah sangat membutuhkanmu" ucap Sarah lemah lembut.
"Aku tidak bisa pastikan ini Nona aku terlalu banyak di hina oleh Ayahmu".
"Iya aku tau Hilman terima kasih karena sudah menjaga Ayahku".
Rama keluar dari rumah karena mendengar istrinya itu sedang mengobrol dengan orang lain, Rama langsung melihat dengan siapa Sarah bicara.
" ada siapa sayang" sahut Rama dari dalam rumah.
"Ini mas ada Hilman" sahut Sarah.
"Hilman masuk dulu" ucap Rama mempersilahkan Hilman untuk masuk kedalam.
"Tidak tuan aku di luar saja" ucap Hilman.
"Ada hal penting Hilman" tanya Rama.
"Tidak tuan aku hanya mau memberikan surat kepemilikan perusahaan anda tuan, dan saya harap besok anda sudah masuk kerja lagi" ucap Hilman.
"Kenapa bukannya Ayahnya Sarah sudah mengambilnya lalu kenapa di kembalikan" tanya Rama.
"Iya Tuan aku hanya di perintahkan untuk mengantarkan ini saja selebihnya aku kurang tau".
"Terima kasih Hilman, oh ya tadi kata Sarah kamu pingsan apa sekarang sudah sehat" tanya Rama.
"Sudah tuan untung saja ada Non Sarah yang mau membantuku kalau tidak aku gak tau tuan".
" jangan begitu masih banyak yang baik di dunia ini".
"Iya tuan".
Setelah selesai berbincang bincang Hilman berpamitan untuk pulang karena hari juga sudah semakin sore Hilman juga sudah terlalu lama berada di rumah Lynda.
__ADS_1
Bersambung...